Kami selaku orang tua merasa prihatin dg tayangan2 sinetron di media elektronik tentang film anak sekolahan (di bawah umur/SMP) dg acting kebencian dan percintaan, apakah itu mendidik or mempengaruhi mental anak tsb.
Kami mohon pada badan sensor untuk meninjau hal itu... trima kasih.
Dwi W
Jl. Kacapiring
Jember
Bukan memprihatinkan lagi tapi ngeliatnya juga jijik itu sinetron nora di Indonesia
Hal seperti ini terjadi sejak produser sinetron itu dikuasai oleh keluarga PUNJABI CS yang disambut hangat oleh stasiun2 teve swasta kita yang mata duitan. Di negeri leluhurnya (India) juga seperti itu, bahkan banyak tayangan yang lebih "JOROK", tapi budaya mereka memang seperti itu, termasuk horor-horor kampungan (disana juga banyak diprotes oleh komunitas Islam dan Kristen). Celakanya masyarakat kita sudah dibutakan dan gandrung sekali dengan film-film India.
Nah untuk membangun kembali "MENTAL" pemirsa teve kita perlu ada gerakan nasional mengembalikan budaya luhur bangsa dalam tayangan teve.
Betuuul Pak Jon & John, sinetron sekarang ibarat lukisan ga' ada seninya sama sekali...! yang anehnya lagi acara-acara yang aneh seperti soulmate2nya indosiar, sinetron2nya indosiar ko' banyak yang nonton ya...!
Saya (didunia Film) lebih jijik lagi sama Riri Riza (saya ga terlalu kenal mananya), yang mau menghilangkan lembaga sensor. lembaga sensor yang masih ada aj, sinetron2 sdh ga jelas arahnya. dasar RIRI RIZA kampungan..! kalo mau bebas, sonooo ke amerika sekalian bikin film porno (di sanakan bebas n legal) lako perlu RIRI RIZA sekalian jadi bintang pornonya biar PUAS PUAS PUAS...! 1000x
Pantes aj banyak orangf indonesia suka nonton acara2 yang ga jelas.. wong Orang kaya RIRI RIZA aj ga punya morallllll!
Sekali lagi, DASARRRR RIRI RIZA GUOBLOKKKK! GENDENG, IDIOT, KO BISA JADI PUBLIK FIGUR YAAAA! OOOOOO..YANG NONTON FILMNYA JUGA ORANG2 SEJENIS DIA...! JADI WAJAR AZAAAAAA...!
SAMPAI MATIPUN SAYA GA AKAN NONTON FILM-FILMNYA RIRI RIZA.
Oia, waktu itu saya geregetan dia (RIRI RIZA yang Guoblokkk) berdebat dengan Pak Menpora (mengenai DEWI PERSIK si Gatel Itu) Saya jadi kasihan liat Pak menpora, n malah mau menangis. karena yang berdebat dengan Dia Orang yang dikenal baik Oleh masyarakat. (ternyata RIRI RIZA MONYET). Sory pembaca media konsumen, Saya Esmosi bangetnih...! soalnya disinilah saya bisa menumpahkan unek2 saya
Membaca komentar komentar diatas saya jadi ingin nonton Sinetron, habis selama ini kalau sudah ada acara Sinetron TV saya matikan
salam.
Hm.... GITU AJA KOK REPOT!!! (mencuplik kata-kata Bapak Bangsa....)
Ya gak usah ditonton!!!
Kalo Rating turun drastis kan berhenti sendiri...
Kalo FILM-nya gak laku ya gak bikin lagi...
Justru maraknya SINETRON dan FILM MIRING menunjukan SELERA MASYARAKAT kita yang mendambakan hal itu.
Menurut saya yang perlu dibenahi itu justru MASYARAKAT kita sendiri.
Dunia Entertain kan dunia bisnis.. Mana yang laku ya itu yang dijual. Mereka cuma cari duit (bukannya belain lho... Tetapi mencoba Obyektif aja). Kalo DAGANGAN mereka gak laku ya mereka gulung tikar atau ganti produk.
HIDUPLAH INDONESIA RAYA.....
Memang sangat meresahkan, tidak mendidik dan mengganggu acara2 lain yang lebih berguna Contoh : acara olah raga, Sepak bola dsb. Karena pada waktu saya nonton acara tersebut pasti diganti sinetron ama anggota keluarga yang lain, padahal acara2 olah raga kan sangat berguna agar kita lebih mencintainya dan memajukan Indonesia dibidang Olah raga khususnya sepak bola. Kapan Indonesia mau masuk Piala Dunia kalau remaja sekarang hanya bisa nonton sinetron yang sangat jelek sekali dan menjijikan.
itu sinetron makin banyak seeprti itu ya gara2nya karena banyak yg menontonnya... so semua terserah yg nonton ?
Ya ga usah nonton. Matikan aja tv. Beres.
Ingat anak kecil itu belajar dari meniru. Kalau yang ditiru ga beres, mau jadi apa anakmu ?
memang sih kalau bisa dengan dimatikan masalah sudah selesai ga pp, tapikan kita tidak bisa secara terus-terusan untuk mengontrol anak menonton tv, namun lembaga-lembaga terkaitlah yang harus bertindak..!
memang memang susah dan susah sekali. mungkin jika sinetron laris, iklan jadi banyak dan kemudian pajak yang asuk kekantong pemerintah ya lumayanlah...!
jadi setali tiga uang
yang bilang ga suka sinetron dah banyak, tapi kq masih laku dan terus diputer ya. malah ada yang dianggap ratingnya tinggi
sinetron = acara bodoh yang dibuat orang bodoh untuk membuat yang nonton makin bodoh
Sinetron di Indo ? Dah berapa banyak yah yg maen nyontek script dari film luar negeri
hihih liat komentar Pak Aldo jadi inget omongan ponakan saya yg masih sd, saat kita bicara banyak program tv kita adalah contekan dr program tv luar negeri tuh ponakan saya denger, terus nyeletuk "Om, kalo gak ada luar negeri, tv indonesia gak bisa bikin apa2 dong ?"
@Marsuni
"tapikan kita tidak bisa secara terus-terusan untuk mengontrol anak menonton tv, namun lembaga-lembaga terkaitlah yang harus bertindak..!"
saya setuju dengan anda komentar anda yang diatas, dan saya ingin meluruskan sedikit mengenai apakah hanya dengan mematikan tv berarti anak2 kita akan bebas dari acara tersebut? TENTU TIDAK!!!
klo tv dirumah dimatiin ya mereka nonton dirumah teman atau tetangga mungkin!
sekarang acara sinetron gk hanya malam, tapi siang bahkan pagi hari!
jadi masih efektifkah tindakan mematikan tv?
heyyyyy !!! atau mungkin anda rela membuntuti kemana pun anak anda pergi?
ini harus ada tindak tegas dari para orang tua!karena kalau hanya mengandalkan pemerintah mah..wassalam deh!