MediaKonsumen
Media Komunikasi & Informasi Konsumen Indonesia

Trik Marketing Ala Plaju 18
Dikirim tanggal: Jumat, 30 Mei 2008

Pada jam 4 sore tgl. 27 Mei '08 saya menerima telepon yang menawarkan produk Kartu Diskon dan Voucher menginap gratis bintang 5. Seperti teman-teman yg sudah jadi korban Jl. Plaju 18. Karena saya merasa curiga, saya coba call back, tapi mereka mengatakan CHYNTIA-marketing PARADIS INTERNATIONAL yg menghubungi saya sedang on line dan dia lgs tutup telp gitu saja.

Sayapun inisiatif cari informasi via internet dan ternyata sudah banyak yg jadi korbannya. Saya lgs cepat2 telp HSBC sktr jam stgh 5 utk cek data KK saya. Dan ternyata benar sudah ada pendebetan 2,9 juta. Saya minta agar dicancel tp tidak bisa. Hari ini 28 Mei '08 jam 11 siang, saya berhasil menghubungi CHYNTIA (atau siapa lah nama aslinya). Dia sampaikan bahwa tidak ada penipuan yg dia lakukan. semua keterangan yg diberikan itu benar, bahwa kartu berlaku seumur hidup dan Uang saya bisa dikembalikan bilamana dlm 1 tahun, kartu diskon dan voucher tdk digunakan.

Sekali lagi saya himbau untuk teman-teman yg blm tau, jgn sekali-kali menyebutkan data apapun dari KK kita, walaupun hanya Expire Date saja. Dan untuk management Travel di Jl. PLAJU 18 - JAKARTA PUSAT telp : 021-3921065, tolong ingat Ibu, Anak-anak dan Keluarga Anda, karena mereka pasti mendapatkan balasannya dari apa yang Anda lakukan kepada Kami. Kami anggap uang 2,9 juta itu untuk biaya Shodaqoh kepada Anda yg FAKIR MISKIN. Semoga Allah S.W.T memberi hidayah kepada Anda, untuk berdagang/menjalankan bisnis dengan cara yg diridhoi Allah S.W.T. Amin.

Dan untuk pihak-pihak yang berwenang di negara Republik Indonesia ini, mohon agar benar-benar peduli dan memproses keluhan Masyarakatnya, agar kejadian seperti ini, khususnya Kasus Plaju 18 tidak terus berulang.

Riena
Jl. Asem Raya No. 25
Surabaya


Komentar Anda ?

Saat ini telah ada 17 komentar


  1. P.N Jonathan | Pesan | Kamis, 29 Mei 2008

    Wah yang tidak saya mengerti kalau hanya memberikan no kk anda sebetulnya pembayaran belum dianggap sah...kecuali bila anda menyebutkan 3 digit yang ada dibalik kk anda.

  2. meilinda | Pesan | Kamis, 29 Mei 2008

    P.N Jonathan, dulu emang begitu, tp sekarang ternyata bisa hanya dgn no. KK dan Exp datenya. dan utk Mbak Stephanie, ini artikel saya dimuat. Begitu kronologisnya. Mohon bantuannya mbak utk proses pengusutannya. Sakit hati bener rasanya

  3. ius | Pesan | Kamis, 29 Mei 2008

    coba hub salah satu member di MK ini yang pernah mengatasi penipuan dari plaju 18.

    dulu jg pernah ada tuh orang dr familytour yang jadi member disini (ngak tau bener atau ngak, namanya juga penipu, mana bisa di percaya)

    plaju no 18 :

    anda penipu banget sih, beraninya via telp doank, datengin donk orang yang mau anda tipu berani ngak?

    jangan berlindung di balik gagang telp, CUPU !!!!

    AYAM SAYUR !!!!

    MAKAN TUH 2,9 JUTA. semoga diterima di sisinya.

  4. meilinda | Pesan | Kamis, 29 Mei 2008

    Selain PENIPU dan CUPU, mereka juga punya Telinga tebel dan gak punya hati nurani, Karena biar gimana dikata2in, tetep aja nipu yang lain... Oh ya untuk Bapak-bapak yang duduk di DINAS PARIWISATA, tlg dong Concern jg masalah ini, karena Pihak Plaju 18 juga mengatasnamakan program tsb dgn programnya DINAS PARIWISATA

  5. ius | Pesan | Kamis, 29 Mei 2008

    @Mei

    telinganya sih tipis, tp kotorannya yang tebel, ga sempet korek kuping, keasikan nipu sana sini sih...

    neh debet cc saya kalo mau

    minta no rek plaju no 18, nanti saya transfer ke anda sebagai sumbangan atau itung2 buang sial lah...

  6. P.N Jonathan | Pesan | Jumat, 30 Mei 2008

    @Mbak Melinda...kalau begini caranya uang anda bisa ditarik berarti bank yang mengeluarkan KK harus bertanggung jawab dong...ribet bener sih system perbankan di indonesie icon_mad

  7. meilinda | Pesan | Jumat, 30 Mei 2008

    Tolong untuk temen2 yg udah kena, qta sama2 yuk usut tuntas kasus Plaju 18 ini, biar mereka tidak melakukan hal seperti ini lagi ke saudara2 qta lainnya.

    Hal yg sudah menimpa saya, saya anggap sebagai satu pembelajaran besar yg KUDU TIDAK BOLEH diterima oleh saudara qta lainnya.

    Kalo temen2 bersedia, tolong kirim ke yahoo messangger saya (diprofil) utk saya follow up kpn jadwal pertemuannya.

  8. dian yulianto | Pesan | Jumat, 30 Mei 2008

    beberapa minggu yg lalu, saya juga pernah dapat telp dr oarang yg mengaku marketing taman bunga (kl ngak salah), yang arah2 pembicaraannya seperti diatas (pake cara nanya apa dlm 6 bln belakangan ini pernah belanja di salah satu hypermart ato carrefour). Tapi untungnya pas ditelpon yang pertama kali, saya bilang lg nyetir jd gak bisa concern (kebetulan emang lg nyetir), eh taunya besoknya lagi ditelp lg sama orang yang sama. untangnya belum sempet ngomong panjang lebar, hp saya "low batt" dan langsung mati. Thanks God

  9. sarah | Pesan | Jumat, 30 Mei 2008

    mungkin kita harus jadiin motto pribadi "just say no to telemarketing." kayanya lebih banyak masalah daripada untungnya. begitu kedengeran di kuping "telemarketing", langsung minta maaf dan tutup telefon icon_cool

  10. Stephanie | Pesan | Sabtu, 31 Mei 2008
    @ sarah : hmmm masalahnya mereka2 itu tidak menyebutkan kata telemarketing, menawarkan, menjual atau apapun. Mereka hanya berkata bahwa qta... kami... calon korban berhak mendapatkan fasilitas2 macem hotel bintang 5 dsb. ditanya biaya, bilangnya juga tidak ada. tapi buntut2nya bilang dikenakan biaya admin 2,9 jt itu. itupun setelah korban menyebutkan no KK atau expired date KKnya. @ Meilinda : moga2 bisa mendapatkan surat pembatalan itu secepatnya. anu, kalo ada fasilitas perekam pembicaraan via tlp antara anda dengan pihak tour itu, coba aja direkam dan kirimkan salinannya ke HSBC yang bagian investigasi kasus Mei. :p siapa tau kata2 mereka bisa jadi bukti buat memberatkan mereka. Moga2 tanpa perlu itu semua, surat pembatalannya bisa dikeluarkan :-<
  11. meilinda | Pesan | Senin, 02 Juni 2008

    @Stephanie, tlg donk cek di inbox-nya, ada pesan yg saya tulis disitu mbak. Thanks ya.

  12. MinzMie | Pesan | Selasa, 03 Juni 2008

    @Ms.Meilinda

    Saya Ira di Medan. Kemarin saya juga baru mendapatkan telepon dari seseorang yg mengaku sebagai karyawan VISA dan MASTERCARD INTERNATIONAL, kemudian tau-tau mereka telah mendebet KK saya sebesar 2.990.000

    sungguh perbuatan yang tidak bertanggung jawab.

    Nama travelnya tuh :

    PARADISE INTERNATIONAL CLUB JAKARTA

    JL. PLAJU NO. 18

    TEL. 021 3145831

    yang menelpon namanya ANDRE dengan no. HP 08444155702. Setelah saya konfirmasikan dengan pihak HSBC, mereka blg tidak bisa membatalkan kecuali dari travelnya. Tapi menurut saya, hal itu ga mungkin soalnya travelnya aj dari awal mau nipu kita. Saya sudah coba tel. ke no. di atas dan alhasil saya diancam dan mereka dengan tidak sopannya mengata2i saya. Mereka jg blg telh merekam dan mengancam akan membawa kasus ini ke pengadilan. Sungguh perbuatan yg sangat merugikan. Heran ya, kejadian yg saya tau bermula 4 tahun lalu masih bisa dengan enknya berlanjut hingga sekarang. kenapa travelnya itu tidak ditutup saja atau diusut karena tindakannya tuh merugikan bgt....

  13. MinzMie | Pesan | Selasa, 03 Juni 2008

    @Ms. Meilinda

    Mbak, liat inboxnyaaaa.....TQ

  14. P.N Jonathan | Pesan | Selasa, 03 Juni 2008

    Haaaah...alweer icon_mad icon_mad

  15. meilinda | Pesan | Rabu, 04 Juni 2008

    Aduh Ira, qta sama nih. Emang tuh Plaju 18 selalu gitu ya. Ira dah blokir KK HSBC? trus segera kirim balik paketnya ke Plaju 18, dan kalau paketnya blm diterima, kasih tau satpam kantor mbak atau siapa aja, beritahu jgn pernah terima paket apapun, supaya lebih gampang pengurusannya.

    Dasar tuh Plaju 18, Jualan kok NIPU, gimana anak istri dan keluarga bisa sejahtera kalo makan uang HARAM... Dan ingat Do'a orang yang teraniaya tuh pasti DIKABULKAN ALLAH S.W.T. Amin...

  16. MinzMie | Pesan | Minggu, 15 Juni 2008

    udh si. kalo untuk paket tidak dikirmkan.

    iy emg, penipu.... icon_redface

  17. eric | Pesan | Senin, 27 Oktober 2008

    PLAJU NO 18 UDAH PINDAAAAAAAAAHHHHH.......!!!!!! icon_redface icon_redface icon_redface icon_redface

Anda harus daftar dan login untuk bisa memberi komentar !



Tulisan ini tampil di situs www.MediaKonsumen.com

Pengutipan di tempat lain mohon mencantumkan Media Konsumen sebagai sumbernya