MediaKonsumen
Media Komunikasi & Informasi Konsumen Indonesia

Diperalat oleh Citibank
Dikirim tanggal: Kamis, 21 Februari 2008

Belakangan kami mengalami masalah yang sangat mengganggu kehidupan. Semua itu bermula dari ketidaksanggupan saudara saya untuk membayar cicilan Kartu Kridit Citibank. Celakanya katika mengajukan KK, ia menggunakan nama saya sebagai kontak person.

Karena kesulitan untuk menghubungi kliennya, maka pihak bank berulang-ulang menelpon saya. Semula saya ladeni dengan baik-baik. Dan saya selalu menyampaikan bahwa saya sudah agak lama tidak bertemu dengan saudara tersebut karena itu saya akan sampaikan kasus itu jika bertemu.

Namun karena berkali-kali dihubungi, maka saya merasa sangat terganggu dan tertekan.

Ada hal tidak etis yang dilakukan oleh pegawai bank tersebut ketika pertama kali menelpon ke rumah kami. Saat itu isteri saya yang mengangkat telepon. Agar mendapatkan nomor HP saya, pegawai itu mengaku dari kantor Jamsostek (?) dan setelah mendapatkan nomor saya, ia baru menyampaikan niatnya yaitu mencari saudara saya. Menurut laporan isteri saya, pegawai itu menekan dan berkata kasar.

Terakhir kali ditelpon oleh bank, saya sudah tidak tahan lagi. Pada kesempatan itu saya katakan kepadanya bahwa saya merasa tertekan dan sangat terganggu. Oleh karena itu saya minta untuk tidak menghubungi saya lagi dengan alasan.

1. Saya merasa "diteror", terganggu dan tertekan padahal bukan saya yang berhutang.

2. Saya merasa diperalat oleh bank sebab saya tidak mendapatkan apapun dari saudara saya dan apalagi dari bank ketika mereka mendapatkan keuntungan.

3. Karena saya merasa ditipu oleh pikak bank yang mengaku dari instansi lain.

Setelah menyampaikan alasan itu saya lantas tutup telepon.

Terus terang saya merasa seperti kena getah. Adakah Pembaca yang mempunyai pengalaman serupa atau ahli hukum perdata yang bisa memberikan pencerahan?

1. Apakah tindakan saya sudah benar?

2. Apakah secara perdata saya berkewajiban menanggung hutang adik saya?

3. Pihak bank selalu minta telepon dari saudara saya, apakah yang harus saya lakukan?

4. Jika suatu hari debt colector datang ke rumah apa yang harus saya lakukan?

Mohon pencerahan, terima kasih.

Jufri Milano
Jakarta


Komentar Anda ?

Saat ini telah ada 7 komentar


  1. Brio | Pesan | Rabu, 20 Pebruari 2008

    Bang Jufri:

    Kronologisnya begini:

    KK yang sudah menunggak untuk jangka waktu tertentu penagihannya diserahkan ke Debt Collector.Debt Collector ini sama sekali bukan orang/aparat Bank tetapi pihak ke III yang diserahi untuk menagih tunggakan dengan pembagian tertentu.

    Kalau saudara anda menunggak debt collector akan mencari jalan pintas dengan mengancam anda dengan tujuan anda menjadi malu dan akan mengejar saudara anda untuk membayar.

    Anda sama sekali tidak ada ikatan pinjam meminjam dengan bank, sehingga anda tidak dapat dituntut untuk membayar hutang tersebut.Jadi langkah anda sudah tepat kalau perlu didiamkan saja (atau tilpon tetap dibuka tetapi tidak usah didengarkan) karena ybs itu debt collector dan anda tidak perlu memberitahu nomor tilpon saudara anda,karena dia toh sudah punya nomor tilponnya.

    Kalau suatu hari nanti debt collector datang kerumah tanyakan lebih dulu identitas dan surat kuasa penagihan dari bank kalau tidak ada langsung tolak kalau bisa menunjukkan baru bilang itu bukan urusan anda.Tetapi saya yakin dia tidak akan pernah datang kerumah anda paling paling hanya melalui telpon.

    Sekali lagi anda akan dipergunakan sebagai alat untuk menagih tunggakan saudara anda oleh debt collector yaitu dengan kata kata kasar,hadapi dia dengan berani kalau takut dia akan senang sekali, dalam hal ini anda sama sekali tidak salah.

    Salam.

  2. Amelia Damayanti | Pesan | Kamis, 21 Pebruari 2008

    Gak tau nih comment ini bisa membantu atau tidak: tiap kali mrk telp ke HP, save nomor nya, dan kalo mrk telp lagi, kan kita tau itu debt coll, jadi ga usah diangkat. atau gak usah angkat nomor yg gak ada di phone book HP sekalian (kalo memungkinkan). atau, ganti nomor HP dan nomor telp rumah aja gitu?? sorry... rada2 not useful ya..

  3. irmawaty | Pesan | Jumat, 22 Pebruari 2008

    aku pernah mengalami hal yg sama..

    kira2 bbrp bulan lalu sepupu aku punya credit card niaga trus krn ada mslh finansial jd nunggak tau gak cuma brp?? kurang dari rp. 300 rb..

    terus.. dia nyantumin no telp rmh bokap aku..

    setiap hari telp trs.. dari mulai baik2 dan dijawab baik2.. ampe kasarnya minta ampun..

    ampe2 nih.. bokapku kan udah tua jadi kebawa emosi dan akhirnya jantungnya sprt kram..

    akhirnya aku angkat aja trus aku maki2 itu org yg nelpon yg tdk berpendidikan itu..

    bukan knp2.. tp apalah arti rp. 300rb yg bukan jg tanggung jawab saya sekeluarga dibanding nyawa bokap kl tiba2 melayang..

    amit2 deh tuh org.. bisa ya cari duit dgn cara memaki2 org, mengeluarkan kata2 kotor & binatang cuma demi rp. 300rb yg juga bukan milik mereka..

  4. Joshua Theodosius | Pesan | Sabtu, 23 Pebruari 2008

    Karena temen aku nunggak kartu kredit, tuh DebtCollector jadi rajin banget neleponin aku, alasannya sich katanya aku sebagai pemberi referensi. Udah aku jelasin, aku ngasih referensi ke dia itu 8 taun yang lalu, ketika masih satu kantor dan sekarang dia udah pindah entah kemana aku juga nggak tahu. Tetep dia ngotot, aku mesti ikut tanggung jawab.

    1. Waktu dia nelepon, tetep aku angkat tapi aku tetep nerusin aktivitas aku. Telepon aku pasang loudspeaker, jadi dia pasti denger aku lagi ndengerin musik sambil ngetik. Biar aje dia emosi, emangnya cuma dia yang bisa mancing emosi.

    2. Aku bohongin: aku bilang temen aku lagi ada dirumah, sebelum temen aku pergi, cepetan dateng... Aku tunggu sampai sore, tuh DebtCollector kagak nongol.

    3. Tetep tenang kalo DC nelepon, jangan sampai kepancing emosi kita, kita sendiri yang rugi.....

  5. Roberto | Pesan | Rabu, 09 April 2008

    setuju, bung josh....itu DC cuma bisa ngomong kasar aj, lah yg utang sapa yg ditagih sapa pula, dasar ga tau aturan icon_lol

  6. panca | Pesan | Rabu, 30 April 2008

    icon_lol wah bole jg saran bang Josh utk referensi

    salam

  7. hary | Pesan | Kamis, 15 Mei 2008

    BOLEH juga SARANYA..... icon_biggrin

    biar mampus tu DC.....(Dept Coruptor)

    ha ha ha......HARUS DIBRANTAS ITU icon_lol

Anda harus daftar dan login untuk bisa memberi komentar !



Tulisan ini tampil di situs www.MediaKonsumen.com

Pengutipan di tempat lain mohon mencantumkan Media Konsumen sebagai sumbernya