MediaKonsumen
Media Komunikasi & Informasi Konsumen Indonesia

Isi Tabung Gas 12Kg Hanya Separuh
Dikirim tanggal: Sabtu, 15 Maret 2008

Dua bulan yang lalu Januari 2007 suami saya membeli gas yang isi 12Kg di warung sebelah rumah dengan tutup/segel atas nama PT. KAMAL PUTRATAMA Jln. Timbul No.59 Tlp. 021-7271228/9, setelah dirumah kita pasang dan indikatornya menunjukkan isinya cuma 3/4 dari 12Kg, suami saya tidak mau ambil pusing dan dia berkata "sudahlah biarin aja".

Pada awal bulan Maret 2007 kemaren, Gas yang lalu dibeli baru habis karena jarang digunakan, akhirnya suami saya beli lagi di warung sebelah rumah (krn deket so diantarnya cepat) setelah di rumah kami pasang dan ternyata isinya hanya 1/2 dari 12Kg dan suami saya sempat berpikir mungkin indikatornya yang rusak dan kami coba cek dengan pinjem tabung gas tetangga yang baru belanja juga di warung yang berbeda dan ternyata indikatornya masih bagus.

Akhirnya suami saya tlp ke PT. Kamal Putratama dan jawaban dari PT tersebut hanya menyarankan kalau membeli jangan yang pakai kondom warna biru tapi yang warna merah saja karena yang warna merah setelah dari gudang pengisian ditimbang lagi oleh karnyawan PT tersebut, tetapi kalau yang berwarna biru itu orang lain ngisi langsung dari gudang dan langsung dipasarkan tanpa pengawasan PT tersebut.

Memang kebutuhan ini jarang kita perhatikan karena kesibukan kita, apalagi isi dari tabung tersebut tidak kelihatan oleh mata jadi bagi Badan/Lembaga terkait mohon untuk diperhatikan.

Saya sebagai masyarakat kecil sudah susah, eh malah dibikin tambah susah. Terima kasih atas perhatiannya.

Linda
Jl. Kelurahan Ceger No. 102A
Jakarta Timur


Komentar Anda ?

Saat ini telah ada 2 komentar


  1. ius | Pesan | Sabtu, 15 Maret 2008

    serba salah...

    minyak tanah di kurangin di suru pindah ke elpiji..

    di elpiji di kurangin juga..

    wele2.. maunya apa sih pertamina icon_evil icon_eek

  2. P.N Jonathan | Pesan | Sabtu, 15 Maret 2008

    Salah besar dari kebanyakan konsumen di Indonesia selalu membiasakan dengan istilah"Sudahlah biarin aja"akhirnya karena kebanyakan menggunakan istilah itu,penjual itu seenak jidatnya aja menjual produknya.

    Mari para konsumen bertindaklah kritis supaya penjual tidak seenaknya menjual produknya tanpa tanggung jawab icon_mad

Anda harus daftar dan login untuk bisa memberi komentar !



Tulisan ini tampil di situs www.MediaKonsumen.com

Pengutipan di tempat lain mohon mencantumkan Media Konsumen sebagai sumbernya