Hari ini tgl 06 mei 2008 tepatnya jam 09.15, ketika saya sedang dirumah tunangan saya di Komp Sinar Kasih Blok A1 Pdk Gede Bekasi saya mendapat telepon yang katanya dari Pihak Debt Collector Bank Danamon mencari nama Ruth Rosallyna. Lalu saya jawab tidak ada karena beliau sedang ada di Dubai. Debt Collector itu kemudian menanyakan tentang Tagihan Bank Danamon dengan nada Arogan dan Kasar, yang memang saya jawab tidak tahu.
Debt Collecotor tersebut yang mengaku bernama Marthin kalau tidak salah juga mengancam akan MENGOBRAK - ABRIK isi rumah, yang seraya membawa nama suku yang sebetulanya notabene sama dengan saya. Memang saya berkata JUJUR SEJUJURNYA bahwasanya saya tidak tahu akan tagihan tersebut.
Dan dengan ini saya minta DENGAN SANGAT HORMAT KEPADA PIHAK KARTU KREDIT BANK DANAMON untuk lebih PROFESIONAL dalam hal tersebut dan juga dalam hal memilih DEBT COLLECTOR, yang dengan sendirinya akan mencorengkan NAMA BAIK DARI PIHAK BANK DANAMON sendiri. Dan untuk Debt Collector tersebut saya akan ambil tindakan yang bukan JALUR HUKUM seperti yang diinginkan dari DEBT COLLECTOR itu karena ini sudah menyangkut kesalamatan saya pribadi.
Mathindas K Koyongian
Jl.dr Gssj Ratulangi no.26 Menteng
Jakarta
Yang jelas kan Debt Collector tidak akan pernah berani datang,paling paling hanya memaki,mengancam dan mengintimidasi lewat telpon.Saya pernah baca komentar di MK ini kalau dimaki maki DC padahal tidak salah ya dibalas jadi dalam hal ini kesampingkan dulu perasaan sopan santun. Saya kira resep komentar teman di MK ini bisa ditiru
Salam.
Gampang itu sih. Bentak aja, suruh dateng ke rumah anda, tanggal sekian, jam sekian. Trus "pasang" aja tukang ojek 5 orang sambil bawa kayu.
Saya pernah begitu soalnya. Toh, dia nggak dateng2..
Ancam balik ajah...
Waktu aku dimaki2 sama DC, saya biarin aja dia memaki sampe puas, setelah dia diam saya bilang "udah slesai maki2nya mas?... mas namanya siapa? Tinggal dimana?..."
Dan diapun kembali memaki
Dan akupun menutup telpon aja.
Capek deeeehh.....