Saya pengguna layanan Indosat M2 wireless menggunakan Laptop dan Modem PCMCIA sudah hampir 6 bulan. Wilayah penggunaan saya adalah Muara Karang, Pantai Indah Kapuk, Slipi, Kuningan, Sudirman, dan masih banyak lagi. Semua wilayah itu sudah tercover signal 3.5G.
Di awal penggunaan, semuanya baik saja. Speed ok, koneksi stabil. Tapi 2 bulan belakangan ini, berbarengan dengan marketing M2 yang makin gencar, koneksi saya sering kali putus tiba-tiba, membuat saya harus berusaha connect kembali. Bayangkan kalau anda sedang berusaha mengirim e-mail dengan attachment menggunakan Outlook, tapi setengah selesai internet connectionnya putus. Dan kondisi putus sambung ini membuat anda harus mencoba re-connect sampai puluhan kali (rekor tertinggi saya adalah reconnect lebih dari 20 kali dalam 1 jam - ini butuh kesabaran). Seringkali saat saya sedang harus mengirim e-mail penting untuk client dan customer, menjadi tertunda sampai 1 jam hanya karena koneksi yang putus sambung itu. Belum lagi outlook yang jadi hang karena koneksi tadi. Seringkali juga, client/customer menjadi marah karena keterlambatan e-mail saya; terima kasih banyak pada M2 atas kelalaian mereka.
Perlu diingat bahwa harga IndosatM2 tidak murah. Salah satu alasan saya memilih koneksi ini adalah harganya yang tidak murah, mengharapkan koneksi yang stabil. Harga bukan masalah. Tapi belakangan dengan koneksi seperti ini (selama menulis surat ini saya sudah reconnect 10 kali) M2 tidak berbeda dengan provider lainnya. Saya punya history connection yang bisa didownload dari account M2 saya di IndosatM2.com; saya punya bukti.
Saya sangat kecewa dengan layanan yang seperti ini. Customer yang bertambah tidak diimbangi dengan jaringan yang diperkuat. Calon konsumen yang hendak menggunakan IndosatM2 harus berpikir kembali. Koneksi cepat seperti yang mereka janjikan memang betul, tapi apa gunanya kecepatan tinggi kalau koneksinya putus terus-terusan? IndosatM2, mana tanggung jawabmu?
Gunawan
Rukan Eksklusif Golf Mediterania,
blok B no 60B, Pantai Indah Kapuk
Jakarta Utara
Wahh payah nich Indosat. Padahal aku baru aja jadi anggota Indosat (matrix). Selama ini dan masih sampe skrg aku on-line pake fren dgn account indo.net untuk laptop saya. Lumayan walau tidak secepat 3.5G tapi bisa narik dan kirim email 10-20kilobyte per detik. Mending bapak ganti aja pake modem CDMA atau HP CDMA fren kemudian daftar ke Indonet untuk jadi member. Murah koq cuma 22ribu utk abonemen. Permenit koneksi dikenakan 160perak. Pulsa fren cukup di-isi 10ribu per bulan atau per 1,5 bulan.
pak Yoky, apa layanan itu udah sampe Bali?
salam
memang susah ya ... kalo dibaca dari yang ada disini sepertinya kok ga ada provider inet ini yang reliable, jadi bingung mau pilih yang mana ...
eh ini belum ada response dari providernya ya, saran saya biar cepet dijawab jgn lupa nyantumin no pelanggan , kalo no telp sih jangan takutnya malah ada yang macem2x ...;)
Saya Gunawan yang men-post keluhan di atas. Berhubung saya lupa dengan id saya yang sebelumnya, jadi saya terpaksa harus create baru lagi nih.
Ini saya kasih link history koneksi saya tanggal 8 May 2008. Coba lihat durasi waktu dan jumlah transfer data yang terjadi, coba hitung berapa kali saya harus putus sambung? Itu baru print screen halaman pertama, saya masih punya halaman2 berikutnya dan dari tanggal2 yang lain juga. Kalau di print, history koneksi saya luar biasa panjang. Hanya karena koneksi saya yang putus terus. Selama berusaha mendaftar dan post di sini saja saya sudah reconnect 32 kali!! Membuang waktu saya hampir 1 jam.
http://www.kitaupload.com/download.php?file=656Printscreenkoneksi8May2008.jpg
Nomor pelanggan saya? 071000767
Apakah saya harus upgrade ke corporate supaya dapat layanan yang lebih bagus? Karena layanan personal memang sengaja diberikan yang paling buruk? Kalau memang begitu ya gak usah jualan ke personal!! Berapa saya musti bayar? lebih mahal gak pa pa asal IndosatM2 bisa menjamin layanan yang prima. Tapi kalau setelah saya bayar lebih mahal ternyata layanan masih gak lebih baik, berani tanggung jawab gak?
Saya rasa kalaupun membaca komplain saya Indosat gak akan menjawab. E-mail saya ke mereka juga cuma dijawab dengan kata2 diplomatis yang gak menyelesaikan masalah saya. Saya rasa harus ada klausul denda terhadap provider kalau mereka gak perform dengan baik nih.....kalo nga, konsumen terus yang dirugikan!
Quoted from pak Yoky: "...Mending bapak ganti aja pake modem CDMA atau HP CDMA fren kemudian daftar ke Indonet untuk jadi member. Murah koq cuma 22ribu utk abonemen. Permenit koneksi dikenakan 160perak. Pulsa fren cukup di-isi 10ribu per bulan atau per 1,5 bulan."
Terima kasih banyak atas idenya. Kalau bisa saya juga mau pak, bahkan kalau memang terbukti ada provider yang lebih bagus walaupun lebih mahal, saya akan pindah...banyak teman saya juga ingin begitu.
Sayangnya saya butuh online terus menerus (untuk e-mail yang stand by) dan mobile berhubung saya kerjanya pindah2 tempat (luar kota). Modem CDMA yang PCMCIA sudah pernah saya coba beberapa, sayangnya tidak kompatible dengan laptop saya yang berbasis vista; kalau pakai handphone terlalu ribet, belum lagi gak bisa dipakai di luar kota.
Saya berharap Axis atau provider baru apa saja bisa ambil inisiatif melihat celah pasar dari ketidakmampuan provider lain, memberikan layanan premium yang stabil. Ini celah baru dalam bisnis telekomunikasi di Indonesia yang berusaha diambil IndosatM2, sayangnya mereka gagal. M2 pernah bilang ke saya kalau layanan 3G itu sudah ada kuotanya, jadi kalau yang login berlebihan, makan user bisa didisconnect. Ya, kalau begitu, bukannya mereka seharusnya menambah kuotanya? kan udah jualan banyak? Masa gak mau tambah investasi? Payah! Saya musti lapor ke mana lagi yah? Kalo nga salah pemerintah mau me-review kinerja layanan 3G kalo nga salah?
seminggu lalu, customer service IndosatM2 menelepon saya dan menanyakan apakah saya masih mengalami masalah putus2. Sebenarnya dalam minggu itu saya merasakan peningkatan layanan, dimana putus sambung koneksi memang masih terjadi, tapi sudah berkurang jauh. Hanya saja sekarang koneksi jelek itu terjadi antara jam 3 sampai jam 6 sore. Namun sayangnya sering terjadi lag. Ini terjadi kalau saya melakukan pemakaian di wilayah kuningan dan slipi. Lag, terutama terjadi setelah jam makan siang. Lumayan, outlook saya masih hang karena ini.
Tapi overall, terjadi peningkatan kualitas layanan. Memang masih belum se ok pertama kali saya menggunakan M2. Mungkin kalau dipersentasikan, baru 30%.
Semenjak keluar kartu prepaidnya IndosatM2, kelihatannya servicenya jadi terlalu diecer2, jadi murahan deh. Memang jadi kendala nih. Saya yakin margin penjualan prepaid pasti lebih besar, makanya IndosatM2 mau jualan prepaid terus. Dan seperti biasa, sama halnya dengan pengguna jasa abodemen telepon selular lainnya, harus mengalah dengan menikmati layanan yang lebih buruk karena promo yang dinikmati oleh para pengguna jasa prepaid. Ibaratnya kalau mau naik pesawat airasia, pasti akan bersesakan dengan penumpang kelas medium-low. Beda dengan naik singapore airlines. Sayangnya untuk jasa koneksi data di Indonesia, sampai saat ini, saya tidak menemukan "singapore airlines"nya internet provider.
Rasanya sedih kalau ternyata kesetiaan konsumen dipergunakan seperti ini. Kan pelanggan abodemen seharusnya dikategorikan sebagai pelanggan yang lebih setia daripada prepaid.
Menurut saya, kalau kita (sebagai konsumen) mau punya kewenangan besar terhadap perusahaan besar macam telkomsel atau indosat, kita harus beli paket yang prepaid alias bayar dimuka. Karena, kalau kita gak suka, ya tinggal buang aja. Jangan beli lagi
Bedanya sama pelanggan pasca bayar postpaid, biasanya pelanggan ini orangnya pada malas. Kalau sudah setia, ya males pindah. Inilah yang membuat kenapa servis pasca bayar kadang tidak baik. Peminatnya dikit.
Beda sama prepaid, peminatnya banyak dan konsumen punya kuasa besar pada produk mereka. Jadi, kalau konsumen sudah bosan atau jengkel karena servis buruk. Biasanya konsumen akan pindah ke lainnya.
Lama kelamaan, ini membuat perusahaan besar macam indosat dan telkomsel jadi saingan sendiri. Ya akhirnya, konsumen yang diuntungkan....
hehe. ternyata setelah dipikir2 lebih enak jadi pelanggan prepaid... Kalau tidak puas. Buang saja ke sampah, SIM cardnya.
Masalah beres, tinggal omong ke teman-teman tentang komplain kita. Nanti bakal nyebar ke mana-mana. Dan akhirnya, perusahaan besar itu tahu lalu saling bersaing untuk memenangkan konsumen.
Yang pasca bayar, pasti pelanggan setia.