Kepada Yth.
Direktur Rumah Sakit Dr. Kariadi
di
Semarang
Dengan hormat,
Bersama ini saya sebagai warga negara dan warga Jawa Tengah yang baru saja merasakan fasilitas rawat inap di Rumah Sakit Dr. Kariadi Semarang ingin mencoba menyampaikan sebuah kritikan untuk Rumah Sakit Dr. Kariadi Semarang.
Saya pada tanggal muali 16 Juni 2008 (Pukul 13.30 WIB) sampai dengan 19 Juni 2008 (Pukul 11.15 WIB) merasakan sebuah fasilitas yang amat sangat tidak layak untuk sebuah lembaga kesehatan dalam hal ini Rumah sakit, mengapa ?
1. Kamar jauh dari Higienitas
2. Sarana dan prasarana pendukung yang tidak higienis
3. Keramahan amat sangat jauh ditinggalkan
Hal ini saya sampaikan karena pada tanggal tersebut diatas anak saya yang berumur 11 Bulan mendapatkan perawatan di RS. Kariadi dan berada di Bangsal Anak Klas II Kamar B. Betapa kagetnya saya ternyata RS yang megah tampak depannya ternyata hanya simbol saja atau boleh meminjam istilah teman saya bahwa RS. Dr. Kariadi Semarang "Tampilan Hotel Bintang Lima Fasilitas Losmen".
Ruang rawat inap yang seharusnya bersih dan higienis ternyata sudah sangat ditinggalkan. Contohnya : Adanya debu yang melekat pada sudut-sudut kaca jendela penyekat ruang (Penyekat ruang antara Kamar A dan Kamar B). Memang pekerjaan membersihkan sudah diberikan pada pihak ketiga tetapi kalau memang ternyata Pihak ketiga (Cleaning Service-Swasta) tersebut sudah tidak mampu untuk melakukan tugasnya lebih baik cari penggantinya saja. Kecuali apabila sudah ada deal-deal tertentu anatar Direktur atau pejabat RS dengan Pihak Ketiga.
Kamar mandi sangat jorok dan kotor. Pintu kamar mandi tidak bisa dikunci sehingga kami pemakai (pasien) harus bersusah payah untuk mengunci atau menahan pintu tersebut bila memakainya agar tidak dapat dibuka dari luar.
Kalau di RS swasta penggantian sprei tempat tidur dilakukan setiap hari tetapi kalau di RS Dr. Kariadi penggantiannya hanya hari-hari tertentu yaitu Senin dan Kamis saja (Seperti Puasa Sunnah aja Pak!!) Lalu pada saat anak saya yang dirawat karena menderita diare dan kotorannya sempat jatuh di atas tempat tidur sehingga mengotori Sprei yang memaksa istri saya meminta ganti tetapi ternyata sejak meminta (jam 16.00 WIB Tgl. 17 Juni 2008) tidak dilayani juga dengan jawaban bahwa bangsal yang Rumah Sakit Dokter Kariadi Semarang TIDAK PUNYA CADANGAN SPREI UNTUK PENGGANTIAN TIAP HARI DAN SPREI AKAN DIGANTI SETIAP HARI SENIN DAN KAMIS SAJA lalu dimana higienitasnya terjaga atau dijaga bung ???
Ingat yang dirawat disitu adalah anak-anak, dimana sistem kekebalan tubuhnya belum sepenuhnya terbentuk. Masih lagi didalam ruang tersebut kita dapat dengan mudah dapat bermain atau melihat kucing liar dengan amat mudah berjalan atau bahkan berlairian didalam ruang.Ingat Kucing adalah hewan pembawa (Carier) virus Toksoplasmosis.
Lantai kamar yang tiap hari dibersihkan dan di pel hanya dengan air yang mungkin hanya diberi pewangi saja tanpa adanya sebuah sistem pembersihan lantai dengan sebuah zat yang bernama DISINFECTAN. Sekali Lagi ini ulah dan kerja Pihak ketiga yang mungkin sudah distel dari atas.
Memang RSDK adalah RS Negeri yang mungkin sebagian besar pegawainya punya jiwa TERSERAH SAYA BEGINI (GALAK/KETUS) SAMA PASIEN KARENA MEREKA TIDAK BAYAR SAYA, KARENA YANG BAYAR SAYA ADALAH NEGARA.
Bagaimana bapak Direktur apakah mau ditindak lanjuti atau tidak itu terserah anda karena itu semua saya kembalikan pada moral dan hati nurani anda.
NB : E-Mail yang sama kami teruskan pula ke bagian pengaduan Menkokesra.
Terima kasih
Prasetiyo Adi
Jl. Taman Lebdosari Raya 5
Semarang - 50145