MediaKonsumen
Media Komunikasi & Informasi Konsumen Indonesia

Hati-hati Berbelanja Di Hypermarket Carrefour
Dikirim tanggal: Jumat, 25 Juli 2008

Kejadian kesalahan hitung di Hypermarket / Supermarket karena "Human Error" masih bisa kita toleransi, mungkin kasir sedang lelah/dalam kondisi yang tidak baik, sehingga terjadi kesalahan pada perhitungan kwantitas produk, salah memasukan kode. Itu beberapa kali saya alami. Tapi ini agak diluar dari biasanya, agak aneh dan sangat-sangat merugikan konsumen.

Kejadiannya baru kemarin sore tgl 23 Juli 2008 di Carrefour Duta Merlin, Jakarta. Saya membeli Wok alat masak dari Maxim (2 item berbeda) masing2 harga Rp 73.500,- dan Rp 62.900,- karena melihat logo discount 30% besar-besar yg ditempelkan di rak/etalase. Saya juga membeli Produk Susu (2 item) masing2 dgn harga Rp 70.540,- dan 57.330,- yg satu ada SPG-nya yg menawarkan. Lalu saya membeli Baby Diapers (2 item) dari Produk yg sama dengan jenis berbeda (XL n XXL, otomatis harga beda pula) dan beberapa produk lainnya.

Setelah di kasir dan setelah membayar (karena tidak mungkin saya cek struk belanja sebelum dibayar )seperti biasa saya mengecek kembali, saya terkejut karena produk yg bertuliskan disc. 30% itu ternyata tidak didisc. Saya tanya ke kasir, eh kasirnya malah dgn santainya menjawab "memang tidak ada disc.nya bu" (karena alat sensor di mesin kasir tdk ada kode disc.). Saya tidak puas dengan jawaban itu, saya cari supervisornya/siapalah yg bisa menjawab complain saya, saya ditemukan dgn Pak Hariyanto, dia dgn baik membantu saya, mengecek, dia bilang "barangnya memang didiscount bu, mari bu, saya antar ke Informasi untuk di minta kembali uang selisihnya". Sampai disitu saya agak lega, tapi ternyata tidak selesai disitu saja.

Sambil menunggu proses administrasi pengembalian uang, saya iseng2 mengecek2 harga barang yg telah saya beli, dan saya terkejut untuk kedua n ketigakalinya, karena produk susu yg saya beli jg ternyata beda dgn harga yg tertulis di rak/etalase. Di struk belanja Produk susu 1 Rp 80.870,- dan Produk Susu 2 Rp 60.050,-. Saya komplain lagi, dan pihak Carrefour agak menyangsikan, kemudian saya minta SPG Produk Susu itu untuk membantu saya membuktikan, bahwa harga yg dibayar saya memang lebih mahal dari harga sesungguhnya. Ini betul-betul aneh, masak dari 8 item produk yg saya beli, 4 diantaranya tidak sesuai (lebih mahal) dari harga di rak/etalase...???

Anehnya lagi, Pak Hariyanto bilang, bahwa produk saya sebenarnya tidak didisc. "yg didisc. itu beda jenis (masih satu produk) tp karena sudah terlanjur, jadinya ibu tetep dpt disc.". Bagaimana sih..? plin-plan juga, jelas2 logo disc.nya ada, kl memang tdk disc. saya tidak jadi beli, eh bilangnya malah begitu. Kesannya tidak serius menanggapi masalah, kesalahan update pd mesin kasir bisa berdampak fatal. Bayangkan kalo konsumen dirugikan satu orang saja Rp 50 rb (selisih harga), hitung sendiri kerugian konsumen2 lainnya yg kurang teliti, bayangkan pula keuntungan yg didapat pihak Carrefour (setiap tgl gajian selalu penuh).

Mereka hanya meminta maaf atas kesalahan itu, mereka bilang mereka sudah mengupdate, dan menganggap tidak ada masalah kalo tidak ada komplain dari konsumen. Saya menangkap kesan, bahwa pihak pengelola Hipermarket seperti memanfaatkan kelengahan konsumen, sadar/tidak sadar, sengaja/tidak sengaja. Melihat respon mereka yg tidak kaget/biasa2 saja menanggapi komplain saya. Total selisih harga yg didapat dari penemuan saya itu sejumlah Rp 53.970,-nilai itu belum termasuk harga diapers yg salah hitung, beda jenis beda harga, dihitung dgn 1 harga dgn kwantitas 2 (baru sadar di rumah). Bagi ibu2 seperti saya, jumlah itu cukup banyak, cukup untuk beli 1 dus susu anak.

Walaupun uang saya diganti, tapi saya menyayangkan, Carrefour sebesar itu bisa melakukan kesalahan seperti ini. Berapa banyak konsumen yg dirugikan, yg tidak teliti, boro2 membandingkan harga di etalase dgn di struk, kadang mengecek item/jenis barangnya saja tidak pernah. Asal bayar,selesai.

Dengan kejadian ini saya jg menjadilebih berhati-hati berbelanja di hypermarket manapun. Masih banyak pihak yg mencoba memanfaatkan kelengahan kita.

Kisia Revin Anggehta
Jl.Tomang Tinggi No.12
Rt/w : 004/06 - Grogol
Jakarta Barat 11440


Komentar Anda ?

Saat ini telah ada 4 komentar


  1. Bams | Pesan | Minggu, 27 Juli 2008

    Ini bukan kasus yang pertama kali, dari dulu sepertinya ada masalah vital di hypermarket/supermarket yaitu updating info di rak seringkali tidak berjalan dengan semestinya, konsumen yang kurang jeli akhirnya merasa tertipu, kalaupun diurus ke bagian info mendpt jwbn human error bla bla bla, itu hanya jwbn NGELES saja krn human error kok berulang-ulang icon_razz organisasi sebesar itu mestinya sistem HR mereka segera mengevaluasi karyawannya yang sering melakukan hal tersebut, yang terpenting kalau Anda terbiasa belanja ke hypermarket/supermarket emang harus jeli banget, saya sendiri prefer belanja ke pasar tradisional karena belanja ke hypermarket/supermarket hanya bikin makin kaya pemilik hypermarket/supermarket (kebanyakan PMA), maju terus Indonesiaku icon_smile

  2. Judy Husin | Pesan | Selasa, 29 Juli 2008

    Kesalahan harga barang di carrefour itu sudah sering terjadi, kalau tidak teliti memang bisa tertipu. Kalau selisihnya cukup jauh memang bisa lebih mudah terlihat. Yang saya alami perbedaan harga terkadang hanya berkisar Rp. 100,- / Rp. 200,-, bahkan Rp. 50,-. (bukan pembulatan harga) Kalau dulu saya selalu komplain meskipun hanya Rp.50,- karena itu termasuk penipuan. Tapi lama-lama saya bosan, karena terlalu sering terjadi dan memang nilainya tidak seberapa. Tapi kalau saja ada 1 juta orang yang mengalaminya, kita bisa bayangkan keuntungan Carrefour hanya karena melebihkan harga sekecil itu.

    Saya juga sering menanyakan hal ini ketika terjadi dan biasanya di jawab harga belum di update. Lucu juga sih, Carrefour-kan menempelkan label harga menggunakan sistem komputer, kalau harga pada label sudah berubah, seharusnya harga pada kasir juga berubah.

    Begitulah kira-kira.. Cape deh...

  3. Pucha | Pesan | Jumat, 01 Agustus 2008

    Iya tuh, kalau belanja di carrefour sering terjadi hal seperti itu, saya aja pernah membeli pediasure harga yang tertera di rak dan di kasir berbeda, waktu di tanya mereka cuma bilang oh...itu harganya belum diganti bu...tapi lucunya sehari setelah itu saya kesana lagi ternyata harga dirak tidak berubah.....dan iseng iseng saya beli dan kali ini.....harga dikasir dan dirak sama...jadi yang salah sapa dong? dan itu bukan cuma sekali doang sering sekali carrefour salah harga....Jadi buat ibu ibu yang belanja disana ataupun hypermart yang lain hati2.....karena cari duit sekarang susah bok..... icon_wink

  4. sarah | Pesan | Jumat, 01 Agustus 2008

    waduh, kalo sering sih bukan kesalahan, tapi kesengajaan. Dan bukan masalah konsumen harus jeli dan lebih berhati-hati, tapi pengusaha PLEASE berbisnis dengan jujur!

    Apa kalo belanja pelanggan harus bawa kertas, pulpen dan kalkulator? Gimana kalo belanja bulanan, misalnya 900-an ribu, apa harus dicatat setiap harga barang di raknya? Lalu disesuaikan dengan struk satu per satu, gitu??? Atau kita harus pasrah aja bakal ditipu sekitar 50-100 ribu setiap kali belanja?

    ga ada ya sistem yang bisa melindungi konsumen dalam hal ini? icon_rolleyes

Anda harus daftar dan login untuk bisa memberi komentar !



Tulisan ini tampil di situs www.MediaKonsumen.com

Pengutipan di tempat lain mohon mencantumkan Media Konsumen sebagai sumbernya