MediaKonsumen
Media Komunikasi & Informasi Konsumen Indonesia

Buruknya Service Hotel Nalendra Bandung
Dikirim tanggal: Kamis, 26 Juni 2008

Hari Jumat 13 Juni 2008, saya membeli voucher penginapan di hotel NALENDRA – BANDUNG, dari salah satu travel agent di Jakarta, yang menurut travel agent tersebut cukup bagus karena hotel NALENDRA menyandang bintang 3 dan dengan harga public rate Rp 490.000,- (Weekend)

Hari Sabtu pagi kami pun berangkat sekeluarga (4 dewasa – termasuk saya, dan 1 anak balita). Setibanya di kota Bandung, saya langsung menuju hotel NALENDRA - Bandung Jl. Cihampelas 225-229 Bandung, 40131, setibanya di kamar langsung berberes-beres, menyalakan AC dan TV sambil istirahat sebentar. Saat itu tidak ada masalah dengan keadaan di kamar (AC dingin dan channel TV yang komplit – channel luar maupun lokal). Setelah kurang lebih istirahat 1 jam, kami pun berjalan-jalan di kota Bandung sampai sore dengan meninggalkan kamar dengan AC yang menyala agar sekembali nya ke hotel dapat langsung beristirahat dengan nyaman.

Setibanya di kamar, kami sempat bingung karena keadaan AC yang sudah mati ( jenis 1 unit AC per kamar, jadi tidak mungkin dimatikan jika bukan customer sendiri yang mematikannya), kami masih berpikir mati secara otomastis. Kemudian AC saya nyalakan kembali, menurunkan ranjang ke bawah dan meminta penambahan bantal 1 buah. Sudah hampir satu jam AC tidak dingin (hanya mengeluarkan angin saja).

Kemudian roomservice bermana Dodi pun datang mengantar bantal nya dan memberi info jika penambahan bantal dikenakan charge sebesar 10rb rupiah/bantal. Saya bilang ”Pak, masukan saja ke dalam billing”, tiba-tiba dia bilang ”10rb nya dibayarkan sekarang, nanti langsung saya bantu antar ke bawah – resepsionis”, akhirnya saya ambil uangnya. Kemudian yang menghubungi roomservice kembali untuk memberitahukan jika AC kamar tidak dingin dan channel tv hanya dapat siaran lokal saja dan di info ”Baik pak, akan kami periksa”.

Sudah menunggu kurang lebih setengah jam, kami pun dihibungi, tetapi bukan info mengenai AC dan TV yang diperoleh, malahan diberitahu kami dikenakan biaya extrabed sebesar 145 ribu, dengan alasan kami menurunkan ranjang ke bawah. Saat itu juga saya meminta ditunjukkan peraturan tertulisnya dan ternyata tidak ada, dan saya coba menanyakan extra charge untuk penambahan bantal nya dan dia bilang tidak ada biaya untuk penambahan sama sekali (alias gratis !!). Kemudian dia bilang akan kami periksa kembali dan tetap ngotot ada nya biaya extra bed.

Menjelang jam 11.30 malam , ada telpon kembali yang ingin memperbaiki AC dan TV dan saya bilang ”Pak, ini sudah jam brapa ? masa pengunjung mau istirahat, AC harus diperbaiki dulu, mau nonton, channel tv harus diperbaiki dulu juga”. Pukul 00.00 kami memumtuskan untuk pindah hotel, tidak ada satupun roomboy / pelayan yang membantu membawa barang-barang kami. Sesampai nya di lobi membalikkan kunci dan saya komplen kepada resepsionis yang bernama Feri (orangnya kurus, rambut pendek, kaca mata) dan bilang kami akan pindah hotel. Ternyata jawabannya ”yah itu terserah bapak, kami coba memberikan pelayanan yang terbaik”. Dan saya langsung meninggalkan hotel NALENDRA tersebut dengan pelayanan dan service yang benar-benar buruk sekali dari hotel NALENDRA yang menyandang bintang 3 tersebut.

Apakah pelayanan yang seperti itu yang disediakan oleh hotel NALENDRA - Bandung Jl. Cihampelas 225-229 Bandung, 40131, bintang tiga itu ? apakah benar yang dilakukan Hotel NALENDRA tersebut dengan membiarkan customer nya pergi karena ketidakpuasan terhadap pelayanannya ?

Rury Sutono
Agung permai 8 no 18
Jakarta


Komentar Anda ?

Saat ini telah ada 11 komentar


  1. P.N Jonathan | Pesan | Rabu, 25 Juni 2008

    Yailah pak Rury itu hotel memang bintang tiga tapi utk sekelas bandung saja....pendeknya jangan lagi nginap disitu juga beri tahu rekan rekan anda yang lain..selain AC yang selalu rusak,airpanasnya kalau sdhdiatas jam 20.00 dimatikan icon_mad

  2. Nani | Pesan | Rabu, 25 Juni 2008

    @pak Jon: hah masa gt sih,, itu hotel ato kos2an ya??

  3. cecilia suryadi | Pesan | Rabu, 25 Juni 2008

    Thanks pak atas infonya di MK, jadi kan kita2 ga pilih hotel tsb kalau ke Bandung. icon_frown

  4. zhuafri | Pesan | Jumat, 27 Juni 2008

    emangnya semalem brapa pak..??

  5. Tarantula | Pesan | Jumat, 27 Juni 2008

    Wah masak dengan tarif segitu cuman dapet service begitu ya.

    Tapi yang saya denger2 sih katanya kalo kita bli voucher hotel di agen travel emang dapetnya nggak seindah janjinya. hehehhe....

  6. ardi | Pesan | Senin, 25 Agustus 2008

    sy pernah nginap di hotel tsb.. memang status hotel adalah bintang tiga, namun kualitas service adalah kelas "melati"

    Banyak hotel berbintang yang baru dan bagus di bandung, dengan kualitas pelayanan yang baik pula.

    Lebih baik memilih "chain hotel" yang sudah terjamin kualitasnya, daripada liburan kita berantakan icon_wink

  7. Tommie Draven | Pesan | Senin, 25 Agustus 2008

    Kayaknya kl dr travel krn harganya lebih murah pelayanannya juga beda kali hihihi, ini kejadian waktu saya bayar sewa hotel lewat travel yg di stasiun gambir untuk hotel Grand Butik Melawai kelas Executive (kl gak salah), kamarnya sempit banget, gak ada bathtub, katanya sich yg ada bathtub yg sekelas junior suite, padahal saya sengaja upgrade dr kelas dibawahnya, tp gak tau sich bener apa nggaknya, yg pasti saya gak niat buat nginep disana lagi icon_biggrin

  8. Rizki | Pesan | Jumat, 26 September 2008

    Hotel Nailendra yang merek tv dikamarnya Cheng Hong itu kan? emang ga bagus kok itu hotel ...

    Kalo cari bintang tiga di Bandung mah mendingan di Geulis Hotel atau the Valley.

  9. Barce | Pesan | Sabtu, 27 September 2008

    Waduh... pake corporate saya Rp.471.000 sudah dapat hotel bintang LIMA di Bandung, Grand Preanger Hotel di jalan Asia Afrika.

    Atau kalau tidak punya corporate rate, saran saya coba pergi beli voucher hotel di Kahatour, bisa dapat hotel bintang lima dengan harga hotel bintang tiga

  10. P.N Jonathan | Pesan | Sabtu, 27 September 2008

    Nah ini dia...setuju bung Barce..liwat KAHA memang lbh gampang dan mereka selalu memberikan hotel yg nyaman..ini pengalamanku waktu mau ke Jogya dari bandung,nggak ada setengah jam selesai dan di jogya dijemput oleh pihak hotel,padahal aku nggak minta

  11. cupi | Pesan | Jumat, 31 Oktober 2008

    ga jauh pak...saya juga pernah punya berita buruk, pas jadi EO sebuah acara, saya pilih hotel tsb untuk tempatnya, plus makan dsb tentu,,,yang bikin saya kecewa adalah ketika jamnya makan, ternyata dihitungnya itu per orang per piring, jadi kalo misalnya kita bayar untuk 50 orang maka piringnya juga ada 50 PAS!!! Nah kalo makanan masih sisa dan kita minta piring lagi, maka kita harus bayar lagi..dan itu tidak diberitahu sebelumnya,,,ya ga masalah sie ga makannya mah, cuma info sepenting itu kenapa baru dikasih tau pas hari H..? saya bener2 malu sama kajur yang harus nombokin uang karena ada penambahan orang yang tak terduga + beberapa anak buah saya ga makan, padahal mereka udah nyiapin acara dari pagi-siang (termasuk saya sie hehehe hiks sedih,,,). secara logika juga ya, makanan itu kan udah di beli, knp ga boleh dihabisin? jangan2 setiap makanan itu adalah makanan sisa pelanggan yang ga habis? icon_evil

Anda harus daftar dan login untuk bisa memberi komentar !



Tulisan ini tampil di situs www.MediaKonsumen.com

Pengutipan di tempat lain mohon mencantumkan Media Konsumen sebagai sumbernya