MediaKonsumen
Media Komunikasi & Informasi Konsumen Indonesia

Soal Larangan Merokok di Jakarta
Dikirim tanggal: Sabtu, 21 Juni 2008

Coba kita jalan jalan ke Mal, masih begitu banyak orang yang merokok. Kalau ditegur eh malahan dia yang marah. Bahkan para security tidak ada yang berani bertindak. Lucunya lagi kalau kita masuk ke restoran pasti kita ditanya mau tempat yang merokok atau tidak?

Padahal kan di seluruh tempat umum di Jakarta kan sudah dilarang merokok. Memang aneh.

Andreas Tanuwibowo
Graha Cempaka Mas Blok b no 26
Jakarta


Komentar Anda ?

Saat ini telah ada 4 komentar


  1. marsuni | Pesan | Sabtu, 28 Juni 2008

    Saya termasuk perokok pasif, namun saya mengerti akan terganggunya seseorang jika ada yang merokok dan asapnya kemana-mana..! yang mengganggu ketenangan saja..! kalau bisa memang merokok itu ditempat yang tidak ada orang disekitarnya, atau ditempat yang sudah disediakan...!

    dan wajiblah juga bagi para rumah makan dan pasar umum (swalayan dan super market) untuk memasang tanda larangan..!

  2. P.N Jonathan | Pesan | Minggu, 29 Juni 2008

    @ Bung Andreas..masalahnya mental orang orang di Indonesia apalagi dari kota besar seperti Jakarta itu mau betulnya sendiri,apa yang ada dibenaknya dianggap benar walaupun dimuka orang lain salah....soal merokok di Amsterdam juga udah lama dilarang untuk merokok di tempat umum juga di restaurant dan tempat tempat umum lainnya,yang berani melanggar hanya satu bangsa yaitu bangsa Indonesia(ini ada buktinya)ditegur malah marah seperti anda bilang tapi polisi lingkungan disini nggak bisa dibegituin aja ,langsung didenda 50 euro atau Rp 700.000...waduh untung aku nggak merokok icon_cool

  3. rosdiana | Pesan | Rabu, 19 November 2008

    kayanya pemerintah kita mau atau sedang mencoba untuk menjadi seperti negara-negara tetangga kita. sayangnya, harusnya ini diterapkan sedari dulu dalam arti telat. contohlah saja Singapore, sewaktu saya menapakkan kaki disana, walaupun saya tidak melihat tulisan "NO SMOKING" tapi salut, tidak ada yang berani merokok ditempat umum.mereka akan kena denda mahal katanya kalo melanggar dan itu berlaku dimana saja.mereka baru berani merokok kalo jelas-jelas ditempat itu "SMOKING AREA".jadi tulisan-tulisan itu benar-benar dibaca dan diterapkan oleh warganya langsung.kalo di Indonesia susah mas, walapun tulisan segede gajah "NO SMOKING AREA" tetap aja ngerokok. dah metalnya orang Indonesia sendiri seperti ini.saya pesimis dengan hal ini, jujur. icon_confused

  4. Ilman | Pesan | Rabu, 19 November 2008

    kan gitu mental orang Indonesia..

    Dulukan kejajah,,,jadi,,orang yang berani tuh ngelanggar hukum koloni.Akibat ngelanggarlah jadi tradisi dan adat sejak turun temurun icon_rolleyes icon_rolleyes

Anda harus daftar dan login untuk bisa memberi komentar !



Tulisan ini tampil di situs www.MediaKonsumen.com

Pengutipan di tempat lain mohon mencantumkan Media Konsumen sebagai sumbernya