MediaKonsumen
Media Komunikasi & Informasi Konsumen Indonesia

Tempat Parkir di BCA Banjaran
Dikirim tanggal: Jumat, 09 Mei 2008

Saya merupakan nasabah BCA yang sudah cukup lama sekali. Sejak BCA masih kontrak di suatu rumah pinggir jalan, sampai sekarang BCA punya tempat yang luas dan bagus sekali, bisa dibilang ini bank yang terbesar yang ada di Banjaran. Lahan depan BCA merupakan halaman parkir untuk nasabah, lahan itu termasuk milik BCA sendiri, jadi bebas dari parkir jalanan.

Walaupun sekarang BCA menjadi baik dari segi tempat, tapi tidak didukung oleh kenyamanan dan ketertiban para nasabah nya, korban2nya ya termasuk saya sendiri.

Saya adalah pengusaha grosiran mie instant dan permen, usaha saya walaupun grosir tetapi tidak besar, apalagi di jaman yang tambah susah sekarang, banyak sekali saingan dagang yang lebih besar dan lebih murah.. Nah yang menjadi masalah saya adalah, saya hampir setiap hari pergi ke bank untuk setor, transfer, maupun ambil duit.. Dan saya menggunakan sepeda motor, yang sangat saya sesalkan adalah, kenapa lahan parkir yang disediakan oleh BCA tetap saja dimintain uang parkir, padahal itu lepas dari badan jalan lho, dan yang saya tau seharusnya tidak berkewajiban untuk dimintain uang parkir.

Nah mungkin dalam sehari saya bisa pergi ke BCA kira2 2-4 kali, kalau saya suruh orang naik motor, biaya parkir yang harus dibayar adalah 4*Rp.500 = Rp.2000,- setiap hari saya harus keluarkan uang yang tidak berguna untuk dibuang sia2, padahal bagi saya uang 2000 itu sangat berharga sekali... Kalo memang kita parkir di badan jalan, oke lah kita wajib untuk membayar parkir, tapi ini kan kita parkir di lahan nya BCA sendiri.

Sebagai contoh saja di BCA Tegal, kita parkir di basement BCA, otomatis kita bebas parkir, karena masih dalam lahan BCA sendiri.. Ini yang bikin saya heran, kenapa pihak BCA Banjaran tidak tegas dalam menghadapi masalah parkir ini, padahal dulu waktu pertama kali diresmikan, di tembok2 dekat parkir sudah ditulisi bebas parkir, tapi kenyataan nya ga lama setelah itu banyak bermunculan tukang2 parkir.

Yang saya mau tanyakan, apakah kepala cabang / orang dalam BCA juga menikmati uang parkir yang dikumpulkan dari tukang2 parkir ini ( arti kasar nya ada kolusi antara tukang parkir dengan orang dalam BCA ) mohon diperhatikan hal2 semacam ini, sebetulnya bukan cuma saya saja yang mengeluh, tapi banyak orang yang mengeluhkan hal ini, ambil uang di ATM cuman 50.000, sudah bayar parkir 1000.

Mau jadi apa nama BCA yang sudah besar ini kalo tidak tegas dalam menghadapi masalah sepele semacam ini, atau mungkin barang kali ada oknum2 yang ikut menikmati uang parkir ini.

Mohon jadi perhatian BCA pusat, terutama BCA CAPEM ADIWERNA... Terimakasih

Marini Andriani
Jalan Raya Banjaran
Tegal - Adiwerna


Komentar Anda ?

Saat ini telah ada 4 komentar


  1. Erwin MR | Pesan | Sabtu, 04 Oktober 2008

    itu memang menjadi masalah klise pak,di bca jakarta sini,saya tunggu di motor,istri saya kedalam atm (saya tidak parkir di depan atm,tetapi agak jauh) tetap saja dimintai uang parkir.saya melihat anak s.d mau menabung membawa sepeda kayuh pun di mintai uang parkir.kasihan bca,ngakunya bank besar,tapi menyewa satpam/petugas keamanan bebas-bayar untuk parkir/keamanan kendaraan saja tidak mampu..ck..ck..apa kata dunia??

  2. Hengkyhendra | Pesan | Senin, 10 November 2008

    Apa yg ibu keluhkan mengenai masalah parkir di BCA banjaran,terjadi juga di BCA slawi,BPD slawi,BPD banjaran,DANAMON banjaran,BRI banjaran,semua tukang parkirnya sama saja semua,pdhl kita parkir cuma beda jam aja,tukang parkirnya gak mau tau,tetap aja ditarik uang parkir.mohon lebih ditertibkan/mendapat perhatian dr pihak yang berwenang.salam.

  3. rosdiana | Pesan | Rabu, 19 November 2008

    wah maaf, dari dulu saya tidak percaya bank yang satu ini.dah customer service yang judes plus service yang tidak memuaskan customer, BCA nama aja yang digedein! icon_redface

  4. Ilman | Pesan | Rabu, 19 November 2008

    Rakuss banget...tuh BCA icon_eek

    Mau duit banyak kaliii...jadi ada cadangan buat krisis icon_mad

Anda harus daftar dan login untuk bisa memberi komentar !



Tulisan ini tampil di situs www.MediaKonsumen.com

Pengutipan di tempat lain mohon mencantumkan Media Konsumen sebagai sumbernya