Organisasi Pemuda pancasila di kota Purwokerto unjuk gigi lagi, setelah tiarap sekian lama. Cara cara ORBA di awali lagi oleh Organisasi PP purwokerto. Menjual tiket door to door dengan sedikit memaksa. Saya kira sudah tidak jamannya lagi, apalagi purwokerto baru mau memulai proinventasi jangan dirusak dengan cara cara Pemuda Pancasila (PP) mau cari duit dengan gampangnya. Mendatangi pengusaha dengan tidak malunya menjual tiket dengan sedikit memaksa membawa surat tugas dari ketuanya eks napi narkoba. Cara tersebut melanggar HAM,yg membuat gerah orang lain.
kepada Pak BUPATI Marjoko,organisasi ini sudah merusak Fisi kita bersama sebagai warga Banyumas,harus ditindak lanjuti agar tdk di ikuti oleh organisasi yang lain yg tidak bertanggung jawab(bergaya preman).
Investor membutuhkan keamanan berusaha,ketetapan HUKUM,kesejukan dalam melakukan usaha.
Jadi saya himbau kepada organisasi seperti PP, berbuatlah, atau berusaha yg elegant. Jangan memalukan, dengan minta-minta dengan cara jual undangan. Buatlah profesioanal, bikin acara yg bagus orang akan berebut beli tiket. Jangan melanggar HAM (jual tiket yg intinya mengintimidasi(paksaan))jualnya malam hari lagi, dgn mendatangi toko toko. Malu dong bukan jamannya lagi.
Sebagai Warga Negara yang Baik harus berani menolak dengan tegas. Penduduk banyumas sudah memilih Bapak Marjoko dgn fisinya, jadi harus berani meniarapkan PP kembali apabila berbuat tidak benar. Merusak cita cita bersama, aman dan tentram dalam berusaha.
M. Sutanto
Jl. Kauman Lama 1/27
Yogyakarta
masalahnya kalau kita tolak, trus digebukin, apes2nya masuk rumah sakit, lebih apes lagi kalo sampe sekarat, gak ada yg berani nolongin kita juga masalahnya... ..
Mau menunggu polisi pemburu preman dtg? dah keburu kita d hajar ama preman...
Di Medan juga begitu... datang2... ada keluarga anggota meninggal.. minta lar sumbangan... d kasih duit salah (sudah susah cari duitnya) gak di kasih marah2 buat pelanggan takut.
Cape d
Kalo cuma jual Tiket masih mending pak, di Medan kalau pindah rumah harus ada "uang perkenalan" dengan organisasi pemuda setempat. Di lokasi tertentu kadang bisa mencapai 7 organisasi.
Mana nih janji bapak Kapolri kalo premanisme akan dibasmi
Janji tinggal lha janji.
No telp team pemburu preman byk yg sdh tulalit juga.
Lucu juga, bbrp bulan yg lalu ada diberitakan kalau ada anggota organisasi kepemudaan yg merasa tdk senang karena d sentil ama org pemerintah.
Mungkin gak semua organisasi kepemudaan itu berkelakuan spt Preman, bs di bilank hanya 0,1% dari 100% yg gak berkelakuan PREMAN
Kalau minta sumbangan yang ramah donk mintanya, kalau sudah di tolak jgn marah2, tapi coba bujuk... kalau ditolak lagi ya udah... silakan angkat kaki...