Online
Saat ini ada 43 pengunjung tamu dan 2 pengunjung terdaftar online.
Anda bisa log-in atau daftar di sini.
Anda bisa log-in atau daftar di sini.
Login
|
|
Komentar Anda ?
Saat ini telah ada 125 komentar
|
|
Saat ini telah ada 125 komentar
Sekedar catatan, biaya resmi mengurus SIM seperti yang tertera di loket pengurusan SIM adalah:
Rp. 60.000 untuk perpanjangan
Rp. 75.000 untuk pembuatan baru
standarnya memang begitu....tapi kenyataannya susah tuh tetap aja biaya yang harus dikeluarkan jadi besar...karena ada biaya inilah-itulah...malah test teori saja sampe berkali-kali,belum test praktek berkali-kali juga...mungkin di Negeri ini sudah banyak orang yang tidak amanah lagi...dalam pembuatan PASPOR juga sama biaya yang tertera 275 ribu, tapi kita harus membayar sekitar 550 ribu rupiah...malah ada yang express ditawari sama oknum Rp.800.000- bagaimana ini??? susah nyari yang benar-benar amanah...
Assalammualaikum wr.wb. saya mengajak saudara2, terutama para birokrat2 dipemerintahan untuk lebih mempermudah masyarakat dlm membuat sasuatu yg berkenaan dgn legalitas. karena dgn niat ibadah insya Allah akan diberi kemudahan oleh Allah SWT didunia maupun diAKHIRAT kelak. amin. Wassalam wr.wb.
ya begitulah Indonesia...banyak dari kita ber mental TEMPE, apa yang tertera belum tentu itu berlaku, malah seringkali jauh dari harapan...bagaimana bangsa ini mau dan bisa maju ya ???
, sedangkan di mana mana, di lembaga apapun kini bertolok ukur pada uang, uang dan uang... emang uang manis kaya gula kali.....ya......
K c an deh rakyat indonesia.....(termasuk saya warga negara indonesia asli yang terbelit dengan masalah masalah tak menentu akibat Oknum pejabat dan birokrasi yang tak ada ujungnya.)
Salam
Saya pikir mereka semua Gila
dengan mudah mereka ambil untung...
secara prosedur emank segitu harganya, aktualnya jauh banget. memank bener ada yang bayar secara prosedur akan tetapi sengaja di perlambat prosesnya oleh polisi yang bersangkutan. kita yang pertama datang dan mengurus malahan kita yang paling akhir selesainya....aneh sekali birokrasi di negara kita tercinta ini.
Itulah Indonesia......
Semua bisa "lancar" dengan "DUIT"
bro kasih tau dong cara2 pembuatan SIM dijalur yang benar... biar biayanya bisa semurah itu :D
Jaman sekarang sudah tidak ada lagi yang gratis. Pembuatan SIM juga memerlukan jasa Calo, kalau tidak bisa berbulan-bulan selesainya. Mending Bayar aja jumlah yang segitu, karena jika kita akumulasikan dengan biaya perhari tidak sampai 500 perak perhari.
Sistem pembuatan SIM memang di desain KORUP.
Ujian teori yang sudah menggunakan pensil 2B yang katanya untuk pemeriksaan hasil ujian dengan komputer, sia-sia. Karena status LULUS atau TIDAK LULUS masih harus di-klik oleh operator bukan otomatis berdasar skor hasil pemeriksaan komputer dari jawaban ujian tulis. (Saya pernah masuk ke ruang kontrol data)
Sebetulnya praktek pungli tumbuh seperti jamur karna kesadaran dari masyarakat juga rendah. mengurus SIM contohnya, banyak dari kita yg gak mau antri berlama-lama yang akhirnya memakai jasa calo. membayar lebih mahal sedikit tapi waktunya lbh cepat. ini yang membuat pungli terus subur ditanah air. coba kalo dari kita sendiri yang tdk mau memakai jasa calo alias selalu menggunakan jalur resmi, lama-kelamaan pungli bisa berkurang bahkan hilang. bagaimana pungli mau hilang kalau kita sendiri ikut menyuburkan...(tanya kenapa?..)
Semua biaya memang di mark up. Saya memperpanjang SIM di Denpasar, biayannya menjadi 250.000 Rupiah, padahal semua persyaratan dan tata cara mengajukan permohonan perpanjangan SIM sudah saya ikuti dengan benar, begitu juga ketika memperpanjang PASSPORT dan mencari Passport baru untuk anak saya, biayanya untuk saya sekitar 550.00 Rupiah, dan untuk anak saya 650.000. Alasannya karena Passport untuk anak lebih mahal. Aneh kan? Kalau Pemerintah bilang jangan memakai calo, calonya sendiri berumah di instansi terkait. Jangan salahkan juga kalau banyak orang memakai calo, kalao mengikuti jalur yang benar malah sering di bengkokkan bahkan disesatkan
tolong ya para ilmuwan yang jenius, bila punyaartikel sekalia pakai contoh, keterangan cara buat orang yang otodidah biar paham, wassalam
bikin paspornya dimana aja yg kena palak birokrasi ? kalo dikantor imigrasi solo apakah kena palak juga ? soalnya saya mau bikin paspor di sana. semoga tidak terjadi pemalakan liar seperti di atas. pas saya liat situs imigrasi.go.id harga pasport 48 hal. : Rp 260rb sedangkan 24 hal. : Rp. 110rb. saya buka situs imigrasi terakhir tanggal 6 februari 2007 jam 5 pagi. KPK...tugasnya ngapain ya??????
Dsar tuh tmpt pembuatan sim org2na nyusahin org2 yg mnglami ekonomi lemah.Gw pkir oknum wanita ga bklan nyusahin org,ga taunya oknum wanita jg bgtu.Mdh2an mereka mndpt blsan dr allah SWT
Jaman sekarang ga ada yg gratis,buat sim dari calo lebih cepat ketimbang kita antri sendiri.dr tesnya aja kita kebanyakan dibengkokin.di indonesia semuanya pake duit.klo ga ada duit jangan harap bisa lulus ujian buat SIM.
He...he...he Desi bener juga kamu,soalnya aku bikin SIM bayar 400.000 jadinya cuma setengah jam
Mungkin ini akibat ulah kita juga yang suka memberi tips, karena itu akan memdidik mereka seperti ini.
Memang susah mau memperbaiki republik ini, soalnya kalau mau masuk polisi saja, semua pakai bayar untuk Akabri saja harus sogok 75 jt paling murah...nah kalau uang pinjaman terpaksa kalau sudah jadi aparat ya pasti korupsilah...
biar sampai kapan pun... gue ga ridho... biar gue setiap ngurus pake calo tp gue kaga rido.... ga akan jd daging tuh duit... amin..amin..amin... (ye... duit mana bisa jadi daging yach...)
gak ada bedanya antara polisi dan calo...malah lebih parah!
gimana nih pak kapolri???
hal macam gini sudah jadi mental bangsa rupanya. klo gini terus g makin berkembang.mungkin perlu tragedi seru seperti tragedi transportasi "berdarah"...maybe.
Bukannya kita ngasih tips tapi peraturan illegal tersebut memang sdh dari dulu dan kita rakyat biasa tidak bisa merubah dengan mudah.yang bisa merubah penjabat yang duduk diatas.
Polisi tetap punya pepatah ....biarkan anjing menggonggong kalifah tetap berlalu....
Mereka (para oknum itu) kan butuh modal untuk jadi pegawai negeri/aparat, jadi harus punya target untuk mengembalikan modal itu.
Buka rahasia lagi kalo sekarang mau jadi polisi orang harus menyiapkan dana sampai puluhan juta, itu baru tamtama/bintara ya, belum lagi kalau mau jadi perwira, setorannya harus lebih banyak lagi..
jadi kalo nggak lewat cara-cara pungli, lewat mana lagi mereka ngembalikan modal ? dari gaji ? t**k kucing laa
ya..
saya membuat sim di bogor dgn harga 250 ribu.
benar -benar berbeda dari harga yg seharusnya.
yaitu hanya 70rb.
bagaimana ini, penindak disiplinnya aja kayak gini.
mari brantas korupsi.
mengapa polisi tidak malu??
tanya kenapa??
tanya siapa??
ingatlah wahai koruptor, semua yang bernyawa akan mati dan dimintai pertanggungjawaban dari mana harta yg kau dapat dan untuk apa.
terimakasih telah membaca ini.
Sebenarnya Polisi tidak punya hak untuk menerbitkan SIM. Segala peraturan dan lisensi tentang lalu lintas seharusnya sesuai tata negara diterbitkan oleh DLLAJR sedangkan Polisi bertugas menegakkan hukum dan peraturan tersebut. Dahulu DLLAJR belum siap untuk mengelola SIM dan dikelola sementara oleh Kepolisian. Sejak tahun 1996 (?) niatnya mau diminta kembali oleh DLLAJR tetapi kepolisian menolak dengan berbagai alasan. Yah, begitulah!
Terima kasih atas jawaban sodara2 semua,saya yakin orang2 yang semasa didunia ini sukanya menipu orang lewat cara2 tdk terpuji hanya untuk kepentingan sendiri akan masuk ke alam NERAKA astana ke 2,semoga sodara2 dibirokrasi melihat melek dan sadar,Ketahuilah semua tindakan sodara diawasi-amal bakti dan dosa karma anda tentukan/pilih dan pertanggung jawabkan di ATAS sana,lewat cermin pengakuan dosa anda tak dapat mengelak perbuatan anda
klo pengen cepet-cepet ngurus sim nya mesti siap-siap bayar tinggi, klo mau murah ngikutin prosedur aja.. gitu aja kok repot
yang repot itu kalo udah ngikutin prosedur tapi tetep gak dapet SIM nya sampe kiamat !
Kalo di kantor imigrasi gak ada CALO pasport, yang ada PENGURUS Pasport,job desnya..yaa podo wae..he..he, makanya urus sendiri biar sedikit lama, tapi kesal juga cuma so pasti murah....
jadi inget temen saya yg berjuang membuat SIM C lewat jalur resmi.. teori lewat.. tes praktek 2x ngulang, dia bilang tesnya emang absurd, slalom test dengan jarak penghalang yang relatif pendek, dia sempet minta tolong pak polisinya untuk memberi contoh slalom test yang benar, namun dengan alasan2 absurd juga mereka berkelit.. tentu saja.. karena emang tes ini tergolong tes "mission impossible" :-p
akhirnya.. temenku ini menggunakan motor tercintanya tanpa menggunakan SIM (demi tak sudi membayar uang haram :-p (baca:bayar calo - red))
alhasil dia pun rajin keluar masuk pengadilan, karena sering tertangkap razia, n tentu saja beliau tak sudi membayar "tilang di tempat" heuheuhe :-p
saya belum denger cerita dia waktu di pengadilan itu.. tp kayanya banyak "cerita seru" juga heuheu :-p
tp kejadian ini kira2 2 tahun lalu.. smoga sekarang sudah ada perbaikan di instansi terkait.. amiiinn..
Buat sementara anggota masyarakat (WNI maupun ex-patriate) hidup di Indonesia itu sederhana.
Analoginya spt anda bepergian anggap. Mau enak dan nyaman ya naiklah Business Class atau ada uang ya beli tiket First Class (untuk penerbangan). Kalau duit pas pasan ya sudah naik LCC (low cost carrier) spt Lion, Adam, dll.
Buat SIM, KTP, PASPOR RI, SIUP,IMB , surat kir kendaraan, dan segala ijin apapun yg berkaitan anggap saja sama.
Mau cepat ya bayar. Ga mau ngasih ya naik LCC.
Jangan lupa pejabat pejabat yg memungut dari Anda juga harus memberikan upeti nya ke sana sini agar jabatan basah kuyupnya aman kertaraharja loh jinawi. Jadi sistim dalam sistim ini sudah ok jalan baik.
Ujung nya? Jangan jadi orang miskin di Rekiblik ini. Miskin ya sengsara.
hah.... semuanya bull-*****,,, pas saya perpanjang SIM. di pintu masuk POLDA JAKSEL, polisi2 muda yg baru lulus, justru yg menjerumuskan saya menuju pintu belakang yg ternyata disana sudah menunggu para calo. yaitu dari pihak polisi juga. dan pintarnya, polisi tersebut memakai pakaian olahraga, jd saya tidak bisa melihat bet nama polisi tersebut. kemudian dia menawarkan biaya pengurusan sebesar 150 ribu. dia bilang, utk perpanjang saja memakan biaya 100 ribu, maka dia minta fee sebesar 50 ribu. padahal ternyata itu semua bohong besar. penegak hukumnya aja korup,, maka jgn salahkan kalo makin banyak koruptor di negeri ini.
emang oarang orang yang jadi pejabat kaya gitu ya...
proses yang sulit membuat mahal pembuatan SIM.
waktu saya membuat sim, saya mengikuti tes teori. ketika selesai mengikuti tesnya, keluar hasil dan saya tidak lulus.. tentu saya heran,,padahal saya yakin bisa pada saat mengerjakannya.. banyak orang yang berata, tes kita sengaja digagalkan. supaya bisa 'nyogok'. apa iya?,,saya pun bertanya2. kemudian, karena heran sayapun bertanya langsung kepada petugas, kenapa bisa gagal?. petugas itu menjawab, "mau dibantu atau tidak?".
dengan berat hati saya menerimanya, dia menawarkan jasanya sebesar 200rb/orang. padahal itu orang dalam (anggota kepolisian), malah melakukan tindakan seperti itu.
negara yang aneh....
Wah...kalau urusan SIM memang rusak berat tuh. Saya pada bulan Mei 2006 memperpanjang SIM A saya di Polda Metro (Kantor Daan Mogot). Saya datang pagi-pagi sekali, sebelum jam 7, untuk menghindar macet plus dapat giliran awal. Setelah menunggu cukup lama sampai jam buka kantor, semua pengantri dibariskan sebelum kantor buka dan setelah diberi wejangan oleh petugas tentang urutan loket2 yang harus dilalui dan kemudian masuk satu persatu...persis seperti pendidikan praja polisi. Saya mengikuti semua prosedur yang ceritakan Bapak petugas tadi pagi..dan melalui semua proses dengan sukses dengan pembayaran sesuai dengan tarif yang terpampang pada setiap loket (kecuali biaya photo copy KTP yang tidak masuk akal, Rp 5000 untuk dua lembar copy). Sampai akhirnya pada loket penyerahan dokumen terakhir (verifikasi terkahir sebelum 'final touch' diruang potret), saya diminta membayar Rp 50 ribu rupiah dan tanpa kwitansi pembayaran. Setelah saya hitung-hitung, ternyata dengan penambahan Rp 50 ribu tersebut berarti biaya yang saya keluarkan sama saja dengan mengurus melalui calo. Dari pengalaman ini, saya berkesimpulan, kalau anda tidak mengurus lewat calo maka anda akan 'dipajak'.
Kasihan ya..negara ini?!
Klo mau jujur sesuai prosedur sama aja bo'ong, ga bakalan lulus...99.9% gagal, mulai dari fotokopi kertas ujian nggak kebaca, sampai praktek di persulit... ujung nya kita malah diledekin ama polisi, "Ngapain capek2 pak, sini saya bantu. Bapak tinggal tunggu foto aja. Rp. 250 ribu mau nggak?" Gitu dech....Pengalaman pribadi....
Rata2 ngurus SIM ya diatas 200 ribu dimana-mana :D
Di depan kantor polisi langsung dihadang calo (yg katanya pensiunan polisi) ya akhirnya dengan sejuta dalih dia katakan lebih mudah pake jasa dia , kalo tidak jangan harap lulus!
umur g skrg udah hampir 19 th tp ga jadi2 bikin SIM tuh..... menurut g sih duit kita2 cuma buat dipake hura2 sama pihak yang"terlalu berwabib"
g ga tau tuh sebenarnya gimana prosedur bikin SIM yang bener selain lewat calo2 yang katanya"ilegal" tp tetep berhamburan di jalan2!!!
mo ngomong apa lagi? Inilah Indonesia yang UUD 1945 nya dikotori oleh aparat pengemban amanah rakyat ini.Kita hidup di republik mimpi memang benar, hanya impian yang bisa manis.GEMAH RIPAH LOH JINAWI,NEGARA KERTA RAHARJA dlsb bejibun slogan hanya ada di dunia lain.spanduk anti korupsi dipasang di depan kantor/instansi pemerintah, tetapi bahasa dan tulisan itu hampir semua pegawai korps berlabel negara (sipil dan non sipil)buta hati dan buta huruf untuk mengerti symbol alfabet yang ditempel di lembaran kain spanduk itu.Harus ada pemimpin seperti khalifah Umar bin khotob yang kalau perlu pedang dipakai untuk menebas leher pejabat besar/kecil yang terbukti menyengsarakan rakyat,atau tidak melaksanakan amanah jabatan dengan sidiq,fathonah,amanah dan bertanggungjawab bila melakukan kesalahan tidak ngeles mulu. apalagi mendadak penyakitan kalau dalam proses persidangan.itulah ilmu pamungkas pesakitan yang banyak penganutnya sekarang. Di Padepokan mana mereka berguru???
sekarang jaman edan...banyak pemimpin edan...pejabat edan...apalagi polisi, buanyaaak yang gak waras betulan... masa cari duit dengan meres rakyat dengan dalih aturan lalu lintas!!!
ingatlah....ga ada yg lepas dr tanggung jwb di akhirat kelak...
astaghfirullahal'adziimmi
saya kemarin baru membuat sim baru dan di kenakan biaya 210.000.000,itu aja masih di persulit tolong agar semuamyarakat kalangan ke bawah bisa memeliki sim untuk biaya di turunkan.tanks
pengalaman saya lebih lucu lagi...yang jadi calonya itu yah polisi juga...dari jauh dia udah ngintip-ngintip lalu berlagak dgn kata pamungkas " mau dibantu ???" (yah itu lah indonesia....)
gak kaget lagi lah sama yang kayak begituan...
maklum lah sama yang namanya birokrasi di negara ini emang ga bisa tanpa yang namanya DUIT!!!...
mengecewakan sekaleee...
ampe kapan KPK bakalan beres ngurusin kaya ginian?..toh juga mati satu tumbuh seribu kok orang dengan mental TEMPE gini..
Sy buat sim lwt birojasa kira2 350 rb blom sm uang2 pas tes praktek. Sblm ke polda sy dan rekan2 sy diajak ke rumah seseorang(mungkin polisi) utk ambil kertas berisi nomor dan nama si bapak yg kasi saya kertas. Sesampenya di polda sy disuruh ke loket dulu utk ambil nomor tes teori + kasi kertas yg td dikasi ke sy ke petugasnya.
Sy sengaja dgn tdk mengisi lembar jwban tes teori sy tp sy tetep diumumkan lulus tes teori. Tes praktek lbh gampang lg. Sy dan 7 org lainnya disuruh masuk mobil. Sblm jln kita disuruh memberikan kertas pendaftaran dan diminta kasi uang seikhlasnya sm polisi tsb yg di dlm mobil.
Ada seorang wanita yg pas gilirannya mengendarai mobil tdk bs sama skali. Masukin ke gigi 1 aja ga bs. Tp polisinya cm blg belajar lg ya pas nanti dpt sim. Enak skali ya buat sim di indonesia. Jd polisi bukannya bwt mengatur hukum tp malah membelokkan hukum..Parah..
That's all
cape deeehhh
Gue udah kena saat buat pasport, info biro jasa bisa siap 1 minggu biaya 250.000, iseng2 gue telepon ke Imigrasi, kata ka.Imigrasi cuma 70.000,- terus gue tancap deh urus sendiri dengan harapan bulan depan bisa bulan madu ke Singapore, cuti udah di set.
Tidak taunya minta ampun sulitnya, pergi pagi duduk tunggu sampe sore baru dipanggil, besoknya gitu lage, tiap meja ada saja alasannya yg ujung2nya duit, terus akte lahir saya dipertanyakan ke aslinyanya padahal udah disahkan pengadilan, katanya perlu fax ke kampung gue yg beda propinsi, tunggu deh balasannya +-2 minggu, terus sampai di Ka.Imigrasi, gue ditanya pernah di medan, gue bilang tidak pernah, trus dia ngotot pernah lihat gue di medan dan curiga ada kasus di medan, jadi dia minta konfirmasi lagi ke Imigrasi medan... duuuhh tunggu lagi, cuti udah habis lagi. kayaknya tiga bulan deh pasport baru siap, dan kalo ditotal biayanya malah lebih dari 250.000, belum lagi korban waktu dan perasaan.... duuhhh....
Lain lagi pengalaman temen gue yang sarjana buat SIM, dia coba ikut jalur resmi test teori bareng orang asing (ditemani dan ditunjukkin sama penerjemah karena dia kurang lancar bahasa indonesia, hasilnya orang asing yg tidak lancar bahasa indonesia lulus, teman yang udah S1 gagal ujian teori. tanya kenapa ?... duuuuuhhhh capek deh...
satpas SIM daanmogot menarik uang siluman lewat uji teori,prosedur yang saya alami dalam membuat SIM C baru tes kesehatan 10000,bank 75.000,test teori pasti tidak lulus walaupun sudah komputerisasi biasanya ada oknum yg bbs bekeliaran yang menawarkan 250.000 ditanggung lulus.banyak yang memilih bayar 250.000 dari pada mengulang
Tahun 2002 saya mengurus SIM di Kota Yogyakarta memang hanya Rp. 75.000.-
Itu sudah mencakup: biaya Tes Kesehatan, Biaya Sidik Jari, biaya Ujian Tertulis, dan biaya Ujian Praktek.
jam 09.00 WIB mengurus SIM tersebut, dan sorenya sekitar jam 14.30 WIB SIM sudah jadi.
5 tahun sudah berlalu, dan baru bulan kemarin saya memperbaharui SIM itu kembali di Propinsi Gorontalo, saya malah dipungut Rp.300.000.- oleh Petugas SIM di Polres Bone Bolango.
Itupun belum termasuk biaya Tes Kesehatan sebesar Rp. 20.000.-
Karena begitu saya masuk ke Ruangan SIM tersebut, "petugas" langsung bilang bahwa biaya mengurus SIM sebesar Rp 250.000.-; dan dengan dalih bahwa "petugas" saat itu akan rapat dengan atasannya, maka saya ditawarkan kalo ngasih lebih dari Rp 250.000,- akan dibikinkan "SIM Super Kilat".
saya pun terpaksa tawarkan Rp. 300.000, dan memang betul, ngga nyampe 15 menit ditunggu, jadilah SIM Super Kilat" itu.
Sekedar informasi saja, bahwa biaya pengurusan SIM di Gorontalo dari dulunya memang sudah segitu:
Rp. 300.000.-
Lucunya, yang menjadi calo malah POLISI itu sendiri. Anda ngga percaya khan..., coba aja sendiri...
Setiap 5 tahun penyakit saya mendadak kumat, hampir dipastikan, perut saya menjadi "Mules-mules" gak karuan.
Kenapa? Karena harus memperpanjang SIM..!
Keliatannya mudah dan peraturan serta biayanya sudah ditempel dengan tulisan besar, tapi praktek/ kenyataannya, wow sangat berbeda.
Bahkan kita dibebani dengan tambahan
1. asuransi kecelakaan yang agak dipaksakan, karena kita tidak bisa nolak, langsung sudah dibuatkan oleh petugas, padahal kita belum tentu mau! Apa ada yang pernah klaim terhadap perusahaan asuransi tersebut, wong kita sendiri gaktau dimana mereka berada?)
2. Bayar ini-itu diluar ketentuan
3. Para petugas menyebutkan (meminta uang) sejumlah tertentu tanpa malu-malu atau sudah menjadi kebiasaan
kalo g salah, 2 bulan kemarin saya ngurus perpanjangan SIM A, harganya g sampe semahal yang rekan2 alamin kok
(g tau bagaimana kalo di kota lain y... saya di surabaya)
harga 60-75rb tu emang hanya untuk kartu SIMnya aja, sedangkan biaya lain2 (asuransi, cek kesehatan, dll) antara 10-15rb, so total cuma kena 100rb...
(saya pikir secara prosedural, g akan beda prosedurnya antara 1 kota dengan 1 kota lain..)
tentang calo yang berkliaran secara bebas...saya pikir itu kembali ke diri kita, apakah kita masih mau terus memakai mereka dengan alasan "cepat,kilat,express", dll ato kita mau sedikit berpayah2 demi sesuatu yang lebih baik dan lebih benar
(ini karena saya ngurus sendiri lho...)
memang plu dukungan dari semua pihak untuk segera "sadar", tapi klo kita sendiri g sadar2 gimana mo bharap orang lain akan sadar....
salam dan sukses untuk semua....
Saya alami perpanjangan SIM = Rp. 60 Rb dan tanpa bayar priksa kesehatan adalah karena tepat hari itu Kantor urusan SIM BANDUNG sedang diaudit.. besok lusanya kembali seperti biasa antara 250 - 300 ribu
iya memang di indonesia dikit2 duit klo memeng mau cepet..........
Kemaren bikin SIM C abis Rp 310.000. Pake jasa SIM Kolektif.
Waktu liat tes praktek, I baru nyadar kalo jalur prakteknya LEBIH KECIL daripada lebar motor. Patoknya pasti kesenggol. Gimana mo lulus dengan cara bener, kalo polisinya aja nyuruh kita bikin SIM dengan cara yang nggak bener...
tambahan! harga di atas itu pasti harga bikin SIM di Jakarta!!!
Pasti langsung lulus kan!!!
Indonesia, negara di mana hukum dan undang-undang di buat untuk dilanggar, semua urusan sama aparat gak ada yang sesuai sama peraturannya, ada gak sih aparat yang baca komentar-komentar ini?pasti gak ada, comment dari masyarakat nadanya kebanyakan negatif, kok ya nggak ada perbaikan sihh...
Pembuatan SIM C tertera Rp.75 ribu dan perpanjangan Rp.60 ribu. Namun itu hanya bohong belaka. Calo SIM hampir bergentayangan disetiap kantor pengurusan SIM. Di jambi Sim C dipatok Rp.250.000, selesat 25 menit. Kalau melalui prosedur 1 bulan. Pihak Terkait Harus menertibkan hal ini. Lebih baik, buat saja pembuatan Sim C.Rp.250.000. Toh yang dikeluarkan masyarakat segitu. Jadi kalau laporan pihak pembuat SIM hanya dilaporkan Rp.75 ribu dan Rp 60 ribu/sim. Namun yang mengalir ke kantong oknum pejabat Miliaran Rupiah. Negera kita ini memang negara korup.banyak oknum pejabatnya rakus dan tidak peduli orang lain. Oknum pejabat banyak bekerja tanpa nurani. Namun nafsu atas harta dan jabatan. Dasar Pejabat Korup. Ingat Harta dan Jabatan tidak akan dibawa mati. Ingat kasus Tsunami di Aceh. Si Kaya dan Simiskin sama menjadi mayat. Jadi bertobatlah. Tuhan Memberkati Bagi Umatnya Yang Bertobat. Amin.
yah....Namanya juga Indonesia Mas..!!
Selain mengalami krisis moneter yang berkepanjangan, kita juga mengalami krisis moral yang sudah sangat kronis dan mendarah daging.
dan kayaknya penyakit tersebut sudah sangat sulit sekali untuk disembuhkan.
bukanya pesimis, tapi memang begitulah kenyataannya...
yang lebih menyedihkan lagi, orang yang hidup dengan Idealisme yang benar bukannya dihormati,dicontoh malah akan dicemooh dan dianggap aneh dan sok suci,bahkan tidak diterima di lingkungan mereka dan semakin diasingkan...
halah halah saya juga mengalami tugh ngurusin SIM kayaq gtu.....g sih ngurus 2 SIM sekaligus..A sm C....A-nya nyoba pk calo n Cnya nyoba ngurus sendiri....ya ampun gila bgt yg ngurus sendiri itu masa g d suruh bolak balik naik turun dr loket 1 ke loket lain yg jumlah loketnya ada 15 loket kali....buset gak taw tugh petugas seneng liat tampank g ato apa sampe ahirnya g d suruh mondar mandir gitu udah gitu pk acara digodagodain gitu la9i...ihhhh centilll bgtttt
....hasilnya bs ditebak...yg A gw jadi cuma dlm waktu stengah jam n yg C gw jadi dlm wktu 7jam???? GILA GAK SIH????? dan sungguh beruntunkny diriquw ahirnya Cnya dapet juga dgn modal senyum maniz plus duit tip....urghhh bethe bgt, tp sumpah pas ujian SIM C dr satu loket ke loket lainnya n di lapangan praktek semua ngeluarin duit.....n hasilnya satu hari itu keluar duit kurang lebih 1JUTA?????
GILA GILA.......
untunk ya perpanjang SIM intu 5tahun sekali...coba kalo 1tahun sekali........
MATI BEDIRI DAH GW...
APARAT dah pada GILA...maniak DUIT semua...
inget pak duit gak dibawa mati.....
Sudah.....sudah, bukan saya mau belain Polisi, tapi ikut nimbrung nih, bagaimana ongkos bikin SIM ngga dinaikin, soalnya pemasukkan Polisi dari bandar judi kan sudah tak ada lagi. Lagi pula kalau sekarang mau ngompas ke pedagang atau Perusahaan ntar dilaporin ke KPK, ya mendingan jualan SIM kan kalau kalian butuh surat ijin mengemudi ya sudah pantas bayar toh ??!
MAAF BUAT MODS & YG MONITOR DI SINI...
KUPAKE HURUF BESAR INI SEMATA-MATA KARENA AKU SANGAT MARAH & MENGUTUK OKNUM POLISI DI KANTOR PENGURUSAN SIM DAAN MOGOT KM 11 (HARUSKAH PAKE KATA "OKNUM"? WONG NYARIS SEMUA KOK...)
KEMARIN GW KE SANA, SETELAH BACA SUCCESS STORY BBRP REKAN YG NGURUS SIM (TEPATNYA MEMPERPANJANG)... AKHIRNYA KUNIATKAN UTK MENGURUS SENDIRI LEWAT PROSEDUR RESMI.
SEBENARNYA AKU ADA SIM MOBIL & MOTOR TERBITAN DAERAH LAIN
Niat ini datang setelah membaca success story bbrp rekan di internet yg mengurus sendiri SIM (tepatnya memperpanjang SIM) di Daan Mogot...
Sebenarnya aku masih pegang sim A dan B1 terbitan daerah lain yg mati bulan juni ini.
Setelah sukses melewati penjagaan provost di pintu masuk, aku menuju loket informasi. Seorang provost & bbrp petugas seragam putih biru berjaga di sana. Kucoba menanya informasi ttg apa yg perlu kulakukan utk bisa memperpanjang sim daerahku di sini.
Sang provost dgn yakinnya mengatakan kalo itu percuma kecuali aku pulang ke daerah dan mencabut berkas.
Buat baru saja, katanya. Kutanya prosedurnya, bukan jawaban yg kudapat, tapi pricelist 350rb utk “bantuan” per sim.
Waktu kukatakan, aku berniat mengurus sendiri, sang provost langsung terlihat ogah menjelaskan dan langsung mempersilahkan aku pergi....
Waktu aku mau mulai ke daerah loket, kebetulan ada provost yg lain berdiri dekat loket. Kuhampiri dan kutanya prosedur... jawabannya sama saja....
Aku mulai was-was, kucoba mendekati bbrp orang yg sedang menunggu di sekitar loket... ternyata rata-rata mereka sudah memakai calo, sedang menunggu calonya berkarya.
Akhirnya aku duduk di depan loket tes kesehatan, mencoba memerhatikan sekelilingku, sementara calo & korban hilir mudik di sekitarku.
Berhubung mood sudah mulai gak mendukung, kuputuskan meninggalkan Daan Mogot, kembali melanjutkan pencarianku di internet ttg pembuatan SIM.
Akhirnya kudapat cukup banyak pengalaman gagal bbrp orang yg mengurus SIM baru di jalur resmi. Lebih banyak yg gagal daripada yang berhasil di jalur resmi. Gagalnya selalu di ujian teori atau/dan ujian praktek. Ini memang tahap yang sangat rentan dimanipulasi & korup. Sebab masih ada campur tangan “paksa” operator (yg sebenarnya sama sekali tidak dibutuhkan lagi) pada pemeriksaan ujian teori. Begitu pula dgn ujian praktek dimana rintangan-rintangan yg “mission impossible” pada ujian praktek. Lucu banget yah, kalo polisinya sendiri pun ternyata tidak bisa (baca=tidak sanggup) memberi contoh yg benar.
Dari persentase yg kudapat, 99% aku hampir yakin tidak akan lulus di ujian teori/praktek. Bahkan mungkin tetap begitu walau setelah 2 ato 3 kali mengulang.
Aku masih bisa sabar jika harus mengantri di loket yg jumlahnya spt gerbong kereta api (kenapa juga harus begitu?)
Tapi jika di sewenang-wenangin di ujian, lain cerita...
Rata-rata banyak akhirnya yg menyerah di tahap ini & tentunya dgn sangat terpaksa...kasih pelicin...
mana harga SOGOKANNYA gak tanggung2 lagi... cuihh....!!!
Dengan kondisi sekarang... seharusnya hapuskan saja ujian-ujian dagelan ini... Semoga “bisikan halus” ini di tengah oknum-oknum kelaparan di Daan Mogot bisa terdengar ke petinggi-petinggi Polri.
Kalo memang serius memangkas calo, gak perlulah masang banner gede-gede anti calo, coba perbaiki sistemnya.
jalur resmi memang murah, tapi entah kapan jadinya. masyarakat lebih baik keluar uang mahal tapi cukup beberapa menit saja SIM udah keluar.
semua kembali kepada masalah materi, mungkin gaji polisi kecil jadi banyak yang jadi calo gadungan.
apa g malu polisi razia calo tiket di stasiun sedangkan banyak polisi yang berprofesi jadi
calo.
Saya juga bingung sekarag polisi banyak yang nangkepin calo di terminal, Bandara dan tanpa mereka sadari mereka juga telah melakukan kegiatan yang sama dengan para calo itu. SADARLAH WAHAI POLISI - POLISI DI INDONESIA. Apa yang terjadi bila engkau adalah warga biasa dan bukan seorang POLISI???????
Kita salahin polisi terus tapi sebetulnya kita harus dengan bijaksana menyelidiki sebab persoalannya itu apa,dari sebab ini kemudian timbul akibat yang kita rasakan sekarang ini,jaqdi marilah kita selidiki sebabnya dengan bantuan polisi itu sendiri(dng Kadapol)
sudah 2x saya urus perpanjangan sim melalui sim keliling(tahun ini dan 5 tahun lalu), memang waktunya bisa 30-45 menit, itupun karena mengantri tapi tetap tertib. bebas calo dan dekat dengan rumah, cuma 100.000 untuk sim C dan A. kirim aja sms ke 1717 untuk mendapatkan lokasi sim keliling yg terdekat dengan anda setiap hari.
Calo memang ada dimana mana dan sampai kapanpun akan begitu, jadi marilah kita cari layanan yg memang ada dan selama masih bebas calo,berarti kita masih bisa mendapatkan layanan yg murah sesuai aturan yg berlaku.
CEKAKAK... KOAK KOAK GITU KATA ORANG TENTANG ATURAN YANG DIJALANIN POLISI SI SI SI SI SAMA KAYAK PAK OGAH DI JALAN LAN LAN LAN... HAHAHA.........
maaf ye buat aparat polisi mukin bagi qta2 harga yang mahal buat kita sulit .eh dikzaih murah malah dipersulit tesnya giman donk pak polisi. uangnya lari kemane???
kira2 3 mgg yg lalu saya niat bikin sim, jujur aja memang dari awal niatnya pake calo
dengan biaya 500rb. sampai di daan mogot saya lgs "ditransfer" ke petugas sipil berseragam safari biru. memang cepat dan mudah, dlm waktu 2 jam sim sdh di tangan. sepanjang proses tsb saya memang lihat beberapa orang yang memilih jalur resmi "dipulangkan" dan diajurkan kembali minggu depannya. pulang dari sana, kebetulan suami saya "terjebak" tilang dan disarankan damai dengan 125b. berhubung uang kami udah terpakai sebagian besar banget untuk bikin sim sebelumnya, jd "terpaksa" tawaran damai ysb tidak dapat kami terima dan akhirnya menerima kertas merah tanda tilang untuk bersidang 2 minggu kemudian di pengadilan negeri jakarta barat. hari yang ditentukan suami saya datang, dan hanya dalam 20 menit sdh bs membawa pulang sim nya kembali, hanya dengan 50rb, tanpa sidang....
SIM Wajib dimiliki oleh setiap para pengendara baik sepeda motor maupun mobil...,!!!! tapi utk mendapat SIM baru tidak semudah yang kita bayang, butuh ongkos ekstra, kemarin aku habiskan Rp. 570,000 (per SIM)
padahal dalam praturannya ngak segitu, mungkin SIM ajang bisnis yang lunak utk mendapatkan Rupiah, sampai2 biro jasapun ikut bermain......!!!!!!
gw bulan kmaren perpanjang SIM C di MAdiun, habis 70ribu perak... rincian 60ribu buat biaya SIM, 10 ribu buat tes kesehatan...
si bagus sangat beruntung, di sebagian besar daerah lain SIM gak semurah dan semudah itu didapat. tp mending ga usah pake SIM kalo bayarnya kemahalan, sudah lebih setahun aku ga pake SIM, kena tilang 2 kali sidang cumanbayar 20ribu x 2 40ribu. lebih murah toh?
emang diNegeri kita ini peraturan itu untuk dilanggar beda dengan diluar Negeri,mereka taat pada peraturan karena yang menanganinya orang Profesional,walah..kalo dinegri kita? masuk polisi atau PNS bayar sekian juta juga jebol alias langsung diterima.
Gimana negeri ini ga amburadul,orang yang diatas kita bodoh dan tak punya akal sehat dalam mengatasi masalah,malah lebih pintar rakyatnya dari pada pemimpin.cuman menang banyak duit doank makanya dia bisa jadi pejabat,ya ginilah selamanya sebelum ada SUperhero yang bisa selamatkan semuanya atau menunggu kiamat sebelum kita bener˛ mau membenahi diri untuk mengatasi masalah seperti ini.
bikin sim yang 5 tahun sekali, bayar pajak kendaraan yang setahun sekali lebih menguntungkan antara yang ada di struk pajak dengan kenyataaan bisa beda 300000 an itu kita niat bayar bener apalagi yang kena tilang pokonya pusing dan males urusan ama polisi
Saya dulu bikin SIM 90 rb, karena pas itu saya ikutan SIM kolektif (Panitia nya UNPAR), karna yang ikutan banyak, jadi test nya itu, ratusan orang, jawaban dikasih tau sama polisi pakai corong microphone lagi, jadi intinya lulus semua, test praktek lebih seru lagi, kita2 disuruh naik mobil angkot gitu, om polisi bilang, satu sopir yang lain nya cukup berdoa saja, keluar dari mobil itu, semua lulus, seru kan
TIPS BIKIN SIM : IKUTAN PROGRAM SIM KOLEKTIF, sering ada kok, pa lagi klau di kota kota besar.
Sharing tentang "palak-halus" bagus juga... Pi ada baiknya kita ambil ide dari beberapa kawan2 di atas tentang : Jangan menyuburkan praktik percaloan..
NGurus sendiri passport ama SIM lamanya emang Naudzubillah...Tapi pas Beres ...PUAAAAAAAAAAASSSSSSS bgt rasanya
... Malah waktu ngurus passport kemarin, yang katanya cuma 3 hari jadi hampir 2 minggu
.. Begitu passport udah ditangan, aku langsung do'a kenceng2: Alhamdulillah ya Allah, biarpun lama ngurusnya, tapi gak lewat calo... Semoga yang lain diberi petunjuk jalan yang lurus...eh aku dipelototin ama petugas imigrasi yang merangkap calo-nya he he he
Alhamdulillah.. he he he
Eh maap jadi malah cerita passport...
Kalo SIM aku juga waktu itu bikin sendiri, dengan biaya 105 rb (tambah beli map, minuman ama cemil2an...), dan menghabiskan waktu 2 minggu
. Soalnya test prakteknya susaaaaaaah bgt.. bayangin, polisi yang nyontohinnya ajah berulang kali ngejatuhin "cone-cone orange (maap gak tau namanya...
)" yang dia pasang sendiri.. Tapi pas beres... seneeeeeng banget.. Jadi kebanggaan sendiri... POkonya ayoooo kita kerjain sendiri semuanya..gak usah pake calo... mereka cuma nonggkrong2 sedikit bisa "malak" uang kita gedeeeee bgt...
Harga Dari Calo - Harga Resmi = Utang.
Utang ini dibawa ke Akhirat...nah lo brani gak ?
usul besok SIM ganti nama aja jadi pajak liar kepolisian RI jujur dikit kan enak dengarnya.ya gak pak Pol???
Satu lagi sekarang kayaknya polisi lebih ditakuti daripada preman.Premankan jelas wujudnya jadi bisa dihindari..ee...kalo polisi malah berlindung dengan seragamnya dan minta duit dijalanan gak malu kali...mumpung habis HUT Bayangkara ni tobat..tobat
Semua pelayanan yang dibutuhkan oleh masyarakat jadi mahal karena masyarakat ingin cepat dan mudah.....
coba kalo semua kita mau ikut peraturan yang ada, pasti calo gak laku.
Tapi kalo loe emang bego, yang jangan sakit ati donk kalo gak dikasih SIM... BERANI KAYAK GITU GAK
Kutipan dari website lantas.metro.polri.go.id
Penanya*
Priyo Utomo
Judul
Kenapa biaya perpanjangan SIM berbeda-beda? -. Kwitansi Rp60.000 + Rp15.000 = Rp75.000 -. SIM keliling antara Rp100.000,- s/d Rp110.000 -. Kantor POLRES Rp120.000 MANA YANG RESMI/SESUAI ATURAN???
Pertanyaan
TARIP PERPANJANGAN SIM TIDAK STANDART???
Dijawab Oleh
Webmaster TMC.
Jawaban
Selamat sore untuk masalah biaya silahkan di tanyakan kepada petugas di loket/pada sim keliling , atau menghub. 021 5446263 yaitu piket sim, terima kasih atas informasinya dan selamat beraktifitas.
BTW,
PAGI INI SAYA COBA HUB NO 5446263, MO NANYA INFO SIM.
YANG JAWAB : MESIN FAX.
BAHKAN SESAMA POLISI GAK BISA MENJAWABNYA... SEHINGGA YANG DISURUH MENJAWAB ADALAH MESIN FAX
ya sudah, mesin fax aja yang jadi polisi mulai sekarang...
Utk SIM apa dl, klu SIM motor lwt calo sekitar 450 an d. klu resmi lbh murah cm bakalan ngulang lg
klu mobil lwt calo sekitar 650rb-an gitu d. fr: nutriciashop.com
KALAU APARAT KEPOLISIAN SEMUA JADI RAYAP,GIMANA JADINYA NEGARA INDONESIA INI NGGAK LAMA LAGI PASTI HANCUR
mapga aja ini cuma terjadi dimakassar, dan di kota lain semoga sama saja, biar hancur aja ini negara udah gak ada yang beres lagi
tenang2 katanya polisi mau naik gaji (8 juta bro),,,kalo emang bener polisi itu profesional gak bkalan kayak gini,,,,
,,,oh iya pak polisi (kalo ada yang baca) harusnya ada transparasi biaya pembuatan sim , stnk, dll donk?terus kalo bisa pembayaran ditransfer aja byar ga ada embel2nya
,,,terus daftarnya lewat OL via web,,,terus kalo bisa juga dites,,,saya bikin SIM ko ga dites,,,
,,,,
Disetiap Kantor Polisi pasti tertulis "JANGAN MENGGUNAKAN JASA CALO!!!". akan tetapi seringkali yang menawari pertama kali jasa pengurusan SIM adalah oknum polisi itu sendiri....
SIM Salabim... Beres deh... tapi nembaknya antara 300-350 rebu.
Saya coba urus sendiri di Bekasi... dengan biaya resmi yang totalnya cuma Rp. 105.000,-... Alhamdulillah selesai dalam waktu 4 bulan. Terima kasih Pak Polisi.
Tarip diloket memang murah , tapi kenyataannya lain.
Saya pernah mengurus perpanjangan SIM sendiri,kalau sudah membayar ke Bank sebesar Rp.56,500 Ada lagi pembayaran di loket yang menerima dokumen sebesar Rp. 80,000 , anehnya tidak ada tanda terima atau kwitansi dan tidak jelas untuk bayar apa, malah saya ditawari oleh petugas yang menerima dokumen tsb, katanya : Mau diuruskan atau urus sendiri ? ( menawarkan diri sebagai calo ) Bagaimana ya kok bisa begitu, serba gak jelas !
harusnya.. nech.. semua orang yang saat ini ngurus pembuatan SIM pecat dulu semua lalu ganti sama orang baru yang jebolan pesantren kali ya...
kali aja mereka mah pada jujur....
Indonesia memang sdh sangat parah .....ampun gusti harus digimanain atuh negara tercinta ini
WeLL3x....
INdonesia?? Mau bikin sim yang murah??
Mana bs?! Yg ada gak lulus2x.. haha.. GT aja koq repot.......
INDONESIA?????
KAPAN LOE MAU MAJU KL PEJABAT2 MSH PD KORUPSI??
APA GUNANYA KPK?? MALAH MAKIN BNYK KKN?!!!
CAPEE DECHHHHHHH............
Saran saya untuk hidup di negara Indonesia ini adalah kita mesti jeli dalam cara memalak negara, jadi jg negara saja yang bisa malak kita karna sistem kita sudah tergadaikan untuk hal-hal yg bertajuk keserakahan. Jadi biarkan saja negara malak kita - tapi kita mesti bisa utk mendapatkan yg lebih besar. Memang itu tidak dapat dibenarkan tp sistem pemerintahan kita sudah tidak mungkin untuk lg untuk diobati jadi dari pada kita kurus kering diperas negara maka kita jg harus pintar-pintar mencuri uang negara. Nah bagaimana caranya....? untuk itulah kita disekolahkan...!
PEACE!!
Harusnya negri ini hanya untuk orang berduit tapi aktualnya yang hidup di negeri ini orang susah semua, udah gitu di tambah susah lagi....
ini para pimpinan ngapain aja ya ????.
apa mereka gak tau apa yang terjadi ? apa pura pura gak tau ?
Ambil sim aja pake gak lulus segala ... apa rakyat indonesia sebodoh itu ya...
Wah, kalau yang namanya korupsi di negeri ini ngga bakalan habis, karena sudah menjadi budaya dan mendarah daging, merasuki jiwa setiap manusia Indonesia yang mempunyai kesempatan untuk menduduki sebuah posisi atau pun sebuah profesi.
Korupsi jangan dilihat dalam skup besar, namun juga dilihat dalam skup kecil seperti pembuatan SIM. Kalau tidak membayar lebih, para petugas ini maupun calomau makan dari mana? Sedangkan mereka sudah menggantungkan hidupnya pada pekerjaan seperti itu. Kita hanya bisa berdoa agar bangsa ini lebih diberkati lagi oleh Tuhan dengan memberikan pemimpin yang tegas, cerdas, dan memihak kepada rakyat kecil.
Tetap berjuang dan semangat, hidup kita bukan di tangan para penguasa, namun ada di tangan Tuhan.
Saya perpanjang SIM beberapa bulan lalu di SAMSAT Daan Mogot, dianter suami yg sudah mengerti. Beli formulir periksa kesehatan lalu tes kesehatan (mata)dsb.
Kemudian beli formulir perpanjangan, asuransi dan pajak, setelah isi formulir, ternyata masuk ke blok lain yang dijaga pintunya, tak boleh pengantar masuk, hanya si pembuat SIM seorang diri. Disuruh menuju loket no sekian...(nah di loket tsb yg ada pungli, saat itu saya diminta Rp 50 ribu). Dari sana kemudian foto dan tunggu saja dipanggil.
Selesainya cepat kok. Meski masih ada pungli tapi sudah jauh lebih baik daripada dulu.
Saya sebagai warga, sangat kecewa dengan pelayanan petugas imigasi PEKANBARU, sudah 10 hari passport belum selesai,beli formulir Rp.15.000 padahal diformulir tertera harganya gratis/cuma-cuma, petugasnya arogan, tidak ada sedikitpun mempunyai "customer intimacy" belum lagi legalitas percaloan yang mengatasnamakan biro jasa sangat marak yang seenaknya melakukan potong jalur yang telah "disepakati" dg petugas imigrasi, sehinggga kami konsumen terabaikan, dan harus bolak-balik ke imigrasi selama 10 hari tetapi passportnya belum juga selesai, sementara bila menggunakan calo "birojasa" dalam 2 hari sudah selesai walaupun dengan bandrol tinggi bisa sampai 600ribuan, yang memberi "uang lebih" pasti di percepat. harapan saya agar kepala imigrasi mengontrol bawahannya dan memperbaiki SOP agar kami sebagai konsumen tidak terlantar. "jangan hidupkan KKN di negeri ini"
tulisan saya ini hanya salah satu dari sekian banyak perasaan orang-orang yang kecewa dengan layanan kantor IMIGRASI PEKANBARU.
*PS* sampai saat saya akan men-submit tulisan ini passport saya belum jadi dan masih menunggu
polisi2 kita memang hebat karena bisa mempunyai 2 pekerjaan sekaligus,yaitu sebagai polisi dan juga merangkap sebagai calo.Bravo polisi Indonesi
kebuadayaan jelek orang indonesia
EGOIS
Ini adalah penjajahan pada masa merdeka di negara kita. Orang Indonesia menjajah orang Indonesia sendiri... yang mengakibatkan penderitaan dan kesengsaraan bagi rakyat banyak.
Mau dibilang korupsi sudah nggak mempan lagi karena sudah terbiasa dengan sebutan itu dan terang2an (tanpa malu2) melakukannya...
Jadi, bagi rakyat Indonesia, mari kita ganyang para penjajah tanpa perduli apakah mereka juga orang Indonesia yang menyengsarakan kita sebagai rakyat Indonesia.
Memang perlu diterapkan aturan2 yg jelas dan perombakan birokrasi dalam hal yg berhubungan dengan pembuatan surat2, Sim, KTP, PASPOR,surat nikah, Kartu Keluarga. Budaya Korup tolong dihilangkan kasian rakyat kecil yg hidup paspasan.Mana kinerja dari SDM nya sangat lamban sekali.Kapan bisa maju nya? Para pejabat sering ke jalan2 luar negri masa tidak malu dengan negara sendiri yg menyusahkan rakyatnya???!!?
Tolong diperhatikan kepada yg bersangkutan.
Selasa, 21 Agustus 2007 saya baru perpanjang SIM di Cengkareng Daan Mogot, Jakarta:
- Biaya Formulir Kesehatan Rp. 10.000
- Biaya Administrasi Rp. 60.000
- Biaya Foto Rp. 50.000
Dari segi pelayanan boleh dibilang sudah ada perubahan, waktu pengurusan hanya memakan waktu 1 jam.
Saya sdh hanya mau curhat aja,tahun lalu saya memutuskan untuk membuat SIM C tanpa perantara ataupun agen...tp hasilnya ternyata sama saja...saya butuh 2x balik utk bisa lulus ujian tertulis,walupun saya menjawab dgn jwban yg sama(kebetulan saya mendapat kode soal yg sama)...
setelah itu saya ikut ujian praktik,saya di minta menaiki motor melalui halng rintang yg tidak masuk akal(bagaikan pemain sirkus aja)...dan lbh parah lg itu hanya diberi 1x kesempatan saja...pada saat itu saya msh blm putus asa...akan tetapi setelah saya melihat ada yg sedang menyogok di dekat loket,lalu saya pun bertanya kpd beliau,dan dia menjawab saya sdh 8x bolak balik dan tdk berhasil melewati ujian praktik itu... dgn logika saya,akhirnya pun saya menyerah dan ikut menyogok 200rb dan hasilnya saya lgsg ke tempat foto tanpa harus ikut ujian praktik...
ujian praktik itu sbnrnya bisa kita lalui andai saja minimal diberi 3x percobaan bkn hanya 1x...dari sekitar 100org yg saya liat ikut ujian praktik tak ada satupun yg lulus termsk saya...
yah itu saja uneg2 saya...
dan sepertinya byk yg mengalami pengalaman seperti saya...
salam...
memang narasumber yg prnh TV, com 60rb Prpjng,75rb urus baru, itukan teori saja, kenyataanx ada pada polingx media konsumen,ada biaya ini itu lah,supaya dak kelihatan mahalx,Emang sehh pd saat ngurus ada spanduk besar2 krg lbh bgn:"jangan urus sim melalui Calo"masalahx adalah calox pada berkeliaran di dalam,berpistol pula, dorrr!!!!!
Bagaimana sih kenerja pak polisi di negera kita tetap aja tidak karuan,contahnya dalam pengurusan pembuatan sim, ternyata biayanya mahal, banyak masyarakat di Inonesia mengeluh dalam pembuatan sim yang mahal, prosedurnya sangat ribet. Tolong pak polisi kasiahanni dong rakyat miskin yang tidak mampu membuat sim.Seperti Kondektur yang ingin membuat sim ternyata dia tidak sanggup membuat sim dikarenakan biaya tidak terjangkau, ya kalo orang kaya sih ga ada keluhan disebabkan mereka mapu membuat tetapi mereka tidak mampu membantu jeritan orang miskin, jadi kalo orang kaya tidak dapat membantu maka bapak polisi lah yang bisa memabantu orang-orang miskin di Negara kita tercinta ini.Biar di dunia maupun akhirat akan selamat.
Terima Kasih.
Menurut Saya, suburnya praktek catut mencatut karena orang-orang ikut menyiramnya (pake pupuk lg
), disamping itu mental para pelayan masyarakat juga memble (krn desakan Ekonomi -- mungkin
), tapi hal pertama menurut saya punya peran paling penting, cobalah jgn pakai jalan pintas (asal enaknya sendiri), budayakanlah tertib, saya pikir semua orang punya kepentingan, jadi antri dong.
saya setiap mengurus SIM atau STNK ga pernah kena palak (alhamdulillah), tarif yg saya dapatkan sesuai dgn yg seharusnya saya bayar, itu krn saya ikut prosedur (menurut saya ga ribet kok),
jadi...jgn egois dan kendalikan emosi (kalo semua ikut peraturan pasti jadi nyaman).
oia satu lagi, jgn menjelek-jelekan bangsa sendiri, anda belum tau kan bangsa lain seperti apa
, mulailah dari diri sendiri, lalu keluarga, tetangga, masyarakat, dan akhirnya bangsa (klise sih, tp bisa dicoba, apa salahnya), jgn hanya jd komentator, tp bermainlah dilapangan, anda akan tau sulitnya saat dilapangan.
Hiduplah Indonesia Raya....
kalo kita bayar nya normal...trus petugas nya dapat apa..? mana mau mereka d suruh makan tempe...yg ada kita d suruh makan nasi aking...
sebnarnya kalo prosess nya ga d persulit kebanyakan pasti mau jalur normal aja..tp krn d persulit bahkan di halangi mau ga mau terpaksa kita pake cara pintas...
tmn saya bikin sim di daan mogot sebelum daftar d tanya dl mau cepat apa lama...krn dia pilih lama..ternyata semua yg lama di gagalin..suruh ulang bsk..tp d ksh jalan kluar..di suruh bayar 250rb lg biar lulus hr itu juga...jd tmn saya bayar total 400rb
Bagus Bagus. Biar aja lah bayarnya mahal biar gak semua orang bisa dapet SIM. Pengemudi mobil di Indonesia kebanyakan gak becus nyetir semua, alias gak tertib banget nyetirnya (ini tuh salah satu yang bikin kecelakaan dan macet). Kebanyakan dari mereka blajar nyetir sendiri dan gak pernah dapet pelajaran ttg tata tertib lalu lintas, akibatnya begitu dapet SIM, orang tersebut bakal nyetir kayak di sirkuit aja. Ngebut2, salib sini salib sono, kayaknya jalanannya punya sendiri aja.
Apakah orang2 yang kaya gitu pantas mendapatkan SIM? Nggak kan! Ya ... paling enggak untuk "menghukum" mereka dulu ya dengan menaikkan harga sogok untuk bikin SIM, hahaha.
He..he..he Krisna ,aku setuju banget dengan anda...SIM musti semahal mahalnya di Indonesia soalnya kalau nggak liat aja supir angkot..kayak kecoak dijalan raya.
atau murahin SIM tapi mendapatkannya musti melalui kursus yang nggak gampang,supaya lalu lintas jadi teratur
Untuk POLISI....naikkan kalauperlu biaya SIM setinggi tingginya...two thumbs up
apa kata dunia kalau pembuatan sim di kita gak bisa jujur dan adil
, bahwasannya yang sudah bisa bawa motor(lancar) ya di kasih harus nya secara cuma2 toh siapa tau ia ingin punya sim itu untuk ngojek
. di cari program orang yang ingin membuatkan sim gratis bagi para tukang ojek ( persyaratan untuk tukang ojek)
Memiliki SIM ada 2 cara :
1. Membuat SIM
Kalau Buat SIM, Datang-Tanya-Negosiasi-Proses-RP. 250.000,-
2. Membeli SIM
Kalau Beli SIM, Datang-Tanya-Photo-Rp. 200.000,-
tidak akan rugi
karena masa berlaku selama 5 tahun
kalau SIM hilang, ya lain lagi urusannya
kita semua sudah tahulah berapa biaya yg harus di keluarkan dalam pembuatan SIM , mungkin polisi perlu mencari uang pengganti ketika dia menyogok masuk polisi he..he....
Tahun lalu saya perpanjang SIM A, di daerah Jakarta Selatan. Urus "sendiri" dibantu Pak Polisi. Cepat beres, tidak sampai 30menit sudah termasuk foto, bayar dengan tarif resmi (formulir + tarif cek kesehatan & asuransi). Total 100rb, polisinya ga minta uang apapun. Tapi kita beri dia uang rokok Rp 50rb. BERES!!!
Tipnya: Datang pagi-pagi, kira-kira jam 8 - 9 pagi. SIM yang diperpanjang juga jangan terlambat lebih dari 30hari. Gampang deh.
Pengalaman perpanjang paspor dua kali di Imigrasi Bogor, dua-duanya lancar dan memuaskan. Perpanjang yang pertama kali, urus sendiri semuanya. Bayar tarif resmi. Ga ada kelebihan sedikitpun. Tapi lama. Dua minggu baru jadi, tapi kita ga mesti bolak balik kok. Pertama kali datang, urus formulir, lalu bikin janji utk foto dan wawancara tanggal sekian. Kedua kali datang utk foto dan wawancara - ini juga cuman diajak ngobrol ringan, mau ngapain ke LN, dah pernah ke mana aja, dll, ga ada pertanyaan intimidasi, santai aja - lalu bikin janji lagi utk datang minggu depan ambil paspor, lengkap dengan detail jam berapa. Pas datang minggu depannya, paspor udah jadi dan beres tinggal ambil. Tarif? RESMI, ga ada tambahan sedikitpun.
Yang kedua kali, agak mendadak karena lupa paspor dah habis padahal the day after wedding mendadak mertua beri hadiah honey moon ke LN. Langsung deh buru-buru perpanjang paspor. karena mau cepat, jadi ngomong dengan orang dalam, negosiasi, dapat harga 700rb. Karena waktu datangnya sudah late after lunch, jadi terpaksa paspor baru bisa jadi besok paginya. Kalau saya datangnya pagi2, langsung jadi hari itu juga.
So, tergantung kita, mau cepat atau mau lambat. Tapi dengar2 teman2 yang bikin paspor sendiri juga skrg udah bisa lebih cepat, kalau datangnya pagi2 sekali ke kantor imigrasi. Jadi daftar antrian masih pendek, bisa-bisa besoknya sudah langsung foto atau jangan2 kalau masih kosong bisa langsung foto n wawancara. Tinggal tunggu bbrp hari utk ambil paspor.
Hahaha ndk usah cerita yang begitulah, mau bayar pajak aja susahnya minta ampun, pajak kendaraan aja harus begini begitu foto copy inilah itulah, padahal ini uang masuk
Pungli biar lulus ujian praktek SIM C Satlantas Semarang Timur Rp.300 ribu, tapi aku gak mau... doakan aku besok ujian lulus ya coy... biar gak perlu nyogok....
to:Miki
Lha "sampeyan" punya orang dalam, artinya tetep gak lewat prosedur resmi...ya mesti wae lancar... tapi kalo orang yang nyoba jalan apa adanya nurut alur birokrasi ya..ampunnnn..susah bung!!!
istilahnya, "kalo ada yang gampang ngapain dibikin susah?". istilah ini bisa buat 2 objek. (1) petugas SIM, (2) yang cari SIM. Di Indonesia, banyak memang UU tapi ndak ada yang bisa dilakuin. DPR buang-buang uang pajak kita saja. Kalo bikin SIM lewat jalur resmi dibikin susah. kenapa harus begitu. yang gampang dibikin susah. memang serba susah...
Menurut saya, tidak lulusnya seseorang ngambil SIM (jalur resmi), dikarenakan memang tidak layaknya orang itu mengendarai kendaraan (roda 2,3,4 atau lebih), kalau memang tidak layak mengapa dipaksakan?,
Mengendarai kendaraan bukan sekedar bisa tapi paham akan berkendara, saya yakin belum banyak orang yg memahami Etika Berkendara, lihat aja faktanya di jalan raya, saya pikir saya tdk perlu menyebutkannya satu persatu.
sayangi nyawa anda dan orang sekitar anda!
yg saya heran di Negeri tercinta ini,
Mengapa orang-orangnya melihat sesuatu selalu dari sisi Negatif, penuh kritik tanpa solusi, jika diluar sistem- dia kritis, jika didalam sistem- dia diam, bahkan ikut menggrogoti bangsa ini. ABS - asal bisa selamat.
hmmm... mau kemana bangsa ini ?