Dear YLKI,
Sehubungan dengan maraknya konsumen melakukan pembelian kendaraan dengan cara kredit lewat Bank/Multi Finance, dimana saat ini kondisinya sangat-sangat merugikan konsumen oleh permainan antara Bank/Multi Finance dengan suplier & sales/sales counternya. Dimana sistem bermainnya adalah dengan melakukan upping rate dan discount asuransi yang harus diberikan ke supplier maupun sales/sales counternya yang diambil dari konsumen atau biaya tersebut dibebankan ke konsumen.
Hal ini sebenarnya tidak harus ada karena biaya tersebut bukan menjadi profit dari suatu transaksi karena pihak supplier sudah mengambil profit dari harga jual beli kendaraan tersebut. Begitupun juga dengan sales/sales counter yang sudah mendapatkan gaji dan bonus dari perusahaan sehingga tidak pantas mengambil keuntungan lagi dari konsumen karena konsumen sudah dibebani sangat berat dimana konsumen sudah membayar Pajak kendaraan, memberikan profit ke dealer, membayar asuransi kendaraan dimana didalamnya konsumen sudah memberikan profit ke asuransi, konsumen sudah membayar biaya administrasi ke Bank/Multi Finance dan bunga pinjaman dan biaya lain-lain.
Jika hal ini tidak segera dibenahi, saya yakin biaya yang dibebankan ke konsumen akan semakin menggila (konsumen semakin diperas) karena persaingan bisnis antara Bank/Multi Finance akan semakin gila memberikan refund ke supplier maupun sales/sales counter untuk mendapatkan bisnis dari mereka dan yang akan dirugikan adalah konsumen yang seharusnya tidak mengeluarkan biaya yang tidak sepantasnya.
Oleh sebab itu saya sebagai konsumen sangat mengharapkan campur tangan dari YLKI untuk menghentikan permainan ini sehingga tidak merugikan konsumen.
Sekian dan terima kasih.
Best Regards,
Kristoforus Essau
Jl. Baji Ateka No.21 B
Makassar - Sulawesi Selatan
Coba anda perhatikan kebanyakan supplier akan lebih senang bila pembeli kendaraan secara Kredit dp. tunai. Dengan pembelian secara kredit ini supplier akan dapat "hadiah" dari perusahaan leasing dan juga dari Perusahaan assuransi.
Salam.