MediaKonsumen
Media Komunikasi & Informasi Konsumen Indonesia

Arogansi Petugas SPBU 142011108 Menanggapi Keluhan Konsumen
Dikirim tanggal: Sabtu, 08 Maret 2008

Tanggal 4 Maret 2008 Pukul 23.30 WIB, saya mengisi bahan bakar bensin di SPBU 14201 1108 Jl. Sei Batang Hari No. 61 Medan. Saya mengisi bahan bakar bensin sekitar Rp. 10.000,- (2,2 Liter) waktu sebelum mengisi masih ada sisa dicadangan tangki kurang lebih 1 liter (Kapasitas Tangki + cadangan 4,3 liter).

Kesalahan saya adalah tidak memperhatikan petugas dalam mengisi bahan bakar tersebut karena saat itu oknum petugas tersebut sedang menggerutu karena kesal dengan teman kerjanya, jadi saya pura-pura buang muka biar tidak terjadi komunikasi dengan oknum petugas tersebut.

Setelah selesai mengisi saya berikan uang pecahan Rp. 50.000,- itu juga kembalian nya saya harus menunggu sekitar sepuluh menit dan saya yang harus mengingatkannya baru diberikan kembaliannya.

Setelah mendapatkan kembalian saya beranjak pergi namun baru beberapa meter didalam kompleks SPBU saya melihat jarum di speedometer tidak bergerak saya kembali lagi dan menanyakan kepada salah satu petugas masalah yang saya hadapi, tetapi responnya biasa saja dia katakan "ini ada bensinnya sambil menunjuk kedalam fuel tank mungkin rusak speedometernya" Lalu saya jawab sebelum diisi kan masih ada cadangannya kenapa tidak bertambah isinya? Lalu karena saya gencar menanyakan masalah tersebut para petugas yang ada saat ini datang mendekati saya, salah satunya oknum yang memakai PDL TNI (dengan atasan baju kaos hijau polos) tidak lengkap menyambangi saya dan berkata saya keamanan disini ada yang dapat saya bantu? Saya kembali menjelaskan kronologisnya namun mereka tetap bertahan jika tidak ada masalah dengan mesin pompa nya dan mengatakan jika speedometer saya yang rusak, karena merasa terdesak dan terintimidasi saya mengatakan kita buktikan saja dengan cara menguras bahan bakar yang ada di fuel tank sepeda motor saya tetapi mereka tidak menggubrisnya seperti tidak mau tahu masalah yang saya hadapi.

Malah seorang wanita (berambut pendek sebahu beruban) petugas disana dengan lantang memaki dan menghina saya "kamu seperti perempuan banyak cerita" . Kenapa bisa begitu ya menghadapi konsumen apakah karena pemiliknya orang besar atau dia menganggap saya tidak jujur. Saya tidak mau berdebat panjang karena waktu sudah larut malam jadi saya tekankan sekali lagi untuk memeriksa isi fuel tank sepeda motor saya namun mereka/petugas SPBU disitu tidak mau, malah ngotot dan berkata "kita lihat saja jumlah meteran mesin yang telah dikeluarkan"

Pada saat mereka memeriksanya saya tidak diajak turut dan dijaga dipos keamanan oleh oknum yang mengaku keamanan di SPBU tersebut. Beberapa saat kemudian mereka datang dan memabawa uang hasil penjualan dan berkata tanpa etika niaga "ini kau lihat dan hitung sendiri uang hasil penjualan Rp. 6 juta" Bagaimana saya tahu jika data mereka valid/benar sedang saya tidak tahu bagaimana prosesnya.
Lalu wanita beruban tadi berkata lagi "mesin kami bagus ko motormu saja yang rusak" Dan oknum yang mengaku keamanan itu juga berkata "berapa jumlah yang telah terisi ke fuel tank kamu bisa saya ganti sekarang" Lalu saya katakan bukan masalah uang pak tetapi saya menuntut kebenaran ! Eh si oknum yang mengaku keamanan itu malah berang dan berkata "mau kau apa sich" kan sudah jelas saya katakan tetapi permintaan saya tidak mereka gubris, jadi saya merasa heran dan curiga ada apa dibalik masalah ini. Karena merasa penasaran sesampainya dirumah (1 KM dari SPBU) saya periksa sendiri isi fuel tank dengan cara menguras isinya dan menuangkan kedam botol Coca Cola kapasitas 1,5 liter, benar ternyata tidak sampai penuh isinya!

Yang jelas saya sudah jujur dan membuat argumen yang tepat di TKP namun mereka tidak menggubrisnya jadi kesimpulannya "ADA PERMAINAN METERAN DI SPBU TERSEBUT ATAU MEMANG HUMAN ERROR" Sudah pelayanan tidak ramah malah saya dapat hinaan dari para petugas, apes deh saya !

Saya mohon kepada pihak yang terkait untuk menindak SPBU tersebut, dan kepada pemilik SPBU untuk meninjau para karyawan yang dipekerjakan!

Steven Tarigan
Jl. Jamin Ginting No. 276
Padang Bulan
Medan 20155


Komentar Anda ?

Saat ini telah ada 4 komentar


  1. marco | Pesan | Jumat, 07 Maret 2008

    Salut untuk bung steven, yang terus ngotot dengan petugas spbu. Karena biasanya konsumen ngak akan terlalu mempersoalkan masalah kekurangan ini.

    Untuk di Medan, saran saya untuk mengisi bbm di spbu pertamina yang di putri hijau. Selain mutu bbm nya terjamin, mutu pelayanan nya juga bagus icon_cool

  2. ius | Pesan | Jumat, 07 Maret 2008

    pak steven, kalo mau isi bensin, harus di liat terus panel nya, kadang2 ada modus nya 2 orang petugas berdiri di 1 mesin, yang satunya megang selang menghalangi pandangan dan yang satunya lagi berusaha menstop di tengah2 pengisian...

  3. boed | Pesan | Jumat, 07 Maret 2008

    Pak Steven , Nomor SPBU nya berapa ?? & nama petugasnya ada gak ? tolong sebutkan buat perhatian bapak2 di PERTAMINA

    icon_cool icon_cool icon_cool

  4. P.N Jonathan | Pesan | Sabtu, 08 Maret 2008

    Ngotot untuk kebenaran...bukan di medan saja,aku di bandung pernah mengisi bensin campur air,ketahuannya setelah mobil dibongkar tangkinya,mereka nggak mau ngaku,padahal sdh banyak yang complain...akhirnya dari mulut kemulut aku sebarkan complain ini,sampai akhirnya berkurang orang yang isi bensin disitu...bagi siapapun yang ke Bandung jangan sekali kali isi bensin di Jl.ter Pasteur,SPBU nya disebelahnya Giant ,jadi kalau dari tol Jakarta masuk Bandung letaknya sebelah kiri jalan...kita jangan diamkan SPBU yang suka nakal begitu. icon_biggrin

Anda harus daftar dan login untuk bisa memberi komentar !



Tulisan ini tampil di situs www.MediaKonsumen.com

Pengutipan di tempat lain mohon mencantumkan Media Konsumen sebagai sumbernya