Di PDAM ada tarif progressif, pemakaian 10 kubik pertama Rp. 6.000/M3, 10 kubik kedua Rp. 8.500/M3, pemakaian selanjutnya Rp. 9.500/M3. Disalah satu tempat usaha saya, tagihan air selama 2 tahun dari tahun 2006-2007 pemakaian tiap bulan dicatat 0 kubik atau paling banyak pemakaian 3 kubik dan setiap bulannya saya membayar tagihan minimum yaitu10M3.
Jadi saya ada kelebihan bayar 7-10 kubik tiap bulannya. Di awal tahun 2008, muncul tagihan sebesar Rp. 2.400.000 dikarenakan pemakaian sebesar 200kubik lebih dan dikenakan tarif progressif. Konyol kelebihan bayar selama 2 tahun bisa muncul hutang. Saya claim ke kantor PDAM di Jl. Dr. Moestopo Surabaya, Orang ini jadi bola ping-pong, Di ping-pong kesana kemari. Terakhir, petugas PDAM kelepasan bicara, katanya pencatatan dilakukan oleh rekanan atau outsourcing. Dan cara penunjukan outsoursing penuh dengan KKN, alias komisinya gede bisa jadi rekanan.
Makanya melakukan pencatatanpun asal-asalan. Masalah ini saya masukkan ke radio, ternyata balasangnya banyak sekali rakyat Surabaya yang mengalami seperti saya sekitar 19.000 kasus. Kalau PDAM tahun 2007 mengalami kerugian sampai 5 triliun dengan cara kerja penagihan seenaknya sendiri, berarti di PDAM banyak tikus airnya, KPK perlu datang bawa perangkap tikus nih. KPK ditunggu aksinya di Surabaya.
Ivan Chisanto
Jl. Raya Menganti 411 Wiyung
Surabaya
Aha ...mas Ivan lagi...ribet pak masalah air di Indonesia,di bandung juga begitu,langganan air dari PDAM bayarnya lengkap tapi dapet airnya baru tengah malam dan itu juga hanya 2 a 3 jam saja,maka banyak orang yang bikin sumur bor,bisa bapak bayangin kalau 2 juta orang semuanya buat sumur bor dampaknya seperti apa