MediaKonsumen
Media Komunikasi & Informasi Konsumen Indonesia

Penerimaan Siswa Baru Sekolah Dasar Ditentukan Dengan Uang
Dikirim tanggal: Rabu, 16 Juli 2008

Pada tanggal 9 Juni 2008 saya akan mendaftarkan anak saya di SD 010 pagi yang lokasinya satu komplek dengan SD 09 pagi Kembangan Utara, untuk mendapatkan formulir di SD 09 dan 010 Pagi Kembangan Utara harus mengantri mulai dari jam 02.00 pagi, padahal pengambilan formulir di buka pada pukul 07.30. Formulir yang di sediakan banyak, tetapi daya tampung sekolah hanya 35 bangku di SD 09 dan 70 bangku di SD 010.

Setahu saya PSBSD (Penerimaan Siswa Baru Sekolah Dasar) ditentukan berdasarkan umur, tetapi kenyataannya uang juga yang menentukan. Panitia PSBSD menyaring calon murid dengan cara di test, padahal itu hanya formalitas saja.

Bagaimana anak bisa menjawab dengan benar jika panitia memberi pertanyaan dengan cara tergesa-gesa, ini terjadi pada tanggal 10 Juni 2008 di SD 010, Pak Aris selaku panitia memberi pertanyaan kepada anak saya dan keanak lainnya seperti mengintrogasi.

Jika penerimaan murid SD berdasarkan umur, calon murid yang mendaftar lebih dari 200 calon siswa, bisa diperkirakan anak yang mendekati 7th pasti lebih dari 50 anak. Tanggal 16 Juni 2008 pengumuman penerimaan murid baru berdasarkan rangking umur, tapi kenyataannya anak yang umur 6,2th diterima karena ayahnya anggota Polri, umur 6,4th diterima karena ibunya panitia perpisahan kelas VI dan masih banyak lagi kasus yang tidak masuk akal, kalau bukan karena uang apa lagi mudusnya ?. Sedangkan anak yang berumur 7th , 6,8th banyak yang tidak diterima dengan alasan tidak lulus test. Belakangan saya dengar ada bangku kosong 2-5 bangku , tapi harus dibeli minimal 1 juta.

Mohon kepada Dinas Pendidikan Jakarta Barat untuk lebih memperhatikan tentang PSBSD di SD 09 dan 010 pagi , karena ini sudah terjadi setiap tahun, banyak pihak guru, kepala sekolah SD, kepala sekolah TK semua ikut andil dalam PSBSD dengan alasan ingin membantu tetapi semuanya itu uang juga yang menolong. Apakah yang harus sekolah di SD 09 dan 010 pagi Kembangan Utara hanya orang yang berduit dan berpangkat ??? Untuk mengurangi hal seperti itu seharusnya dibangun lagi Sekolah Dasar di wilayah Kembangan Utara Kec Kembangan Jakarta Barat terutama diwilayah Kp.Salo dan Basmol.

Widianti
Kp salo Rt.010/06 no 25
kel kembangan utara Kec kembangan utara
Jakarta Barat


Komentar Anda ?

Saat ini telah ada 2 komentar


  1. RePLaY | Pesan | Kamis, 17 Juli 2008

    Pak tidak usah sekolah itu aja rasanya setiap sekolah juga gitu. Dulu waktu saya masih sd, smp yg keturunan china uang sekolahnya dimahalin, yg pribumi dimurahin nah loe aneh kan.

  2. ika | Pesan | Sabtu, 19 Juli 2008

    tidak cuma di jakarta aja pak. di semarang lebih parah lagi biaya masuk keSMA sama besarnya dengan biaya masuk ke Universitas.. ada ajuga SMP yang mematok harga. di SMP 2 lebih mengerikan, yang diterima rata-rata memberikan sumbangan pendidikan 30 juta - 35 juta. dan ada kurang lebih 20an siswa. bayangkan aja berapa banyak uang yang diterima oleh sekolah tersebut. padahal sudah ada berita bahwa di semarnag sekolah akan digratiskan.. memang pada awalnya disemarang ada sekolah gratis, tapi cuma tahun pertama aja, setelah itu barulah biaya sekolah benar-benar mencekik..

Anda harus daftar dan login untuk bisa memberi komentar !



Tulisan ini tampil di situs www.MediaKonsumen.com

Pengutipan di tempat lain mohon mencantumkan Media Konsumen sebagai sumbernya