Kantor saya pengguna Genset yang cukup berkala membeli Solar untuk bahan bakar mesin Genset tersebut. Karena bahan bakar Genset kantor saya mendekati habis pada Jum'at 11 April 2008 sekitar pukul 15.00-15.30 WIB saya segera membeli Solar. Berhubung SPBU depan kantor saya habis stok solarnya terpaksa saya agak berjalan lebih jauh ke SPBU 34-12302 Jln. Arteri Pondok Pinang No.34 Jakarta Selatan.
Ketika saya membeli Solar tersebut, jelas saya sebutkan bahwa saya hendak membeli 20Liter Solar (Bio Solar). Namun apa yang terjadi, ketika selesai angka yang tertera di mesin SPBU adalah 19.535 Liter. Saya tanya kenapa tidak 20L PAS, petugas SPBU tersebut diam saja. Dan saya minta bon dan dicharge sama dengan harga 20 L Bio Solar = Rp. 86.000.
Saya memilih tidak memperpanjang kasus tersebut dan memilih menuangkan uneg-uneg saya melalui media lain nantinya. Dan di sinilah saya di media konsumen ini mencoba menuangkan uneg-uneg saya agar dapat ditanggapi oleh pihak terkait.
Memang tidak semua SPBU "nakal" seperti SPBU 34-12302 di atas. Tapi dengan iklan di media televisi yang katanya "PAS" itu seharusnya hal ini dapat dijadikan introspeksi bagi pihak Pertamina.
Demikian kiranya uneg-uneg saya ini semoga bisa dijadikan bahan pelajaran dan pembelajaran bagi konsumen dan Pertamina.
Salam
Ringo Noer J
Jakarta
@Bung Ringo...bukan soal perbedaannya yang sedikit tapi prinsipnya mereka nggak boleh begitu...mereka harus memberikan bon yang sesuai dengan apa yang anda beli...kalau didiemin semakin "Calutak"orang Sunda bilang
kenapa gak bilang 86000 ribu aja pak dia kan mau gak mau harus mencet 86000
ini spbu yg mana ya
sblh B Permata atau sblh Aqua apa yg di K pos pak
biar bs lebih hati-hati aja
@Bung Jonathan
setuju
@Bung Wartin
Belum saya coba, tapi saya rasa akan sama saja hasilnya.
Mereka pasti akan menakar tidak sampai 86000 :)
Itu SPBU dekat showroom apa ya, saya lupa. Pokoknya dari arah PI letaknya di sisi kiri jalan Arteri. Sebelum perempatan Komplek KOSTRAD.