Saya prihatin dengan penggunaan Bahasa Indonesia di media massa, terutama untuk iklan. Sebagai contoh penggunaan kata "pasca" yang seharusnya dilafalkan "pasca" bukan "paska", atau penyebutan "Bank HSBC" dan "Enervon C" di mana huruf C dilafalkan "se" (seharusnya "ce").
Mohon kepada orang-orang yang berkecimpung di dunia "advertising" lebih peduli terhadap bahasa yang anda gunakan, jangan asal-asalan.
Ingat, iklan-iklan yang anda buat itu didengar dan dilihat khalayak ramai, dan penggunaan bahasa yang tidak benar bisa merusak bahasa itu sendiri.
Yoseph
Jakarta
Dikutip dari sebuah blog....
RONALDINHO, RO-NAL-DIN-HO = RO-NAL-DI-NYO
Saya masih ingat waktu saya kecil, sekitar usia 9 tahunan, saya membaca satu artikel tentang ikan PIRANHA di majalah Intisari. Zaman itu boro-boro internet, TV aja baru cuma TVRI dan jarang sekali program acara tentang satwa seperti yang marak sekarang ini. Kecuali prgram FLORA dan FAUNA yang sangat ngetop pada waktu itu.
Nah tertarik dengan keunikan ikan tersebut seperti yang ditulis dalam artikel tersebut, saya mendiskusikannya dengan Ayah saya. Waktu itu saya tanya beliau tentang ikan PIRANHA (saya melafalkannya dengan PI-RAN-HA, seperti kata A-HA). Ayah saya mengoreksi dengan mengatakan melafalkan bacaan tersebut bukan seperti itu, tapi PIRANYA (baca: PI-RA-NYA, seperti dalam kata "MATA-NYA", "KAKI-NYA", dll). Saya percaya beliau meski beliau belum pernah ke luar negeri, tapi pengetahuan dari bacaannya sangat mencukupi.
Namun seiring waktu berlalu, masih sering saya mendengar orang yang melafalkan ikan tsb sebagai PIRAN-HA. Sampai-sampai saya suka ragu sendiri, yang benar apakah dibaca PIRA-NYA atau PIRAN-HA??
Sampai suatu hari kemudian setelah saya bekerja dan berkesempatan mengunjungi Portugal. Satu kali saya harus menemui klien yang bernama Tuan MARTINHO. Dengan diantar partner di Portugal saya pun berangkat menemui klien tersebut. Untunglah sebelum saya dapat malu, di perjalanan waktu saya menyebut nama klien tersebut dengan lafal MARTIN-HO, saya dikoreksi partner saya yang di Portugal tersebut. Melafalkan yang benar katanya bukan MARTIN-HO, tapi MARTI-NYO (seperti kita melafalkan kata SINYO untuk orang Belanda).
Lalu dia menerangkan bahwa di Portugal (juga Brazil) tidak ada huruf "Y". Jadi setiap huruf "N" yang diikuti "H" adalah ekual dengan paduan "NY" seperti yang kita kenal. Dia lalu menunjuk papan penunjuk jalan ke Spanyol (ESPANHA) dan juga menunjukkan sebuah perkebunan anggur (VINHO). Jadi:
ESPANHA = ESPA-NYA
VINHO = VI-NYO
Sayangnya sampai sekarang masih banyak teman saya dan juga pembawa acara olah raga sepakbola yang salah kaprah, karena seharusnya nama-nama berikut dilafalkan:
RONALDINHO = RONALDINYO
MAURINHO = MAURINYO
RUBINHO = RUBINYO
CICINHO = CICINYO
Untuk Bank singkatan itu kelihatannya sudah merupakan identitas tersendiri misalnya : Bank BRI ; Bank BNI ; atau Bank HSBC . Tetapi kalau ditulis lengkap jelas Bank tidak dua kali mis : Bank Bank Rakyat Indonesia tetapi ya Bank Rakyat Indonesia saja. Sedangkan Bank Mandiri karena tidak merupakan singkatan ya tetap Bank Mandiri,karena tidak pernah disingkat BM atau Bank Niaga disingkat BN.
Ya memang Bank BRI atau Bank BNI secara tata bahasa tidak benar tetapi karena BNI dan BRI tersebut seakan akan merupakan kesatuan jadi dianggap benar
Salam.
yup jika mengacu pada EYD tentu secara pelafalan untuk dua kasus di atas sah-sah saja jika ada yang tidak setuju. buat saya yang kebetulan saat ini juga masih intens di dunia advertising khususnya copywriting...sah-sah saja penggunaan tersebut, terlebih untuk menyebut atau penamaan 'brand' dan tentu saya juga tak menyangkal kalau akhir-akhir ini banyak kerancuan terjadi di dunia creative writing khususnya untuk print Ad/tvc. Namun demikian secara pribadi saya selalu terlebih dahulu mencari bahasa-bahasa / istilah yang juga sudah di bakukan seperti istilah indonesia yang juga sudah dibakukan. Tetapi memang di dunia creative writing "typo' itu juga menjadi pertimbangan penting. Apalagi adanya pertimbangan 'kemudahan' bagi target market untuk mengingat dan menempatkan brand (kalimat) tersebut di top of mind nya....