MediaKonsumen
Media Komunikasi & Informasi Konsumen Indonesia

Zebra Cross dan Adab Bangsa Berbudaya
Dikirim tanggal: Minggu, 13 Juli 2008

Oleh: Teddy Halim

Cerita ini berawal dari kejadian hari Minggu silam di sebuah pagi yang cerah. Saat itu saya sedang melintas di jalan raya di depan RS Siloam Lippo Karawaci.

Jelang dekat Rumah Sakit ada penyeberangan lengkap dng tandanya berupa zebra cross dan ada pulau ditengah utk orang berhenti dng aman bila menyebrang dari kedua sisi. Jalan ini berjalur dua masing masing arah. Saya dari jauh melihat sekelompok juru rawat sudah berada ditengah (di pulau pembagi jalan) dan siap akan menyeberang lebih lanjut. Posisi saya di jalur kiri dan saya lihat dari kaca spion ada mobil mobil dibelakang cukup jauh di sisi jalur kanan. Berhentilah saya memberi kesempatan agar para juru rawat ini bisa menyeberang. Keliatannya mereka letih rupanya sehabis jaga malam.

Astaga naga, mobil mobil dijalur kanan yang notabene ada dibelakang saya tidak berhenti, malah akselarasi supaya tidak usah berhenti. Tidak hanya satu mobil, tapi beberapa mobil berturut turut. Saya masih berhenti dan dibelakang saya ada lagi mobil dengan marah membunyikan klaxonnya "ei ***** loe koq berhenti sih" seolah olah demikian ekspresi sengitnya. Saya tidak hiraukan.

Setelah para juru rawat menyeberang aman, saya lanjut.

Pertanyaan terbetik dibenak saya adalah, bangsa apa kita ini? Terhadap bangsa sendiripun begitukah adab kita berlaku?

Kalau kita kembalikan bahwa kita bangsa yang beragama (apapun agama para pengemudi yg ngebut terus tadi maupun yang di belakang saya), apa gerangan yang kita amalkan sehari hari? Bukan saya mau sok pahlawan tapi sekedar "gesture" berhenti sebentar apa salahnya? Bukankah kita bangsa yang terkenal ramah tamah, murah senyum? Dan seharusnya menurut aturan bila di zebra cross ada penyeberang jalan yg jelas berniat nyeberang kita seharusnya berhenti? Atau ada peraturan baru yang saya tidak cermati?

Di dekat rumah saya kluster Taman Diponegoro (juga di Lippo Karawaci) sekarang sedang dibuat 2 buah speed bum (polisi tidur istilah kerennya). Sebelumnya sudah ada besi kuda kuda berwarna hitam kuning dipasang agar kendaraan di dalam kluster berjalan lebih pelan dng hambatan itu.

Memang saya sendiri mengalami beberapa kali hampir kecelakaan akibat mobil mobil yang ngebut dng kecepatan tinggi, maklum di daerah ini banyak penghuni anak anak muda yang kuliah disalah satu universitas di Lippo Karawaci dan sekitarnya. Maklum darah muda, mobil keren sporty, pake lampu yg diganti warna putih menyilaukan mata di malam hari, suara knalpot meraung raung atau sistim suara yg berdentum menggoncang jantun itu hal biasa disana.. Namun yang ngebut bukan monopoli pengemudi muda saja, acap terlihat setiap mobil mobil lainpun turut berperi laku demikian. Kadang saya pikir apakah mereka buta aksara?

Beberapa kecelakaan pun pernah saya saksikan di bulevar Palem Raya, bahkan kecelakaan fatal seorang mahasiswa dan mahasiswi korbannya.

Bukan tak ada usaha dari pihak manajemen Lippo Karawaci, seperti beberapa bulan ini setiap jam sibuk pagi, siang dan sore para satpam berdiri ditepi dan tengah jalan untuk mengaba aba dng tongkat berlampu merah agar para pengemudi berjalan sesuai marka 50 km per jam. Tapi itupun tidak digubris sama sekali.

Melihat kejadian di zebra cross tadi, pemasangan polisi tidur, kuda kuda penghalang jalan, agaknya sifat adab bangsa kita semakin jauh dari legendanya. Begitu degilnya kah kita sampai harus di pagar dimana mana baru mau nurut tidak ngebut?

Apa tujuan saya menulis ini ? Bukan kah hal ini sudah lagu lama usang dan acap kali dikisahkan? Dan kenapa koq nyacat bangsa sendiri melulu sih?

Saya berharap satu orang saja dari pembaca yang bisa bersikap adab sebagai hasil beliau membaca ini. Barangkali kalau beliau tidak keberatan untuk menularkan lagi pada seorang lagi. Dimana saja tidak usah di Lippo Karawaci tentunya. Gethok tular, buzz word marketing istilah yang lagi populer boleh kali dipinjam.

Cobalah renungkan juga secara pribadi, apa yang diajarkan agama Anda seandainya Anda beragama (mestinya iya karena KTP kita mengharuskan kita mengisi agama), cobalah praktekkan dalam perilaku sehari hari misanya di jalan raya tadi. Sesuaikah itu dgn ajaran agama kita, kalau itu bisa menjadi panduan hidup kita? Janganlah hidup kita dipandu oleh polisi tidur. Bagaimana rasanya kalau anda sedang mau nyeberang dan tidak ada satu mobilpun mau berhenti, atau mungkin salah satu juru rawat tadi pacar, istri, ibu, adik, atau kakak Anda?

Marilah kita ramah dan sayang, santun adab pada bangsa sendiri. Kalau bukan kita yang cinta pada bangsa sendiri lalu siapa?

Salam sejahtera di tahun kebangkitan nasional.

*Teddy Halim
pengguna jalan umum, tinggal di Jakarta


Komentar Anda ?

Saat ini telah ada 13 komentar


  1. P.N Jonathan | Pesan | Minggu, 13 Juli 2008

    Oom Teddy,seharusnya oom tinggal di belanda karena aturan disini orang yang menyeberang di Zebra cross harus didahulukan,orang datang dari kanan harus didahulukan,didalam kota hanya boleh 50 km per jam lajunya,bahu jalan tidak boleh digunakan,kecuali mobil anda mogok,dll,dll...masalahnya kebanyakan di Indonesia orang yg menggunakan mobil pribadi nilai kesopanannya diganti oleh nilai keangkuhan(kebanyakan).Ribet oom Teddy tinggal di Jakarta...anyway salam saya dari Amsterdam icon_smile

  2. Tarantula | Pesan | Minggu, 13 Juli 2008

    Saya juga termasuk orang yang sering menyeberang jalan karna saya memang lebih sering naik kendaraan umum. Sangat jarang orang bermobil yang mau mendahulukan orang pejalan kaki untuk menyeberang.

    Yang sering terjadi di Indonesia adalah:

    Kalo kita sedang nyebrang... udah di tengah jalan nii... malah diklaksonin supaya kita cepet nyebrangnya & mereka seakan susah banget nginjek rem sehingga badan mobil sering sangat dekat dengan penyeberang. icon_redface

    Yang lebih buruk lagi, kita udah ngangkat tangan sebagai kode untuk minta jalan nyebrang, tapi para orang2 bermobil itu tetap aja melajukan mobilnya tanpa peduli sedikitpun icon_redface icon_evil

    Sehingga sangat sering penyeberang harus maju mundur selangkah2 untuk nyeberang karna mobil2 itu nggak ada satupun yang mau mengalah. Menyedihkan!!

    Kayaknya sih, orang2 yang paling nggak mau menghormati pejalan kaki & penyeberang adalah mereka yang nggak pernah tau gimana rasanya bepergian dengan berjalan kaki & berangkutan umum.

    Padahal apa sih susahnya untuk berhenti beberapa detik doang untuk mendahulukan pejalan kaki?

    Orang2 yang saya kenal yang kesehariannya bepergian dengan menggunakan mobil pribadi maupun angkutan umum biasanya lebih bisa menghormati para pejalan kaki.

  3. Barce | Pesan | Minggu, 13 Juli 2008

    jadi ingat 4 thn lalu di Dubai, di sebuah jalan kota (downtown, bukan highway...) di daerah pertokoan... saya itu karena kebiasaan menyebrang di jkt, saya nyebrang sambil terbirit2... eh partner bisnis saya di sana ketawa ngakak... kata dia ini bukan di jkt, meski bukan di zebra cross tetapi pengendara mobil WAJIB mendahulukan pedestrian karena ini bukan highway.. dan memang dia nyebrang tanpa tengok2 sambil santai terbukti mobil pada berhenti icon_biggrin

  4. Bams | Pesan | Minggu, 13 Juli 2008

    kalo ngeliat negaraku ini dibandingin ama negara tetangga aja jauh pisan bedanya, pokoke bener2 malu2in pisan, mereka bisa disiplin kok kita susah ya? sudah putus kali urat malunya ... apa yang tertulis jadi peraturan hanya tinggal tulisan doank, prakteknya amburadul (bahkan termasuk mereka2 aparat negara yang seharusnya memberi contoh kepada masyarakat), lalu apa gunanya bikin aturan panjang2 icon_lol ... dalam prakteknya hukum rimba juga yang berlaku, dengan mengatasnamakan kekeluargaan seringkali hukum dibuat jadi gak berdaya, Anda kaya Anda miskin yang namanya salah ya tetap salah ! bisanya bersilat lidah (alasannya membela diri/diplomasi/diplintir2 tapi sbnrnya yang terjadi membelokkan hukum), zebra cross di jalan raya jadi seperti hiasan/grafitti jalanan doank, lampu lalu lintas juga hanya sekedar lampu hiasan, pejalan kaki gak ada harganya, kalo ketabrak ya nasib sialmu aja kata si penabrak, pas ngelakuin gitu apa gak inget waktu beribadah kepada Tuhan?? Apalagi kalo yang menabrak wong cilik adalah Polisi, TNI, pejabat ... negara ini kehilangan hati nurani dan sedang menuju kebobrokan moralnya ! Selama di negara ini hukum diacak2 seenaknya sendiri, selama itu pula negara ini akan acak kadul icon_lol

  5. Nani | Pesan | Senin, 14 Juli 2008

    Tp kenapa org Indo bisa disiplin di negara orang ya?

  6. tommy | Pesan | Selasa, 15 Juli 2008

    Pernyataan bahwa bangsa ini adalah bangsa yang ramah tamah dan sopan santun, rasanya perlu direvisi. itu hanya cerita orang tua kita sewaktu kita kecil dengan tujuan untuk mengajari kita sopan santun dan ramah tamah. dan sampai saat ini saya belum merasakan bahwa orang indonesia itu sopan santun dan ramah tamah selama saya tinggal di jakarta, pun setelah saya pindah ke bogor ataupun kota-2 lainnya (saya pernah tinggal di bangka, belitung, banjarmasin, denpasar, sumbawa besar, tangerang dan osaka untuk beberapa waktu lamanya)dan kesan saya bahwa bangsa ini memang tidak disiplin sama sekali, bahkan sewaktu di osaka orang jepangnya bilang bahwa sekarang mereka ikut-ikutan tidak disiplin karena banyak orang luar negri (indonesia, philipin, malaysia, africa) yang tidak disiplin. icon_razz

  7. richardo | Pesan | Selasa, 15 Juli 2008

    @nani

    mbak. itu karena mereka ikut/melihat/merasakan. betapa nyamannya di negeri orang. plus di tambah peraturan yang selalu di taatti. icon_cool

    tp lain ceritanya kalau di indonesia. orang2nya pada gak punya urat malu lagi. kalau di indonesia. baru punya mobil aja udah sok jagoan/pamer dll. jadi mbak kita enggak usah heran lagi. icon_eek

  8. sarah | Pesan | Selasa, 15 Juli 2008

    Salah satu masalah di indonesia, mental 'kalo ga ngelanggar, gue ga akan dapat'. Sementara di luar, katanya sih orang punya yang namanya 'rasa turut memiliki'. Oom saya bilang, di amsterdam ada orang ngegangguin burung merpati aja, yang neriakin dia nenek-nenek dari jendela apartmennya. Di kita, kalo bukan kita sendiri yang ngelanggar, ya seringnya diam aja kalo liat pelanggaran

    Mudah-mudahan banyak yang baca artikel ini, siapa tau bisa dapat kesadaran sedikit bahwa bersikap taat itu manfaatnya untuk orang banyak. Tapi yah kalo emang belum bisa mikirin kepentingan orang lain, anggap aja untuk diri kita sendiri dulu. Misalnya bersikap murah hati itu baik untuk kesehatan. Berhenti lima detik untuk orang melintas, artinya ngasi waktu untuk kita sendiri istirahat. Ga terasa napas aja kita suka 'lupa' kali saking seringnya terburu-buru, kan? Jadi berhentilah sebentar

    Adem deh liat jalan-jalan di luar negeri. Di vancouver ibu-ibu ngedorong kereta bayi bisa melenggang santai di jalan raya. Sama juga di beberapa kota di maroko. Padahal taraf hidupnya kayaknya ga gitu beda sama kita ya? Tapi mereka bisa bersikap sopan, kenapa kita susah sekali?

    Di jakarta, baru punya mobil biasa aja sombongnya luar biasa. Belum lama ini saya melintasi zebra cross waktu lampu merah. Ada pengemudi yang bosan kali ya nunggu lampu hijau, kayanya dia pingin menghibur diri. Jadi ngeliat saya lewat, dia ngegas sampe mobilnya loncat sedikit, biar saya kaget. Betul, saya kaget. Dan dia ketawa. Tapi yang dia ga sangka, saya refleks memukulkan tas belanja ke body mobilnya. Ada suara berdentam, taunya lupa saya ada beberapa makanan kaleng di tas itu, walhasil belakang mobil dia penyok. Marah sekali tampangnya, dan saya nunggu kalo dia mau turun. Ada polisi kok di seberang. Tapi terus lampu hijau dan dia ngegas dengan kesalnya. Haha, semoga dia juga salah satu yang baca artikel ini icon_evil

  9. P.N Jonathan | Pesan | Rabu, 16 Juli 2008

    @Mbak Sara..itu orang pasti dongkol kalau baca comment nya anda icon_smile ....sukurin biar dia ada rasa hormat antara sesama pemakai jalan icon_mad

  10. richardo | Pesan | Rabu, 16 Juli 2008

    @mbak sarah/om jonathan

    bener2 biar tambah dongkol. dan tambah malu.

    sebagai catatan tambahan. bukan hanya ke pejalan kaki aja yang mereka tidak punya sopan santun dan tidak punya rasa malu. akan tetapi sesama mereka juga. bila orang sombong jumpa orang sombong. maka akan tsmbah parah keadaannya.

    CONTOH: saya bertempat tinggal di medan. di sini aturan berlalu lintas sama parahnya dengan di jakarta. terlebih melihat para pengendara sepeda motor[RODA DUA]karena mereka seenaknya aja mengendarai kendaraannya. tampa menghiraukan pejalan kaki dan kendaraan lainnya. icon_evil

    di medan tempat saya tinggal. para pengendara punya aturan tersendiri. kalau lampu menunjukkan hijau. maka kendaraan akan cepat melajunya.dan kalau lampu sudah bertanda kuning. wah... akan lebih cepat lagi. dan kalau lampunya sudah menunjukkan warna merah. tinggal main terobos aja. icon_confused

    pertanyaan yang ada di benak saya. apa mereka tidak sayang nyawa ya?

  11. sarah | Pesan | Rabu, 16 Juli 2008

    @pak jon dan bung richardo

    amin amin amin............. icon_lol

  12. Thomas | Pesan | Rabu, 23 Juli 2008

    Wah kalo masalah ini saya udah angkat tangan, Jalanan dikota besar manapun sudah mirip di hutan. Bahaya selalu mengancam enggak perduli kita pake mobil, motor atau jalan kaki semua mempunyai tingkat resiko yang tingggi.

    Mau pake kendaraan umum juga enggak menjamin, enggak nyaman dan bahaya copet ato dipalak preman sangat besar. Singkat kata jalanan sudah berlaku hukum rimba "siapa yang kuat dia yang menang" icon_confused

  13. Wiwik Priatna | Pesan | Kamis, 24 Juli 2008

    @Teddy Halim, Bravo! Two thumbs up.

    Mungkin pengendara mobil di Indonesia banyak yang sombong dan ga peduli. Mungkin memang banyak yang tidak tahu aturan mengemudi. Tapi masih banyak lho Pak Teddy..Pak Teddy lain yang taat rambu.

    Ini mungkin dikondisikan dari awal, dimana kita tidak benar-benar belajar 'rambu'. Saat buat SIM misalnya, coba saat test di kasih ZEBRA Cross, biar orang belajar berhenti. Juga sosialisasi di Sekolah Dasar, teori dan praktek tentunya. Karena di sekolah dasar penerimaan terhadap hal baru akan lebih terserap dan 'nempel'. Bisa manfaatkan taman lalulintas (beneran ada mobil2an dan rambu-2).

    Salah duanya lagi: Aturan. Belum pernah tuh aku ngeliat orang ditilang gara-2 gak berhenti di zebra cross, sementara ada orang nyeberang. (contoh saja).

    Semoga kita yang berkomentar dan lebih mengerti bisa lebih mematuhi rambu lalu lintas (terutama yang di Indonesia).

    Ayo kita bangun Indonesia!

Anda harus daftar dan login untuk bisa memberi komentar !



Tulisan ini tampil di situs www.MediaKonsumen.com

Pengutipan di tempat lain mohon mencantumkan Media Konsumen sebagai sumbernya