Pada waktu liburan bbrp minggu yang lalu kami menyempatkan pergi ke Situ Gunung Sukabumi,ini setelah kami baca di internet akan keindahan situ gunung.
Setelah kami tiba disana tentunya setelah membayar karcis masuk, kami mulai berjalan jalan untuk menikmati keindahan situ tersebut dan sekitarnya.
Alam yang indah dan udara yang sejuk menambah indahnya suasana alam di situ tersebut.
Hanya sayang sekali mereka(pemda Sukabumi) sama sekali tidak mempunyai perhatian sedikitpun untuk keindahan alam di situ gunung ini,situ yang penuh sampah dari pengunjung yang tidak kenal apa artinya lingkungan bersih,bungalow yang kotor dan wc yang rusak,tidak adanya kegiatan kegiatan yang seharusnya disediakan untuk turis seperti restaurant atau perahu untuk menikmati indahnya situ tersebut.
Tempat yang begitu indah dikotori begitu saja,dan yang menjadi pertanyaan untuk apa karcis tanda masuk yang kita bayar?masuk kantong pegawai pemda Sukabumi?.
Setelah itu kami melanjutkan perjalanan ke Pelabuhan ratu,semuanya sangat indah tapi lagi lagi pemda Sukabumi tidak bisa atau mungkin tidak mengerti apa artinya memanfaatkan alam yang indah di provincinya, karena di pelabuhan ratu sama sekali tidak ada kegiatan untuk pengunjung hanya ada beberapa warung yang menyediakan makanan dan tukang photo cepat jadi di pantai karang hawu, dan jalan ke sanapun tidak seperti yang kita harapkan banyak sekali jalan yang rusak.
Dengan surat ini saya ingin membangunkan pemda Sukabumi supaya mereka lebih memperhatikan alam yamg indah yang mereka miliki didaerahnya dan lebih memperhatikan kota Sukabumi yang menurut saya kota yang paling kotor dan semrawut di Jawa barat
P.N Jonathan
Post Bus 53173
Amsterdam
ah opa ... kenapa gak ngajak kl mo kesukabumi ...
walaupun bukan asli sana, sukabumi mah sudah ka acak atuh ku si sayah ....
Penjelasan untuk P.N. Jonathan:
Kalo Bapak ingin datang ke tempat yang sejuk dan bersih serta ada fasilitas toilet, cafe dll datang aja ke Mall dijamin Gratis 100%
Tapi kalo ke objek wisata manapun di Indonesia (yg dikelola pemerintah) ya fasilitasnya seadanya. Kalo anda mau tanya kemana larinya uang karcis yang dibayar, sesuai prosedur ya masuk kas daerah sbg pendapatan daerah (jadi bukan untuk menyediakan fasilitas di objek wiasata atau membersihkan sampah), lagipula sampah kan lama-lama akan terurai jadi tanah shg lama-lama akan bersih dengan sendirinya he he he...
Kalo mau bukti lainnya (coba pergi ke Bali yang terkenal itu kan sama saja kondisinya) tapi mungkin untuk fasilitas wisata sdh komplit karena banyak pengusaha yang turut menyediakan (25 tahun yang lalu pantai Kuta bersih tapi sekarang banyak sampah), saya dulu asli Bali... Sekarang di Jawa dan penjelasan pemerintah kalo masalah sarana dan prasarana daerah ya seperti yang saya sebutkan di atas "masuk pendapatan daerah"
Semoga P.N. Jonathan puas dgn penjelasan kami sbg Wakil Indonesia.
BIASANYA OBJEK WISATA DI KOTA - KOTA KECIL KURANG PERHATIAN,. KARENA SEKARANG INDONESIA LAGI KEBANYAKAN UTANG DI LUAR NEGRI,. JANGN KAN DI SUKABUMI BU, DI PUNCAK AJA ( jawa barat ) ADA SATU AIR TERJUN ( AIR TERJUN CURUG PANJANG = BOGOR ) SUASANANYA INDAH TAPI DIKELOLAH OLEH SWASTA = PERUSAHAAN GROUP MATAHARI.
INTINYA PEMERINTAH BELUM SIAP UNTUK MEMBUDIDAYAKAN PARIWISATA DI INDONESIA, TERUTAMA WILAYAH TERPENCIL. KARENA PEMERINTAH SIBUK MENGURUSIN ASET YG GAK JELAS UNTUK KEKAYAAN PRIBADI. KALO ADA PIHAK SWASTA ATAO NEGARA LAIN YANG MAU INVEST BARU PEMERINTAH SIBUK UNTUK MENGELUARKAN BIAYA INI ITU, ISTILAH NYA DIPERSULIT. PADAHAL ITU JUGA UNTUK KEPENTINGAN NEGARA. TAPI SAAT INI PEMERINTAH KITA LAGI BUTA....
GAK TAU MANA YG HARUS DI PRIORITASKAN.. SIBUK BERPOLITIKKKK