Saya merasa perihatin dengan perkembangan baru-baru ini di Indonesia. Sepertinya banyak hal yang dilakukan pemerintah RI yg dapat dibilang mengekang kebebasan berpendapat (Freedom of expression).
Mengapa pemerintah memblokir akses ke beberapa site/situs di Internet? hal tersebut merupakan suatu pola berfikir "backward thinking", dimana bila kita memakai akal sehat (bukan emosi), akan jelas terlihat bahwa pemblokiran tidak akan menyelesaikan masalah.
Bagaimana dengan isu bahwa google juga akan di blokir? Astaga, setahu saya RI itu negara demokrasi, bukan Komunis! China saja tidak memblokir google!
Pemerintah tidak boleh dengan seenak perutnya melakukan hal2 seperti itu. Jgn hanya bergantung pada kesaksian seorang ahli yang terus terang keahliannya itu patut dipertanyakan! Bagaimana negara kita bisa berkembang? Apabila semua tehnik penyelesaian masalah harus menggunakan "otot" dan bukan "otak"? bagaimana dgn orang2 yg dirugikan dengan aksi-aksi idiotic seperti itu? Bagaimana dengan para pelajar yang harus melakukan research di Internet? Bagaimana dengan perkembangan e-commerce dan e-business yang tentunya akan terpukul? Bukankah akan merusak ekonomi rumah tangga sebagian orang?
Tolong, saya minta kepada sang "ahli" yg selalu dibangga-banggakan dan selalu di percaya dalam segala permasalahan "information technology (IT)" Anda tahu siapa anda..! tolong anda jgn berbicara seperti orang yang tidak berpendidikan bila memberikan komentar.. Ingat bung....... di atas langit.. masih ada langit..! Jangan anda anggap diri anda lah yang paling pintar!
Mungkin banyak orang yg sangat tidak setuju dengan ucapan saya, dan saya hargai itu... sebab dalam demokrasi, semua orang berhak berpendapat. Tapi jangan lupa, orang lain pun berhak memberi pendapat.... jgn seperti pemerintah RI, ingin di dengar, tapi tidak mau mendengar...! Kepada Menteri KomInfo... sebagai seorang menteri, anda seharusnya mencoba mendengar aspirasi rakyat, dan mencoba mencari jalan keluar yang tidak merugikan khalayak banyak... Anda itu seorang Menteri dari Pemerintah Republik Indonesia.. bukan seorang tukang jagal.. Harap anda mengerti, ini zaman informasi pak menteri.., dengan mengekang pergerakan informasi, berarti anda mengekang kemajuan negeri anda sendiri.
Terimakasih
Akbar Taufan
Melbourne Australia
+6143052**53
walah...orang masyarakat nya jg msh byk yg munafik kok...jadi yah pemerintahnya hanya mengunakan kesempatan ini...dan lagi2 demi kepentingan moral untuk menghasilkan sejumlah uang...
@Mas Akbar...mas sendiri bilang "Bila kita menggunakan akal sehat"...susah deh mas Akbar,kita yang tinggal diluar Indonesia baru mata kita bisa terbuka apa artinya demokrasi...lagian menurut saya di Indonesia sudah mulai demokrasi tapi masih ada pembatasan pembatasan tertentu,ada betulnya juga karena kalau tidak akhirnya jadi ngawur,untuk berdemokrasi seperti yang kita kenal...belum waktunya mas Akbar...anyway salam saya dari Amsterdam-The Netherlands
Seperti komentar no 1..munafik masih banyak...mementingkan diri sendiri masih besar...tidak disiplin masih besar..hal hal seperti itulah yang masih banyak di Indonesia
FYI..
konon katanya program filter situs asusila (http://www.depkominfo.go.id/datafile/)itu menyedot uang 30an trilyun...ternyata yg saya baca di forum lain ternyata program itu gak beda alias adalah duplikat dari program free yg ada yaitu Naomi & K9WebProtection...(Naomi:http://www.radiance.m6.net/)(K9WebProtection:http://www.k9webprotection.com/)
piyee...toh....duit lagi...duit lagi...
malah denger2 ada warnet2 yg harus membayar sejumlah uang utk membeli program ini...
Sebetulnya masalah inikan ada hubungannya dengan sikap masyarakat sendiri. Contoh kalau ditempat tinggal om Jo masyarakat tidak akan peduli dengan film (apapun isinya) tetapi untuk masyarakat Indonesia akan sangat berdampak besar.Jadi kalau anda tinggal di Australia apapun yang ada di internet tidak perlu dipermasalahkan, tetapi dibagian dunia lain (contoh Pakistan, Indonesia dsb) masyarakatnya belum dapat menerima hal hal demikian sehingga akan timbul gejolak. Secara Ekonomi dan Politik akan menimbulkan pengorbanan yang besar, sehingga ya mau tidak mau Pemerintah harus ikut campur.
Kebebasan berpikir itu bila masyarakat sudah dapat menerima misalnya saya senang dengan kebebasan tindakan dan pikiran saya tetapi apa tetangga saya juga demikian padahal saat ini di Indonesia masih kental suasana "kekeluargaan" ini, mestinya bila anda belum lama meninggalkan Indonesia akan merasakan hal ini (secara mikro mungkin keluarga anda masih ikut campur tangan).
Untuk betul betul mencapai kebebasan berpikir ini masih perlu waktu "belajar"
Salam.
Menurut saya, pemerintahh itu harus bisa melihat prioritas dalam bertindak, dari 200 jt penduduk indonesia, yg buta internet mungkin banyak, lebih dari setengahnya itu, jadi pemblokiran internet cuman berdampak (secara tidak langsung membuat) pembodohan bangsa kita ini
Mengenai website2 asusila yg kononnya juga menjadi alasan pemerintah untuk pemblokiran, saya rasa ini nonsense, yang jago2 banyak lo.. kata orang, semakin ditahan, malah jadinya jebol.
Daripada dananya habis gak keruan gt (30T bok!!! beli beras buat orang miskin dapet berapa tuh), mending anggaran pendidikan dan keagamaan dinaikan lagi, biar moral dan akhlak serta pola pikir manusia bangsa Indonesia ini meningkat.
Waduh waduh brapo nih buat mbak/ pak Nani........
saya pribadi setuju banget.....lho....................
Website asusila mau diblokir oleh pemerintah?Yailah...nggak salah tuh,anggauta DPRnya ada yang maen B***Film diem diem...sedih deh
ontohod pisan
lha wong namanya juga di indonesia...
semua orang sama-sama kerja bukan kerja sama
jadinya ya begitu deh.... yang penting kerja, dapet proyek, masuk deh duit, nggak mikirin orang yang nggak bisa kerja lagi gara-gara hasil kerjaan mereka.
Idea mbak Nani itu bagus loh ..untuk pemerintah (terutama Menteri KomInfo.) mau mendengar dan mau berpikir untuk negara,jangan berpikir bagai mana cara mendapatkan uang yang banyak dan mudah selagi jadi pejabat...tapi bagaimana cara membangun dan memajukan bangsa Indonesia, seperti saran mbak Nani ...coba uangnya dikasih buat membantu rakyat miskin akan lebih bermanfaat toh...atau buat bantu pendidikan rakyat miskin ( uang 30T kan banyak loh..)
untuk para pejabat ...coba deh berfikir...keputusan dan uang yg anda dapatkan dgn cara menipu rakyat...diakhirat nanti kita-kita sebagai rakyat akan meminta pertanggung jawaban anda...kita akan minta anda membayar dengan pahala anada atau membayar dengan menanggung dosa rakyat Indonesia yang telah anda tipu ..
Setuju ma mba Nani..! Pemblokiran ngga akan menyelesaikan masalah. Bisa2 malah perang antara hacker ma pemerintah. Kalau menurut gua sih masih lebih jago n pinter2 hacker dari pada pemerintah
. "Pemerintah" bisanya apa sih? paling juga rapat-duduk-tidur-makan-dapet gaji buta
.
"Pemerintah" memang bosok bosok bosok...!! buang buang duit...!! warnet2 jg banyak yg udah blokir sendiri (kesadaran sendiri) jauh sebelum "pemerintah" kepikiran. paling juga ntar yang punya akses ke situs2 porno cuma "pemerintah" (fasilitas baru). masing2 dijatah password buat mgebuka.!!
setuju bung Astrada...
kesadaran sendiri jauh lbh baik daripada pemaksaan...lagian mana ada sih warnet yg mau kena virus..kan konon situs2 porno gitoe byk virusnya...
yg lbh parahnya kl itu duit 30t buat bikin program beneran sih masuk akal,ini kan cuman duplikat dr freeware yg ada...piye toh...(walaupun ini hanya denger dari isu2 para pakar aja)
setuju tuh,bukan soal perbedaan negara seperti kata mas brio,tapi kembali ke pemerintah nya sendiri,dan juga masyarakatnya
pemerintahnya munafik,masyarakatnya juga.kalo emang dasar otaknya kotor yang memang kotor.
bener tuh mbak nani lebih baik uangnya di untuk dana pendidikan/keagamaan.
Emang ada pembatasan situs porno ya. Wong saya buka situs porno masih bisa kok sekarang
, ngedonlot porn movies juga masih bisa kok
. Apanya yang disensor sih?
yah belum di sensor sekarang mah,kalo gak salah sih sih ntar bulan depan udah mulai.
lagian juga namanya internet gitu,dunia maya,kok sampai dibatasin.
ANEH
Dunia Maya itu luas, Indonesia mau memblok situs2 kelas kakap adalah suatu hal mustahil dan menyedihkan karena membuat indonesia kembali ke jaman yang notabene tidak mengenal komputer ataupun media massa alias jaman BATU !! Begitukah sebenarnya tujuan DepKomInfo ? Atau barangkali lebih enak didenger sebagai DepZaBatPur ? Departemen Zaman Batu dan Purbakala ?
download bokep? sah2 aja,asal untuk konsumsi sendiri,dewasa dan bertanggung jawab
yang gw risau itu penggunaan materi internet yang salah (konten dewasa) pada anak2 kecil (sd/smp/sma) di warnet2..itu yang harus dilarang