MediaKonsumen
Media Komunikasi & Informasi Konsumen Indonesia

Voucher Fisik Palsu Esia
Dikirim tanggal: Jumat, 18 April 2008

Untuk para pengguna nomor esia, sebaiknya hati-hati kalau mau isi ulang menggunakan voucher fisik esia berapapun nominalnya. Saran saya sebaiknya kalau mau isi ulang, anda langsung minta isikan aja sama yang jual. Ada beberapa perbedaan antara yang palsu dengan yang asli. Kartu voucher yang asli, pelindung nomor kode voucher bila diraba tidak terasa tebal dan mudah digesek sedangkan yang palsu bila diraba terasa tebal. Menurut saya sepertinya yang ditempelkan disitu stiker yang menyerupai pelindung kode jadi anda tidak perlu menggesek(buang tenaga), dicabut saja bisa.

Nominal yang tertulis di voucher palsu terutama diatas pelindung kode voucher, bila anda perhatikan akan terlihat janggal( seperti ditulis tangan). Saya punya 3 voucher fisik esia nominal 50rb palsu semua... bete dehh.. bangkrut gua!! Teman saya juga pernah mengalami, sewaktu dia mau isi ulang yang 10rb. Beruntung yang gesek pelindung kode adalah yang jual, sampe pelindung kode hancur.

Astrada
Klp Gading
Jakarta


Komentar Anda ?

Saat ini telah ada 4 komentar


  1. ius | Pesan | Kamis, 17 April 2008

    4.

  2. Tommie Draven | Pesan | Kamis, 17 April 2008

    5 aah, yakin gak salah hitung Ius?? icon_lol

  3. ius | Pesan | Kamis, 17 April 2008

    oh uda 5 yah icon_lol icon_lol icon_lol icon_lol icon_lol

  4. wartin | Pesan | Rabu, 23 April 2008

    untuk voucher yg blm digosok ada baiknya dulu utk menghubungi CS nya

    biasanya CS nya pasti tau itu voucher udh pernah dipake apa blm dgn menyebutkan nomor yg di BAR CODE

    emang ini adalah salah satu kelemahan esia selain dr RBT nya dan sms spam

    semua operator yg plg malas menghubungi CS adalah esia krn harus menyebutkan nama,tgl lahir registrasi klo gak sama mereka gak akan mau melayani

    icon_smile

Anda harus daftar dan login untuk bisa memberi komentar !



Tulisan ini tampil di situs www.MediaKonsumen.com

Pengutipan di tempat lain mohon mencantumkan Media Konsumen sebagai sumbernya