Sejak tahun 2004, saya berlangganan tv kabel MEGAVISION. lalu saya ditawari oleh pak koni untuk pencabangan dengan membayar masing - masing 200rb per orang di awal tanpa sepengetahuan kantor. Setiap ada penambahan orang, harus membayar 200rb, dengan alasan beli kabel, splier,dll. semua berjalan dengan baik hingga 2007.
Adapun teknisi lapangan yang memasang pak koni dan tim serta pak nana dan tim. Memasuki pertengahan tahun 2007, pihak kantor dengan perwakilan pak iwan mengatakan bahwa harus tambah 1 pelanggan lagi. Jadi tempat saya harus pakai 2 pelanggan untuk 10 tv. Atau tepatnya tagihan 2 kali lipat tiap bulan. Waktu itu saya disuruh tandatangani pernyataan bahwa tidak akan melakukan pencabangan lagi.
Lalu pak iwan menjanjikan bahwa bila 5 tv, bisa dijadikan 1 pelanggan lagi. Nnyatanya pak iwan telah keluar kantor. Selama beberapa bulan, kami harus membayar tagihan 2 kali lipat, resmi, namun dengan kualitas untuk 1 pelanggan. lalu saya pun mengadukan hal ini kekantor, namun pak iwan telah keluar, pak nana juga tidak bisa dihubungi. Lama kelamaan tidak ada tanggung jawab sama sekali dari pihak kantor.
Lalu memasuki awal tahun 2008, tv kabel telah diputus secara sepihak, dengan alasan adanya tunggakan iuran. Jelas-jelas tagihan yang dibawa oleh kolektor bernama irvan, hanya membawa 1 tagihan. Tadinya saya kira sudah jadi 1 pelanggan. Ternyata 1 pelanggan lagi dipegang oleh pak asep. Dan bulan ferbuari 2008, kami harus membayar bulanan 8 kali lipat dari seharusnya. Akhirnya semua dibereskan dengan komitmen bahwa tv kabel akan dihidupkan kembali 1 pelanggan, kata pak asep. Nyatanya saya harus tetap menggunakan 2 pelanggan bila mau menggunakan tv kabel MEGAVISION.
Saya tidak habis pikir, ternyata tarif MEGAVISION memang murah dan kinerja perusahaannya juga murahan. Saya merasa dibodohi oleh semua nama yang disebutkan tadi. semua administrasi saya bereskan, namun saya dijebak kembali.MEGAVISION SUNGGUH MENGECEWAKAN!!!
Pardamean Surya
Jl. Bukit Hegar 2 no 26
Ciumbuleuit - Bandung