MediaKonsumen
Media Komunikasi & Informasi Konsumen Indonesia

Kecewa Petugas Bea Cukai Pekanbaru
Dikirim tanggal: Jumat, 25 April 2008

Bulan Maret lalu saya mendapat paket kiriman dari Jerman berisi laptop bekas yang saya beli dari kenalan di internet. Setelah lama paket kiriman saya tidak kunjung datang akhirnya saya putuskan untuk menghubungi kantor pos pusat di Jakarta dan langsung mendapat jawaban bahwa paket saya sudah diteruskan ke Pekanbaru.

Keesokan hari nya saya mendapat konfirmasi melalui surat dari pos bahwa saya harus menghubungi kantor pos Pekanbaru, dan ternyata paket saya ditahan oleh pihak Bea Cukai Pekanbaru karena alasan ketidak lengkapan dokumen.
Menurut saya hal ini sangat mengada-ada, karena laptop yang saya beli adalah laptop bekas dan digunakan untuk keperluan pribadi (tidak untuk diperjual belikan), serta jumlahnya hanya 1 unit.

Pihak Pos Indonesia dalam hal ini tidak dapat berbuat banyak karena tidak punya wewenang dalam urusan bea masuk, dan anehnya lagi urusan ini tidak dapat diselesaikan di Dumai (kota tujuan paket kiriman). Oknum Bea Cukai yang saya hubungi menjelaskan berbelit-belit dengan maksud untuk mempersulit urusan dan yang akhirnya berujung pada pungli. Mohon kasus seperti ini ditindak lanjuti. Terima kasih

Tony Prekarian
Jl. Darma Bakti no. 16
Dumai


Komentar Anda ?

Saat ini telah ada 6 komentar


  1. Brio | Pesan | Jumat, 25 April 2008

    Kalau beli barang dari luar negeri apalagi bekas memang murah tetapi sampai di Indonesia urusannya menjadi sangat merepotkan. Bisa jadi harga barang tersebut jauh dibawah beaya yang harus dibayar (belum korban waktu dan transport).

    Pembelian barang barang dari luar negeri secara langsung kalau dilakukan oleh orang awam (yang tidak biasa) urusannya banyak sehingga lebih baik lewat orang yang sudah biasa melaksanakan hal ini. icon_biggrin

    Salam.

  2. abdi | Pesan | Jumat, 25 April 2008

    Itulah "tugas Bea cukai" memungut bea apapun bentuknya, apapun alasannya, halal atau tidak, pokok e memungut bea. Tapi itu tugas bea cukai indonesia. icon_biggrin

  3. yoky26 | Pesan | Sabtu, 26 April 2008

    Enak ya jd petugasnya...

    Isi rumahnya banyak barang sitaan kali ya??

    Kayak pegadaian aja, he..he..

  4. Nani | Pesan | Minggu, 27 April 2008

    Setahu saya, setiap ada barang yg masuk ke indonesia, harus ada bbp bea yang harus dibayar, itu aja sih.. Kalau itu laptop bekas, menurut pengalaman saya di Jakarta, kalau pribadi, harus ada surat pendukung dari perush. disana ato org yg kirim yang menyatakan bahwa itu adalah barang bekas... nanti dari bea cukai dihitung kira2 berapa penilaiannya atau harus ada semacam invoice, nanti dihitunglah pajak dari invoice tersebut, minimal bea yg harus dibayar itu adalah 10% untuk PPn dan 2.5% PPh25, kalau gak salah loh ya.

  5. Sani Fenaro | Pesan | Senin, 28 April 2008

    yang sebenarnya di indonesia masalah import di atur dengan undang-undang,walaupun impor itu hanya untuk dipakai namun dipihak bea cukai tetap memperlakukan seperti aturan yang berjalan di kepabeanan seperti perlengkapan surat-surat,bila barang ini di import oleh perorangan maka harus di siapkan surat seperti foto copy pasport atau ktp,dan kemudian baru dibikin pemberitahuan import secara manual atau yang sering di sebut PIBT di isi baru diajukan ke Bea cukai dan kemudian oleh bea cukai dihitung nilai barang tersebut untuk pungutan pajak,sebelum barang itu di keluarkan oleh bea cukai melakukan pemeriksaan fisik barang dan baru sppb keluar

    Thx

    Sani Fenaro

  6. Bambang EkoC | Pesan | Senin, 09 Juni 2008

    Halo, Mas Toni.

    Kebetulan saya punya teman 1 kost yg bekerja di Bea Cukai Kantor Pos lalu Bea. Ijinkan saya urun rembug masalah ini.

    Mas Toni,menurut teman saya, Laptop bekas, termasuk juga HP bekas, CD/DVD adalah barang larangan yang tidak boleh masuk ke Indonesia. Istilahnya tata Niaga.

    Kata temen saya ini, yang membuat aturan adalah Memperindag (Perindustrian dan Perdagangan).

    Persoalan menjadi lain kalo laptop itu adalah barang bawaan penumpang (bebas 100%), dan bukan barang kiriman via pos.

    nah, setelah jelas permasalahannya, timbul masalah baru. Saya kira kita eman sekali kalo harus disuruh mbalikin laptop ke luar negeri to?

    Bisa dimasukkan, tp harus ijin ke Memperindag. Hanya 1 laptop? Kayaknya berbelit. Lha ya emang harus begitu, Mas.

    Kata temen saya, tidak semua barang boleh masuk ke Indonesia. Bea CUkai jadi pintu gerbangnya.

    Ini pangkal tolak KKN. Bea Cukai nolak karena aturan titipan, kita pengin barang segera tiba. Paradoksal ya...

    Koreksi dikit: Mas Toni bayar pajakkah? Kalo byr pajak, pasti mas dikasih dokumen SSPCP/SSBC. Kalo iya, saya kira itu bukan pungli. karena itu resmi masuk Kas Negara. Tapi kalo tidak pake dokumen apapun, apa mas sudah melaporkannya?

    lapor aja ke www.beacukai.go.id kalo perlu.

    Trims

Anda harus daftar dan login untuk bisa memberi komentar !



Tulisan ini tampil di situs www.MediaKonsumen.com

Pengutipan di tempat lain mohon mencantumkan Media Konsumen sebagai sumbernya