MediaKonsumen
Media Komunikasi & Informasi Konsumen Indonesia

Indovision Pelatih Kesabaran
Dikirim tanggal: Kamis, 03 April 2008

Saya mengucapkan banyak terimakasih pada Indovision yang telah melatih kesabaran saya. Saat ini level kesabaran saya telah meningkat 10 level, karena mulai dari sabar, marah, marah besar, sampe nggak bisa marah lagi saya tetap bersama Indovision... Merdeka!!!

Pelatihan kesabaran dimulai dari awal saya menelpon indovision yang sangat susah masuknya, dan jawaban dari answering mechine sangat menjengkelkan: saat ini seluruh staff kami sedang melayani pelanggan lain, mohon tunggu sebentar (2x). Setelah itu akan ada jawaban lain: terima kasih anda telah menghubungi MNC, telepon anda sangat berarti bagi kami, saat ini seluruh staff kami sedang melayani pelanggan lain, mohon anda dapat menghubungi kami kembali. (pelanggan yang lain itu penting, kalo pelanggan yang ini nggak penting????)

Kasus bermula pada hari sabtu tanggal 29 maret 2008 jam 5 sore, indovision saya mati total. Kemudian saya menelpon coustomer care Indovision dan diterima oleh seorang cewek yang saya nggak inget lagi namanya, saya menanyakan mengapa indovision saya mati total. Seperti biasa saya disarankan untuk mengecek sambungan dan mematikan sebentar, kemudian dihidupkan kembali setelah setengah jam. Saya jelaskan bahwa sebelum saya menelpon indovision saya telah melakukan hal tersebut.

Setelah itu si mbak coustomer care menyarankan agar indovision saya diputus untuk sementara waktu agar billing tidak berjalan, dan dia mau memberi schedule kunjungan teknisi 6 HARI setelah saya menelpon, belum saya jawab ya atau tidak telpon mati. saya belum puas dengan jawaban mbak tadi makanya saya menelpon lagi yang menerima sekarang bernama rizal, oleh rizal saya disuruh mendongeng kembali masalahnya apa, setelah mendongeng saya disuruh melakukan hal yang sama seperti diatas.

(masih sabar) saya melakukan apa yang disuruh sama rizal dan rizal berjanji akan menelpon saya untuk mengecek apakah indovisionnya usah menyala atau belom. Saya tunggu sampai malam TIDAK ADA telpon dari indovision, (masih sabar) saya berinisiatif menelpon. Hasilnya saya disuruh mendongeng lagi (mulai marah), saya tidak mau mendongeng, saya bilang saya mau ketemu rizal. Akhirnya ketemulah saya dengan rizal. Rizal menjanjikan teknisi datang hari minggu, untungnya tertepati.

Teknisi datang hari minggu pagi, setelah melakukan pengecekan teknisi bilang dia tidak bisa melakukan perbaikan karena perbaikan yang dimaksudkan membutuhkan peralatan lengkap. Kemudian dengan permintaan teknisi saya menelpon kembali ke coustomer care, dan DIJANJIKAN datang hari minggu malam. Tapi saya tunggu sampai minggu malam teknisi yang dimaksud tidak datang.

Sampai disini saya berpikir sudah kemalaman maka teknisi tidak bisa datang. Senin pagi saya telpon lagi coustomer care diterima oleh Ade, saya menayakan apakah hari senin ada teknisi yang akan datang ke tempat saya. Dijawab oleh Ade, ada yang akan datang teknisi bernama Denny. Berharap masalah selesai hari senin 31 maret, saya membatalkan acara ke kantor untuk menunggu teknisi indovision ternyata saya tunggu hingga jam 11 malam, manusia bernama Denny tidak nongol.(saya merasa dipermainkan).

Pada tanggal 1 april ada teknisi bernama Ahmad telpon saya sekitar jam 3 sore katanya mau melakukan perbaikan, saya bilang pada pak Ahmad kalo saya nggak ada ditempat, saya sudah pergi kerja. Saya sempat menanyakan pada pak ahmad kenapa tanggal 31 maret nggak ada yang datang ke tempat saya seperti yang dijanjikan coustomer care. Jawaban pak Ahmad adalah SPK (surat penugasan kerja) baru keluar tanggal 1 april (saya merasa makin dipermainkan). Mengapa SPK keluar tanggal 1 april, coustomer care bilang kalo tanggal 31 ada teknisi yang akan datang dan bisa menyebut nama Denny.

Kemudian saya bilang pada teknisi ahmad saya minta di reschedule hari ini tanggal 2 april, minta kunjungan pertama, pak ahmad menyanggupi. Hasilnya hari ini saya tunggu sampai jam 11 siang tidak ada yang datang. Karena kemarin sudah memegang no telpon pak ahmad, saya telpon pak ahmad, ternyata pak ahmad ada di serpong lagi kerja dan dia tidak tahu apa ada yang bakal datang ke tempat saya atau tidak.

Dia berjanji mengecek, dan menghubungi saya begitu tahu ada yang datang atau tidak. Tapi sampai detik ini saya belum menerima telpon dari pak ahmad.
saya saat ini sudah sampai tahap tidak bisa marah lagi, dan saya tidak mau marah lagi sama orang-orang yang tidak punya otak, tidak punya hati, tidak profesional... PERCUMA (mendingan kita piss aja daripada saya kena serangan jantung di usia muda karena terlalu keras berlatih kesabaran).

Kasus saya ini adalah kasus yang ke sekian dari awal pemasangan bulan agustus 2007, kasus demi kasus tidak terselesaikan dengan baik, kalo saya tidak menelpon lagi bukan berarti selesai tapi karena saya tidak punya cukup waktu untuk mengurusi hal-hal seperti ini secara intens.

Saya tetap membayar tagihan indovision seperti biasa tanpa ada penghentian billing meskipun indovision saya mati.

lia widjaja
apt. permata senayan #1006
Palmerah Selatan 20-21
Jakarta Pusat


Komentar Anda ?

Saat ini telah ada 5 komentar


  1. Nani | Pesan | Jumat, 04 April 2008

    Mudah-mudahan ada dari pihak Indovision yang dengan cepat menangani masalah ini. Anda sudah sangat sabar bahkan masih mau membayar tagihan. Hebat hebat..

  2. dewi | Pesan | Jumat, 04 April 2008

    Mbak Lia... saya sgt terhibur dgn komentar Anda... Lucu sekaligus tajam menyabet! Haha... semoga sudah beres ya Mbak.... Sama, kadang2 CS-CS itu emg pelatih kesabaran terhebat di dunia! icon_biggrin

  3. ius | Pesan | Jumat, 04 April 2008

    Mbak Lia, datengin lgsg ke wisma indovisionnya, gebrak2 disana, biar customer baru mereka sadar kalo uda jadi pelanggan bakal di cuekin..

    kalo msh jadi calon pelanggan, mulut manis keluar.. teh manis keluar..

    kalo da jadi pelanggan, yang keluar kencing manis..

  4. H. Syamsudin | Pesan | Sabtu, 12 April 2008

    BAGAIMANA DENGAN LEMBAGA KONSUMEN INDONESIA? KENAPA SELAMA INI MEREKA TIDAK PERNAH MEMBELA KONSUMEN YANG TELAH DIRUGIKAN? MASALAHNYA KARENA KITA HARUS MEMBAYAR TERUS BULANAN-NYA TETAPI TIDAK MENDAPATKAN SIRAN YANG TELAH DIJANJIKAN, SEINGAT SAYA PEMBAYARAN IURAN TERSEBUT DIBAYARKAN DIDEPAN, JADI ADA UNSUR PENIPUAN...

    TETAPI MANA LKI-NYA???

  5. Birue | Pesan | Selasa, 18 November 2008

    info aja untuk semua pelanggan indovision(maaf kalau yang sudah tau), kalau mau diputus dibawah 12bulan/1 tahun akan kena penalty Rp 400.000,-.

    Untuk perhitungan 12 bulan atau 1 tahun bukan dari perhitungan tanggal (contoh : 1 feb 2008 s/d 1 feb 2009) melainkan, kita sudah melakukan pembayaran sebanyak 12 kali. Saya sendiri baru tau hari ini ketika ingin memutuskan indovision saya. Jadi bisa saja langganan sudah 1 tahun tapi masih belum bisa diputus. Mudah-mudahan informasinya berguna untuk semua pengguna atau calon indovision. Terima kasih. icon_smile

Anda harus daftar dan login untuk bisa memberi komentar !



Tulisan ini tampil di situs www.MediaKonsumen.com

Pengutipan di tempat lain mohon mencantumkan Media Konsumen sebagai sumbernya