MediaKonsumen
Media Komunikasi & Informasi Konsumen Indonesia

Hati-hati Penipuan Oleh ratuplaza.com
Dikirim tanggal: Rabu, 23 April 2008

Kepada teman-teman yang suka nyari barang melalui internet, sayap eringatkan agar hati-hati dan jangan tertipu oleh ratuplaza.com. Ceritanya begini :

Saya sedang mencari barang (komputer) yang memang barang tersebut belum masuk ke Indonesia (saya sudah tanya sama agen resminya di Indonesia). Jadi saya coba-coba nyari melalui internet (web site), barangkali ada yang bisa memasukan barang tersebut tanpa melalui keagenan. Saya mencari melalui fasilitas Google dengan mencarinya menggunakan nama barang tersebut serta saya batasi area pencarian hanya yang ada di Indonesia saja. Ternyata memang ada namanya ratuplaza.com dan gambar serta hargapun tertera disana, untuk meyakinkan, saya coba teliti masalah spesifikasi barang yang saya cari tersebut. Menurut saya harga yang tertera disana cukup murah $ 1700 ditambah biaya pengiriman $50, sementara kalau lihat di website luar harganya sekitar $ 1900 an.

Singkat cerita saya melakukan transaksi online dengannya, seperti biasa saya harus memasukan data dan alamat saya termasuk email saya. Beberapa jam kemudian saya dapat email jawaban dari ratuplaza.com, isinya bahwa pesanan saya sudah dicatat dan akan diproses setelah saya transfer uang sebesar harga yang diminta dan ditujukan ke salah satu account BCA. Awalnya saya ragu karena account yang disampaikan adalah account BCA di kantor cabang Cirebon, padahal setahu saya Ratu Plaza adanya di Jakarta. Saya berfikir mungkin karena saya sebagai pemesan ada di Cikampek Jawa-Barat jadi mungkin melalui keagenan yang ada di Jawa-barat (Cirebon).

Perlu diketahui bahwa saya telah terbiasa melakukan transaksi melalui internet (misalnya beli tiket pesawat, beli buku dll.) dan selalu berhasil. Apalagi ini dengan sebuah toko yang cukup besar di jakarta, jadi tanpa menaruh curiga lebih jauh jadilah saya transfer uang ke rekening yang dimaksud sebesar nilai yang diminta. Setelah itu saya perlu mengkonfirmasikan bahwa saya sudah transfer dan barang tolong segera dikirim dengan melampirkan bukti transfer. Ketika saya fax dokumen tersebut ke no. fax yang ada di web site tsb. Ternyata tidak mau masuk sampai 5 X. Lalu saya coba hubungi dengan telepon, ternyata nomor tsb tidak bisa menerima panggilan. Akhirnya saya coba hubungi melalui email address yang mereka berikan, ternyata juga ngga bisa masuk, saya penasaran saya coba masuk lagi ke web sitenya dan astagaa..... ternyata juga sistem sudah tidak bisa menemukan web site tsb.

Awalnya saya masih berbaik sangka, mungkin ada masalah di jaringan jadi besok saya akan coba hubungi kembali, hasilnya sama. Sampai 3hari kemudian baru saya yakin bahwa saya sudah tertipu. Dan setelah saya telusuri ternyata ratuplaza.com ini terdaftarnya di domain web4africa.

Terima kasih atas perhatian teman-teman untuk membaca tulisan ini, hati-hati yah dengan pola penipuan ini karena mungkin saja ada ratuplaza-ratuplaza lainnya.

Arief M.
Jl. A. Yani no. 39
Cikampek-Karawang


Komentar Anda ?

Saat ini telah ada 5 komentar


  1. Medan Cracker | Pesan | Selasa, 22 April 2008

    wah tega bener tuh..

    jujur itu mah website penipu..saya dari medan juga punya website nipu gitu.Bapak bisa lihat di www.palawi.com

    tapi mah saya gak pernah nipu orang indonesia sendiri.setiap ada orang indonesia email tidak pernah saya balas,emang saya gunakan untuk nipu orang bule dari eropa.

    yang jelas tuh orang tega banget.gua juga kerjaan nya seperti itu tapi tidak pernah nipu orang indonesia.

  2. Brio | Pesan | Selasa, 22 April 2008

    Sekarang ini penipuan sudah meraja lela tinggal kita yang hati hati, apalagi melalui telemarketing dimana kita tidak tahu barang dan penjualnya.Mungkin yang sudah hati hati saja masih terjebak seperti yang banyak dikeluhkan di MK ini.Kalau anda beli tiket atau buku disamping penjual sudah cukup terkenal juga jumlahnya tidak terlalu besar sehingga penipu agak enggan masuk disini,tetapi kalau barang berharga spt. komputer, alat alat elektronika dsb harganya cukup besar sehingga penipu masuk kesini. icon_biggrin

    Salam.

  3. Citra Florenca EP | Pesan | Kamis, 24 April 2008

    Saya bisa mengerti perasaan Pak Arief M. Memang sulit sekali menahan godaan akan barang yang sudah kita idam-idamkan. Saya tinggal di kota kecil dimana mencari apa-apa itu susah..Kalau mau belanja harus ke luar kota.

    Internet shopping memang sangat menggoda, tinggal transfer/pake KK kita tinggal menunggu barangnya dikirimkan.

    Namun, mungkin karena kondisi keuangan saya, sampai sekarang internet shopping yang saya lakukan hanyalah sebatas buku atau PC games, tidak berani lebih dari itu.

    Untuk yang lain, berhati-hatilah dengan internet shopping apalagi untuk barang yang harganya mahal. Untuk soal komputer, tanya dulu sama agen resminya, kalo belum ada ya berarti belum ada. Kalau ada yang mengaku punya stok, jangan percaya.

    Kalau pun butuh sekali, jangan gegabah dalam memilih situs. Belanja saja di amazon.com, jangn di tempat sembarangan.

  4. Chris Edward | Pesan | Minggu, 27 April 2008

    Setuju sama mbak citra (apa om, ya?) saya kalo cari dan beli barang2 juga cuma percaya sama amazon. kalopun beli dari situs lokal, paling parfum imitasi yang harganya cuman 20rb.. icon_razz

  5. Johnny Antonius | Pesan | Senin, 28 April 2008

    transaksi melalui internet memang enak krn lbh praktis...tapi kl memang dana yg akan dikeluarkan itu lbh dr 1jt,biasanya saya memakai cara COD(cash on delivery), kl yg bersangkutan setuju...yah kita jadi transaksi kl mereka berkeberatan yah artinya patut di curigakan...apalg komputer, kan kita harus test dulu, kl yg dikasi barang rusak atau refurbised kan gawat, terkecuali memang anda berani menanggung resiko tsb...

    #1

    wah anda adalah penipu yg baik jg...memang baik tidak menipu sesama bangsa sendiri,tp akan lbh baik tidak menipu sama sekali...

    no offense just my thought...

    salam...

Anda harus daftar dan login untuk bisa memberi komentar !



Tulisan ini tampil di situs www.MediaKonsumen.com

Pengutipan di tempat lain mohon mencantumkan Media Konsumen sebagai sumbernya