BBM sudah dinaikkan pada 24 Mei 2008 oleh pemerintahan SBY. Apa boleh buat. Meski "ocehan" pemerintah tentang menyelamatkan APBN cukup membingungkan, namun rakyat terpaksa menerimanya. Namun sayang, apa yang ditunggu rakyat dari Pemerintah SBY tak kunjung muncul. Apa yang ditunggu rakyat?
Sejak beberapa hari terakhir ini di beberapa stasiun TV (mungkin semua?) menayangkan sebuah program komunikasi yang dibuat oleh "Save Our Nation" mengenai "mengapa harga BBM dinaikan". Kampanye itu dibuka dengan munculnya Sri Mulyani, sang menteri keuangan negeri ini. Untuk kapasitasnya sebagai seorang akademisi dan menteri dari sebuah negeri morat-marit, sungguh Sri Mulyani ini amat mengecewakan, karena mau menjadi bagian dari sebuah program komunikasi dari pemerintah SBY yang terlambat dan nampak ragu-ragu arahnya, sehingga hasilnya hanya menambah luka rakyat. Mengapa begitu?
Sri Mulyani, Marie Pangestu, Andi Malarangeng, Aburizal Bakrie dalam program komunikasi itu mengatakan hal-hal yang lebih tepat digolongkan atau diklasifikasikan sebagai "curhat". Bukan sebuah wejangan seorang pemimpin kepada rakyatnya yang sedang gundah, panik, bingung, putus harapan, dan merasa dianiaya. Rakyat tentu berharap wejangan seorang pemimpin akan kira-kira seperti ini: "Tunggu dalam waktu yang tidak lama lagi, kami akan segera mengeluarkan pengumuman mengenai rincian program-program kami untuk membantu rakyat agar rakyat bisa melalui dengan selamat kebijakan pahit yang telah kami putuskan." Tapi apa yang diberikan dalam program komunikasi itu? Hanya Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang menonjol, selebihnya hanya kalimat-kalimat normatif. Kosong. Tak ada janji yang pasti untuk membantu rakyat.
Apakah negeri ini harus menaikkan harga BBM? Itu memang debatable. Apakah kenaikan harga BBM menimbulkan dampak? Itu pasti. Namun demikian, ternyata cuma BLT yang bisa dimuntahkan pemerintahan SBY setelah 4 tahun diberi kesempatan mengelola negeri ini. Padahal kenaikan harga BBM sudah diprediksi jauh-jauh hari sebelumnya, sehingga seharusnya sudah ada strategi jitu untuk meredam gonjang-ganjingnya dengan misalnya memberdayakan rakyat, bukan dengan hanya BLT. Apalagi dalam beberapa hari terakhir ini sudah muncul dampak buruk dari BLT sebagaimana terjadi di tahun-tahun sebelumnya. Ternyata meski kenaikkan BBM sudah diprediksi sebelumnya, pemerintah SBY masih juga tidak siap dengan pelaksanaan BLT.
Sebenarnya program komunikasi ini adalah kesempatan bagus untuk menunjukkan, bahwa pemerintah SBY sungguh-sungguh membela rakyat, bukan cuma tunduk kepada kepentingan asing, menambah hutang dan menjual ratusan trilyun rupiah harta kekayaan negeri ini serta tidak mampu mengejar ratusan trilyunan rupiah yang dibawa kabur konglomerat hitam.
Sri Mulyani dan yang lain-lain di dalam program komunikasi itu, meski bergelar Doctor sebagaimana orang-orang di sekitar SBY, memang hanya seorang menteri keuangan yang mungkin hanya mampu memenuhi selera ringan SBY dalam memasak resep pengelolaan negeri ini. Malah kebijakan menaikkan BBM telah membuat menteri-menteri lainnya menyeringai lebar karena seolah-olah mereka tidak ada hubungannya dengan kenaikkan BBM ini. Lihat misalnya Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral yang membuat minyak Indonesia menguap entah kemana.. Juga Menteri Pekerjaan Umum yang tidak pernah mampu menyediakan infrastruktur jalan yang baik. Atau Menteri Perhubungan yang malah menyuburkan pungli di jalan-jalan.
Mereka memang bukan ratu adil seperti yang ditulis oleh Joyoboyo yang akan membawa rakyat keluar dari kubangan sepanjang puluhan tahun berdirinya republik ini. Bahkan nampaknya semangat kebangkitan nasional yang pertama kali diikrarkan 100 tahun lalu masih terus hanya menjadi omong-kosong belaka, meski republik telah dibangun di negeri ini, meski Soeharto telah digulingkan, meski reformasi telah digelar, meski 2 kali pemilu yang katanya "demokratis" telah dilemparkan ke rakyat.
Rakyat menunggu janji yang lebih dari sekedar BLT, misalnya menciptakan lapangan kerja yang lebih luas bukan hanya sekedar mengundang investor dari luarnegeri untuk membangun pabrik. Tapi juga menciptakan jenis-jenis pekerjaan baru atau peluang-peluang usaha baru. Rakyat sendiri sudah sejak lama menciptakan peluang-peluangnya sendiri, misalnya dengan menjadi pengusaha kaki lima. Sayang upaya mandiri mereka ini dianggap sebagai pekerjaan kriminal. Mereka dikejar, diburu, ditumpas sebagaimana musuh berbahaya bagi negara. Jika mereka tidak boleh menjadi pengusaha kaki lima, tetapi mengapa mereka tidak pernah diberi solusi untuk mendapat kesempatan berusaha atau berpenghasilan?
Sekali lagi program komunikasi ini terlambat. Seharusnya itu dibuat sejak gonjang-ganjing kenaikan BBM pertama kali dilemparkan beberapa minggu lalu. Kini
demo-demo anti kenaikan BBM sudah menjadi menggila, amat emosional, kehilangan akal sehat dan menyedihkan di mana-mana (Foto Detik.com)
Para aparat keamanan yang juga terkena dampak dari kenaikan BBM ini harus dijadikan garda rapuh yang menyedihkan oleh pemerintahan SBY. Padahal para aparat keamanan ini juga memiliki anak, adik, keponakan, saudara, tetangga, teman yang menjadi mahasiswa pendemo. Sungguh sebuah situasi kebangsaan yang sebenarnya amat memilukan kita sebagai bangsa yang terus-menerus harus berkubang (bukan menggeliat bangun atau bangkit) di dalam soal-soal yang sialnya bukan soal-soal yang digdaya atau soal-soal yang bermartabat, seperti bagaimana ikut menyelamatkan planet Bumi ini bagi anak cucu di masa depan. Bukan soal-soal menciptakan perdamaian. Bukan soal-soal membantu korban bencana. Bukan juga soal-soal bagaimana menciptakan hidup yang lebih mulia dengan teknologi, misalnya. Semua persoalan bau ketek ini sekali lagi (atau lagi-lagi) dilemparkan oleh pemenang pemilu yang diselenggarakan dengan biaya mahal dari keringat dan darah rakyat.
Bangsa ini atau negeri ini menjadi rusak bukan karena bangsa ini bangsa yang disebut indon sebagaimana disebut beberapa orang Malaysia untuk merendahkan kita. Juga bukan karena kita memang bangsa kere atau bangsa budak, tetapi karena kita secara sial telah memilih manusia-manusia tempe (karena kedelainya diimport dari Cina atau Amerika). Kita telah memilih para pemimpin amoral karena mereka tidak mau bekerja keras sampai titik darah penghabisan untuk mengelola negeri ini.
Jojo Rahardjo
*Pengamat masalah sosial
Pa Jojo saya setuju sekali dengan tulisan anda yang terakhir...kalau tidak dirubah maka generasi selanjutnya juga akan berbuat yang sama
penduduk kita yg 250jutaan jika d subsidi semua bgmn?
ingat di vietnam saja hampir 1 dolar/liter, padahal negara yg tingkat perkapitanya dibawah kita.
kami d kalimantan adem-adem n biasa aj karena kami lebih bijak dalam menyinkapi kenaikan bbm. ga peduli orang-orang seperti Jojo Raharjo atau P.N Jonathan.!
ingat, bbm sekarang malah seolah-olah lebih murah dari air mineral kemasan..! padahal bbm itu nyari/ngebornya susah..!
BLT perlu krn lebih banyak mengena (walau mmg ad yg diselewengkan) namun cukup kecil, saya juga kasihan sewaktu melihat janda-janda tua yg tdk punya anak yg tdk bisa k kantor pos, diantarkan BLTnya oleh pegawai POS..! yg mana saya liat (dilayar tv) keadaanya menyedihkan.
jgn dianggap blt itu mengajarkan rakyat untuk mengemis..! negara kita bkn negara maju n layak mengadakan program itu (blt).
@Pak Marsuni sebaiknya anda jangan mendekam di Kalimantan saja dihutan belantara...sekali kali kekota besar spy tidak narrow minded
Saya setuju sekali dengan apa yang dikatakan oleh bung Jojo, bahwa negeri ini dan bangsa ini menjadi rendah, gara-gara pemimpinnya yang kere, tempe dan bermental budak, juga ditambah arogan dan tidak peka terhadap perasaan rakyat.
Rasanya tulisan bung Jojo di atas sedang mengkritik kemampuan komunikasi dari pemerintah kepada rakyatnya yang tidak jalan. Bukan tentang setuju atau tidak setujunya bung Jojo mengenai kenaikan BBM. Jadi, Mbak Marsuni, Mbak salah mengira dan salah memahami tulisan bung Jojo. Mungkin Mbak pendukung SBY yang belum kebagian jatah, jadi membabi-buta membela SBY. Siapa tau, kalo SBY kepilih lagi, Mbak Marsuni ini kebagian jatah, biar secuil juga.
Kalo soal cerdas-cerdasan, jelas bung Jojo lebih cerdas. Dia cukup menjadi pengamat saja, nggak usah jadi presiden. Kalo SBY? 'kan nggak pantes jadi presiden, ngapain jadi presiden? Liat itu demo-demo yang menggila? Kok nggak bisa diredam? Itu 'kan artinya SBY nggak cerdas. Apa lagi Mbak Marsuni ini, udah nggak cerdas, hatinya hitam tertutup jelaga kemarahan dan kebodohan....
@Melvy Dewi...andalah yang mengerti apa maksud Pak Jojo karena beliau adalah pengamat yang paling terkemuka di media konsumen ini, dan orang orang seperti mbak Melvylah yang bisa diajak komunikasi dengan santun....
Bung JOJO sang pengamat dan Penulis serta Pembaca yang lain .
Tulisan anda menurut saya kurang fair . Anda mengamati kondisi negara saat ini yang lagi gonjang ganjing. Anda sama sekali tidak mengulas kondisi negara sebelumnya yang menyebabkan negara ini amburadul . Pemerintahan SBY menerima limpahan masalah masa lalu yang sangat parah . Saya kira tidak bisa kalau masalah negara ini mutlak tanggung jawab pemerintahan sekarang mestinya pemerintahan terdahulu juga harus fair ikut memikul tanggung jawab , tidak hanya komentar saling menyalahkan seolah olah paling benar. Mari kita semua berpikir positip bersama sama bersatu padu menyelesaikan dan mengatasi keruwetan negeri ini bukan saling menghujat seperti ini .Kapan negeri akan tentram kalau rakyatnya ( baca kaum elite nya ) hanya pandai menghujat tapi tidak pandai memberi solusi . Terima kasih
Anda ga usah ngomong masalah santun di negeri ini. komentar2 anda di banyak artikel d media ini jg banyak yg ga santun. jadi ga usah ngomong santun lah..!
saya tinggal dikalimantan n ga masalah bapak bilang tinggal d hutan belantara, saya malah kasihan dgn bpk..!
kami d kalimantan secara umum adem ayem aj dgn kenaikan bbm krn lebih bijak dalam menyingkapinya,.!
bersyukurlah bpk krn kalimantan adalah bagian dari negara RI, kalimantan adalah propinsi kaya, lebih-lebih kalimantan timur. walaupun bukan yg terkaya, tp cukup byk. seperti minyak dari Balikpapan sampai ke utara di Tarakan, gas LNG d Bontang, batu bara di hampir semua kabupaten, tempat wisata, dll.
berapa ribu trilyun uang dari kalimantan k Jakarta.!
makin Anda bilang saya tinggal d daerah terpencil makin kasihan saya dengan Bpk P.N yang Jonathan.
saya juga menikmati internet ko' saya hoby nonton berita, bukan sinetron konyol dari daerah kalian d jakarta, hoby nonton film di pay tv satelit (astro), dll.
saya ngomong begini karena pemikiran Bpk yg dangkal mengatakan sy ga' ngapa2in n berbuat apa d kalimantan..!
edan bener,jika saya jadi monyet,saya akan seneng ngeliat manusia berantem argumen spt kalian.tp sayang saya manusia spt kalian,yg dikasih kelebihan untuk introspeksi diri sendiri.
JADI SARAN SAYA,INTROPEKSI SAJA SENDIRI.
kalau masih ga bisa,mending jadi monyet aja.
Hohoho lucu ngliat bapak2 pada berantem di blog,,
Jadi berasa kyk baca blog-nya anak2 under sixteen
alias abg,,he5x,,
Kalo nyari perumpamaannya,,,rakyat indonesia itu kyk anak yg biasa dimanja sama bapak yg mencoba menutupi dosa2nya (aka alm. eyang ato) trus tb2 musti idup mandiri krn bapaknya dah ketauan dosa2nya,,
Jd lgsg pada shock dan ngeberontak,,
"Apa2an ini kita udah biasa sama harga bbm yg lebih murah dari air mineral! Kita udah biasa sama biaya listrik yang lebih murah drpd harga main course di kemang!"
Jd kalau ingin menciptakan kesejahteraan masyarakat,,belajar percaya sama pendapat masyarakat dunkz,,
Kalo ada perbedaan pendapat seperti ini ya harus dianalisis dan dicari jalan keluarnya,,
Makanya yg jadi pemerintah itu orangnya harus cerdas,,cerdas akal sehat,,cerdas emosi,,dan cerdas akal budi,,
Skrg kenyataannya justru rakyatnya yang lebih pinter dari pemerintahnya,,
Sehingga setiap usul atau pendapat pemerintah bisa dengan gampang ditepis rakyat,,karena pendapatnya gak pinter,,rakyat indonesia lebih kritis dari yang anda2 kira wahai pemerintah,,
Sekarang bukan jamannya orde lama dimana awam bisa dibodohi oleh kekuasaan dan indoktrinasi,,
DPR jg harus berfungsi sebagaimana mestinya sebagai Perwakilan Rakyat,,klo mereka ngejalanin maunya partai mending namanya diganti aja jadi DPP (Dewan Perwakilan Partai)
Kalo pendapat rakyat yg satu ini c,,
Tujuan dari menaikkan harga BBM itu msh buram (atau memang ditutup-tutupi? gak tw d,,)
Klo ingin menghemat minyak bumi untuk anak cucu kan ada cara lain yg lebih ramah buat rakyat kecil,,(disini sy membela rakyat kecil karena posisi mereka lah yg paling lemah),,
Misalnya,,pelarangan produksi mobil pribadi yg boros bensin,,gak punya mobil yang cc-nya gede juga gak bikin mati kan?
Bisa juga dengan menunjang perkembangan pembangkit energi lain selain pake bahan bakar minyak kyk pake air,,angin,,matahari,,dll,,(pasti ada anak bangsa yg ahli soal ini kan?)
Klo BLT c mending jangan dihapus d,,soalnya rakyat miskin butuh itu,,mereka msh butuh kemanjaan dr pemerintah,,krn bagi mereka gak ada jalan lain untuk mendapatkan uang lebih selain dgn cara pinjam sana-sini,,
Kalaupun ada pembagian BLT yg curang,,rakyat juga pasti akan memberikan hukuman moral dan sosial pada pihak yg menupuk BLT tersebut,,they can take care of it,,
Kalau pun mereka gak mampu,,nanti juga mereka akan ngomong atau media akan meliput,,kalau sudah begitu ya dibantu,,one for all,,all for one,,
Kita kan bangsa yg memiliki rasa tenggang rasa yg tinggi,,yang lebih membantu yang kurang,,yang kurang mendukung yg lebih,,begitu,,
Sebelumnya mohon maaf lahir batin klo ada tulisan saya yg kurang berkenan di hati,,kritik dan saran anda sangat saya hargai,,Thnx,,
@Advena Vee..saran dan kritik yang membangun..two thumb up
marsuni dasar newbie...baru masuk forum ini ya
tau etika gak sampean,, kalo nulis gak usah embel pake kata t##ol dan b##o..
Mau ngotot adu pendapat disini bebas aja
@P.N Jonathan
dari sabang sampai merauke anak2 smp paling tidak tau d kalimantan juga ad kendaraan modern (seperti pesawat, mobil, bus, taxi dll) seperti yg telah saya koment diatas,. sy menikmati internet, pay tv (dua provider) astro & telkomvision. silahkan cek no pelanggan saya 0600519417 n telkomvs 00010189 silahkan cek. malah saya mau aktifkan lagi indovision untuk keponakan saya. n sekitar 3 hari lg mau diaktifin ni no pelanggan saya 9637621.
jika memang mau cek provider diatas, atas nama saya semua..!
jadi saya tinggal d hutan yg rindang namun menikmati semua teknologi yg ad..!
saya juga pake telkomsel flash dari kartu halo 0811590xxx atas nama saya, Saya pake simpati 081346246xxx sejak 2003 (jadi komen saya ga bisa pake ikon smile krn ga pake java script krn pake HP SE W900 dgn aflikasi OPERA MINI 4.1 jadi bisa lebih mobile dimana aj).
@Yudistira
Sory,.! krn d artikel lain saya sering baca koment p.n jonathan juga kadang pakai kata2 yg kurang baik.! silahkan explore d byk artikel d situs ini..!
@Mas Yudhistira....we shake our hand..my big regards and sincerelly from Amsterdam
mau ngotot adu pendapat bebas
@Pak Marsuni...sambungan komentar anda no 12...kartu kredit dan nomornya belum disebut disini
@lus
ya' iyalah, masa' ya' iya dong..!
Mas lus, saya sebenarx ga mau ngomong "kasar", cuma kalau ad yg ngomong kasar pasti saya layani. n yang pasti saya ga' akan memulai lebih dulu.
seperti jika ad konsumen "walaupun bukan saya" mengirim artikel lalu d komen dengan kata-kata yang "cukup" kasar, akan saya komen juga dengan "cukup" kasar (tp bukan masalah/menyangkut produk).
anyway, saya ikut arus aj. namun pasti saya juga akan memberikan pendapat saya walaupun setiap orang akan berbeda pendapat..!
peace (sory ga' bs pake smile icon, soalx browsenya pake ponsel d opera mini
java).
sebaiknya memang jika ingin ber'argumen disini bebas aj..! tp kan harus beradab "sedikit"lah..!
n memang saya sedikit agak kasar ya krn memang menjawab kekasaran mereka.!
ok's..!
Ikutan ngotot pake jari donk...!!?? Bravo buat pak Marsuni yang high tech dan kaya raya di hutan dan Salut buat PN. Jon di Negara bekas penjajah bisa ikut ngritik kaum inlander disini. Hi hi hi....
@Yoky26..
thanks a lot
salam kenal
@PN. Jon. Salam kenal juga. Saya baru 8 bulan gabung dimedkom. Sampe saat ini aku gak risih dengan komen2 anda, mungkin belum dan jgn sampe donk. Hanya nyindir dan kritik pedas buat yg ngerasa mungkin akan pedas dan gemesin bagi oknumnya. Lanjutkan pak Jon. Mari ber demokrasi mewujudkan kebersamaan. Chiao...
@P.N Jonathan
sory, saya ga mau pake' credit card, saya cuma "agak" sering delivery order aj..! jadi pesan n diantar di tempat.
soalnya credit card sekarang sudah ga' aman lagi.!
nanti oleh agen dikatakan ad promosi n diminta nomor cardnya, belum setuju eh sudah di okekan, n saldopun didebet..!
cŕ pé' d3..!
mending pesan secara online aj. byk ko' seperti glodok n bhinneka yg "lumayan" cukup bisa dipercaya.!
ad yg gampang ko pake' yg kredit..!
cŕ pé lag! dÉ..!
heheheh..tumben telat..baru point 15 baru keluar.
tulisan yang ente baca ini udah diedit ama adminnya...kalo gak percaya tanya aja ama yang lain dari point 1 sampe 14 udah diedit kok.
buat pak marsuni : sante pak.gak ada yang maksud merendahkan kalimantan. istri saya juga orang tenggarong kutai kartanegara. sebulan sekali saya pulang yogya kutai. Jadi saya tau kehidupan kaimantan
tanpa maksud bela siapa2. siapapun akan tersinggung klo pake kata-kata tersebut ( dalem banget e pak ).
kecuali kasus saya dulu ama ius ..( agak beda)
udah ya jangan diperpanjang lagi,yang penting esia sekarang udah ada "sedikit"actionnya terhadap keluhan konsumen di media konsumen
Opa John : nah opa gimana nich, ius dateng pas udah di edit e opininya. klo kayak gini bakal main pojok -pojok an dah
@Yoky26
salam kenal..!
jgn gitu-gitu n segitu amat sampe bilang kaya raya segala.
kaya raya ya engga' lah.!
kurang Alhamdulillah tidak.!
ya lebih sedikit dari cukuplah.! n semoga kita selalu dilancarkan rezekinya.! amin...
peace...!
@MAS Yudistira
PEACE..!
Ok's saya akan coba koment lebih baik/santun lagi.!
thank's masukannya.!
namun apa yg saya tulis disini ttg saya, saya tidak bohong..!
sekali lagi thank's masukannya..!
@MEDIA KONSUMEN
Saya cuma mau menyarankan sedikit, yaitu supaya smild icon yg agak bagaimana gitu, d hapus aj.. cukup yg sederhana saja..!
anyway, saya juga minta ma'af jikalau komen saya agak n kurang berkenan. saya maklum aj..!
dan saya d lain forum akan berkomen yg lebih baik..!
bravo "MK"
@Pak Marsuni
semakin cool semakin progress,peace and God bless
.
@Mas Yudhistira..waktu aku cuti kemarin ini aku sempat juga ke Kaliurang,cuma aku lupa alamat panjenengan,jadinya kebablasan terus keatas ke post terakhir....My God it is very beautiful vieuw.
@Bung Yoky...memang dah saatnya berdemokrasi
thanks again
@ Pak Marsuni. Lam kenal juga. Btw, Borneonya dimana? Aku baru sekale ke Banjarmasin 2005. Mungkin Juni ato Juli ini aku juga ke sana. Aku salut sama kota Banjarmasin lho. Mungkin nanti saya coba kunjungi kota lainnya di Borneo. Peace...
opa jhon klo ke kaliurang pasti lewat melewati warnet saya (Jalan kaliurang km 7,5 Yogyakarta)
wah kereen nich opa..sring traveling kemana2.wah opa nich jangan pake kata "panjenengan"...opa khan diatas saya heheheeh
pak marsuni " salam kenal dari tanah yogya"
@Yudistira : masalah pojok2an kita, uda clear, anggep aja ngak pernah ada, tul kan hehehhehe
si opa emang suka travelling tuh, kemaren ke mangdu yah opa
yah kok uda di edit sih, ga bisa ketemu lawan debat lg deh
@tuk Semuanya
Salam demokrasi untuk semuanya, mungkin kata-kata kita yang keluar adalah karena emosi sesaat yang lebih banyak negatifnya dari pada positifnya.
@Yoky26, saya di Tanah Grogot juga di kal-tim, sekitar 140 km dari bpp. sekitar 2 jam perjalanan.
Salam kenal lagi dari saya untuk Anda.
Semoga media ini selain menjadi tempat curhat, juga dapat menjadi media korespondensi...!
@P.N Jonathan, Maaf dari saya jika ada banyak kata-kata yang kurang berkenan dihati,
sebenarnya dihati saya setelah dengan komentar-komentar yang kurang sopan atau bagaimana, saya seperti merasa bagaimana gitu..!
perasaan menyesal pastilah ada,.. karena memang saya tidak suka/biasa berkata kasar..!
@Media Konsumen
Sekali lagi minta maaf jika koment-koment saya yang sudah pasti tidak sepantasnya ada disini karena agak berlebihan..
@Tuk Semuanya
Sekali lagi maaf untuk segala yang kurang berkenan dengan kata-kata saya..!
PEACE
@Ius..he...he...ke mangdu soalnya oma perlu kacamata.
@mas Yudhistira....alamatnya dah aku catat,kalau tahun depan ke Jogya pasti aku mampir..btw thanks buat infio adress nya.
@ Bung Marsuni...thanks a lot,demikian juga maaf saya.....btw aku waktu liburan kemarin ini(awal mei) aku juga ada di Kalimantan,tapi nggak lama 5 hari,yang aku kunjungi waktu itu Sandakan(Serawak)2hari terus ke Sanggau dan satu hari ke Banjarmasin
Sangat menarik pendapat Pak Wuryanto (komentar no.6) mengenai SBY menerima limpahan (warisan) masalah dari pemerintahan sebelumnya. Pendapat ini menarik, karena pendapat ini cukup sering kita dengar. Tapi tentu saja saya cukup berlaku fair ketika saya bilang pemerintahan SBY tidak mampu menyelesaikan masalah yang diwariskan oleh pemerintahan-pemerintahan sebelumnya. Mengapa? Karena pemerintahan SBY tentu tahu, bahwa ada warisan persoalan seperti itu sebelum mencalonkan diri dalam pemilu 2004 lalu. Lalu mengapa terjun ke pemilu atau ke kancah pengelolaan negeri ini kalau nanti tidak sanggup? SBY pun masih diberi kesempatan untuk mengundurkan diri jika ia salah hitung namun terlanjur menjadi presiden jika tidak sanggup mengatasi persoalan-persoalan warisan itu. Lihat apa yang terjadi ini? Kita sekali lagi menjadi ”bergontok-gontokan” satu sama lain. Itu termasuk saya yang menghabiskan waktu hanya untuk menulis tulisan di atas dan menulis komentar ini. Padahal masih ada soal-soal lain yang lebih penting dan lebih mulia untuk dilakukan.
Pak Wuryanto, kalau anda jeli membaca tulisan saya, saya memberi saran pada pemerintah SBY apa yang seharusnya dilakukan. Bukan hanya menghujat dan menyalah-nyalahkan saja, kok. Mohon saya tidak dianggap menghujat dalam tulisan saya itu, karena maksud saya adalah mengkritisi dengan nada yang keras mengenai cara pengelolaan negeri ini.
@Pak Jojo...open kritik=open minded..karena dengan adanya kritik bisa dijadikan langkah lanjut apa yang harus diambil...saya kira kritik anda keras tapi terus terang ada isinya
@Pak Jojo..tambahan...,menurut saya SBY harus diberi waktu karena saat ini beliau harus menangani benang yang bundet,jadi sebagian dibetulkan yang lainnya masih bundet...seharusnya dia diberi Advisor yang proffesional yang tidak memihak dan yang tidak mensponsori kegiatannya...saat ini beliau masih mendengarkan apa yang sponsor bilang...ini susah...contohnya Team sepakbola di UE,pelatih yang proffesional sebelum menandatangani kontrak dengan suatu team dia akan selalu mengajukan syarat yaitu dia hanya mau bekerja dengan technisch director karena menyangkut dengan pekerjaannya diluar itu dia juga mengajukan syarat ke dua yaitu sponsor dan pemilik club tidak boleh mencampuri urusannya...seperti inilah kira kira gambaran saya mengenai pemerintahan indonesia saat ini.Mungkin pendapat saya salah tapi itu hanya gambaran saja
Apa jadinya bangsa ini?????????????????
Bisanya cuma PROTES, KRITIK, PIKIRAN NEGATIF
ARTIKEL GAK BERBOBOT!!!
@palelupitak :
lu sendiri kritik artikel ini,
komentar ga berbobot !!!!
untuk semuanya.
alhamdullilah semua udah bisa introspeksi diri masing2,
memang harus begini kita seharusnya.
saya salut untuk kalian semua.
BEST REGARD
Ius ***** gw gada urusan ama lu *****
Ius lu kaya *****, ****, ****, ******, *****. enakan juga ngatain lu. bisa artiin gak tuh bintang???
@palelupitak
Ngapain gw artiin ? katanya ngak ada urusan sama gw ?
katain aja sepuas lo cil, ngak ngepek kok buat gw, member disini jg tau sapa gw
Orang setanjung duren kenal ama ius, mulai dari metro mini 91
@lus
santai aj,.!
anjing menggonggong kafilah berlalu..!
saya sdh sering baca artikel n koment Anda (sebelum saya gabung), n saya lihat tulisan Anda cukup santai n ga terlalu kasar. namun cukup bijak berbobot.
saya salut dengan Anda.
(saya jadi merasa bgmn setelah kemarin2 ad koment saya yg agak kasar d artikel ini)
semoga Anda akan dan selalu aktif dimedia ini.! sehingga saya bisa belajar banyak kepada Anda.
Salam kenal..!
Walaupun saya telah lama mengenal "tulisan" Anda..
Marsuni ...
Gue yakin elo di kalimantan kayak dengan duait yang tidak halal ...
kalau elo kayak dengan jerih payah dan halal pasti punya hati nurani ke rakyat miskin.
kalau elo punya hati nurani, elo harusnya mikirin rakyat kecil yang hidupnya pas-pas an ...jangan mikirin diri loe sendiri,
coba kalau terbalik elo yang jadi rakyat kecil gimana perasaan loe.
kita protes gini karena kita punya hati nurani ke rakyat kecil yang hidupnya pas-pasan.
kalau pun pemerintah mau naikin BBM 10.000/liter gue juga masih mampu, cuma yang kita perihatinkan nasib rakyat-rakyat kecil yang dibawah kita, mereka juga saudara-saudara kita yang harus diperhatikan bagaimana nasibnya dan bagaimana perasaan dan kehidupnya ?
gue juga pernah ke Balikpapan, banjarmasin, dan pontianak disana juga masih banyak rakyat miskin bung.
gue tau elo kayak marsuni, cuma sayang tidak punya hati nurani.
coba pikirkan kalau yang susah itu dulunya pejuang-pejuang kita yang membela kemerdekaan tanah air ini, terus sekarang hidupnya susah, padahal dulu dia berjuang membela tanah air mengorbankan jiwa raganya serta harta bendanya, tapi sekarang setelah merdeka dia masih tetap susah, apa kita tidak kasihan dan perihatin kepada mereka..?
mungkin anda marsuni yang tinggal menikmati kemerdekaan ini, sedangkan dulu waktu jaman kemerdekaan kamu tidak ikut berperang atau mungkin ngumpat takut mati, sekarang megitu merdeka anda tinggal menikmati. banyak orang yang seperti itu dinegara ini.
@Abdul haris :
bisa aja ente hehe
@Marsuni :
makasih aja deh buat testinya
@Reza :
kalo saya lebih baik BBM tetep tidak di naikan, tapi naikan lah hal hal yang langsung berhubungan dengan orang kaya, contohnya :
1. mobil
-. naikan harga pajak mobil yang ber cc besar sampai setinggi2nya, karena CC besar adalah sangat2, untuk cc standar 1500cc-2000cc cukuplah naekan sedikit 2-3x lipet dr pajak sekarang.
percuma punya mobil ber CC sampai 8000cc tp jalan di jkt yang serba macet dan jalannya berlobang.
-naikan tarif parkir untuk mobil di segala tempat mis 5000/jam
saya kira kalo kenaikan BBM dengan alasan subsidi rakyat miskin agak salah, kenapa ?
karena rakyat miskin juga butuh BBM. jadi kalo pemerintah naekin BBM secara nasional, yang miskin makin menderita
dan yang paling khawatir adalah orang yang berada di level menengah yang ngak dpt BLT, takutnya taon depan jadi pindah divisi ke rakyat miskin karena BBM naek, trus ngak dpt BLT...
intinya yang kaya makin kaya.
kalo hal yang langsung berhub dengan orang kaya, spt contoh yang berhub dengan mobil tadi, selisih pajak dan retribusi parkir mobil kan bisa di gunakan subsidi untuk rakyat miskin ? (asal ngak ada korupsi sih gw optimis berhasil)
selain itu pemerintah juga bisa menekan angka kemacetan dan irit penggunaan BBM dalam negeri, sehingga sisa BBM kita bisa kita jual ke negara lain (lumayan harga minyak lg tinggi)
kalo naekin BBM dengan alasan melindungi rakyat miskin, emang motor rakyat miskin bisa jalan pake aer ????
@Reza
terserah apa kata Anda, mgkn Anda ga lihat koment n artikel saya sebelumnya.
dan saya mau tanya, koment saya yang mana yg membuat Reza kurang berkenan.
apakah Anda pernah membaca artikel saya ttg mslh bbm mengenai siapa yg layak dnaikkan bbmnya.!
saya ga ng ga pernah menangis melihat kesusahan orang "maaf"miskin. tp kalau meneteskan air mata saya sdh tidak bisa menghitung lagi.
saya tidak akan marah dgn ap yg sdr Reza katakan. dan mudah2an Reza lebih byk membantu orang yg kesusahan dr pada saya.!
saya tidak marah karena saya pikir sdr Reza ga tau yg sebenarnya.!
buat Reza, salam kenal..!
peace..!
Yg perlu Reza ketahui, saya bukan tipe orang yg sombong, n ga punya sikap iri hati, namun gampang kasihan pada orang. walaupun pendapatan saya sekitar 10jtan/bln, tp saya ga punya mobil n masih betah naik motor, "belinya motor bekas lagi" yg skrg bekasnya cuma 3-4 jutaan.!
beli baju hanya 1-3 kali setahun, bajunya pun yg murahan, yg rata2 harganya 30ribuan aj..!
krn saya ga mau kelihatan bgmn oleh orang/tetangga n teman sekitar, dan ga mau mereka merasa risih kpd saya.
saya ga bohong, saya bilang apa adanya..!
Pak Marsuni saya mohon maaf
kemaren saya waktu itu agak emosi setelah membaca komentar bapak yang no. 2 dan 12
karena saya perhatikan bapak kok seperti tidak punya hati nurani ke rakyat kecil.
karena dulu saya berangkat dari orang susah pak. dan sekarang Alhamdullilah Allah mengangkat derajat saya.
Dulu waktu saya kecil orang tua saya susah pak, jadi saya bisa merasakan betapa susahnya dan terhimpitnya orang kecil dengan kenaikan BBM ini.
Sama pak saya juga tidak punya apa-apa, mobil yang saya pakai juga bukan punya saya, saya hanya dipinjamkan oleh perusahaan berikut dengan supirnya. tapi pada intinya saya itu tidak punya apa-apa kok pak, semuanya itu hanya titipan dari Allah yang mungkin sewaktu-waktu dengan mudah Allah dapat mengambilnya kembali.
Dan saya juga tidak malu kok pak, kalau sewaktu-waktu saya naik ojeg ke kantor, karena di lingkungan rumah saya banyak orang yang terkena PHK dan sekarang mereka jadi tukan ojeg motor, saya pikir itung-itung sekalian membantu mereka, dan membuang jarak antara saya dengan mereka. Dan sebelum masuk kantor saya juga sekali-sekali suka nongkrong untuk beli bubur ayam yang mangkal didepan kantor, mereka bilang mereka sangat terasa sekali dengan kenaikan BBM ini, katanya dia mau menaikkan harga buburnya takut pelanggannya pada pergi. coba bisa bapak bayangkan harga buburnya tetap tapi barang-barang pada naik, kan makin terhimpit mereka. begitu juga dengan supir taxi, waktu saya naik saya suka bertanya kenapa kok masih pakai argo lama pak, jawabannya sama takut penumpangnya sepi.
Kalau orang-orang seperti kita ini mungkin enak pak, dengan kenaikan BBM perusahaan menyesuaikan uang bensin dan TOL kita, kalaupun tidak naik kita bisa mengusulkan ke perusahaan (kalau seperti tukang bubur dan supir taxi kepada siapa mereka mengeluh) tapi imbasnya dengan kenaikan gaji kita perusahaan menaikkan kembali barang-barang produksinya, kalau seperti ini yang terkena siapa rakyat kecil lagi kan pak.
Itulah kenapa kita protes ke pemerintah, kok segampang itu pemerintah menaikkan harga BBM apakah dia tidak memperhatikan kesusahan rakyat kecil, apakah pemerintah tidak bisa mengambil solusi lain seperti memangkas uang tunjangan para pejabat, karena bisa bapak perhatikan pejabat-pejabat yang sudah kaya masih ditunjang bensin,telepon,listrik, dll. kalau seperti itu siapa donk yang disubsidi bukan rakyak kecilkan?
karena pejabat itu dibayar dari uang negara, dan negara itu uangnya dari mana..? dari kita-kita (rakyat) yang pada bayar pajak (Pph,Ppn).
Oleh karena itu harusnya pemerintah kalau mau menaikkan harga BBM sebaikknya dipikirkan matang-matang.
Ok itu dulu pak Marsuni kenapa kok waktu itu saya jadi emosi, karena saya lihat kok pak marsuni terlalu memihak ke pemerintah sih. Tapi sekali lagi saya minta maaf atas emosi saya kemaren yang lepas kontrol, karena mungkin di dalam jiwa saya masih ada jiwa rakyat kecil pak.
Ok...mudah-mudahan kita semua selalu diberikan rezki oleh Allah, dan rakyat kecil bisa terlepas dari belenggu kesusahan...Amieennn...
Wasalam
Reza
@Reza,
ga' perlu bilang Bpk, soalnya saya belum menikah nmsh berusia 27.
Thx krn telah mengerti dgn maksud saya..!
mmg di koment no 12 pastilah ada yang tersinggung dengan koment saya, tp saat itu saya hanya emosi aj waktu P.N Jonethan bilang saya yang narrow minded (tp dah clear sama P.N Jonathan, krn saya orangnya ga' nyimpen-nyimpen apa apa kata orang)
jadi sy jelaskan secara bagaimana (bukan niat saya) dan hanya ingin menjelaskan kalau saya itu bagaimana dan bukan seperti yang diperkirakan.
tuk semua, Very Thx....!
Terima kasih akhirnya ketegangan dari beberapa penulis komentar di sini bisa mereda. Saya maklum, karena saya pun menulis tulisan di atas dengan sedikit emosional. Dalam bentuk tulisan saja, kita bisa tegang dan emosional, apalagi orang-orang yang merasakan langsung dampak kenaikan BBM ini. Tentu mereka mengekspresikan dalam bentuk yang buat kita nggak masuk akal dan kita sebut dengan gampang sebagai destruktif atau anarki....
KENAIKAN BBM SEBENARNYA SUDAH TEPAT SASARAN .... MARI KITA DUKUNG.....!!!!
KARENA DENGAN MENAIKKAN BBM PEMERINTAH DAPAT MENURUNKAN ANGKA RAKYAT MISKIN....!!!!
Ada yang punya analisa: Harga BBM Naek, Jumlah rakyat miskin turun..?!
kayak yang dibilang LPEM bahkan sampe 14% kalo. Analisanya sbb :
- Harga bbm naek - tadinya rakyat miskin yang naek bis, sekarang jadi jalan kaki.. trus dijalan ketabrak metromini yg ngebut karena nguber setoran (soalnye bbmnya naek) trus pada mati.. --> RAKYAT MISKIN BERKURANG PEMERINTAH SENANG
- tadinya rakyat miskin makan sehari sekali.. trus jadi makan sekali buat 3 hari ( karena daya belinya turun).. lama2 mati...
--> RAKYAT MISKIN BERKURANG PEMERINTAH BANGGA..
- tadinya rakyat miskin yang pada sakit masih bisa beli obat generik...trus gak bisa beli lagi .. atau tadinya ke puskesmas bisa naik angkot sekarang jalan kaki jadi malah mati di jalan...
--> RAKYAT MISKIN BERKURANG PEMERINTAH KETAWA
- ada rakyat miskin yang jadi stress... mikirin bbm yang naek, saking mikirnya.... ampe lupa makan dan minum....akhirnya mati juga. --> RAKYAT MISKIN BERKURANG PEMERINTAH SENYUM-SENYUM
>- ada rakyat miskin yang kreatif dan berinisiatif.... buat menuhin kebutuhan dia nyolong ayam tetangga.... ketangkep, digebukin massa.....ampe mati juga. --> RAKYAT MISKIN BERKURANG SANG PEMERINTAH YANG AROGAN
kenapa bisa dapet angka 14 %.. karena dari 100 orang miskin itu.. yang mengalami kejadian diatas ada 14 orang maka dapet angka 8+4+2 dibagi 100 kali 100% = 14 %
Demikian analisa ini dibuat secara sederhana, mudah dicerna, anti njlimet kan.....
Jadi kesimpulannya :
Langkah pemerintah naekin bbm sudah cukup tepat.... hanya saja naeknya kurang tinggi. Coba kalo dinaekin tinggi2.... pasti makin cepat lagi pengurangan rakyat miskin di negeri ini. Sehingga yang bisa hidup di negeri ini hanya sipenguasa dan konco-konconya aja.
Semoga pemerintah kita membaca analisa ini.... dan segera saja naekin lagi bbm setinggi-tingginya biar tambah banyak orang jadi maling ayam, dan kalo digebukinnya gak sampe mati kan lumayan tuh bisa makan gratis di penjara ketimbang di rumah mau beli makanan yg semakin naik harganya. karena makanannya diangkut pake transportasi, lha wong bbm naek kok tarif makanan gak boleh naek, memang pemerintahnya gak bisa mikir apa, barang-barang tidak boleh naik sedangkan dia boleh menaikkan BBM.
Tak ada itu subsidi BBM !
Stop Penipuan Massal ini ! Stop Kekerasan Terhadap Mahasiswa ! Berhenti menyengsarakan rakyat wahai pemerintah, ABRI dan Polisi buka hati nuranimu, karena mahasiswa, pedagang kaki lima itu juga bangsamu dan mereka tidak punya senjata jadi jangan anda kasari sebelum pemerintah bisa memberikan lapangan kerja untuk mereka. jadi saya mohon kepada aparat keamanan jangan anda beraninya kepada rakyat yang tak bersenjata (mahasiswa dan pedagang kaki lima) silahkan cari lawan yang sepadan dengan anda, ingat kamu dibiayai oleh rakyat bukan pemerintah. ingat rakyat mempunyai anak yang jadi mahasiswa yang seharusnya kamu jaga dan lindungi.
@ Reza
- tadinya rakyat miskin makan sehari sekali.. trus jadi makan sekali buat 3 hari ( karena daya belinya turun).. lama2 mati...
Ehm,,mow ikutan komentar soal ini,,
Sebenernya,,dari dulu gw sempet mikir yang nggak2 gitu kalau jangan-jangan...
1. Pemerintah skrg ini udah bingung gimana caranya menghapus kemiskinan
2. Karena bingung mereka jd cenderung milih jalur shortcut yaitu dengan mengeliminasi "yang miskin",,(setelah melihat kasus lumpur sidoarjo,,bantuan makanan yg basi,,gas yg meledak,,biaya hidup yg makin tinggi disertai dengan tidak adanya jaminan atas penghargaan thdp tenaga kerja non-profesional)
3. Nyawa orang miskin jadi tidak terasa berharga,,padahal itu kan nyawa,,
Padahal kalau dipikir-pikir ngapain jg memberantas kemiskinan,,kemiskinan itu kan alamiah (menurut saya looh),,
Memang dalam hidup itu ada yg kaya dan ada yg miskin,,yg miskin itu adalah yg punya harta lebih sedikit daripada yg kaya,,itu alamiah kan?
Seharusnya yang diberantas itu adalah "PEMISKINAN",,
Sistem yang bikin orang jadi miskin itu yg diberantas,,bukan kemiskinannya..
Tapi itu cm sangkaan yg enggak2 aja,,mudah2an pemerintah gak bener2 ngelakuin apa yg gw takutin,,
@Advena vee...seperti suatu perusahaan maka demikian juga dengan Indonesia,bila suatu perusahaan mis management maka berantakanlah perusahaannya,seperti itulah Indonesia saat ini...semua semua dipusatkan di jakarta,hasil bumi dari pulau pulau lain dikirim ke Jakarta akhirnya lapangan kerja hanya ada di jakarta dan orang semua berbondong bondong ke jakarta,timbullah kemiskinan didaerah karena tidak ada lapangan kerja disana...seperti sovyet uni dulu semua semua dilempar ke moscow sehingga daerah lain pada miskin hingga timbullah perpecahan sovyet uni karena sebenarnya daerah lain disana(disovyet uni dulu)justru daerah yang kaya akan minyak...itulah gambaran Indonesia saat ini
@ PN Jonathan
Lalu supaya Indonesia keluar dari masalah ini apa? Pecah seperti UniSoviet?
Saya terlalu cinta pada bangsa ini dan saya bener2 gak bisa ngebayangin betapa patah hatinya saya kalau negara ini pecah,,
Bhinneka Tunggal Ika dan Wawasan Nusantara adalah satu2nya hal yang saya banggakan dr bangsa ini,,apalagi kalau lg ngobrol2 sama orang asing,,dan kalau semua itu sampai hancur (....),,hikz,,saya bener2 patah hati,,
yg di ributin kok yg hidup berkecukupan dan yg di bawah garis kemiskinan ...
lalu gimana dg saya yg hidup pas di garis nya ??
@Advena Vee...jalan keluarnya Indonesia dipimpin oleh seorang seperti tokoh Soeharto(system kepimimpinannya aja lho,yang lainnya jangan dikaitkan)jaman Alm Soeharto mana ada beras raskin,Indonesia malah surplus beras(ini salah satu contoh)keamanan lebih terjamin(berapa juta turis masuk Indonesia tanpa ketakutan adanya bom meledak direstaurant seperti di Bali)puskesmas lebih baik terorganisasi,sd inpres etc...etc
@Mas Tommie..yang hidup pas digaris itu malah yang bagus..puas dengan apa yang anda miliki.
Benar menurut saya cara memimpinnya Alm Bpk. Suharto sangat bagus (hanya cara memimpinnya loh ..), karena dia dulu berangkat dari rakyat miskin dari anak seorang petani, jadi Alm mungkin bisa merasakan susahnya orang yang hidup di bawah garis kemiskinan.
contoh. kenaikan BBM Alm tidak menggembar-gemborkan 1 atau 2 bulan sebelumnya, tapi 1 hari sebelum naik baru rakyat diberi tahu, sehingga itu bisa mencegah orang kaya menimbun BBM dan sembako, tidak seperti pemerintah sekarang yang katanya bergelar S3 tapi cara memimpinnya kalah dengan orang yang tidak sarjana, seperti sekarang kenaikan BBM digembar-gemborkan 1-2 sebelumnya sehingga banyak orang-orang kaya menimbun BBM dan sembako, sehingga terjadi kelangkaan BBM dan sembako, inikan yang menyebabkan barang-barang pada meningkat, apakah itu tidak terpikirkan oleh para pemimpin-pemimpin kita yang dipemerintahan yang kebanyakan bergelar S3, kan kalau begitu malu hanya gelar aja yang dibanggakan tapi isinya kosong.
atau kungkian seperti kata Advena Vee bahwasanya :
1. Pemerintah skrg ini udah bingung gimana caranya menghapus kemiskinan/rakyat miskin.
Udah ah capek kalau membicarakan pemerintahan Indonesia, semua tidak ada yang beres....atau munkin ganti semua pemimpin-pemimpinya dari tingkat bawah s/d tingkat atas (seperti kalau di Amerika kan ada Revolusi Industri, di Indonesia revolusi kepemimpinan kali ya ..), soalnya di Indonesia pejabat-pejabatnya tidak ada yang takut hukum sih dan tidak ada yang punya moral malu, jadi dengan gampang dia melakukan korupsi untuk kepentingan dirinya sendiri, karena mereka pada tidak menyadari kalau setelah mereka mati, dia akan mempertanggung jawabkan perbuatan dan rezeki yang dia peroleh.
Tapi saya benci sekali sama Pak Harto,,
Gak apa koq. Biasanya benci sekali itu tiba-tiba or lambat laun jadi jatuh cinta he.. he.. he..
Dulu juga saya benci Soeharto, sekarang benci ke anak-anaknya yg masih hidup mewah dan jarang ber-amal apalagi utk mengembalikan harta bangsa yg pernah dikorup.
Jangan membenci...tapi hargailah orang itu seperti apa adanya..yang baiknya kita ambil yang buruk jangan diikuti...salam