Saya adalah salah satu korban dari asuransi Cigna, pada saat telemarketingnya menawarkan saya asuransi jenis Emerald mengatakan bahwa nanti kalau claim tidak perlu kwitansi, tapi hanya perlu medical report dan mengisi form claim. Setelah premi berjalan +/- 5 bln saya masuk rumah sakit dan harus rawat inap dari tgl 15 Mrt 2008 s/d 18 Mrt 2008.
Pada tanggal 25 Mrt saya telpon cigna cuma saya tidak catat yang terima telpon saat itu, saya mengatakan bahwa kwitansi saya tidak bisa dapat dari rumah sakit karena saya adalah memegang asuransi lain dimana asuransi tersebut merupakan provider dari rumah sakit tempat saya dirawat. Dia mengatakan ( perempuan ) ya udah Pak, bapak tolong isi form claim dan minta medical report dari rumah sakit dan tanda tangan dokter yang merawat.
Setelah saya urus dan dapat pada tgl 02 Apr 2008, saya langsung kirim ke cigna via kurir kantor saya, tapi langsung dikembalikan dan mengatakan bahwa harus ada kwitansi. Saya protes dan diterima oleh Ibu Meri 03 Apr 2008 dan mengatakan Bapak mohon menunggu 1 minggu kami akan kabarin. Tapi kenyataannya sampai dengan minggu yang ditunggu tidak ada keputusan dengan alasan recordingnya belum bisa didengar. Saya telpon berkali - kali dan diterima oleh Ibu Citra,Ibu Lidia,Ibu Taita dan lain tapi jawaban mereka masih menunggu - menungu.
Sampailah klimaks emosi saya pada tanggal 21 Apr 2008, saya sudah tidak sabar pertama dia katakan masih menuggu recording, saya bilang ini sudah berapa kali janji, lalu dia bilang mohon Bapak tunggu sebentar. Setelah saya tunggu jawaban dari cigna bahwa hasil recording mengatakan claim harus pakai kwitansi. Saya katakan coba perdengarkan kepada saya, tapi jawabannya Bapak datang saja ke kantor kami kalau mau dengar, lucu sekali dari belum bisa didengar kira - kira 10 menit kemudian dapat didengar dengan hasil seperti itu.
Saat itu juga saya katakan premi saya mulai saat ini saya berhentikan.
Demikian, bagi yang ingin masuk asuransi cigna mohon berhati - hati jangan sampai terjadi seperti yang saya alami.
Amiruddin Solin
Jl.Raden Inten blok cc
Jakarta Timur
menurut saya, nggak mungkin asuransi keshatan mau nerima copy kwitansi karena mereka pasti rugi (contoh : kita dirawat di rs dengan biaya habis 3 juta, tapi kita punya 3 asuransi keshatan; kl kita bisa claim di ketiga asuransi keshatan tersebut dgn copy kwitansi, bisa2 kita dapat total 4 juta yang artinya untung kita)
kl dibilang copy kwitansi bisa, itu pasti hanya akal-akalan agen saja, yg penting polis laku n target terpenuhi...
memang ada yg bs pk copy kwitansi RS tp hrs di legalisir dr RS tsb atau surat peryataan dr RS jk kwitansi RS nya tdk mau di legalisir. Jk punya lbh dr 1 asuransi, smua nya bs di klaim koq asal prosedur lkp. Kembali lagi ke pribadi dr Agen nya masing2 dr semua perusahaan Asuransi.
Sebetulnya ada Assuransi yang memperbolehkan nasabahnya mengambil assuransi lain.Jadi assuransi ini tidak mempersoalkan apakah sudah dijamin assuransi lain atau belum.
Kalau kwitansi asli memang hanya satu (dan ini kemungkinan dipakai untuk keperluan lain), tetapi bisa dicopy dan disyahkan oleh Rumah sakit ybs. Disini memang ada Perusahaan assuransi yang akal akalan dengan tidak mau menerima kwitansi yang tidak asli berarti dia mau menerima premi tetapi tidak mau membayar santunan
Sehingga kita harus betul betul teliti sebelum memilih Assuransi apakah betul betul mau memberi santunan atau hanya akal akalan saja.
Salam.
salah satu keunggulan dari cigna memberlakukan sistem double klaim,dan saya yakin ada beberapa perusahaan asuransi yang mengikuti ini.blh fotokopi asalkan ada setempel dari rs.tsb dan juga ada no hp or telp dari dokter
gitu aja kok repot
Saya ingat ketika ditawarkan oleh telemarketing dari cigna, bahwa saya bisa mengajukan klaim dengan fotokopi kwitansi RS yang dilegalisir dan bahkan hanya dengan medical record dari dokter pun juga bisa. Jadi saya setuju dengan Bpk. Amiruddin, bahwa Cigna itu membodohi nasabahnya hanya demi keuntungan mereka sendiri. Untung semua polis dari Cigna sudah saya cancel.
Btw buat yang mengaku namanya Ian Cooper. Saya tahu siapa Ian Cooper, dia bosnya Cigna, Bule, nggak bisa bahasa indo, dan gendut karena sembunyi terus di kantornya, serta munculnya pas acara makan2 aja. So bagi Ian Cooper palsu dan pengikutnya, bertobatlah!!! karena neraka adalah yang bagi yang me-muja2 kebohongan.