MediaKonsumen
Media Komunikasi & Informasi Konsumen Indonesia

Rayuan Maut ala Samudra Travel
Dikirim tanggal: Senin, 14 April 2008

Saya adalah pembaca baru di komunitas ini, tidak sengaja menemukan webnya ketika saya baru saja dapat rayuan manis dari sebuah travel.

1 minggu yg lalu saya ditawari oleh staff (Irma dan Viola)dr travel dibawah manajemen PT. Annea Prima Samudra yg terletak di Perkantoran Rajawali Jl. Rajawali Blok B-14 Ps. Minggu Jaksel, Tlp (021) 7818626 fax (021) 78845851. Pada intinya adalah travel ini menjanjikan akan memberikan 4 voucher menginap dihotel bintang 3 dan 4 serta tiket pulang pergi untuk semua maskapai kecuali Garuda, Merpati dan Airasia. Dengan semua fasilitas tadi, dikenakan biaya member sebesar Rp. 3, 996,000 dan akan mendapatkan kartu diskon dgn masa berlaku 10 tahun.

Dan pada hari yg sama mereka langsung mendebet secara ilegal pembayaran ini melalui kartu kredit saya. Berdasarkan informasi dari HSBC travel ini mendebet sebesar RP.4,005,115

Saya sudah berusaha untuk membatalkan transaksi ini melalui call center HSBC tetapi mereka tidak bisa melakukan ini sebelum menerima surat tertulis dri travel ttg pembatalan transaksi ini. Atas saran dr costumer service dr HSBC saya telah memblokir kartu kredit saya dan akan mengirimkan kembali paket yg travel ini kirim kepada saya. Saya sudah menelpon ke travel ini tapi mereka juga tetap tdk mau membatalkan transaksi ini.

Saya sebagai konsumen merasa sangat dirugikan dan berharap melalui komunitas ini saya mendapatkan masukan serta saran apa yang harus saya lakukan selanjutnya.

Saya berharap ini tidak terjadi lagi dan yang lain bisa belajar dari pengalaman saya ini.

Terima kasih dan hidup konsumen....

Nur Yasni
Nusa Tamalanrea Indah
Makassar


Komentar Anda ?

Saat ini telah ada 27 komentar


  1. P.N Jonathan | Pesan | Senin, 14 April 2008

    Duuuh ibu Nur...ini kan jelas penipuan,coba deh baca sekali lagi,mendapat ticket pp kecuali Garuda,Merpati dan Air Asia..lah ticket apa dong? icon_eek icon_eek Adam Air,kan dah bangkrut bu...sedangkan pesawat lain pasti mereka bilang full

  2. Citra Florenca EP | Pesan | Senin, 14 April 2008

    Nah ini lagi, sampe kapan ya...duh yang di Jakarta..laporin ke polisi donk....

  3. Nani | Pesan | Senin, 14 April 2008

    Wahh... jangan2 segrup sama yg namanya Famili Travel.. kayanya sih gt..

  4. boed | Pesan | Senin, 14 April 2008

    icon_mad Waaaaaaa ada lagiii yaaaa, hmmm sampai kapan niiih korban terus berjatuhan icon_redface

  5. Niniek | Pesan | Selasa, 15 April 2008

    Jangan pake kartu kredit lg!!!! icon_lol icon_lol icon_lol

  6. Abie | Pesan | Selasa, 15 April 2008

    Ternyata banyak sekali yg jadi korban Rayuan ini,mo sampai kapan ya..?

    Yang dijakarta pasti ga mau tinggal diam kan?

    apa sudah pernah ada yg cek ke alamat tersebut? icon_eek

  7. Andree | Pesan | Rabu, 23 April 2008

    sy juga kena kasus ini juga. td siang marketing mereka (pt annea prima samudra)telp bilang kalo sy dapet paket seperti mbak nur yasni. dan mendebet kk hsbc sy. sy udah minta pembatalan tp mereka blg tidak bisa dibatalkan. telp ke hsbc juga blg harus di-void dari merchantnya..... duh jadi bingung nih.... mesti gimana...

  8. Night Spy | Pesan | Rabu, 23 April 2008

    Weleh weleh..

    tadi siang gue juga ditelephone sama cewek yang ngakunya dari perusahaan tersebut, kebetulan gue punya sedikit waktu, jadi gue ajak mereka ngomong kira kira 30 menit juga sih,

    yang mana ujung ujung mereka meminta nomor kartu kredit gue, gue sih pura pura takut aja dan gue minta dianya temen gue dulu, nanti sesudah gue ok, gue baru kasih dia nomor kartu kredit gue,

    memang semula dia ada menyebutkan 8 digit kartu gue, terus dia meminta saya untuk menyebutkan 8 digit terakhir, tapi yang gue sebuti nomor kartu kredit bank lain, akhirnya dianya marah marah, karena tahu kalau gue ini tidak serius,,,,

    gue tinggal ngomong ke dianya saja, kalau mau cari makan bukan begitu caranya, kalau 8 digit pertama itu bisa dan dengan sangat gampang untuk mendapatkannya..

    pengalaman gue sih begini saja, kalau ada ditelephone dari perusahaan apa pun, yang mengaku kalau mereka itu sudah mendapatkan persetujuan dari manapun, umumnya itu boong, karena kalau hanya menyebut 8 digit pertama dari setiap bank itu tidak terlalu susah. Jika kita memiliki waktu, kita ajak dia ngobrol saja, biar biaya telephone mereka itu membludak, dan tidak ada deal.... icon_lol icon_lol icon_lol

    wassallllaaammmmm

    icon_evil NS icon_evil

  9. Yasni | Pesan | Kamis, 24 April 2008

    @ Andre, posting aja penipuan travel ini mas, biar ada bukti baru kl travel ini ternyata merugikan yg lain juga. utk urusan dg HSBCnya, paket yg dikirim ke kita kirim balik ke travel ini, dan minta ke customer care dispute form. form ini utk membantu investigasi atas tagihan dr travel brengsek ini. Pengalaman sy sih, tagihan dr travel ini dipending dulu sambil menunggu hasil investigasi dari HSBC. Jumat minggu lalu salah satu managernya telp saya, dan marah2 krn sy memposting kejadian ini, sy abaikan sj dan tetap menunggu hasil investigasi dr HSBC. Oh iya, saya juga dibantu teman dijakarta utk investigasi kasus ini, semoga sih ada hasilnya.

  10. Andree | Pesan | Kamis, 24 April 2008

    maksudnya posting dimana ? koran ? dispute form ada di semua cabang hsbc atau di mana mesti minta ?

  11. Citra Florenca EP | Pesan | Kamis, 24 April 2008

    @Mbak Yasni : wah sama Mbak. Pihak contact person yang menipu saya juga marah-marah begitu tau saya mengomel disini. Ya saya bentak aja lagi...emang enak icon_evil

  12. Yasni | Pesan | Kamis, 24 April 2008

    dimedia ini juga tidak apa2 icon_smile , dispute form bisa diminta melalui customer care HSBC, sy ndak tau kl dicab HSBC, hrusnya sih ada. kl sempat juga kirim pengaduan ke email HSBC (creditcards@hsbc.co.id) ceritain kronologinya disitu dan keberatan atas transaksi yg didebet oleh samudra travel. sebisa mungkin minta dispute form ini secepatnya biar tagihannya tdk muncul di billing statement, tp mas andree juga hrs bisa melampirkan bukti pendukung, mis resi pengiriman voucher kembali ke travelnya. moga bs membantu ya...kl mau diskusi lg bs kirim ke n_yasni@yahoo.com

  13. Yasni | Pesan | Kamis, 24 April 2008

    mbak citra, gmn perkembangan dg family travelnya? oh iya, saya juga mengadukan ini ke YLKI cab Makassar dan mereka yg akan meneruskan lap ini ke YLKI jkt. Smoga usaha kita membawa hasil, minimal tdk berjatuhan korban yg baru.

  14. Yasni | Pesan | Kamis, 24 April 2008

    kita rame-rame aja kirim surat pengaduan ke YLKI, biar yg disana bisa melihat sekian banyak konsumen yg telah dirugikan oleh travel-travel yg tdk becus ini...

  15. Citra Florenca EP | Pesan | Kamis, 24 April 2008

    @Mbak Yasni : wah Familytour kyknya ingkar janji nih Mbak. Katanya mau dibatalin, sampe sekarang nggak ada kabar apa-apa. Untung saya nggak berharap, kalo nggak bakalan sakit hati dua kali deh.

    Saya juga melaporkannya ke bank sama seperti Mbak. Semoga urusan kita cepat selesai ya, Mbak.

  16. Citra Florenca EP | Pesan | Kamis, 24 April 2008

    Setuju, kita bikin laporan kolektif, tapi siapa yg jadi koordinatornya? icon_confused

  17. Yasni | Pesan | Kamis, 24 April 2008

    Ada yg bersedia jd koordinatornya ngga? oh iya mbak, kebetulan aku pny teman yg kenal baik dg ketua YLKI jkt, akan ku telp ketua YLKI dulu dan minta masukannya utk penyelesaian kasus spt ini.

  18. Tommie Draven | Pesan | Kamis, 24 April 2008

    Familytour kemana ya ???

    @Citra, kl anda mo bikin laporan secara sendiri atau berkelompok ya bisa aja. Tp apabila anda mau melapor sendiri, datangi saja kepolisian terdekat dan jangan percaya apabila tidak bisa diurus karena TKP nya (plaju 18) adanya dijkt. Laporan bisa di buat dimana saja, justru salah satu point plusnya adalah transaksi yg dilakukan jauh dari tempat anda berada, sehingga unsur penipuan nya lebih kental. Transaksi spt ini di retail lain pun (apalagi di LN) memerlukan verifikasi (apabila transaksi jarak jauh memakai KK) minimal persetujuan kita dan hasil scan KK kita dan KTP. Bahkan ada bbrp merchant diluar yg mengharuskan buyersnya untuk mengirimkan juga copy billing statement KK nya selama 3 bulan.(Bung Medan Cracker pasti tau nich icon_biggrin )

    Nah dari laporan kepolisian itu nanti anda bisa meminta kepada pihak Bank untuk membatalkan transaksi. Di kirim aja surat meminta pembatalan transaksi dg batas waktu, misalnya 2 minggu setelah tanggal surat, apabila lewat maka ditempuhlah jalur hukum. dan pihak Bank bisa turut tergugat. Sehingga harus diberikan tenggang waktu antara pemberitahuan dan pembatalan. Ini agar anda tidak berada di pihak yg salah apabila pihak familytour memang berniat membatalkan transaksi anda.

    Urusan lewat jalur ini memang cukup ribet mbak, dan mungkin juga yg saya ungkapkan salah, mohon maaf, saya hanya seorang tukang IT yg punya temen bekerja di salah satu pengadilan negeri sebagai tukang sapu icon_biggrin .

    ttd

    Tommie Draven S.H (Sohibul Hajat) icon_lol icon_lol

  19. Citra Florenca EP | Pesan | Kamis, 24 April 2008

    @Mbak Yasni: makasih Mbak. Kalau nanti sudah ditelpon, jangan lupa diupdate infonya disini ya, Mbak.

    @Mas Tommie: aku dah pernah terpikir soal melapor ke kepolisian sini, tapi..yah kinerjanya itu lho yang bikin aku kurang percaya. Maklum lah kota kecil, jadi agak kurang tanggap polisinya icon_cool

  20. Yasni | Pesan | Jumat, 25 April 2008

    berhubung tdk ada itikad baik dr samudra travel utk menyelesaikan kasus ini secara baik-baik, besok saya akan melaporkan kasus ini ke polisi di makassar. kebetulan sy bekerja di suatu lembaga internasional yg memberikan dukungan kpd saya dan sbgai langkah awal sy diminta utk membuat laporan polisi ditempat kejadian dan ini akan ditindak lanjuti di jkrta. mohon dukungan dan doa dr teman-teman ya icon_smile

  21. Yasni | Pesan | Rabu, 14 Mei 2008

    Saya ingin menyampaikan bahwa, PT Samudra Travel yang diwakili oleh Ibu Erika (Manager Samudra Tour) telah menghubungi saya untuk menyelesaikan permasalahan pendebetan kartu kredit saya dengan baik. Mereka Mereka menunjukkan itikad baik dengan mengirimkan surat pembatalan transaksi Tgl 12 Mei 2008 kepada saya.

    Makasih Media Konsumen, dan bantuan semua pihak sehingga masalah ini bisa diselesaikan.

  22. Khay Tjen | Pesan | Kamis, 22 Mei 2008

    Halo Ibu Yasni,

    Kakak saya di Makassar dan pemegang KK HSBC juga mengalami kejadian yang sama pada Rabu 21 Mei 2008. Apa ada no hp Ibu Erika?

    Makasih sebelumnya

  23. Samsu Kho | Pesan | Sabtu, 21 Juni 2008

    Waduh, kaya nya saya juga sudah kena tipu deh kalo gitu.

    Bener2 ga nyangka kalo its a lie, soalnya setau saya informasi pelanggan Bank ga seharusnya di share ke pihak ke-3 tanpa persetujuan dari pelanggan :(

    Menurut teman2 apakah sebaiknya saya memblokir kartu saya yg sekarang dan re-apply aj? ato informasi kan ke bank aja?

    Dan buat teman2 yang tau, tolong contact number nya Ibu Erika, saya pengen bicara juga dengan beliau mengenai masalah ini.

    Thanks...

    --

    SK

  24. Samsu Kho | Pesan | Sabtu, 21 Juni 2008

    Sebenarnya pas nerima paket dari pihak Samudra ini saya udah merasa ada yang ga beres, soalnya dipercakapan telpon kata mereka bakal dapat tiket gratis 2-lembar tapi saya cuma dapat 1-lbr aja di dalam

    trus setelah saya baca dengan seksama, nilai tiket nya cuma Rp.400,000 ---- mana ada tiket pesawat cuma Rp.400,000 sekarang, MKS-SBY aja udah mahal banget.

    saya berharap Pihak Samudra Travel membatalkan transaksi saya sekarang juga sebelum saya melangkah lebih jauh lewat jalur hukum. u/informasi aj, pihak Kapoltabes Kota Makassar ampe Kapolri merupakan teman baik keluarga kami jadi jangan sampe memaksa saya u/menggunakan jalur ini.

    Thanks...

    --

    SK

  25. Yasni | Pesan | Senin, 23 Juni 2008

    @ Pak Samsu, saya ikut prihatin karena juga menjadi korban penipuan travel ini. Saran saya sih telp kembali ke samudra travel dan minta surat pembatalan transaksi,kembalikan semua produk yang mereka kirimkan juga kirim surat ke bank penerbit kartu kredit dan ceritakan kronologis penipuan yg telah bapak alami. terakhir kl tetap saja tidak ada jalan keluar laporkan saja ke polisi. langkah2 ini yang saya lakukan sehingga pihak samudra travel menerbitkan surat pembatalan transaksi icon_smile Kl mau diskusi lg, lewat japri aja ke email saya.

  26. P.N Jonathan | Pesan | Selasa, 24 Juni 2008

    Perhatikan kalau menggunakan jasa Travel Buro apakah mereka anggauta IATA atau PATA atau tidak,kalau tidak cepat cepat dijauhi walaupun dengan alasan apapun icon_mad

  27. Rudy Rungkut Surabaya | Pesan | Jumat, 27 Juni 2008

    Saya juga telah menjadi korban. telah saya amati, kasus kita mirip dengan modus family tour dan Mandira tour. sepertinya satu perguruan. pasti telah terjadi kebocoran data tingkat tinggi dari penyelengara KK, kebetulan saya lewat ABM AMRO.

    annea prima = samudra tour adalah tidak benar. telah konfirmasi dgn bos samudra tour (Bp Hary) mengatakan annea prima bukan samudra tour dan sebaiknya melaporkan kepolisi saja.

    saya sangat tidak suka cara kerja atau modus marketing seperti ini. jelas jelas mengakali atau kasarnya TIPU.

    kalau memang kita kita terpilih dari 5 setiap bulan untuk menerima reward kok dipersulit gitu untuk batal.

    saya punya adek perempuan. Juga punya perusahaan travel dengan dibawah ASITA kebetulan suaminya adalah sekjen dari salah satu parpol dan punya banyak teman pengacara :)

    saya telah mengadu ke ABN AMRO dan sedang di investigasi. bila tidak ada respon baik dari AMRO saya akan menulis ke koran kalo ada kebocoran data nasabah di ABN AMRO, nenutup KK saya & mungkin akan saya hold pembayarannya juga.

    saya juga telah menolak menerima paket voucher.

    saya tunggu pembatalan pengembalian uang segera ya BU ERIKA sebelum saya melangkah lebih jauh. emang enak kalo di akali orang?

    intinya saya tidak percaya lagi.

    sulit lagi untuk meneruskan program 10 tahun kecuali Ibu Erika berani memberikan personal guarantie dgn melampirkan foto copy KTP.

    Hidup media konsumen, hidup jawapos online, hidup kompas.com !!!

Anda harus daftar dan login untuk bisa memberi komentar !



Tulisan ini tampil di situs www.MediaKonsumen.com

Pengutipan di tempat lain mohon mencantumkan Media Konsumen sebagai sumbernya