MediaKonsumen
Media Komunikasi & Informasi Konsumen Indonesia

Penipuan Voucher Sogo Oleh HSBC
Dikirim tanggal: Senin, 05 Mei 2008

Saya pemegang kartu kredit HSBC mastercard, no kartu 5184 9401 0208 XXXX, sewaktu saya apply kartu kredit ini, saya ditawarkan promosi, apabila sejak kartu diaktifkan, dalam 3 bulan awal, total jumlah transaksi Rp 5 juta, maka saya berhak mendapat voucher SOGO senilai 500ribu dari HSBC, setelah 3 lbr tagihan saya yang berjumlah total lebih dari 5 juta, saya pun menelpon HSBC untuk memastikan hak saya, jawaban dari pihak HSBC adalah saya hanya berhak mendapatkan voucher senilai 200ribu, saya pun menanyakan kenapa saya hanya mendapat voucher 200ribu?

Jawaban dari HSBC adalah tagihan saya itu sudah termasuk 4 bulan, padahal lembar tagihan yang saya terima sampai saat itu adalah 3 lembar ( 3 bulan pemakaian ), menurut logika pihak HSBC, kartu saya disetujui tgl 17 bulan November 2007, tgl cetak tagihan adalah tgl 18 setiap bulannya, jadi menurut HSBC, dari tgl disetujui ( tgl 17 Nov ) sampai tgl cetak ( 18 Nov ), itu sudah dianggap 1 bulan ( tagihan lembar pertama ), kartu disetujui tgl 17, saya terima di medan sekitar tgl 20-an, langsung diaktifkan, di sistem HSBC pun ada tercatat tgl pengaktifan kartu.

Logika saya sebagai konsumen, tgl 18 Dec 2007, itu adalah lbr tagihan saya yang pertama, karena itu yang pertama saya terima, tgl 18 jan 2008 adalah lembar kedua, tgl 18 feb 2008 adalah lembar tagihan ketiga, dimana jumlah pemakaian kartu sampai saat itu sudah melewati Rp 5 juta.
Saya merasa saya sudah memenuhi syarat dan kewajiban saya, kenapa hak saya tidak diberikan?

Customer service HBSC mengatakan akan menyampaikan komplain saya kepada pihak bagian promosi, tetapi sebelum adanya tanggapan dari pihak HSBC, mereka secara sepihak langsung mengirimkan voucher yang hanya bernilai Rp 200ribu tanpa menghubungi saya yang sudah dirugikan dan menanti tanggapan dari HSBC.

Menurut para pembaca yang budiman, logika HSBC atau logika saya sebagai konsumen yang lebih bisa diterima?

Saran saya kepada HSBC, kalau memang HSBC tidak sanggup ataupun kehabisan dana untuk promosi ini, tolong sampaikan langsung kepada konsumen, jangan menipu konsumen dengan alasan yang dibuat2.

Terima kasih atas perhatiannya,

Iwan Fukun Darmasa
Medan


Komentar Anda ?

Saat ini telah ada 7 komentar


  1. marco | Pesan | Selasa, 06 Mei 2008

    Bung Iwan, teman saya juga mengalami nasib yang sama seperti bung. Teman saya diiming2 dvd player apabila belanja dengan nilai tertentu. Tetapi setelah ditagih hasilnya tidak ada dengan alasan bahwa promosi itu hanya untuk 1000 org pertama, dan anda adalah orang ke 1xxx.

    Capek Deh.... icon_eek

  2. Abdul Haris | Pesan | Selasa, 06 Mei 2008

    Mending apply kartu kredit cicilan anz aja. Langsung dikasih hadiah pas apply padahal blm tentu aplikasi diterima. Setelah beberapa hari kita akan dihubungi pihak anz, nah kita bilang aja ga berminat, aplikasinya dibatalkan aja, keberatan dgn iuran tahunan dll. Intinya kita ngebatalin aplikasi kita. Dijamin kartu kreditnya ga bakalan jadi. Tapi kan hadiah bonekanya dah kita terima, lumayan. Saya sudah 4 kali melakukan ini di 4 buah mall yg berbeda. Hasilnya adalah 4 buah boneka dari anz. Dua buah berbentuk bola, satu boneka penguin dan satunya lagi boneka berbentuk hati. Lumayan. Kapan lagi kita ngerjain lintah darat kartu kredit.

  3. Brio | Pesan | Rabu, 07 Mei 2008

    Janji dari promosi KK sebagian besar tidak pernah sesuai dengan kenyataan, ikuti saja saran bang Haris diatas siapa tahu bisa buka toko boneka icon_lol icon_lol

    Salam.

  4. Billy Cheung | Pesan | Jumat, 09 Mei 2008

    Paling aman jgn pake kartu kredit, lagian ATM dimana2 kok sekarang, tarik tunai pake mesin bukan dari bank kita jg bs,paling kena biaya admin GOCENG,dr pada pusing diobok2 bank krn GENGSI kita pake2 CC,ujung2nya buntung deh,stress....hilang wkt bt uber2 tuh bank..? rugi brapa..? nga hanya duit donx kan? icon_lol

  5. Iwan Fukun Darmasa | Pesan | Jumat, 16 Mei 2008

    TO BILLY

    bro, kita pakai kartu kredit bukan untuk GENGSI, kita pakai karena adanya fasilitas diskon dan promosi lainnya, setiap jatuh tempo ga pernah ada tunggakan, SELALU BAYAR LUNAS, kalo saya lihat dari sudut pandang kamu, mungkin kamu itu suka nyicil, GA PERNAH BAYAR LUNAS, makanya kamu anggap semua yang pakai kartu kredit hanya karena GENGSI

    lain kali baca baik2 dulu keluhan kita, baru kasi tanggapan, tanggapan kamu sudah OUT OF TOPIC icon_razz

    Paling aman pake kartu atm? siapa bilang paling aman? coba keluarkan kartu atm kamu yang ada logo mastercard electronic ama visa electron, saya rasa ga ada masalah untuk menggunakan dana dari tabungan kamu TANPA PERLU NO PIN kamu.

    bayar GOCENG buat narik dana dari atm bank lain? makanya pakai bank yang besar, seperti BCA, atm tersebar dimana2, HANYA ORANG ***** yang habiskan GOCENG buat narik dana dari atm bank lain.

  6. Hagus | Pesan | Sabtu, 17 Mei 2008

    Saya setuju pendapat Billy,setuju bukan karena genggsi kita pake kk,tetapi setuju jangan pake kk.KK itu ibarat bom waktu,siapapun dan kapanpun pemilik kk pasti akan bermasalah atau akan direpotkan,lucunya lagi masalah timbul kebanyakan karena pihak penerbit yang "sengaja" mencari2 masalah dgn tujuan mendptkan dana extra.Saya nasabah yg baik 14 th lebih,bayar lunas terus,gak pernah nunggak,tetap aja dikirimi masalah,akhirnya kapok pake kk.Padahal penerbit pasti rugi karena saya aktif belanja,balasannya setelah sekian lama memberi untung penerbit yaitu tadi akhirnya diberi kiriman masalah,dicari2 masalahnya,dari bikin aturan baru,setelah diikuti,kemudian diam2 ditarik lagi tuh aturan tanpa pemberitahuan yg ujung2nya pemilik kena denda,bunga dsb,tujuannya nyari tambahan illegal doku buat bayar karyawannya.Kenyataannya kita itu selalu berhubungan dgn sistem dan komputer,jadi saya sendiri agak heran,sistem yg bekerja,jadi karyawannya buat ngapain yaah.Coba tanyakan perhitungan bunga,pasti jawabnya sistem,tanya lain2 pasti jawabnya komputer.Kenapa gak pake mesin penjawab saja yaah.Pak Iwan,penerbit punya versi,kita pake lah versi kita aja.Kalau janjinya hadiah,yaah kalau tidak dapat ,potong aja nilai hadiahnya pada tagihan kk anda,gak usah pusing2.Kalau gat terima tuh penerbit,yaah gunting aja kknya ,beres,teror,debkol,dll,cuekin aja.Pake prinsip anjing menggonggong kafilah berlalu.Yang jelas,tanpa kk,hidup kita tambah kaya,tambah tenang,tambah enak,tambah bebas,karena tanpa kk,artinya tanpa utang.Kelihatannya kita diuntungkan,padahala bila bom waktunya meledak,barulah nyeselnya minta ampun pake kk.Gara2 gak pake kk,saya sekarang malah dilindungi oleh asuransi baik jiwa,kesehatan.Ada yg perlu diwariskan pada keluarga saat kita dipanggilNYA,saat sakit tinggal pake kartu tuh asuransi,gak keluar duit sepeserpun.Pake kk,hanya ninggalin masalah,termasuk ke ahli waris.Setuju gak.Mau dpt kk skr gampangnya minta ampun,krn penilainnya bukan pada kapabilitas,kemampuan bayar,tetapi pada keinginan nasabah.Nih ceritanya,ada orang dgn aset puluhan M,kemampuan bayarnya oke banget,malah dipersulit dapt kk yg paling limitnya puluhan juta,tetapi tetangganya yg asetnya cuman kios kecil eeh kknya seabreg,aneh kan,padahal mobilnya lebih dari 3 kredit semua,punya utang dibank ratusan juta,nah sipemilik asset itu malah tidak punya hutang dimana2.Kesimpulannya,makin banyak itu orang punya hutang ,terutama dibank,makin gampang dapat kk,artinya yaah bp Iwan simpulkan sendiri deh fenomena gaib kk.

    Salam,Hagus.

  7. Iwan Fukun Darmasa | Pesan | Sabtu, 17 Mei 2008

    TO HAGUS

    "Padahal penerbit pasti rugi karena saya aktif belanja" itu tidak selamanya benar, bank pemilik EDC menarik fee sebesar 2-3% dari jumlah transaksi kepada merchant tempat kita

    belanja, dan masih ada fee maupun biaya yang dapat mereka peroleh dari mesin edc maupun penggunaan kartu kredit dari perputaran uangnya, tidak mungkin ada bisnis yang mau

    merugi.

    bro, saya rasa asuransi juga tidak bebas dari masalah. Juga tidak selamanya menguntungkan, tergantung dari situasi dan kondisi yang berlaku saat itu.

    pertama, apakah bro yakin di website ini, di surat kabar maupun media online lainnya, tidak ada pembaca ataupun pemegang polis yang membuat postingan dengan topik "KELUHAN

    TERHADAP ASURANSI BLA BLA BLA"??

    kedua, sebagai pemegang polis, apakah bro tidak tahu kalau cover dari asuransi itu ada LIMITnya? jika suatu saat, di tengah malam tiba2 ada kejadian yang menimpa bro, dan bro

    harus rawat inap di rumah sakit yang mengharuskan membayar sejumlah DP sebelum ditangani, pada saat itu, LIMIT asuransi sudah habis, dana di atm maupun cash yang tersedia sedang

    minim ( ini adalah kejadian yang bisa terjadi pada siapapun, bisa saja saat itu aset lain dalam bentuk deposito maupun reksadana ), kalau saat itu bro ada kartu kredit, saya

    rasa kartu kredit itu sedikitnya bisa membantu.

    ketiga, katakanlah LIMIT asuransi masih tersedia, tapi dana di atm maupun cash yang tersedia sedang minim dan rumah sakit yang terdekat dari lokasi bro berada tidak ada kerja

    sama dengan asuransi yang mencover kamu, apa yang akan terjadi?

    perlu diingat bahwa kematian pasien lebih banyak disebabkan keterlambatan pertolongan pertama di rumah sakit sebelum ditangani oleh dokter. apakah bro tidak pernah membaca surat

    pembaca dengan topik "PELAYANAN RUMAH SAKIT BLA BLA BLA TIDAK PROFESIONAL" yang isinya "karena kekurangan dana untuk DP, pasien diterlantarkan dan tidak dilayani"

    saya SETUJU dengan bro "Ada yg perlu diwariskan pada keluarga saat kita dipanggilNYA", tapi saya rasa bukan warisan ini yang mau bro berikan untuk keluarga kan?

    saya rasa orang yang bermoral tidak akan mengharapkan warisan dalam bentuk klaim asuransi kematian anggota keluarganya kecuali orang itu tidak bermoral dan bejat.

    menurut saya, pemilik kartu kredit harus sadar bahwa LIMIT yang tersedia di kartu bukanlah uang milik kita, itu hanyalah fasilitas pinjaman bank yang dapat kita pergunakan untuk

    sementara waktu tanpa proses yang berbelit2 dan harus DILUNASI sebelum jatuh tempo jika kita TIDAK INGIN dikenakan bunga maupun denda dan biaya2 lainnya.

    mengenai denda, bunga, maupun biaya lainnya, saya sebagai konsumen akan membayar biaya2 itu, TAPI jika timbulnya biaya2 itu adalah karena kelalaian dan kesalahan saya, ataupun

    yang ada LOGIKANYA, kalau itu semua hanya akal2an bank, saya akan tetap fight sebagai pihak yang dirugikan.

    untuk case HSBC ini, saya tidak terlalu ngotot, dari pemikiran saya, saya hanya kehilangan 300rb dari JATAH belanja di SOGO yang diberikan HSBC, dan saya harus bersyukur sebab

    saya sudah mendapat jatah belanja di SOGO senilai 200rb dari 500rb yang dijanjikan. meskipun tidak ada promosi ini, toh kartu kredit ini tetap akan saya pergunakan setelah saya

    akftikan, cuma masalahnya saya ga suka dengan orang yang tidak fair dan tidak memegang komitmen maupun janji mereka.

    ini yang ingin saya bahas dalam topik ini, saya hanya ingin tahu perdapat para pembaca berdasarkan LOGIKA berpikir dan tingkat intelegensia mereka, BUKAN membahas "BOLEH ATAU

    TIDAK MEMAKAI KARTU KREDIT" "UNTUNG ATAU RUGI MEMAKAI KARTU KREDIT" kalau bahasan mengenai itu, sudah OUT OF TOPIC.

    "ada orang dgn aset puluhan M,kemampuan bayarnya oke banget,malah dipersulit dapt kk yg paling limitnya puluhan juta" (KONDISI SAAT INI)

    bro ingat istilah accounting, "Assets = Liabilities + Owner's (Stockholders') Equity", bisa saja asset dia itu besar karena liabilites ( hutang pinjaman bank ) dia juga besar,

    andaikata dia tidak punya hutang dimana2 ( kondisi saat ini ) mungkin saja orang ini dulu sebelum punya asset puluhan M, pernah ada masalah dengan bank sehingga di black list,

    karena yang saya tahu, selama ini nasabah bank yang tidak pernah mempunyai masalah dengan bank, dana tabungan ataupun deposito kurang lebih 1M saja, tanpa perlu apply pun sudah

    dikirimi oleh bank kartu kredit dengan limit 50juta, yang hanya tinggal diaktifkan oleh pemegang kartu jika mereka mau pakai.

    "tetangganya yg asetnya cuman kios kecil eeh kknya seabreg,aneh kan,padahal mobilnya lebih dari 3 kredit semua,punya utang dibank ratusan juta,"

    statement ini berarti bro mengdiskreditkan orang2 yang berjualan di kios kecil, kalaupun hanya pemilik kios, meskipun semua barangnya kredit, hutang ratusan juta, tapi kalau

    cashflow bagus, pembayaran cicilan tiap bulan lancar, apa yang perlu ditakutkan pihak bank dari orang ini?

    sebagai bahan pertimbangan, kalo anda sebagai penjual, anda punya 2 customer, yang pertama kaya raya karena dilihat dari aset yang dimiliki, tapi setiap belanja dengan anda,

    meskipun belanja hanya 10jt, tetapi bayar pake cek giro 3 bulan, dan anda tahu reputasinya tidak terlalu bagus di masa lalu, sedangkan customer kedua, usaha kios kecil2an,

    setiap belanja hanya 500rb-1jt, tetapi bayar cash, dan tidak ada cacat dengan reputasinya, customer mana yang akan bro pilih??

    saya rasa sebagai penjual, bro hagus pasti bisa mengambil keputusan yang bijaksana.

    PEACE

Anda harus daftar dan login untuk bisa memberi komentar !



Tulisan ini tampil di situs www.MediaKonsumen.com

Pengutipan di tempat lain mohon mencantumkan Media Konsumen sebagai sumbernya