Saya penumpang Merpati Air, MZ-700, dari Makassar tujuan Luwuk (Sulteng), Minggu, 20 April 2008 pukul 14.20 WITA. Saya sangat kecewa dgn manajemen Merpati Air yang seenaknya merubah jadwal / jam penerbangan dari pukul 14.20 WITA ke pukul 06.00 WITA. Informasi perubahan kami terima pada hari Sabtu, 19 April 2008, pukul 18.00 WITA via telpon.
Alasan pergantian jadwal tersebut adalah karena pesawat F-100 yang biasa melayani rute tsb rusak dan digantikan pswt turboprop MA-60 yang sebenarnya melayani rute lain. Alasan ini menurut saya sangat mengada-ada, mengingat pesawat F-100 tsb telah hampir 2 bulan tidak melayani rute Mks-Lwk dgn alasan rusak.
Jadi seharusnya penggunaan MA-60 bukan bersifat dadakan dan seharusnya telah diberitahukan pada saat reservasi tiket atau jauh-jauh hari sebelumnya. Padahal saya masih ada kegiatan pada Sabtu malamnya dan pertemuan pada Minggu paginya, yang semuanya terpaksa saya batalkan.
Saya sangat menyayangkan sikap Merpati Air ini, beruntung saya sudah stay beberapa hari di Mks, dan HP saya aktif pada Sabtu sore. Namun bgmn dgn penumpang transit dari Sby atau Jkt tujuan Luwuk? Bukankah mereka harus bermalam di Mks? Mengingat saat mereka tiba di Mks, pswt yang menuju Luwuk telah terbang pagi harinya? Atau pelanggan yang tidak memberikan nomor HP atau tidak bisa dihubungi atau mengetahui perubahan Jadwal mendadak tersebut? Bukankah mereka dirugikan juga?
Saya melihat ada sikap cuek dan mau menang sendiri dari Merpati Air, mengingat tarif Mks - Lwk yang saat dilayani F-100 (1 jam penerbangan) atau MA-60 (1 jam 40 menit) yang fixed di kisaran 750rb sampai 950rb) jauh lebih mahal daripada tarif Mks-Sby yang dilayani Boeing 737-200 (1 jam 10 menit) yang hanya 450-750rb. Seharusnya dgn tarif yang lebih mahal tersebut, pelayanan hendaknya sama dengan rute penerbangan lain.
Terima kasih
William
Jl. Asoka A1/2
Makassar