MediaKonsumen
Media Komunikasi & Informasi Konsumen Indonesia

Terjerat Bunga KPR Bank Niaga
Dikirim tanggal: Selasa, 10 Oktober 2006

Jangan terkecoh iklan kredit pemilikan rumah (KPR) yang menjanjikan bunga rendah dan kemudahan-kemudahan lain. Saya telah menjadi korban dan harus berhati-hati memilih bank karena sekali terperangkap, susah untuk keluar dari jeratan perjanjian kredit.

Bermula ketika saya mengambil KPR atas nama istri dengan perjanjian kredit (No 068/PK/ 080/2/II/2005). Setelah melalui analisis kredit, diputuskan tingkat bunga 12,25 persen (floating) dan akan ditinjau setiap tahun.

Malapetaka muncul saat tahun kedua, Bank Niaga secara sepihak menaikkan bunga menjadi 17 persen, yang berakibat pada besar angsuran naik lebih dari satu juta rupiah, yang tentunya memberatkan. Berbagai upaya sudah dilakukan untuk menghubungi customer service, tetapi selalu mengelak dan sulit untuk ditemui.

Akhirnya mereka menyuruh membuat surat keberatan dan alasannya ditujukan kepada Customer Care u.p Ibu Menik (tanggal 17 Juni 2006). Tanggal 7 Juli 2006 surat saya dijawab dengan surat (No 1975/ASS/C&A/ PAL/ VII/06). Bank Niaga menjawab dengan alasan kondisi pasar.

Seharusnya Bank Niaga berusaha mencarikan solusi atas masalah yang dihadapi nasabah, bukan membebankan seluruh risiko kepada nasabah. Dalam situasi ekonomi seperti saat ini, tentu sangat memberatkan.

Krisnawan
Jalan Maleo Blok JC-7 No 34
Bintaro - Tangerang


Sumber : Harian Kompas


Komentar Anda ?

Saat ini telah ada 91 komentar


  1. budi | Sabtu, 11 November 2006

    Memang benar saya juga mengalami hal yang sama di Bank Lippo. Jika menanyakan bunga KPR selalu diputar2 tidak jelas.Kalo di Bank Lippo dari 11% jadi 17% pada tahun kedua.Jadi merasa berat dan tertipu sekali.

  2. Gumanti | Senin, 27 November 2006

    Itu semua bahasa marketing, umumnya orang banyak tertarik dng iklan "Bunga Rendah" atau "KREDIT MURAH". Alangkah baiknya kalau bisa mencapai kesepakatan untuk mendapatkan besaran interest fixed dalam jangka waktu tertentu. Jadi jelas utk masing2 pihak. Jika setuju dng bunga mengambang, yah kudu siap dengan resiko kenarikan interest rate-nya. Ini mesti dipertimbangkan sebelum persetujuan kredit.

  3. darmins usman | Senin, 27 November 2006

    saya setuju sdr krisnawan, sebagai debitur bank niaga, dari bunga 12.25% naik menjadi 17%, yang lebih tragis bagi saya angsuran harus sesuai dengan tanggal akad kredit, kalau terlambat 1-2 hari denda berlaku harian 0.3% dari angsuran, jika ingin pelunasan dipinalti 3% dari outstanding. Ah... semua serba pinalti dan denda. WASPADALAH iklan BANK NIAGA

  4. Budi Wibawanto | Rabu, 29 November 2006

    Saya adalah salah satu pengguna fasilitas KPR BAnk niaga, yang mulai januari 2007 akan emasuki tahun ke dua. Saya pikir bank niaga harus lebih transparan dalam menginformasikan tentang kenaikan suku bunga dengan disertai alasan-alasannya. Jika alasan yang dikemukakan rasional, saya kira orang akan bisa menerima. Tetapi menurut informasi dari teman-teman, bank niaga selalu lambat dalam menginformasikan tentang penurunan tingkat suku bunga, tetapi tidak pernah lupa atau selalu vepat dalam kenaikan suku bunga. Hal ini harus lebih diperhatikan oleh Bank Niaga!

  5. D.Gultom | Kamis, 30 November 2006

    Saya ikut KPR Graha Mandiri Angsuran berjenjang yang sudah masuk tahun ke-2. Menurut perjanjian kredit KPR jenis ini adalah program khusus dan angsurannya merupakan kenaikan berjenjang, besarnya flat pertahun selama tiga tahun(tidak floating).Angsuran akan normal (floating)seperti KPR biasa masuk tahun ke-4. Besarnya angsuran perbulan selama 3tahun sudah tercantum di SPPK. Tapi 6 bulan terakhir ini saya dikirim surat oleh collector mandiri katanya angsuran saya naik dan karena saya tetap bayar angsuran sesuai perjanjian kredit, katanya saya kena denda dan bunga keterlambatan dan nunggaklah katanya lagi, padahal saya tiap bulan on time ngangsur. Sampai saat ini complain saya sudah berbulan-bulan belum jelas dari pihak mandiri. Dan mereka sepertinya gak mau tahu dan menyerahkan sepenuhnya ke deft collectornya,dan saya juga tetap angsur sesuai nilai yg di SPPK (siapa takut)

    Saya mohon kepada bank mandiri,sebagai bank yang besar dan berbau pemerintah cepat selesaikan masalah ini. Apakah KPR Graha Mandiri Angsuran Berjenjang yang baru di create thn 2005 tsb produk gagal karena pihak bank merasa rugi SBI naiki terus? Profesional dan tanggung jawab dong dengan produk yang ditawarkan ke konsumen! Jangan merugikan konsumen,apalagi saya ini pegawai swasta/orang kecil yang gak mampu beli rumah cash.

  6. Wiyarto | Kamis, 08 Maret 2007

    Namanya aja bank (Rentenir yg berbadan usaha)yah siap siap aja dapat bunga yg banyak......kata rente....diambil dari rantai(saling bertautan/ikat mengikat....nir dari bahaasa belanda menir atau tuan.

    Jadi yg namanya berurusan dng bank adalah belenggu yg akan mengikat erat kebebasan kita.

    Hati2 berurusan kredit dng bank,tidak beda berurusan dengan rentenir berdasi(punya piaraan yg namanya deb colector)

  7. Kusdorotanti | Sabtu, 07 April 2007

    Setelah membaca komentar2 disini, saya jadi ragu hendak meminjam uang dari bank untuk membeli rumah. Apakah ada bank yang "baik hati" untuk urusan KPR??

  8. Eko Prasetyo | Rabu, 11 April 2007

    bebaskeun ajalah saya mah...

  9. Arief Setiawan | Jumat, 13 April 2007

    waduh bingung juga ya tapi saya mah bebaskeun. Hidup Persib!!!!! Maung Bandung!!!!!

  10. oppie | Sabtu, 14 April 2007

    Yang belum terjerat rentenir bertitle bank...Hati-hatiiii, mereka awalnya aja manis dengan bujuk rayunya, lama-lama bagai monster yang siap menerkam icon_evil

  11. p.n jonathan | Sabtu, 14 April 2007

    Yang jelas bukan bank Niaga saja tapi hampir seluruh bank akan membebankan bunga bila anda mengambil kredit pada mereka,memang mulanya rendah tapi pada akhirnya akan tinggi juga...yang sangat disayangkan dari pihak bank dalam hal ini mereka tidak bisa menjelaskan dengan sejelas jelasnya mengapa bunga itu naik,dan mereka hanya bilang karena kondisi pasar,seharusnya pihak bank mempunyai pegawai yang proffesinal dalam menghadapi customer loan karena tidak semua customer itu mau atau bisa menerima alasan yang tidak proffesional tersebut

  12. Maya | Minggu, 15 April 2007

    Saya sedang mencari informasi mengenai KPR, namun setelah saya baca komentar2 seperti ini, saya jadi ragu. Trs gimana ya cara menentukan Bank yang paling bener dalam urusan KPR.... icon_confused

  13. Maharlikha | Rabu, 18 April 2007

    Apakah media komunikasi ini juga dibaca oleh para bank yang bersangkutan, asya belum lihat tanggapan mereka

  14. Nugi | Sabtu, 21 April 2007

    Mungkin bisa sharing, buat yang mau mengambil KPR, karena menyangkut kewajiban kita dalam jangka panjang, yang pertama kita mesti tanya adalah bunga pinjaman itu sendiri, karena rata-rata hampir semua bank saat ini menerapkan bunga yang rendah tetapi hanya untuk tahun pertama, sesudah itu apabila kita tidak tanyakan akan mengalami peningkatan yang tinggi, caranya mungkin kita tanyakan tingkat suku bunga berjalan, disamping lainnya antara lain mengenai asuransi, propisi ada tidaknya penalty apabila mau dipercepat.... sekali lagi kita mesti teliti.

  15. adril | Jumat, 27 April 2007

    Saya orang awam yg juga ambil KPR via Bank Niaga th. 2005 selama 15 th. Th. 1 bunganya flat 12% dgn cicilan 1.7jt. Th. 2 bunga naik jadi 16.4% dgn cicilan 2.1jt tanpa permisi. Sampai sekarang bunganya belum juga turun padahal SBI sudah lama turun jauh. Udah gitu saya baru sadar ternyata mereka ambil bunga keseluruhannya dimuka (bayangkan perbulan utk bunga saja kena 1.8jt, sisanya cuma 300rb pokok hutangnya). Jadi andaikan saya mau melunasi hutang saya semuanya sekarang, mereka sudah mereguk keuntungan yang sangat besar (kira2 40jt) + kena pinalti pula. Waduh geram sekali hati ini, au ah gelap bisa sakit jiwa kalo dipikirin terus. Live goes on...

  16. Adri | Rabu, 09 Mei 2007

    Berarti kalo bunga-nya dah naik gak bakal turun-turun dong??? Waduh .. repot neh! icon_eek

  17. rama | Jumat, 18 Mei 2007

    saya juga lagi memilih2 bank untuk mengajukan KPR, dari teman2 ada tips nggak atau punya pengalaman bank untuk pengajuan KPR yang bagus.. bagaimana dengan Bank BTN ?

    Terima kasih

  18. Pops | Kamis, 24 Mei 2007

    mengenai pinalti kalo kita membayar pokok (lunas sebagian), persentasenyase itu diambil dari mana siy?

    dari closing balance pokoknya?

    terus kalo kita berulang kali melakukan itu, artinya pinaltinya juga akan berulang dong?

    gimana niy?

  19. KPR | Rabu, 06 Juni 2007

    Yang namanya Angsuran Kredit pasti sistem perhitungannya pakai Anuitas dimana pada tahun2 pertama dari total angsuran Alokasi bunganya lebih besar dari pada pokok, tapi setelah melewati 1/2 masa angsuran baru nilai angsuran pokoknya akan lebih besar dari pada bunga. icon_eek

    Mengenai pilihan KPR bank biar bagaimanapun Bank BTN lebih berpengalaman dan lebih mengerti pada nasabah KPR. Karena Bank2 yang sekarang mengeluarkan produk KPR mereka ikut2an tapi belum berpengalaman dalam mengelola KPR. icon_lol

    Pengalaman saya di BTN justru tanpa perlunasan dipercepat, tanpa saya ketahui ternyata KPR saya sudah Lunas sebelum waktunya. Padahal seharusnya masih kurang 1,5 th. lagi.. icon_wink icon_wink sekesar berbagi pengalman.. icon_biggrin

  20. KPR | Rabu, 06 Juni 2007

    Jadi sebaiknya Sdr/Sdr Rama lebih memilih BTN, walaupun saat ini sepertinya bunganya lebih besar. tapi lebih realatif stabil dan lebih aman.. Bukan promsi lho.. icon_biggrin

  21. Yuli | Senin, 18 Juni 2007

    Belum pada tau KPR Bank Muamalat Indonesia yach? coba cari tau dah, angsuran dan jangka waktunya ga bakalan berubah2 sesuai perjanjian kreditnya. icon_wink

  22. Addy | Selasa, 19 Juni 2007

    wah, padahal tadi udah mo liat rumah ni. Jadi ngeri jg.... Hutang ko sampe 15 taun. icon_eek

  23. novi | Selasa, 19 Juni 2007

    Tadinya saya mau ambil rumah KPR... ,tapi pass baca komentar kalian saya jagi binggung icon_eek ,takut kelilit utang habis cicilannya besar...maklum pengen punya rumah kok susah amat ya...dipikir..ambil bank niaga,takut bunganya tambah tinggi...Gimana donk...ngeri juga nich.. icon_confused

    Gimana ya...ambil KPR nga..jadi tambah binggung nich icon_eek

  24. linda | Jumat, 22 Juni 2007

    gimana mau punya rumah kalo hari gini pake uang cash ??? padahal saya baru mau coba2 beli rumah melalui bank, tapi jadi malah takut ya... icon_frown

  25. sulistyo | Jumat, 22 Juni 2007

    setahu saya tahun 2006 merupakan puncaknya bunga kpr, karena itulah yg saya alami. saya ambil kpr di niaga saat itu dengan bunga sekitar 16%. setelah setahun lewat alhamdulillah ada rejeki saya melakukan pelunasan sebagian (ngebom) trus potong jangka waktu dari 15 th tinggal 5 th. dan di tahun 2007 bunga kpr juga ikut turun kok sekitar, meskipun lebih tinggi dibandingkan dengan yg baru ambil di tahun yg sama. memang itulah resiko bank konvensional, bunga itu relatif (bisa naik turun). kalo yg mau ambil syariah tidak akan menemukan istilah bunga, hanya saja perjanjian yg pembayarannya bersifat flat. syariah bisa dibilang rugi bila bunga konvensional lebih rendah, namun akan dibilang untung jika bunga konvensional naik tinggi. ya itu terserah anda mau pilih yg mana. kemarin rencanaya mau ambil yg syariah tapi ternyata blm ada bank syariah di tempat saya yg menyediakan kpr

  26. tirta | Senin, 25 Juni 2007

    waduh...saya sekarang lagi ngambil KPR di Bank Niaga baru sekitar 7 bulan....kejadian kayak gitu nggak ya? Gimana Bank Niaga ini? Semua mesti Terbuka, Transparan.....kalau tidak nanti ditinggal konsumen. Hati-Hati!!!!!!!!!!!!

  27. Dara | Senin, 25 Juni 2007

    Mana nih komentar dari Bank Niaga kok nggak ada ? soalnya saya juga baru mau akan realisasi Kredit Rumah di Niaga...takut juga nih kalo tiba2 tahun depan bunganya melambung.Soalnya aku take over kredit..dulu sih fix .Jadi pindah enggak ya ?

  28. KPR | Rabu, 27 Juni 2007

    jangan..jangan ambil Niaga.. coba Fix & Cup nya BCA.. jalan terakhir paling aman hanya pakai BTN.. dah dijaman dah pasti aman..

  29. lisa | Kamis, 28 Juni 2007

    saya jg pnya rencana kpr, tapi banknya tidak terkenal spt niaga ato mandiri.setelah melihat komentar para pengguna kpr saya jadi berpikir 2x.suku bunga yg langsung tinggi di tahun kedua tetap terjadi di bank2 yg punya nama, bgm dengan bank yg rencananya saya ambil? pernah dengar bank index selindo?

  30. lisa | Kamis, 28 Juni 2007

    gimana caranya pake kpr bca sedangkan developernya sdh kerjasama dgn bank tertentu?pastinya mereka bakal mengacu ke bank pilihan mereka sendiri.saya cukup tertarik dgn program yg ditawarkan bca(Fix & Cup).kalo pake kpr bca apakah kemungkinannya lebih sulit mengingat bca adalah bank yang cukup besar dan bonafit.

  31. Adrian Korompis | Senin, 02 Juli 2007

    Kalau mau ambil kpr dari BCA coba dipikir-pikir lagi deh (1000x), saya sudah trauma dengan BCA apalagi BCA bank besar, mereka tidak perlu duit dan kastemer lagi istilahnya, "take it or leave it" kalau orang bule bilang. Kalau saya anjurkan lebih baik "leave it", sekali kita "take" masuklah kita ke "perangkap Batman". Saya setuju dengan rekan-rekan untuk mencoba BTN, banyak info bagus saya dengar dari teman-teman pengusaha. icon_lol

  32. ino | Selasa, 03 Juli 2007

    waduh seneng banget deh buka web ini,...pas banget buat saya untuk belajar mengambil keputusan....dari pengalaman rekan semua....mengingat saya jg punya niatan ikutan KPR,...lalu bagaimana yah dengan Bank Syariah..(yg mengatas namakan Syariah) apakah mereka konsekuen dengan prinsip syariahnya.? shg kita sebagai konsumen tdk ragu-2...minta sharing pengalamannya yah bagi rekan yg sudah ambil KPR di Bank Syariah..thx icon_biggrin

  33. NIEL | Rabu, 04 Juli 2007

    aduh jadi takut nih,tdnya saya berniat ambil rumah...jd yg enak bank mana ya..Bank Syariah utk kpr ada bunga ga sih..maklum saya wong deso rada gaptek mslah kpr...mohon bantuannya ya...trims...

    icon_wink

  34. Doni | Senin, 09 Juli 2007

    Senang, kalo ada info yg bisa dishare dan terutama ada yg mau berbagi pengalaman..Saya juga mengalami hal yg sama dng bank niaga.. setiap bulan kena potongan yg lumayan besar, tapi cuma bayar gak sampe 1/3nya tuk bayar pokoknya.pernah ada pengalaman tuk transfer KPR gak? kira2 bank mana yg mau dan bagus??

    wah ternyata menik cukup ngetop juga yah..berapa kali coba gak berhasil2 juga call dia.

    trus yg dah pernah melakukan pelunasan sebagian, besar gak kena pinaltinya...sedih deh daku...

  35. Iwank | Selasa, 10 Juli 2007

    Wah...rencana saya mo ambil KPR bulan depan ke Niaga, tp dgn pengalaman teman2 jadi takut, Niaga hrs profesional dgn jawab komentar2 ini..harus ada tindakan pemerintah Bank Indonesia utk merspon kesulitan masyarakat dgn memberikan jaminan kenyamanan masyarakat di bank swasta,,rencana pake BTN, tp bungan BTN berapa ya?

  36. mamank | Kamis, 12 Juli 2007

    Toloooooooong bantu kredit rumah..... Syariah Mandiri ok kagag? PLease

  37. Ade Agustine | Jumat, 13 Juli 2007

    Setelah baca pengelaman yang lainnya, saya jadi bersyukur mengambil KPR di BTN Syari'ah. udah mau setahun nyicil disana dan Alhamdulillah ngga ada masalah.

    Waktu pertama ngambil KPR saya sempat mengajukan ke Mandiri dan Ditolak, ke Niaga juga ditolak. Sempat stress juga karena belum dapat Bank yang mau ngasih kreditan. Syukur di BTN syari'ah di ACC, memang kalau dihitung besar total angsuran hampir sama dengan konvensional,pikiran saya yang penting setiap bulannya saya nyicilnya tetap sampai 10 tahun kedepan. Kalau floating saya tidak akan bisa tidur nyenyak karena harus berpikir kira-kira bulan ini suku bunga bank naik kagag yach... icon_biggrin

  38. arie | Senin, 16 Juli 2007

    Waduhhhhhh icon_confused jadi bingung Pusing booooooooooooo

    Masa sich Bank Niaga sebegitu kejamnya sama nasabahnya

    Padahal aku lagi ngajuin kredit KPR di bank niaga katanya sich lagi di proses tadinya kita sedih kok belum dapat kabar dari bank niaga tapi sekarang lebih icon_frown sedih lagi gimana kalau sudah disetujui dan tau2 bunga melonjak tinggi... ampun susahnya mau punya rumah...... andai punya uang cash kan gak perlu repot dan takut bunga bank... icon_smile

    O ya ada yang tau KPR Bank Danamon katanya lagi ada promo bunga tetap 11.5% bener gak ya tapi cuma sampai bulan agustus doang icon_cool

  39. Nasabah | Kamis, 19 Juli 2007

    Saya nasabah KPR bank Niaga sejak 2005. Tahun pertama, bunga 12.5%, dengan cicilan 1.4. Tahun Kedua, bunga naik jadi 17%, dengan cicilan 1.4jt. Tahun ketiga, bunga turun jadi sekitar 14%, saya kurang ingat, yang pasti cicilan turun jadi 1.6jt.

    Saya coba hubungi After sales service yang ada di Gajah Mada, telepon sibuk terus. akhirnya saya datangi langsung. Disana langsung ngobrol sama customer servicenya, dia berjanji akan coba ajukan penurunan bunga.

    Selang berapa lama, datang surat ke rumah menginformasikan bahwa bunga saya diturunkan jadi 11.9%

    Jadi intinya, bunga KPR sangat bergantung pada kondisi pasar. saat SBI sedang rendah seperti ini, adalah waktu yang pas untuk konsumen mengajukan penurunan suku bunga KPRnya.

    bagi kawan2 yg jadi takut ambil KPR gara2 pengalaman teman2 disini, jangan takut... engga semua bank busuk icon_lol jika ada masalah, coba aja datang langsung, omongin... dibalik kesan angkuh, bank juga isinya manusia kok... saya yakin, kalau kita benar dan jujur, pasti dilindungi yg kuasa icon_smile

  40. mantap | Minggu, 22 Juli 2007

    Informasi kawan kawan di sini bagus juga. Jadi BTN yang ok ya. Bank emang gitu. Coba bank bank.. dengerin dong nasabah. Bank seperti BCA emang udah untung besar sih. Setahun lebih dari 500 milyar untungnya aja tuh. icon_eek

  41. Panin Slave | Minggu, 22 Juli 2007

    Apakah mungkin bank menurunkan bunga KPRnya? Ada. icon_smile

    Saya ambil KPR Panin sejak 2004. Tahun ini saja sudah 2 kali bunganya DITURUNKAN (ya saudara2, turun!) krn menyesuaikan dgn kondisi pasar. Bulan ini kalo gak salah jadi tinggal +/-12%, sebelumnya 12-14%. Mungkin takut konsumennya kabur ke bank lain kale.

  42. oneckdea | Senin, 23 Juli 2007

    Dear all,

    Saran Saya mendingan ngajuin KPR di Bank Syariah.

    ada referensi bagus buat semuanya di:

    http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=194741&kat_id=152&kat_id1=&kat_id2=

    Setelah baca artikel di atas tentunya temen2 masih sedikit bingung. Loh.. trus dari mana Bank Syariah bisa bertahan(Mendapatkan Untung) dengan sistem tanpa bunga???

    Nah itu dia seperti yg telah dijelaskan di artikel tsb Bank Syariah menggunakan pola murabahah (jual-beli).

    Contohnya sbb:

    Harga rumah dari developer 150 Jt. Bank Syariah akan langsung membeli rumah dari developer tersebut secara tunai kemudian dijual lagi ke kita yg akan mengajukan KPR tentunya dengan harga yg berbeda. Dijual ke kita dengan harga 170 jt(Sistemnya Jual Beli). Masa' Ia Bank Syariah mau Jual 140 atau sama 150 Jt(walaupun sangat memungkinkan Bank bisa menjual dengan harga yg sama, untuk kasus Bank Syariah memborong rumah 1 Blok sehingga mendaptkan harga diskon. Jadi dari selisih harga diskon itulah dia mengambil keuntungan. Tapi kayaknya blom ada deh icon_smile . Ada yg punya relasi di Bank Syariah atau karyawan Bank Syariah(Mohon Ditambahkan).

    Nah kita tinggal angsur tuh pinjaman ke Bank Syariahnya selama berapa tahun sesuai dengan kemampuan membayar.

    Keuntunganya:

    Kita gak perlu repot mikirin Bunya KPR yg naik turun trus akibatnya kita marah marah sendiri, trus orang disekitar kita ikut dimarahin, trus energi negatif banyak bermunculan trus tekanan darah tinggi turus banyak deh penyakit lain yg timbul terutama penyakit hati hihihi ;))

    Cara yg paling cerdas adalah:

    -Coba ngajuin KPR untuk 2 Bank sekaligus 1 Bank Konvensional dan 1 nya Bank Syairah.

    -Bandingkan, yakin deh kayaknya bakalan untungan gunain Bank Syariah ... gak pake acara sport jantung and marap marah ... icon_lol

  43. Mokhamad Aris | Senin, 23 Juli 2007

    Please dong kirim komen mengenai KPR BTN, bulan depan aku mau ngajuin ke Bank Niaga, tapi kok jadi takut ya liat hal ini, please....

  44. didot kasep | Selasa, 24 Juli 2007

    Langsung aja di baca

    http://www.btn.co.id/produk.asp?action=showsubcat&subcat=4&intProductID=19

    ato yg ini

    http://www.syariahmandiri.co.id/produkdanjasa/pembiayaan/PKPA.php

    Semoga membantu.

  45. agus sentosa | Selasa, 24 Juli 2007

    BTN, yep saya juga gunain KPR BTN and bener emang lebih nyaman sih pertama approval (kalo rame-rame) cepet seinget saya gitu DP selesai dicicil sekitar dua minggu udah tanda tangan dan serahin kunci. Kemudian ada fasiltas oto debet untuk pembayaran KPR dari Batara namun jatuh temponya setiap bulan adalah akhir bulan jadi lumayan waktu jatuh tempo lama juga. kemudian teman saya begitu dia di PHK kemudian menunjukan surat perhentian kerja oleh BTN dimaklumi dan bisa di perpanjang selama masa nganggur tsb teman saya tidak perlu membayar (namun dengan niat baik ya) ketiga kata temen2 meski udah nunggak 3 bulan rumah ga didatengin terus ditulis "DALAM PENGAWASAN" paling mereka akan telepon kita terus apabila memang lagi ga ada kesanggupan (misalnya PHK) disuruh dateng ke Bank.

    kerugian:

    Bunganya lebih tinggi biasanya

    kalo telat bayar, jumlah pembayaran denda baru ketauan dua bulan ke depan

    semua kalo rame-rame ya (serombongan) minta KPR nya misal satu blok atau satu pengembang kalo minta KPR seorangan ... belon ada pengalaman kali ada yang bisa sharing

  46. eko | Selasa, 24 Juli 2007

    iya pakai syariah, apapun banknya insyaAllah flat ngga pusing mikirin floating bunga

    dijamin kok

  47. Jamil | Rabu, 25 Juli 2007

    Untuk teman-teman yg pro pada KPR-Syariah,

    Apakah bunganya atau "bagi-hasil"-nya atau "margin"-nya KPR-Syariah tidak kelewat tinggi ?.

  48. nona | Minggu, 29 Juli 2007

    waaahh...membaca para komentator diatas koq saya jadi ragu yach ambil kpr di bank niaga,,,kira2 ada bank yang lebih dari sekedar aman ga' yach... icon_confused

  49. Pras | Selasa, 31 Juli 2007

    Wah.. thanks berat nih infonya.. saya juga lagi cari KPR.. ternyata semuanya lebih rumit dari perkiraan saya semula.. mo bli rumah aja susahnya minta ampun :((

    jadi bingung.. padahal dah booking...

  50. MEDI | Rabu, 01 Agustus 2007

    Kalo saya mo pinjem uang buat tambahan biaya bangun rumah enaknya pinjem kemana ya? tadinya mo coba bank niaga or Griya BNI? tapi denger niaga kayak gitu jadi takut neh.. Untuk Griya BNI ada yg udah prnah ambil ga?mohhon infonya and apa teman2 ada yang tau bank lain yang bisa bantu?? Tks icon_rolleyes

  51. Yandi | Senin, 06 Agustus 2007

    Hampir semua bank menerapkan suka bunga yang rendah 1 atau 3 tahun pertama, dan selanjutnya akan mengikuti pasar. tapi ada juga bank yang menerapkan suku bunga yang flat sampai akhir kredit. tapi mereka mematok suku bungan 15 atau 16 %. artinya sama aja .

    Biasanya pihak bank akan membuat dokumen yang rapi sehingga tidak ada celah bagi customer atau nasabah untuk membela diri.

    Produk perbankan yang ada diindonesia tidak serta merta mempermudah bagi masyarakat luas. tapi malah menjepit dengan cara merayu dan menjajikan benefit yang lain. Bahasa Iklan memang kadang membuat kita tertarik dalam banyak hal. Tetapi apapun itu sebaiknya kita harus lebih hati hati dalam banyak hal di dunia ini.

  52. Yandi | Senin, 06 Agustus 2007

    Saya ambil KPR lewat Bank BTN, sekarang sudah berjalan tahun ke 3, awalnya diberikan bungan 10 %, saat ini memang ada kenaikan 12,5 %, tapi gak sampai 16 %. semoga saja ini bisa jadi refferensi buat yang lain.

  53. Yim | Minggu, 12 Agustus 2007

    Suku bunga KPR Bank Niaga tidak melakukan perubahan otomatis untuk seluruh customernya bila suku bunga SBI turun, dan untuk sebaliknya mereka segera melakukan kenaikan suku bunga dalam billing statements. Kiat untuk mengatasinya ajukan segera bila suku bunga SBI atau suku bunga bank lain telah turun ke Customer Loan Section. Mudah2an bermanfaat.

  54. M Sadli Bachdar | Pesan | Selasa, 14 Agustus 2007

    Maaf saya butuh informasi mengenai suku bunga ini, saya sudah ambil KPR di bank Niaga Juni 2007, suku bunga yang diberikan adalah 12.5% Fixed untuk 1 tahun pertama (floating)! saya khawatir untuk tahun berikutnya kenaikan suku bunga naik jauh misalnya 17% secara sepihak, untuk suku bunga ini saya merasa keberatan icon_eek .

    Apa yang harus saya lakukan bila terjadi seperti itu?.

  55. Bunga | Rabu, 15 Agustus 2007

    Saya mempunyai pertanyaan yang sama dengan saudara M Sadli Bachdar mengenai suku bunga KPR bank Niaga,saya mohon bank Niaga jangan sampai memberatkan nasabahnya melalui bunga KPR nya icon_wink , soalnya saya berencana untuk membeli rumah dimana devlopernya hanya menggunakan bank Niaga dengan bunga yang sangat rendah untuk 1 tahun pertama,jangan2 tahun kedua dan seterusnya bunganya akan mencekik leher icon_confused tapi saya berharap bank Niaga tidak akan seperti itu,ok bank Niaga icon_lol

  56. kabul | Rabu, 22 Agustus 2007

    apa bener BTN dan Syariah emang lebih oaman buat 10 th ke depan? Help... icon_confused

  57. ianc | Kamis, 23 Agustus 2007

    kebetulan sekarang lagi mengajukan kredit kpr di bank syariah BNI (belum disetujui sih, masih kurang NPWP), dan kata pihak bank bunganya flat jadi cicilan akan tetap sampai lunas sesuai akad pertama kali. kalo nggak salah "margin" nya 8,25% untuk pengambilan kredit 5th, 8.5% untuk 10 th dan 9% untuk kredit 15 th

  58. Adhin | Jumat, 31 Agustus 2007

    Wah ini ngeri juga ya di niaga, padahal senin besok ini saya akan akad kredit, gimana yah apa di batalin enaknya?????? Sekarang kok jadi deg deg an yah....

  59. Hapar | Rabu, 05 September 2007

    Sebenarnya untuk kejelasan Bagi rekan yang ingin mengambil KPR dimana pun. Saya menyarankan dengan tanyakan dulu kapan saya bisa melakukan pelunasan sebagian atau seluruhnya yang tidak akan kena penalty? kedua bisa tidak saya mengurangi saldo utang saya jika saya mempunyai uang lebih sehingga jika tepa waktunya saya ingin melakukan pelunasan.

    Seperti saya ketahui Bank Mandiri icon_wink bisa melakukan pelunasan sebagian atau seluruhnya walaupun itu program 3 tahun. ditahun kedua nasabah bisa mengurangi saldo utang tanpa kena penalty walaupun Bank Mandiri Program 3 tahun KPRnya. Sertifikatnya aman dijamin oleh Pemerintah Karna Bank Mandiri merupakan asset Pemerintah (BUMN). trimakasih. icon_wink

  60. bunsa | Rabu, 05 September 2007

    Untuk down payment KPR, apakah betul jumlah minimalnya adalah 30% dari total harga beli? Jumlah ini masih diluar biaya-biaya lain atau sudah tyermasuk, ya? Mohon infonya. Tx.

  61. Bayu | Sabtu, 08 September 2007

    Saya akan share pengalaman tentang bunga KPR. Beberapa tahun yang lalu, saya adalah petugas pengelola perkreditan di sebuah bank swasta. Mengingat keterbatasan informasi yang didapatkan oleh pihak konsumen, seringkali konsumen melakukan akad kredit (surat perjanjian kredit/surat penawaran kredit) t a n p a menyadari tentang isi klausula yang terdapat di dalam dokumen pengikatan kredit (PK) tersebut. Seringkali juga, calon konsumen membubuhkan tanda-tangan dalam klausul-klausul yang masih belum tercetak (masih kosong. Hati hati akan hal ini). Saya sangat menyarankan untuk setiap calon konsumen baik itu KPR atau produk yang lain (semacam KKB), agar membaca dengan teliti semua klausula yang tercantum dalam dokumen pengikatan kredit. Pastikan saja bahwa semua dokumen tersebut sudah lengkap dan tidak akan ada lagi tambahan-tambahan klausula yang dapat merugikan calon konsumen Luangkan waktu untuk mengerti semua hal yang tercantum di PK tentang kesepakatan yang terjalin antara anda dengan pihak konsumen. Apapun yang dibicarakan oleh pihak marketing suatu bank, semisal -fix rate selama 1 tahun, fix rate selama 5 tahun, kemudian floating setelah tahun tersebut-, semua hal tersebut harus tercantum dalam PK/SPK yang akan ditanda tangani oleh calon konsumen. Jadi, jangan mau hanya sekedar melakukan tanda-tangan saja tanpa mengerti/menelaah lebih lanjut tentang isi dari PK tersebut. Kalaupun nantinya terdapat klausula yang memberatkan, silahkan melakukan re-konfirmasi atas hal tersebut. Dan jika diperlukan, anda dapat saja membatalkan proses PK tersebut (daripada menimbulkan hal yang tidak menyenangkan di kemudian hari). Mengingat, jika kita sudah melakukan penandatanganan akad kredit (yang umumnya juga melibatkan pihak notaris), maka secara hukum, kita sudah melakukan kesepakatan dengan pihak bank dengan segala konsekuensi yang timbul.

  62. Inno | Jumat, 14 September 2007

    saya ada rencana mengajukan KPR dan banknya BNI, gimana menurut teman teman? karena dia ada program BNI Griya....

    Mohon infonya

  63. Satiri | Jumat, 14 September 2007

    solusi buat M.Sadli Bachdar dan Saya sesama nasabah Bank Niaga,adalah benar apa yg di katakan oleh "Nasabah dan Yim" ketika SBI turun kita datangi langsung ke Bank Niaga Gajah Mada Kita ajukan Penurunan Suku Bunga Ke customer servicenya. icon_wink

  64. mamas | Senin, 17 September 2007

    icon_cool Bener semuanya yang dibilang diatas. SOLUSINYA coba cari yang flat aja suku bunganya, Minimal secara awam kita jadi lebih nerti gitu... GIMANA ??? Setuju neng, aa, ....

  65. iin | Selasa, 18 September 2007

    Dari banyak komentar yang saya baca jadi bingung nentuin bank yang akan dipilih. terus sy mau nanya proses dari awal sampai selesai proses untuk melakukan kredit rumah sampai kita bisa naik ke rumahitu. terima kasih!!!!!!!

  66. ign.andi sudaryanto | Pesan | Jumat, 26 Oktober 2007

    saya juga menggunakan KPR dari Bank niaga mulai bulan november'06 dengan suku bunga KPR sekitar 13,7% dgn sistem tetap selama 1 tahun,saya jadi ragu plus bingung juga dengan membaca komentar yang ada rata-rata rata u/suku bungan ditahun berikutnya terus naik..gimana nich solusinya

  67. blue | Pesan | Sabtu, 09 Pebruari 2008

    Wah,agak telat ikt komen neh..

    Tp gpp lah,sekedar berbagi.

    Saya ambil KPR niaga skrg udah msk th ke 4,bunga flat perthn..

    Waktu th 1 bunga : 12,25%

    Th 2 bunga : 15,50% (naik,katanya suku bunga BI naik,kita ikt aja,krn udah perjanjian awal,tiap awal th ada perubahan bunga sesuai suku bunga BI).

    Th 3 bunga : 15,50% (msh sama,gak naik gak turun,sy gak dpt pnjelasan apa2,tp tetep manut wae,wong kewajiban)

    Th 4 bunga : 9,9% (efektif jan 08,lumayan).

    Dari awal byr,memang besar bunga dr pokok.

    Awal byr 1,050/bln,pokoknya cm terptg 300an,sisanya buat byr bunga, th 2 naik jd 1,221/bln,pokok sktr 400an,sisnya buat byr bunga,th ke 3 msh sama, skrg 1jt pas/bln, 500rb pokok,sisanya bunga.

    Gak tau deh ketipu atau gak? Tapi,kewajiban saya tetep saya tanggung. Gak ada mslh smpe saat ini,DC nya jg ramah2.

    Yah,tinggal 3th lg insya Allah lunas. Kalau mau lgsg lunas kena pinalty 1% dari sisa pinjaman pd Saat kita mau melunasi.

    Bukan bela niaga,mgkn saya yg gak mau pusing jd gak mau mempermasalahkan jg.

    Atau blm kena masalah aja.

    Mdh2an lancar,amin!

  68. blue | Pesan | Sabtu, 09 Pebruari 2008

    Tambahan,pernah bermasalah karena telat byr,sblm didatangi DC ,mrk tlp dl kalau saya sdh kena denda tgl 15 dibln itu,jatuh tempo pmbyran sy tiap tgl 3,sy gak sempat byr sblm tgl 15,akhrnya DC dtg dgn baik2 dan menawarkan solusi,sy buat perjanjian akan byr Plus denda sblm jatuh tempo bln berikutnya.

    1 minggu sblm jatuh tempo saya ditlp + disms utk mengingatkan.

    Setelah saya byr,tghan nunggak plus tagihan bln brikutnya,saya ditlp dan di sms lg saat itu jg,mrk blg 'trima kasih ya bu ats krj samanya, saldonya sudah msk'.

    Beres deh!

    Saran saya,jgn tkt ambil KPR, semua bank beresiko kalau kita tdk tahu cara mainnya (peraturannya).

    Yg trpenting, nego cara pembyran sesuai dgn kemampuan kita,insya Allah lancar deh,

    Wassalam

  69. Yossyana | Pesan | Rabu, 13 Pebruari 2008

    Aku sudah bayar Dp rumah nich 30% dari harga jual rumah,aku binggung mau ambil Bank mana,aku sudah diAcc sich sama bank Btn Syariah menurut rekan2 gimana dengan baak ini?terus aku mau coba Bank niaga tapi kok saya jadi takut yach! aku ingin ganti bank karena cicilan perbulan Btn Syariah mahal @Rp 2.200.000,- (tetap selama 10th) bahkan bank niaga / bank mandiri @Rp 1.750.000,- (selama 1-3 th),tolong dong rekan2 bantu kasih infonya.tks

  70. Brio | Pesan | Rabu, 13 Pebruari 2008

    Pro Yossyana :

    Sebetulnya KPR itu dimana saja hampir sama. Yang utama KPR kan jangka lama sehingga faktor untuk membayar kembali ini merupakan hal yang penting apakah sampai lunas nanti penghasilah kita akan tetap bisa menutup kredit tsb.Bila dilihat dari keuntungan (profit gain) nilai tanah dan rumah 10 tahun yad. kan sudah naik lipat (kalau lokasinya baik lho), disamping itu penghasilan (kalau dari gaji) jelas juga meningkat.

    Perbedaan antara angsuran tetap dengan floating dimana angsuran tetap kita sudah dapat mengira ira anggaran pasti untuk mengangsur kredit tsb (apakah gaji kita tetap atau naik), sedangkan floating untuk 3 tahun yad. bunga akan ditinjau sesuai keadaan pasar (bisa naik/turun).Kalau melihat kondisi saat ini bunga cenderung tetap/turun, andai kata naik ya tidak terlalu besar.Kalau ada rejeki besar boleh kok dibayar maju.

    Sebetulnya KPR itu menguntungkan kok selama ada penghasilan yang pasti untuk mengangsurnya, yang jadi masalah kan bila kita tidak punya penghasilan tetap.

    Jadi ya itulah gambaran KPR silahkan dipilih yang sesuai dengan anggaran dan mana Bank yang mudah komunikasinya.Selamat untuk memiliki rumah sendiri. icon_biggrin

    Salam.

  71. Yossyana | Pesan | Kamis, 14 Pebruari 2008

    Aduh... icon_confused malah tambah pusing nich!

    kalau 10th mendatang emang sich harganya pasti naik, mau ambil Bank lain takut tinggi bunganya (permainan Bank sendiri) sehingga tidak mengikuti suku bunga Bank BI.

    Brio, apa sudah pernah menggunakan KPR?

    Ada rekan2 lain tidak yang bisa bantu,yang pernah berpenggalaman mengenai KPR Bank.

    Butuh sekali infonya nich,sebelum aku ambil keputusan.Tks icon_smile

  72. P.N Jonathan | Pesan | Kamis, 14 Pebruari 2008

    Seperti pak Brio sdh jelaskan ....yang hanya bisa melihat bagaimana keadaan keuangan anda hanyalah anda sendiri...jadi dalam hal ini anda sendirilah yang menentukan Bank mana yang bagus atau tidaknya......kan pasti anda mau membeli rumah sudah ada planning and busgetnya.

  73. Yossyana | Pesan | Kamis, 14 Pebruari 2008

    Terima kasih atas informasi rekan2 sekalian, sehingga saya bisa putuskan bank mana yang akan saya pilih.

    Saya tidak mau mengambil resiko, saya memilih bank yang flat selama 10Th. Karena tidak ambil pusing memikirkan mengenai naik / turun suku bunga Bank.

    Tks semua. icon_wink

  74. Brio | Pesan | Kamis, 14 Pebruari 2008

    Ya jelas pengalaman saya memakai angsuran tetap lama lama tidak terasa lagi karena gaji semakin tinggi. Lha anda kira kira bagaimana Rp. 2,2 jt itu bukan jumlah yang kecil lho untuk jangka 10 tahun padahal nantinya ada beban beban yang bertambah (mis. menyekolahkan anak dsb)kalau nantinya ada harapan penghasilan tiap tahun naik ya tidak apa apa.Tapi coba kalau di BTN angsuran tetapnya berapa tanyakan dulu. Atau tanyakan kalau di Mandiri setelah fixed rate angsuran dengan keadaan seperti sekarang berapa.Kalau saya cenderung dengan angsuran tetap karena budget sudah jelas beban tiap bulannya.Seperti om Jo perhatikan planning dan budgetnya karena beli rumah merupakan investasi cukup besar.

    Salam.

  75. Yossyana | Pesan | Kamis, 14 Pebruari 2008

    Tks To Brio atas pengalamannya yang diberikan kepada saya.

    Saya tadi sudah tanyakan kepastian cicilan diBank Btn Syariah ternyata turun 8,63% jadi cicilannya jadi Rp 2.080.350,- selama 10th.

    Menurut rekan2, saya realisasi sekarang apa masih nunggu suku bunga turun lagi yach? icon_confused

  76. permana | Pesan | Minggu, 02 Maret 2008

    saya juga rencana ambil kpr niaga. saya menemukan kejanggalan yaitu tidak ada proses wawancara. mereka hanya melihat data2 yg saya berikan trus langsung diputuskan untuk mencicil selama 20 tahun. Saya emang ga isi lama angsuran yg diinginkan di form aplikasi, karna saya pikir akan saya jawab pada waktu proses wawancara, yg ternyata ga ada. apakah emang seperti ini prosedurnya?

  77. Yossyana | Pesan | Jumat, 07 Maret 2008

    Salam kenal permana,

    Yang saya pernah alami,apabila kita ada mau ajukan aplikasi kpr ke Bank manapun kita nantinya pasti disurvei/wawancara secara langsung diperusahaan atau melalui telpon.

    Tapi kenapa yach Permana kok tidak diwawancari icon_confused

    Apakah Permana sudah ada pemberitahuan dari pihak Bank Niaga, kalau sudah disetujui?

    Kalau kita mau ajukan aplikasi kartu kedit aja perlu disurvei, apalagi ambil KPR Bank.

  78. DIDI | Pesan | Jumat, 07 Maret 2008

    mengenai KPR saya rasa sebagai nasabah perlu mencermati PK yang diberikan kepada kita, karena penerapan suku bunga tahun ke 2 banyak polemik di beberapa bank. saya beranggapan semua bank swasta dan bank pemerintah pada prinsipnya sama kecuali bank btn yang menerapkan bunga tetap sampai akhir pinjaman. jadi sebagai nasabah kita mesti dapat bertanya secara detail.... icon_wink

  79. permana | Pesan | Kamis, 13 Maret 2008

    @yossyana

    saya ralat sedikit. bank niaga cuma survey ke kantor saya. dia telepon ke bagian HRD nanyain macem2. tapi ga ada wawancara antara saya pribadi dgn bank niaga. bahwa kpr saya disetujui, itupun melalui developer.

  80. Hilman | Pesan | Minggu, 16 Maret 2008

    feb 07 sy disetujui kredit ke bank niaga dgn bunga 11% (cicilan 3,5jt), setahun telah saya lewati,tadi pagi dengan gagahnya saya tanya ke bank niaga.. bunga saya tahun ke-2 turun berapa ya???? (karena saya tahu bunga bank lagi turun2nya... icon_cool ) 10% or 9% ya? ternyata ibu menik menjawab bunga bapak tahun ini NAIK menjadi 11,9%.. sy kaget setengah matiaw.. icon_redface sialan niaga!! katanya setelah tahun I bunga mengikuti sesuai pasar (pasar apaan? pasar kembang?)dibanding tahun lalu bunga bank jelas turun.. rencananya sy mau pindahin aja, ada usul kira2 bank mana yang lebih beradab?? - Tks

  81. Nani | Pesan | Minggu, 16 Maret 2008

    Kayanya di bank BII juga sama, skrg lg mo buat surat permohonan penurunan suku bunga nih, saya dikenakan 14% bok! kesel bener

  82. ius | Pesan | Minggu, 16 Maret 2008

    Bank ngak ada yg beradab...

    atau bank yang go public, Mandiri lah coba..

    kan ada Bapak Mansyur dari Mandiri yang selalu menjawab keluh kesah SETIAP KONSUMEN yang post di Mediankonsumen.com ini..

    ga kaya si esia, tanggepin masalah cuman 1 icon_redface icon_redface

  83. Yossyana | Pesan | Selasa, 18 Maret 2008

    To Hilman n semua icon_wink

    Kalau saya mau kasih saran mengenai bank mana yang akan dipilih, mendingan bank yang flat selama mengangsur cicilan contohnya yang berbau bank Syariah karena sekarang ini lagi tren sich.

    karena saya pakai bank Btn Syariah emang cicilannya agak gede sedikit namun tidak membuat jantung kaget.

    jadi hilman tidak perlu memikirkan suku bunga naik turun berapa % icon_confused coba dech pakai syariah

    bukan promosi sich, tapi cek dulu aja. icon_wink

  84. dony | Pesan | Minggu, 23 Maret 2008

    assalamualikum buat semuanya yang tertarik mengenai pembahasan k.p.r.

    saya baru memasuki dunia perbankan syariah 1 bulan terakhir ini, kebetulan saya menjadi merketing k.p.r ( niaga syariah ) …

    karena orang baru tentu saja saya melakukan penggalian informasi sebanyak-banyaknya agar lebih memahami tentang k.p.r syariah adapun hasil temuan yang saya pelajari ditempat saya bekerja kurang lebih sebagai berikut :

    1. proses yang ada terhitung cepat.

    bila nasabah sudah melengkapi dokumen-dokume yang disyaratkan maka proses ini bisa memakan waktu 1 minggu atau kurang.

    2. margin keuntungan yang diambil terbilang rendah.

    yaitu terbagi 3 tahap , dimana setiap 5 tahun akan berubah.

    (info lebih lanjut silakan hub. saya via e-mail

    ( dony_ctb@yahoo.com) )

    3.jangka waktu pembiayaan cukup panjang.

    bisa sampai 15 tahun.

    dimana di beberapa bank fitur ini tidak tersedia.

    4. angsuran tetap.

    disinilah salah satu keunggulan konsep syariah, karena menggunakan prinsip bagi hasil sehingga tidak terpengaruh akan krismon ataupun s.b.i. yang fluktuatif.

    disini nasabah mendapatkan rasa aman ketika mengambil k.p.r karena angsuran yang dibayar sampai akhir masa kontrak sudah diketahui dimuka, dan tidak berubah-ubah..

    note : ada kasus malah nasabah lebih diuntungkan kalau s.b.i turun, sehingga nasabah mendapatkan discount rate ;)

    (info lebih lanjut silakan hub. saya via e-mail

    ( dony_ctb@yahoo.com) )

    5. pelunasan bisa dipercepat & tidak terkena pinalti.

    ditempat lain saya menemukan nasabah tidak bisa melakukan pelunasan dipercepat, dan bila ada maka akan terkena pinalti. ditempat saya bekerja tidak ada pinalti ada hanya biaya administrasi itupun besarnya sekitar 150 rbuan.

    6.persyartan mudah.

    pendapatan anda tidak perlu sendiri.

    anda bisa join dengan istri/suami anda. dimana pendapatan ber 2 dihitung 100%.

    masa kerja minimal untuk karyawan 2 tahun.

    ditempat lain saya juga menemukan minimal 3 tahun =)

    mengenai daftar black list.

    ini jelas ada untuk semua pembiayaan perbakan yang saya tahu. untuk amannya sebelum mengajukan k.p.r segera lunasi semua tagihan anda kerena pihak bank bisa mendapatkan informasi ini. dan kami dapat melihat kelancaran anda terhadap pinjaman anda terlebih dahulu. hal in dipandang penting karena, bila anda masih punya angsuran ditempat lain adan anda mengambil angsuran baru maka akan memberatkan anda sendiri, dan bagi pihak bank resiko yang diambil juga menjadi lebih besar =)

    7. adanya bagi hasil dari asuransi

    bila selama masa pembiayaan anda tidak ada klaim maka akan ada bagi hasil dari asuransi

    8. menggunakan prinsip islam.

    jelas ini alasan utama selain alasan finansial, saya menemukan banyak sekali prinsip-prinsip yang menguntungkan nasabah baik dunia maupun akhirat =D

    salah satunya jelas lebih halal.

    nasabah mengetahui margin keuntungan yang dimabil oleh bank di awal masa kontrak, dan banyak keuntungan lainnya =D

    9. uang muka yang dibayar nasabah cukup 20%

    10. lokasi yang dipilih bebas oleh nasabah.

    masih banyak keuntungan lainnya, untuk lebih jelas bisa contact saya via e-mail :

    dony_ctb@yahoo.com

    tambahan :

    bedasarkan hasil survey saya, banyak nasabah yang puas dengan fitur yang diberikan , dan merekomendasikan kepada nasabah lainnya =) dan ada beberapa case nasabah yang pindah ke k.p.r ini karena mandapatkan manfaat yang lebih baik..

    kurang lebihnya saya mohon ma’af …bila bermanfaat maka manfaat itu datangnya dari allah dan bila ada kesalahan maka itu datangnya dari saya =)

    recomend:

    segera hubungi secapatnya karena kondisi sewaktu-waktu bisa berubah.

    untuk lebih jelas bisa lihat website saya di :

    http://kprsyariah.blogspot.com/

    thank you ...

  85. muhamad arief hidayat | Pesan | Selasa, 08 April 2008

    salam kenal semuanya...

    saya baru saja mengambil KPR Niaga disetujui pada bulan januari 2008, sama seperti permana diatas saya juga tidak melalui proses wawancara, tapi cuma survey ke kantor, prosesnya memang cepat dan mudah2an kedepannya gak ada masalah, saya ambil kredit 10 th cicilan perbulan 1.6 juta bunga 9.99% flat 1 thn icon_smile

  86. tri | Pesan | Rabu, 16 April 2008

    dear all,

    Saya sudah setahun KPR di Niaga dgn bunga 11% setahun.

    ternyata setelah setahun, rate malah naik 0,9% menjadi 11,90% padahal dari BI sendiri sudah 8%. Alasannya pada saat pinjem sebenarnya pada rate 12.90%, jadi dengan rate sekarang berati turun 1%.

    Yang saya mau minta saran, apakah bisa dinego ulang ratenya? dan kalo baca pengalaman temen2 diatas harus ke Niaga Gajah Mada ya? ketemu bapak/ibu siapa yang enak negonya.

    trims

  87. wtkaja | Pesan | Minggu, 11 Mei 2008

    Kalau KPR sudah berjalan bisa ngga kita membatalkan KPR kita itu?

  88. Sutan Makmur | Pesan | Rabu, 02 Juli 2008

    Saya It Haryanto. Sudah 6 Bulan saya aka kredit Dengan Bank BTN Syariah Batam. Dan selama ini belum ada kekecewaan yang saya peroleh dari Bank Tersebut dalam pelayanan mereka. Tapi bagaimanapun tidak ada BAnk yang tidak punya kekurangan sebagaimana kita jga yang punya kekurangan. Emang syariah ngak jauh harga kredinya denga Bank konvensional lainnya tapi dengan system syariah tidak ada nilai bunga majemuk [Bunga berbunga] disini adalah terjadi transaksi dagang dalam betuk perjanjian Jual beli dan angsurannya Flat atau tetap walumun suku bunga bank gonjang ganjing tapi biasanya suku bunga bank mayoritas naik jarang yang turun. Kalo turun sekarang besok akan naik jauh lebih tinggi. Karena kalo anda mengetahui sifat grafiknya trend bisnis dalam istilah BULS [Banteng menanduk] Turun dulu untuk ancang ancang naik lebih tinggi. Maka anda harus hati2 dengan BAnk konventional. Da juga Bank Bank Syariah sekarang lagi gencarnya mencari nasabah Debitur jadi soal Akad kredit tidak begitu dipersulit seperti Bank Konvensional yang sudah banyak nasabah debiturnya yang mereka jadi suka suka naikin suku bunga dan Administrasi tetek bengeknya. Sekarang saya menganjurkan anda berfokus pada system syariah saja boleh anda bandingkan antar bank mana aja yang ada system syariahnya Apakan [Muamalat, Mandiri, Lippo, BTN dll]. jangan bervokus satu bank dalam berbandinga.

  89. RumahKPR | Pesan | Minggu, 13 Juli 2008

    Ya Betul, jangan terfokus pada satu bank.

    Tapi kenapa juga harus terfokus pada bank syariah saja icon_confused

    Banyaknya Anda temukan keluhan kepada KPR konvensional.

    Karena memang konsumennya banyak sekali.

    1% dari 100juta lebih banyak daripada 50% dari 100ribu.

    icon_biggrin

    Sekarang sudah banyak pilihan untuk KPR, anda tinggal pindah ! icon_cool

    Bank anda yang sekarang cenderung untuk melayani Anda sebaik mungkin agar Anda tidak pindah ke bank lain.

    Saya pikir, kinilah saatnya konsumen menjadi raja, dimana pabrik duit itu (bank) bersaing untuk menjual duitnya icon_biggrin

    Beli rumah pakai KPR, itulah cara yang benar. icon_smile

  90. wtkaja | Pesan | Selasa, 16 September 2008

    Mau menghubungi customer carenya aja susah banget...pokoknya buat temen2 lain yg mau ngambil KPR lewat Bank Niaga di banding2lah sama Bank2 lain dulu.

  91. Kuncoro | Pesan | Kamis, 30 Oktober 2008

    Waduh, memang mengerikan jika memiliki kpr rumah saat ini. Saya adalah debitur bank niaga sejak tahun 2005, suku bunga yang ditawarkan memang awalnya murah 11% dengan cicilan 1,7 jt tahun kedua menjadi 12,5% cicilan menjadi 2,1 jt, tahun ketiga turun lagi 11.5% menjadi 1,8. Semuanya fix 1 tahun. Suku bunga dalam perjanjian kontrak suku bunga mengikuti bunga pasar bunga akan berubah disaat perpanjangan kredit beikutnya. Saat ini saya juga kwatir dengan suku bunga KPR saat ini yang bekisar 17% s.d 19%. bisa dibayangkan jika suku bunga naik 1.5% saja cicilan naik 400 ribu, apalagi kalau naik sampai 6%? dari 11% menjadi 17%, waduh rupiahnya bisa naik 2,4 jt jadi kemungkinan cicilan bisa mencapai 4,1 jt, Gila icon_confused

    Saya mengajak kepada semua konsumen KPR, hanya doa yang bisa membantu kita, marilah kita berdoa semoga resesi ekonomi global segera berakhir dan Bank Indonesia menurunkan BI ratenya sehingga bank-bank swasta nasional menurunkan suku bunga KPRnya disekitar 10 s.d. 12% atau bahkan di bawah 10% per tahun.

Anda harus daftar dan login untuk bisa memberi komentar !



Tulisan ini tampil di situs www.MediaKonsumen.com

Pengutipan di tempat lain mohon mencantumkan Media Konsumen sebagai sumbernya