MediaKonsumen
Media Komunikasi & Informasi Konsumen Indonesia

Tugas Polisi vs Bisnis Perhotelan di Tempat Wisata
Dikirim tanggal: Rabu, 27 Juni 2007

Berita tentang penggerbekan oleh polisi dan satpol PP yang ditayangkan di stasiun-stasiun TV di hotel kelas melati di tempat wisata, sungguh membuat bingung para pengelola hotel kelas melati. Bagaimana tidak jumlah pengunjung di tempat-tempat wisata domestik cenderung menurun ditambah lagi saat ini orang tidak merasa aman untuk tidur di hotel kelas melati karena takut sewaktu-waktu tiba-tiba kamar akan di gedor oleh polisi, satpol PP yang kapan saja mereka mau melakukan sweeping.

Baik terhadap pengguna narkoba,teroris maupun terhadap pasangan tidak resmi. Kenyamanan akan hak privat orang untuk tidur di hotel melati sudah tidak dihargai lagi. Bagaimana dengan hotel berbintang? Sepertinya tidak pernah di sweeping! Mengapa?

Melihat dan mendengar ini semua aku sendiri bingung bagaimana mencari jalan keluar yang terbaik bagi (pengelola hotel, Industri Parawisata, Polisi dan pengguna jasa perhotelan). Yang perlu diingat adalah tidak semua pengguna hotel kelas melati adalah, pengguna narkoba, teroris dan pasangan tidak resmi.

Jika bisnis parawisata dan perhotelan mengalami penurunan omset, akibat pengunjung tidak merasa aman untuk menginap di hotel kelas melati maka pemerintah juga turut bertanggung jawab dan sebaiknya membantu untuk mencarikan jalan keluar yang terbaik agar industri parawisata tetap berjalan dengan baik bahkan meningkat.

Di lain pihak pengguna narkoba dan tingkat perselingkuhan di tempat wisata dan hotel-hotel melatipun berdasarkan catatan kepolisian terus meningkat, lalu bagaimana mengatasinya agar usaha perhotelan dan parawisata meningkat tetapi narkoba dan perselingkuhan di tempat wisata menurun?

Tulisan ini hanya memberikan PR buat kita dan pemda yang mempunyai obyek wisata dengan hotel melati yang cukup banyak agar duduk bersama aparat keamanan, pengelola hotel dan pemda untuk merumuskan cara yang lebih bijak agar tidak ada yang dirugikan dari tindakan sweeping aparat.

Angkus
Papua


Komentar Anda ?

Saat ini telah ada 3 komentar


  1. unfair | Sabtu, 07 Juli 2007

    Sangat memprihatikan keadaan kita dewasa ini, Kalau harus dijelaskan lebih rinci, penyebab dari penggerebekan ini hanya satu, SETORAN, untuk menghindari permasalahan ini kedepan, ajak saja aparat-aparat tersebut untuk diskusi.

    Tanyakan saja untuk harga setoran, umumnya mereka akan memberi tahukan harga tersebut, dan setelah dibayarkan, maka permasalahannya akan selesai...

    Polisi dan Satpol PP juga manusia...

    Semoga informasi ini bisa berguna...

  2. zhuafri | Pesan | Senin, 29 Oktober 2007

    heheheeh.... kenapa yang melati di grebek yang bintang-bintang ga di grebek...?

    karena kalo melati "setornnya" ke kopral doang

    kalo hotel bintang "setorannya" sampe ke komandan.

    icon_lol icon_lol icon_lol icon_lol icon_lol icon_lol icon_razz icon_razz

  3. Nani | Pesan | Senin, 07 April 2008

    Saya hanya bertanya2, kalau mereka ketemu yang katanya pasangan tidak resmi, bagaimana bisa tahu ya, apakah diinterogasi? kalau gitu, kemana2 kt harus bawa surat nikah ya? Kalau orang bule yang nginep itu juga diciduk kalau gak bisa buktikan mrk suami istri?

Anda harus daftar dan login untuk bisa memberi komentar !



Tulisan ini tampil di situs www.MediaKonsumen.com

Pengutipan di tempat lain mohon mencantumkan Media Konsumen sebagai sumbernya