MediaKonsumen
Media Komunikasi & Informasi Konsumen Indonesia

Tarif Parkir Jakarta Mau dibuat Seperti di Singapore
Dikirim tanggal: Senin, 12 Mei 2008

Beberapa saat yang lalu saya membaca berita di media massa elektronik bahwa Gubernur DKI Jakarta akan menaikan tarif parkir seperti harga yang diberlakukan di Singapore, Adapun sebagai rakyat saya ingin memberikan masukan kepada Bapak Pimpinan Daerah YTH yaitu :

1. Bapak Sangat Bijaksana dengan mengambil keputusan tersebut apabila memang sudah berhasil dengan management transportasi Jakarta. Armada Busway saja tidak cukup dan sebagai contoh untuk menempuh jarak dari kota ke kalideres apabila jam sibuk itu bisa memakan waktu 2 jam. Saya kira kebanyakam orang yang ada di jakarta akan menggunakan public transport kalau memang kenyamanan dan keamanannya memang sudah seperti di Singapore.

Karena sistem transportasi itu bukan hanya ada armada busway saja. Pemda juga harus memikirkan setelah dari busway ada kendaraan apa dan selanjutnya baru kita bisa sebut connecting transportation system. Dan Menurut saya, saat ini sih jauh banget dari sebuah system yang bagus.

2. Untuk Orang kaya banget, mungkin harga $10 per jam sih gak masalah, tapi bagi orang menengah yang punya mobil2 standard seperti karimun dll, jelas sangat memberatkan. Statement saya ini pasti bisa disanggah dengan "KALAU GAK PUNYA DUIT GAK USAH BELI MOBIL". Taraf hidup bangsa kita makin lama bukan makin naik tetapi makin turun.

Singkatnya, Mohon dibenahi dulu Keadaan Jakarta. Jangan hanya ingin menaikan tarif parkir sesuai dengan yang diluar negri tetapi tidak berkaca dengan kondisi yang ada di Tanah Air. Kalau sudah punya sistem pelayanan transportasi terpadu yang aman dan nyaman, saya kira semua orang akan beralih ke sistem transportasi apalagi sekarang ini bensin mahal.

Hendri Simanjuntak
Jl. Pinangsia I/25
JAKARTA KOTA


Komentar Anda ?

Saat ini telah ada 8 komentar


  1. Johnny Antonius | Pesan | Jumat, 16 Mei 2008

    naik sepeda deh...sehat...irit...dan bebas polusi...

    jadi mulai sekarang harus bisa bangun lbh pagi biar kl ke kantor gak telat gara2 naik sepeda...hihihi

  2. Halim | Pesan | Jumat, 16 Mei 2008

    naek spd spt yg di kamanyekan purwakarta?

    plg kalau berita kenaikan bbm, pangan dan listrik dah tenggelam... saya rasa itu juga ikut tenggelam... tapi mudah2an tidak. icon_biggrin

  3. Advena Vee | Pesan | Kamis, 05 Juni 2008

    ahahahahaha,,(speechless)

    Kalo parkir 10rb,,berarti uang makan ampe sore tinggal 10rb,,okeee,, icon_lol

    =ratapan mahasiswa kere=

  4. Tommie Draven | Pesan | Kamis, 05 Juni 2008

    mahasiswa kere kok mikirin tarif parkir ???

    kl kere aja bawa mobil gimana yg gak kere ya ??? icon_biggrin

    tp yg pasti harga harus sesuai dg fasilitas

  5. P.N Jonathan | Pesan | Jumat, 06 Juni 2008

    Jaman dulu ada lagu...Sapa suruh datang Jakarta..sapa suruh datang Jakarta icon_lol icon_lol

  6. Advena Vee | Pesan | Minggu, 08 Juni 2008

    @ Tommie Draven

    Gara2 parkir 10rb,,mendadak jadi mahasiswa kere wakakakakakaka icon_lol

  7. RePLaY | Pesan | Jumat, 13 Juni 2008

    walahhhh...kalo dah aman n maju kayak singapore aja baru dinaikin tarif parkir kayak singapore....percuma kl byr mahal parkir mobil eh balik2 dah dibaret la, apanya yg hilang la wah2...masih jauh kali la ya ga sepantar tuh service ama harga kl dinaikin....kl tarif cmn 1000 msh okay haha

  8. Adhi Pradono | Pesan | Minggu, 06 Juli 2008

    Iya orang Singapura punya pendapatan per kapita jauh diatas Indonesia...penduduk sono ya gak masalah kalau tarifnya mahal...emang sepantasnya dan sesuai dengan pelayananya...

    nah di INDONESIA tercinta ini... parkir mobil 2000-5000, motor 1000 perak....

    Rakyat Indonesia sudah sulit makan karena harga2 naik...ditambah pungli parkir liar... bayangkan dalam sehari kita beberapa parkir bisa untuk biaya kita makan sehari..!

    Selamat anda tinggal di negeri makmur dan sejahtera ini!

Anda harus daftar dan login untuk bisa memberi komentar !



Tulisan ini tampil di situs www.MediaKonsumen.com

Pengutipan di tempat lain mohon mencantumkan Media Konsumen sebagai sumbernya