MediaKonsumen
Media Komunikasi & Informasi Konsumen Indonesia

Kecewa dengan Asuransi Prudential
Dikirim tanggal: Senin, 18 September 2006

SAYA pemilik Asuransi Prudential dengan Nomor Polis 19933071, yang saya dapat dari kartu kredit pada tahun 2003 silam.


1. Pada tahun 2004, saya mendapat surat dari pihak Prudential yang mengatakan bahwa Prudential sedang ada masalah pengadilan, ketika itu saya diberi dua pilihan.

Tetap melanjutkan asuransi tersebut atau menutupnya, apabila saya menutup asuransi tersebut maka premi akan dikembalikan kepada saya, saya tetap melanjutkan asuransi tersebut dengan membayar premi yang ke-2.

2. Pada tahun 2005, saya sakit dan harus dirawat di RS Borromeus Bandung, ketika itu pihak rumah sakit tidak menerima Asuransi Prudential. Setelah saya sembuh, saya telefon Customer Care Prudential untuk menyampaikan hal tersebut, tapi tidak ditanggapi dengan mengatakan bahwa Asuransi Prudential dapat digunakan di rumah sakit mana pun, karena saya sudah malas mengurusnya danjadi ribet, saya putuskan untuk tidak mengajukan klaim.

3. Tanggal 16 Agustus 2006, saya menutup asuransi saya karena Kartu Kredit tidak saya perpanjang lagi, dan saya sudah membayar premi asuransi sebanyak tiga kali dan tahun 2003, 2004 dan 2005, sebesar Rp 1.470.000,00 per tahun, apabila ditotalkan jumlah premi saya sudah: Rp 1.470.000,00 X 3 = Rp 4.410.000,00.

4. Karena sudah hampir satu bulan tidak ada kabar dari Prudential mengenai penutupan asuransi saya, pada 8 September 2006, saya telefon Customer Care Prudential dan diterima oleh Sdri. Vina, yang mengatakan bahwa pengajuan penutupan asuransi saya sudah beres dan saya mendapatkan nilai tunai Rp 509.400,00, dana tersebut sudah ditransfer ke rekening bank yang ditunjuk oleh saya pada tanggal 30 Agustus 2006, (tapi sehari sebelum saya telefon pihak Prudential dan sehari setelah saya telefon, uang sejumlah Rp 509.400,00 tersebut tidak ada di rekening bank milik saya).

Saya juga menanyakan pengembalian uang premi saya, betapa kagetnya saya karena Sdri. Vina mengatakan bahwa uang premi tidak dapat dikembalikan karena selama ini saya sudah mendapatkan perlindungan dari Prudential. Terus terang saya bingung dan kaget, selama saya menjadi customer Prudential belum pernah sekali pun saya menggunakan asuransi tersebut apalgi mendapat manfaat dan perlindungan, koq sekarang ketika saya meminta uang saya, koq tidak bisa dengan alasan yang tidak masuk akal dan mengada-ngada.

Apabila saya pernah menggunakan asuransi tersebut dan uang premi saya tidak kembali sih tidak apa-apa, tapi ini kan saya belum pernah menggunakannya. Kalau begitu caranya sama saja saya ditipu dan dibohongi oleh Prudential, berarti secara tidak langsung Prudential telah merampok saya selama 3 tahun. Karena Sdri. Vina tidak bisa menjawab pertanyaan saya, Sdri. Vina menyambungkan line telefon saya untuk berbicara dengan atasannya bernama Yulinda Basir. Setelah beberapa menit saya tunggu pembicaraan dengan Yulinda Basir, tiba-tiba line telefon saya diputus tanpa perbincangan terlebih dahulu dengan Yulinda Basir ataupun Vina.

5. Setahu saya, premi tidak dapat dikembalikan kalau customer belum genap dua tahun dalam membayar preminya atau sudah pernah mengajukan klaim dan disetujui. Kalau sudah lebih dari dua tahun dan belum pernah mengajukan klaim, uang premi yang telah disetorkan akan dikembalikan. Sungguh saya sangat kecewa dengan Prudential, saya kira saya akan aman dan nyaman menjadi customer Prudential, tapi malah butung. Kepada pihak Prudential, di manakah rasa tenggang rasa Anda kepda customer? Jangan hanya baik dan manis saat merayu untuk mendapatkan customer tapi di belakang hari menusuk.

Terima kasih kepada Redaksi Pikiran Rakyat yang telah memuat pengalaman saya.

Thresna Erlyandari
Jln. Soekarno-Hatta 633
Bandung


Sumber: Harian Pikiran Rakyat


Komentar Anda ?

Saat ini telah ada 75 komentar


  1. juliana | Minggu, 01 Oktober 2006

    kepada bak thresna erlyandari. tanggapan saya atas peritstiwa ini adalah:

    saya bukan bermaksud membela prudential tapi yang setau saya pada saat tahun pertama sampai tahun ke 3 uang kita akan dialokasi lebih dari 75 persen ke biaya asuransi daripada biaya investasi. makanya jangan menuntut uang dulu baru pada tahun ini. terus premi di prudential paling sedikit itu 4 jt setahun. saya herean di prudential mana ada premi yang kecil kayak gitu. karna saya juga menabung di prudential. apakah anda gak di bohongi oleh agen anda? sebelum menyalahkan perusahaan sebaiknya anda telepon agen anda dulu. karna apa gunanya agen buat kita kalo gak melayani kebutuhan kita. kita kan udah gaji dia.

    sebaiknya anda minta penjelasan. masak perusahaan sebesar itu melarikan uang kita yang sedikit aja. masak prudential mau gara gara setitik nila rusak satu sebelanga. pasti gak la!!!!

  2. loren | Minggu, 15 Oktober 2006

    memang benar seperti yang mba thersna bilang di atas.

    harus hati hati seklai ,karena ini di lami sama kaka saya sendiri,udah enam tahun jadi ikut asuransi prudential,eh ternyata agentnya udah dua tahun nilep uang kakak saya,sekarang kakak saya sangat di rugika sekali,karena telah di bohongi dan ngak ada perlindungan dari prudential.

    sungguh memalukan seklai prudential punya agent suka nilep uang orang.sehinga nasabah sangat di rugikan.

    pokonya hati hati sekali,jangan sampai tergiur,sebelum tanda tanggan perjanjian baca dulu.karena banyak sekali di indonesia yang menyimpang dari perhanjian.

  3. Noval | Selasa, 17 Oktober 2006

    Saya setuju dengan pendapat Juliana.

    Untuk mbak Loren mohon maaf sebelumnya bukan saya membela kebetulan sy new agen.

    di kami setiap nasabah akan dikirimkan rekening koran minimal 1 x setahun. disitu akan terlihat berapa nilai tunai kita. juga nilai total setoran kita jadi tidak mungkin selama 2 tahun tidak ketahuan uangnya di tilep. dan pada polis nasabah tertera nama agen serta leadernya jika suatu saat sang agen sudah tidak menghadel lagi. atau ada masalah dengan sang agen. bisa dikomunikasikan. kalau seandainya hal tersebut memang ada. berarti

    1. org tsb Oknum ini bisa dimana saja.

    agency bisa memecat org tsb dengan tdk hormat.

    2. saudara anda tidak teliti atau kurang perhatian.

    karna setiap setoran ada tanda bukti dan jelas di setor ke rek prudential kalo hilang di setor kemana ??

    3.Prudential akan memberikan surat peringatan pembayaran maksimal 45 hari setelah jth tempo pembayaran .. bagaimana bisa sampai 2 tahun tanpa ada pemberitahuan !!

    4.Agen Berkewajiban melayani nasabah sampai akhir masa kontrak. termaksud mengurusi polis nasabah.

    5. Mohon maaf di kami tidak ada yang menyimpang selama

    itu jelas dan jujur pada saat pengajuan SPAJ

    terima kasih.

  4. | Pesan | Senin, 20 November 2006

    beberapa comment...

    1. surat pemberitahuan dari Pru dan kewajiban dari pihak nasabah adalah dua hal yg menurut saya berbeda kontext... artinya untuk mendapatkan manfaat tetap si nasabah harus memenuhi kewajibannya dengan dasar niat baik.

    2. Dari agen, biasanya nasabah mendapatkan beberapa contact number, termasuk contact number dari si agen, supervisor agen tersebut, manager nya, sekretaris agency sampai agency manager. Jadi menurut saya, jika sedikit serius, banyak cara yang bisa ditempuh, karena memang claim adalah hak dari si nasabah.

    3. saya ingin kembali menanyakan jenis asuransi yang Thresna ambil. apakah itu unit linked atau apa ? karena jika unit linked itu gak mungkin... dalam setahunnya product unit linked Prudential rata2 diatas 3Juta rupiah..

    4.Bila anda mengambil produk unit-link, untuk menentukan berapa banyak nilai tunai yang Thresna bisa dapatkan sebenarnya sangat mudah... Karena bisa dilihat dari nilai tunai dari laporan transaksi yang dikirimkan ke alamat kita.

    Sepengetahuan saya dari nilai tunai itu nantinya akan dikurangi biaya adminsitrasi penutupan account dll baru kita dapat nett nya.

    5. Bila anda mengambil produk Unit-Link, nilai tunai sebenarnya sudah bisa anda terima sejak pertama kali buka account. Hanya saja ada beberapa ketentuan misal. minimum saldo 500ribu masih ada di account dst.. dst... dan yg terpenting apakah anda memang mengambil fasilitas Pru-Saver... Jika tidak mengambil PruSaver, maka tidak akan ada nilai tunai yang terbentuk dalam waktu 2 tahun pertama...

    Saran saya... sebaiknya baca buku polis nya dulu baru komplain... Menurut pengalaman saya kebanyakan orang kita Indonesia itu malas membaca... Jadi kalaupun ada buku polis gak pernah dibaca sebelum ada masalah...

    Di Prudential, anda bisa mengembalikan dan membatalkan polis anda dalam jangka waktu 2 minggu (kalo gak salah) sejak polis pertama kali dinyatakan terbit.. dan jika dibatalkan berhak mendapatkan premi pertama anda jika memang sudah membayar...

    salam,

    Ramada

    nasabah & agent Pru

  5. Rudy Hendra | Kamis, 30 November 2006

    Saya tidak ikut Prudential, karena pengalaman saya pernah jadi agent Prudential, dan client saya ada tumor di payudara-nya, ternyata Prudent-nya tidak menanggapi, dan susah di-claim.

    Client saya diam-diam tidak bayar lagi, dan saya juga malu kepada client saya, karena telah menjual produk jelek.

    Sejak itu saya tidak ikut Prudential lagi.

    Lagipula, untuk ikutan training di Prudential harus bayar. Bayangkan, kita mau jadi agent, masa pertemuan pertama harus bayar kalau tidak salah Rp 25.000,- atau Rp 10.000,-

    Saya dulu jadi agent di Allianz, asuransi Jerman. Tidak dipungut biaya sama sekali. Tinggal ikutan training, tidak perlu bayar sama sekali. Malah dapat makan siang segala dan snack gratis. Dan juga client-client saya pada puas dengan asuransi ini (Allianz). Bahkan saya juga sekarang ikutan asuransi ini (jadi client juga). Agent-nya (yg dulunya Sales Manager saya), baik sekali. Karena saya adalah mantan agent juga, maka walaupun sekarang saya sudah tidak jadi agent lagi, ketika saya ikut/masuk jadi client Allianz, bonus-nya tetap dia bayarkan kepada saya full, walaupun seharusnya itu adalah hak penuh (milik) dia (karena saya sudah tidak aktif sebagai agent). Karena itu, saya juga mendaftarkan istri saya untuk ikut menjadi client Allianz.

    Ketika waktu di Jakarta ada gempa bumi, saya telp ke customer care Allianz, dan mereka bilang : DICOVER.

    Saya semakin mantap dan yakin dengan asuransi ini.

    Saya juga pernah mengurus claim untuk asuransi Allianz ini, di Bandung. Cabang-cabang Allianz integrated. Jadi kalau client-nya di Jkt, mau claim di Bandung, tinggal datang ke kantor Allianz di Bandung, dan serahkan dokumen yg diperlukan. Akan dibantu. 1 minggu kemudian, client ybs. ditelp dari Jkt/Allianz pusat, dan dikonfirmasi mengenai penebusan dan jumlah dana yg ada/tersisa di account-nya dia. Kemudian beberapa hari kemudian dana-nya sudah cair di rekeningnya dia.

    Memang tidak secepat bank, tetapi komitmen Allianz, yaitu 14 hari kerja, bisa dipenuhi walaupun mungkin tidak pas 14 hari kerja, tetapi dalam tempo sebulan semua sudah beres.

    Demikian pengalaman saya.

    Rgds,

    Rudy Hendra

  6. wiyanto | Jumat, 01 Desember 2006

    Bpk Hendra yang arif, membaca artikel bapak membuat saya jadi ragu sebagai nasabah prudential, karena kasus klien bapak yang tidak dibayar klaim tumor payudaranya. Bisakah bapak menjelaskan lebih detail tentang penolakan klaim tersebut, karena menurut agen saya, bahwa klaim tidak dibayar apabila pada saat pengisian form pengajuan kita tidak bersikap jujur apalagi menutupi atau menipu bahwa kondisi kesehatan kita bagus padahal kita tidak sehat sebenarnya atau mungkin juga sebagai agen bapak tidak teliti pada saat pengisian form pengajuan yang mana bapak tidak menanyakan kondisi kesehatan nasabah bapak yang berhubungan dengan tumor tersebut. Wah.. bisa gawat kalau gitu, yang salah agennya karena tidak profesional tapi yang rugi nasabahnya. Mohon maaf jika artikel ini menyinggung perasaan bapak.

  7. Edi Topan | Rabu, 06 Desember 2006

    dear pak Rudy Hendra,

    saya liat di list memang tumor payudara tidak termasuk dalam kategori Crisis Cover, namun jika nasabah anda juga mengambil PruMed, or pru Hospital, tentunya biaya rumah sakit / operasi akan di berikan sesuai dengan kategori premi yang di bayar.

    anda tentunya ingat (memiliki dokumentasi, apa saja yang ditawarkan (opsi) dan perluasan apa saja selain PAA. jika memang ada yang bisa di cover, tentunya anda bisa mengusahakan claimnya ke prudential.

    kedua,

    soal bayar atau tidak bayar ketika ikutan training, sangat tergantung agency dan leader anda.

    setau saya sih memang gratis (alias di talangin oleh leadernya)

    ketiga,

    soal gempa bumi maupun tsunami, asuransi jiwa tentunya cover, baik Allianz maupun prudential selama memang di polis di perluas oleh Medical Expenses ( di prudential di kenal sebagai pruMed)

    kenapa customer anda kecewa ?

    menyalahkan prudential memang paling gampang,

    tapi cobalah melihat ke diri sendiri.. sudahkah anda menjadi seorang agent yang baik ? mengerti tentang produk kah ? telah menjelaskan di awal kah ?

    sekali lagi ini merupakan pendapatku sebagai seorang agent juga, mohon maaf jika ada perkataan yang menyinggung bapak.

  8. Danny | Sabtu, 09 Desember 2006

    Kaya'nya mr. Hendra orang allianz dehh...

    kan orang Allian yg Pt.Buss suka jelek2in prudential..

    kaya'nya dia agent, dan belum pernah jadi agen prudential.hanya ingin bikin komentar yg menjelek2an perusahaan orang...

    soalnya di forum ini tinggal tulis aja....

    ga masalah seh kalo pak hendra berbuat seperi itu... justru anda mengatakan kejelekan anda sendiri....

    biasa orang ganteng ga perlu bilang ganteng, org udah tau dia ganteng kok..kalo jelek, malah merasa orang lain yg jelek, pake nyalahin kaca lagi!! heheeee

    hati2 lohhh,,,, nanti di tindak AAJI......

  9. Donie | Senin, 22 Januari 2007

    Wah, saya jadi ragu neh mo ikut asuransi prudential. belum lama ini ada yg nawarain untuk ikutan asuransi prudential, tp setelah baca artikel ini, saya harus berfikir 2 kali untuk ikutan.

  10. dedi nurmansyah | Minggu, 28 Januari 2007

    tuk doni,maaf nich sblmnya..saya sebagai nasabah prudential,ingin menanggapi keputusan anda. dikarenakan asuarnsi itu penting apalagi buat diri kita sendiri,sebaiknya anda pikirka dulu.mengenai tanggapan2 diatas tinggal kita az yang menilai..dan sebaiknya kita mestijeli sebelum membeli..betul g????

  11. darin | Rabu, 07 Pebruari 2007

    Hmmm..... icon_confused jadi pikir2 lagi niiihh..., Saya memang punya niat untuk ikutan asuransi (investasi, kesehatan, hospital, keluarga) ada ga ya...? kalo baca penalaman orang jadi tambah bingung.... karena bukan cuman cerita diatas aja... di masyarakat juga ada cerita2 yg susah claim dan lain2. Ada usul kalo mau ikut asuransi yg safe asuransi yg mana ya....? Sy ga mau cerita2 diatas berulang ke diri saya...

    darin

  12. Yoenoes Lucas | Kamis, 08 Pebruari 2007

    Kembali ke permasalahan ibu Thresna,

    Coba ibu Thresna,periksa kembali polis ibu, apakah polis ibu adalah polis untuk produk unit link atau bukan.

    Saya lihat dari premi yang ibu bayar sekitar Rp 1.4 juta/tahun saya dapat pastikan ibu bukan pemilik produk unit link, karena produk unit link dari prudential minimal Rp 3.6 juta/tahun.

    Karena premi yang ibu bayarkan sekitar Rp 1.4 juta/tahun saya asumsikan ibu mengambil produk tradisional (yang tidak ada unsur investasinya), Karena ibu mengambil produk tradisional sudah pasti tidak dapat di refund.

    Coba deh ibu lihat kembali di polisnya.

    Satu lagi Ibu Thresna, Ibu sebaiknya hubungi agentnya atau manager dari agent tersebut. Itulah tugas agent untuk membantu nasabahnya bu.

    Untuk komentar yang agentnya bawa kabur uangnya, saya sangat prihatin sekali. pelajaran yang dapat diambil seharusnya nasabah JANGAN SEKALI-KALI MEMBAYAR LEWAT AGENT WALAUPUN ITU TEMAN/SAUDARA SEKALIPUN. Bayarlah langsung lewat bank.

    Selain itu Prudential juga memberikan laporan keuangan setiap kali nasabah membayarnya, dan juga memberikan surat pemberitahuan apabila nasabahnya lupa membayar.

    Untuk Komentar Rudy Hendra, saya melihat khoq komentar anda komentar sampah. Anda tidak membantu sama sekali. Inget lho anda adalah Agent Asuransi juga, dan Agent Asuransi itu ada etiket yang harus dijunjung tinggi. Dengan melihat komentar Anda menjelek-jelekkan asuransi lain, saya semakin yakin anda Agent Asuransi yang BURUK.

    Agent Asuransi itu kerjanya bukan menjelek-jelekkan asuransi lain tetapi membantu nasabahnya.

    Salam

    YOENOES LUCAS

    NASABAH DAN AGENT PRUDENTIAL

    contact me : microsoftvslinux@yahoo.com icon_smile

  13. Dita | Jumat, 09 Pebruari 2007

    Saya mempunyai 2 polis asuransi prudential, tapi memang kesalahan saya yg tidak membaca polis dg detail,setelah jalan 2 tahun ini saya baru tahu bahwa "jika terjadi musibah (kematian) pada tertanggung sebelum polis berjalan 5 th maka Uang pertanggungan yg akan diberikan TIDAK 100%!! bisa 20%,30%,dll tergantung brp lama polis kita berjalan dan yg lebih bikin shock uang pertanggungan yang dibayarkan sebagian kecil tersebut tidak akan diberikan sekaligus melainkan 2 kali yaitu 20% 6 bulan setelah kejadian,sisanya pada ulang tahun polis berikutnya!!! kebetulan saya juga memegang polis asuransi dari perusahaan berbeda dan setelah saya bandingkan ternyata di situ tegas dia katakan bahwa jika terjadi musibah kpd tertanggung maka uang pertanggungan akan langsung dibayar 100% bahkan jika itu terjadi hanya sehari setelah semua pengajuan disetujui dan pembayaran polis pertama dibayarkan!!! dan sebagai orang awam yg saya tahu namanya asuransi ya harusnya seperti ini. Tapi saya tdk ingin menyalahkan prudential krn mungkin ini kebijaksanaanya, tetapi yang saya sangat sesalkan kenapa ini tidak dijelaskan oleh agen2 prudential? dan saya berencana untuk menutup asuransi saya pada bulan ini. Mohon maaf jika ini menyinggung banyak orang. semata2 semoga ini dapat bermanfaat bagi yg membutuhkan. Terima kasih

  14. sugiharto | Rabu, 21 Pebruari 2007

    mohon maaf ubtuk ibu dita,

    kayaknya uang pertanggungan tsb untuk program anak bu

    sedangkan pembayaran 20% th ke-1 dan sisanya 1 th kemudian adalah untuk manfaat cacat tetap total

    trims

  15. redshox | Kamis, 22 Pebruari 2007

    mbak Thresna,

    Sebaiknya besok lagi jangan percaya dengan program link yang manapun, karena premi dasarnya besar, disamping harus bayar tiap tahun atau tiap bulan.

    Mendingan gini aja mbak

    1. untuk asuransi kesehatan pilih saja yang bisa dibayar tahunan tanpa invest (misalnya rp 500ribu/tahun - yg kita anggap saja sebagai uang hilang).

    2. untuk investnya mbak cari program reksadana yang kinerjanya bagus 1 tahun terakhir ini (akhir 2005 semua reksadana remuk krn ada oknum yg bermain)

    karena setahu saya kenaikan invest kita sekitar 20%/tahun untuk reksadana campuran. sangat jauh dibandingkan program link yang merupakan campuran asuransi dan reksadana.

    demikian mbak semoga membantu

  16. mantan agen pru | Selasa, 27 Pebruari 2007

    FOR PAK HENDRA:

    soal training yg dibayar, jgn liat 20rb nya, coba bandingkan total komisi dan reward yg diberikan prudential lebih besar dr asuransi lainnya. jadi biaya training gratis adalah sebenarnya komisi agen yg ditahan sebagai biaya training en development oleh allianz atau perusahaan lainnya. (sebelum jadi agen aku udah traing en banding2kan beberapa asuransi), prudential lebih fair. komisi yang diperoleh agen full, nah kita adalah bisnismen, buka n karyawan /sekedar agen- kita yg bebas manage penghasilan mau dipake bayar training atau gak- dr pada training gratis tapi sebenarnya udah disunat dr komisi.pilih mana.coba deh hitung2

    dan soal tumor, emang bukan masuk crisis cover, emang tumor payudara bisa menyebabkna kematian..?, kecuali tumornya sambil nyebrang nutup mata,..he..he..

    pak hendra sebagai agen dong yang gak kuasai produk, makanya jual asuransi jgn cuman kejar komisi, liat proteksi apa yg dibutuhkan klien, nerikan pru med, itu mafaat rawat inap/icu bedah kalo tumornya diangkat di rs. atau sekarang ada pru hs, kartu provider rumah sakit.

    klienku 2 thn ikut pru, isterinya tumor otak, langsung cair 50 juta, en bebas premi polis isteri en suaminya, hebat bukan..?, karena manfaat proteksinya lengkap.

    kalo pak hendra beli polis di allianz trus komisinya dibalikin ke pak hendra, siap2 aja, kalo klaim urus sendiri, en biasanya produk yg pake discount itu PRODUK GAK LAKU..! LIAT AJA PANGSA PASAR ALLIANZ BERAPA PERSEN.., barang bagus gak usah dipromosi KENAPA BERANI BEDA KAYAK IKLAN SIMPATI DI STASION OLAHRAGA, ..IH YANG LAIN PADA PAKE BAJU MERAH KOK SENDIRIAN PAKE KUNING..

    FOR MBA DITA

    klaim meninggal untuk anak dibawah 5 thn emang dibayar berjenjang, dan itu berlaku di asuransi lain, coba liat polis sequis, mlc dll, jadi itu berlaku umum,..

    kalo klaim yg th1 20 % th ke 2 dibayar 80%, itu kalo terjadi resiko cacat total tetap, dan berlaku umum di asuransi.

    kayaknya mba dita abis dapet penjelasan 'menyesatkan' dari agen kompetitor,..

    sekali lagi mba, jadilah klien yg smart en bjak, pelajari penjelasan agen, janagn beli polis karena teman, sepupu, or apa kek, yang agennya kalo ketemu..wow rame, seru deh cuap2nya, bawain kue,traktir makan, dsb sehingga mba dita jadi gak mempelajari produk, TANDA TANGAN KARENA GAK ENAK HATI ,..

    yang salah mba dita sebagai klien en agennya yg gak jelasin, atau agen curang yg suka jelek2in asuransi lain.

    SELAMA JADI AGEN , AKU UDAH URUSIN KLAIM BEBERAPA NASABAH, DAN SEMUA DIBAYAR, DENGAN CEPAT, 8 HR KERJA..

    salam

    mantan agen prudential

  17. Kin | Kamis, 01 Maret 2007

    Dear All.

    Semua yang kita lakukan pasti ada resikonya, kebanyakan dari kita hanya memikirkan jumlah nilai uang yang akan kita terima, tapi jangan lupa bahwasanya dengan berpikir seperti itu kita jadi kurang kritis dengan masalah2 yang akan ditimbulkannya.

    Kita semua pasti tidak mau sakit, meskipun sakit itu akan dicover oleh orang lain.

    Bisnis asuransi juga hanya sesaat karena perputaran uang seperti juga mempunyai resiko yang besar.

    Akan lebih baik jika kita tahu apa yang kita lakukan, akibat yang akan diterima sehingga kita tidak menyesal di kemudian hari...

    Terima Kasih.

  18. fenny | Senin, 05 Maret 2007

    Saya mau tanya kepada agent prudential yang tahu nih, kalo setelah 6 bulan kita tidak ikut ujian AAJI, apakah komisi yang kita dapat sebelum tanggal penagguhan tersebut masih diberikan ato tidak oleh pihak Prudential?Tolong reply di email saya.

    Thanks

  19. Indriawan Heru Purwanto | Senin, 02 April 2007

    For Pak hendra..

    Menganalisa tulisan anda, menurut saya anda bukanlah seorang agen yang baik, cenderung lempar batu sembunyi tangan.saran saya dimanapun anda berprofesi, pelajari dengan baik dan kuasai produk produk yang anda jual.. prudential adalah tempat orang orang terbaik, bertanggng jawab dan memiliki attitude yang positif. bila ada ex agen prudential yang terminated atau gugur sebagai agen, anda tak perlu sakit hati, justru jadikan pemicu untuk lebih baik lagi .jangan sampai nanti anda keluar sebagai agen allianz nanti menjelek jelekkan allianz.. icon_smile

    buat mbak dita..

    produk yang anda beli dari prudential adalah produk asuransi tradisional jelas bukan pru link.., di semua perusahaan asuransi semua produk asuransi tradisonal tidak memiliki nilai tunai, teliti sebelum membeli, tanyakan dengan jelas prodk yang ditawarkan, jangan sampai karena sok tahu jadi komplain dikemudian hari..jadilah pembeli yang cerdas bukan membeli karena tidak enak atau alasan yang irrasional.. pikirkan manfaat yang anda dapat dan TANYAKAN DENGAN DETAIL., saya yakin semua agen prudential akan dengan senang hati menjelaskannya..

    Indriawan Heru Purwanto - President's Club 2008

    08595 9190 888 / 021 68354 888 / 0251 216 7918

  20. P.N Jonathan | Senin, 02 April 2007

    For Bpk Indriawan ...anda betul karena setelah menganalisa tulisan pak Hendra ternyata beliau tidak bertanggung jawab atas product yang dia tawarkan yang akhirnya client jugalah yang merasa dirugikan.

    Untuk pak hendra,pelajari dulu apa yang akan anda tawarkan pada masyarakat,jangan sampai mereka itu dirugikan dan ujung ujungnya anda sebagai agen,melemparkan hal ini ke perusahaan asuransi yang diageni anda

    Untuk semua perusahaan Insurance sebaiknya jangan menunjuk seseorang begitu saja sebagai agen,training mengenai product yang akan ditawarkan pada masyarakat adalh penting sekali

  21. stanley | Kamis, 12 April 2007

    Orang yang menjual produknya, tentu yang terbaik adalah produknya sendiri. Pru punya kelebihan dan Kekurangan , sebaliknya yang lain juga sama . tertangung dari kita "TELITI SEBELUM MEMBELI'.

    Memang benar bak Ditha...... klo yang bayar tahun 1 ; 20% dan tahun ke 2 : 80 % itu untuk kategori Cacat Tetap dan Total. yang lainnya ma sekaligus...

    Cuma sayangnya sudah dibayar 20% + 80% = POLIS BATAL. setelah itu tidak ada PERLINDUNGAN apa-apa lagi , bagaimana kalau kita sakit setelah cacat tetap total ??? Ya... Nanggung sendirilah ...

  22. Fitri | Rabu, 18 April 2007

    Buat Mbak Fenny....komisi akan tetap dibayarkan oleh Prudential. Tapi cuma komisi untuk case sebelum tanggal penangguhan, kalo case yang setelah tanggal penangguhan akan ditangguhkan dan dibayar sekaligus ketika kita lulus ujian AAJI. Jadi komisi yang diterima selama masa penangguhan adalah komisi dari case yang lama saja.

    Tapi dari yang saya tahu sekarang ujian AAJI sudah jauh lebih mudah dari yang dulu-dulu karena sekarang soal-soal dibuat di Indonesia bukan dari Singapore lagi. Jadi dari segi bahasa dan kasus-kasus lebih mudah dipahami.

    Memang lulus AAJI menjadi salah satu lisensi kalo kita mau jadi agent yang prosesional. Biasanya di kantor agency anda juga pasti disediakan tutorial dan materi untuk dipelajari. Jadi lulus ujian AAJI bukan lagi hal yang sulit.

    Salam, dan semoga sukses.

  23. Erwin Yulianto | Pesan | Selasa, 15 Mei 2007

    Saya sebagai agen Prudential dengan NIK : 00062450 langsung tahu mengapa proses klaim anda tidak dibayar. Pertama dilihat dari biaya premi anda sebesar 1,4 juta per tahun sangat tidak mungkin untuk pengajuan asuransi karena min premi di Prudential adalah 300rb / bulan. saya berasumsi agen prudential anda bermasalah karena tidak detil memberi informasi mengenai produk kami.anda salah memilih agen.

    Selain itu syarat pengcoveran biaya R.S. adalah harus 30 hari setelah polis terbit, tidak menderita penyakit kritis dalam 2 tahun terakhir, harus rawat inap, dan tidak memiliki tindakan kriminal.

    Saya sarankan anda berhati - hati dalam memilih AGEN ASURANSI.

    Prudential adalah perusahaan asuransi terbaik dari segi finansial dan produk. Hanya saja kadang tercoreng dengan tindakan agennya yang kurang bertanggung jawab

    TERIMA KASIH

    SALAM

    ERWIN YULIANTO

    --------------

    00062450

  24. amri | Selasa, 15 Mei 2007

    Menurut saya sih, semua asuransi yg salah agent nya :( soalnya kalo agent udah ngomong pasti yg manis melulu yg pahit ngga di kasi tahu, kalau udah ada client yg claim pasti lempar batu sembunyi tangan. bener ngga :D

    eh saya juga mo tanya nih ada ngga asusransi pendidikan buat anak yg bagus, kebetulan anak saya umurnya udah 15 bulan, saya pernah baca di website, tapi saya lupa...namanya situsnya......katanya asuransi TAKAFUL bagus, bener ngga?? soalnya saya liat feedback costumernya rata2 puas. ada yg bisa kasi referensi lebih jelas???

  25. Nurlaela Apriani | Senin, 28 Mei 2007

    Saya mau menanggapi artikel Pak Hendra diatas.

    Menurut saya sangat memprihatinkan ada agen allianz yang tulis seperti itu. Saya sendiri agent di prudential. Kami selalu tau hasil penjualan asuransi kami tiap minggunya, karena report penjualan agency selalu diumumkan. Dan menurut saya prudential lah asuransi yang terbaik, karna disini transparan. Tapi walaupun mengetahui bahwa prudential yang terbaik, tapi kami tidak pernah diajarkan untuk menjelek2kan asuransi lain. Jadi untuk pak hendra, mohon introspeksi diri sendiri dulu sebelum memberi pernyataan seperti itu, mungkin pak hendra yang kurang tau produk yang bpk jual. Karna dengan pak hendra tulis seperti itu, semua orang akan mengetahui sifat pak hendra yang sebenarnya. Malu kan pak....

    Tuk pak amri, pastinya saya bilang prudential adalah yang terbaik, karena prudential lebih fleksibel kalau untuk pendidikan anak. Tapi tetap bapak harus memilih agent yang tepat, jangan sampai merasa dirugikan seperti ibu thresna.

    Maaf bila ada salah kata.

    Thanks,

    Nurlaela Apriani

    0818-416914 / 021-99677861

  26. annisa | Selasa, 29 Mei 2007

    bagaimana kok agent Allienz gak ada yang konfirmasi betul gak pak Hendra itu agent Allianz ?

  27. saragih | Rabu, 06 Juni 2007

    beberapa hari yang lalu saya ditawari oleh agent asuaransi prudential (prulink)tapi sebelum saya putuskan ikut atau tidak (care action)saya berharap teman 2 dapat memberikan alasan baik kerugian dan keuntungan menjadi nasabah prudential

  28. Kerlchen, Bodo | Minggu, 17 Juni 2007

    Salam, mohon maaf sebelumnya .. saya nyangkut di forum ini karena saya sedang mencari asuransi kesehatan yang cocok utk saya. Saya tulen orang luar, bukan and "never and ever" jadi agen. Komentar saya terhadap adu argumentasi sebelum ini, ngga bedanya seperti kampanye calon pejabat, alias kita tahu lah tong apa yang nyaring .. Saya punya pengalaman pribadi yang mungkin bisa dipegang sbg masukan, lebih dari 10 thn saya asuransikan mobil dengan allianz, selama itu mungkin ada 5 kali saya alami proses klaim. Tidak satu pun yang menyimpang dari perjanjian. Kebetulan saya sangat kenal mentalitas Jerman, jadi terbukti, di sini pun mereka pegang aturan. Satu kali saya melihat indikasi dari salah seorang karyawan lokalnya yang ingin mengupayakan sesuatu yang utk ukuran lokal mungkin termasuk "wajar", saya sampaikan pada atasannya (German) dan segera karyawan tersebut dapat teguran. Soo .. ngga ada salahnya anda-anda mulai meniru cara-cara seperti itu tanpa nyaring-nyaring menyikapi kritikan pihak luar.

    Salam, Bodo

  29. Kevin | Selasa, 26 Juni 2007

    saudara saudara sekalian,

    kebetulan mampir di sini gara2 lagi nyari asuransi jiwa/kesehatan yg mau saya masuki

    mau numpang tanya kalo ikut asuransi kesehatan/ jiwa.. ketika saya nanti sakit dan harus opname rumah sakit n biaya obat, apakah nanti asuransi saudara sekalian langsung membayar biaya2 tersebut ataukah saya yg harus mebayar dulu kemudian asuransi yg mengganti nya?

    bagaimana kah prosedur klaim ketika saya masuk rumah sakit?

    terima kasih sebelumnya...

  30. Deo | Pesan | Kamis, 28 Juni 2007

    Bp Kevin,

    Perkenalkan pak, saya Deo. Saya Agent Prudential.

    Di produk prudential (PAA) ada manfaat tambahan yang namanya PruMed dan PruHospital untuk membantu biaya rumah sakit.

    PruMed:

    Yang di ganti adalah biaya rawat inap, ICU dan operasi saja. Tidak termasuk biaya dokter, obat dll. Misalnya ambil 10 unit untuk prumed, maka untuk penggantian

    - rawat inap = 400.000/hari, maksimal 100 hari/tahun

    - ICU = 800.000/hari, maksimal 30 hari/tahun

    - Operasi =

    Sistemnya adalah reimburse, jadi nasabah bayar dulu baru diganti. Nasabah tetap bisa klaim walaupun sudah diganti kantor (bisa double reimbursed).

    Misalnya nasabah sakit, di rawat inap selama 4 hari, yang diganti oleh pruMed = 4 x 400.000 = 1,6jt.

    Syaratnya harus rawat inap 2x24 jam, kecuali kalau kecelakaan.

    Preminya murah.

    Pru Hospital:

    Perlindungannya lebih komplit seperti harga kamar, biaya obat, kunjungan dokter umum, kunjungan dokter spesialis, ambulan, rawat jalan kecelakaan, perawatan kanker, cuci darah. Besar pertanggungannya tergantung jenis plan yang dipilih.

    sistemnya: dibayari perush bila di rumah sakit rujukan, kalo di rumah sakit non-rujukan, sistemnya reimbursed.

    Harga preminya lebih mahal.

    Untuk prosedurnya: Gak usah repot, suruh aja agent yang ngurus, uangnya akan ditransfer ke rekening nasabah.

    ==================

    Untuk Saragih:

    mengenai untung ruginya, kalo saya fair aja walaupun saya juga nasabah dan agen icon_cool

    Kerugian:

    1. Banyak biaya-biayanya. Biaya adm, biaya top up, biaya asuransi, biaya akuisisi.

    Keuntungan:

    1. Fleksible, mau naikin atau nurunin jumlah premi.

    2. Bebas mengatur komposisi investasi

    3. Penarikan bisa dilakukan kapan saja

    4. Mudah untuk klaim (yg ini pengalaman pribadi icon_smile )

    5. Performance investasinya termasuk bagus. Rata-rata return pertahun sejak dikeluarkan 28.80% (untuk equity fund) dan 17.90% (untuk managed fund).

    6. Manfaat tambahan yang lengkap.

    7. Perush asuransi jiwa terbaik peringkat pertama di Indonesia(tahun 2002 sampai 2007, versi majalah investor)

    Salam,

    Deo

  31. DADO | Jumat, 13 Juli 2007

    Setuju dengan Dany

    Kebiasaan dari kebanyakan orang Indonesia...

    cari deh di google, semua asuransi meng-klaim sebagai yang terbaik di tiap taunnya, semuanya menjelekan satu sama lain...

    tp apakah pernah NGACA?? hihihi.....

    "Untuk menjadi yang terbaik, adalah lakukan yang terbaik" bukan jelekin yang lain... please para agen hatam dulu deh produk knowladge nya baru jualan, agar orang2 yang di Indonesia, yang mana mayoritas belum berfikir untuk asuransi, kalo pun udah ada banyak juga yang mau cari keuntungan sendiri... bisa jelasin ke calon prospek nya jgn sampe ada ragu sedikitpun.

    Saya percaya semua asuransi itu bagus, tinggal liat siapa dibalik asuransi tersebut, perusahaan yang bonafit dengan manajemen yang bagus or tidak?

    so, selamat memilih, jgn ragu untuk asuransi... semakin banyak mencari tau asuransi a-z malah akan semakin pusing, tanya aja diri sendiri..

    buat agen: happy selling, not happy lieing

    sorry kalo ada yg tersinggung.

  32. Andy | Senin, 16 Juli 2007

    Saya mau menanggapi artikel Pak Hendra diatas.

    Menurut saya sangat memprihatinkan ada agen allianz yang tulis seperti itu. Saya sendiri agent mantan Allianz juga, sekarang agent Prudential. Dan menurut saya prudential lah asuransi yang terbaik berturut-turut mendapatkan penghargaan, karna disini transparan dalam report keuangan dan laporan transaksi pembayaran premi. tapi kami tidak pernah diajarkan untuk menjelek2kan asuransi lain. mohon introspeksi diri sendiri dulu sebelum memberi pernyataan seperti itu, mungkin pak hendra yang kurang tau produk yang bpk jual.Jujur saya dulu nasabah allianz juga polis sudah lama lapsed tapi masih ada nilai tunai, pada saat saya melakukan penutupan polis nilai tunai saya tidak kembalikan sama sekali, kata Ibu rina Customer servicer bilang nilai tunai Bapak andy dipotong biaya administrasi dan polis, saya sebagai nasabah sangat kecewa atas perusahaan sebesar Allianz, kalau dibanding Prudential pada saat saya tutup polis dikembalikan nilai tunai 100% tanpa di potong biaya administrasi, jujur saya tidak rugi pilih Prudential berturut - turut sebagai asuransi terbaik 2002 s/d 2007 asuransi sangat baik.

    saya bilang prudential adalah yang terbaik, karena prudential lebih fleksibel kalau untuk pendidikan anak. Tapi tetap bapak harus memilih agent yang tepat, jangan sampai merasa dirugikan seperti ibu thresna.

    Maaf bila ada salah kata.

    Thanks

  33. AGUS SALIM | Rabu, 18 Juli 2007

    HATI2 SEBELUM MEMBELI PRULINK !!!

    SAya pembeli polis yang merasa TERTIPU!!! icon_redface

    SAYA PAS MAU NARIK NILAI TUNAI (NILAI TUNAI UNIT LINK) TERNYATA HARUS MENYISAKAN SALDO MINIMAL RP 5 JT !!!

    Dia bilang nggak bisa ditarik semua karena harus ada SISA DANA UNTUK PERLINDUNGAN POLIS !!!

    INI GILAA... KARENA NILAI TUNAI SAYA SAJA BESARNYA CUMA 33% DARI TOTAL UANG YANG SUDAH SAYA SETOR KE PRUDENTIAL!!!

    LALU APA GUNANYA PREMI 33% DAN BIAYA ADMINISTRASI YANG 33% ITU????

    KENAPA UNTUK MENARIK YANG BAGIAN INVESTASI SAJA NGGAK BISA??? SAYA BENAR2 MERASA TERTIPU!!!!

    HARAP HATI2 BAGI YANG BELUM TERLANJUR MEMBELI ATAU YANG MASIH BARU MEMBELI.. SAYA SARANKAN STOP SAJA!!!

    DAN JIKA INGIN BERALIH KE ASURANSI LAINPUN HARAP HATI2 DAN TANYAKAN HAL SPT INI JANGAN SAMPAI MENIMPA ANDA !!!

  34. HERI WIBOWO | Kamis, 19 Juli 2007

    PAK AGUS SALIM YANG TERHORMAT,

    MINIMUM PENARIKAN (PRUlink): Rp. 500.000,-/USD 100.

    MINIMUM SISA DANA SETELAH PENARIKAN ADALAH SEBESAR Rp. 1.000.000,-/USD 250.

    UNTUK SETIAP PENARIKAN SEBELUM 3 TAHUN, AKAN DIKENAKAN PAJAK PENGHASILAN SESUAI KETENTUAN PEMERINTAH YANG BERLAKU ATAS KELEBIHAN NILAI TUNAI TERHADAP TOTAL PREMI YANG DIBAYARKAN, KECUALI DITENTUKAN LAIN BERDASARKAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN YANG BERLAKU.SEBETULNYA PENJELASAN INI ADA DILEMBAR TERAKHIR PROPOSAL/ILUSTRASI YANG PAK AGUS SALIM SUDAH TANDATANGANI, ALANGKAH LEBIH BAIKNYA BAPAK HUBUNGI AGENT BAPAK / CUSTOMER TOLL FREE NUMBER : 0-800-15-25-25-25. UNTUK MEMBANTU PROSES PENARIKAN NILAI TUNAI YG BAPAK KEHENDAKI, SEPANJANG SAYA SEBAGAI AGENT PRUDENTIAL YANG SUDAH SERING MENANGANI PROSES CLAIM RUMAH SAKIT DAN PENARIKAN NILAI TUNAI SEMUANYA BERJALAN DENGAN LANCAR SESUAI PERATURAN YANG ADA DI POLIS, BAHKAN LEBIH CEPAT. SAYA MENGHIMBAU KEPADA TEMAN-TEMAN DAN MASYARAKAT PADA UMUMNYA AGAR KITA MEMILIKI PERLINDUNGAN SERTA PERENCANAAN KEUANGAN JANGKA MENENGAH DAN JANGKA PANJANG, KARENA ANAK-ANAK HARUS TUMBUH DAN BERKEMBANG SECARA BAIK. SUKSES TIDAK DATANG BEGITU SAJA TAPI MELALUI PERENCANAAN YANG MATANG, DAN DITENGAH TENGAHNYA PASTI ADA LIKU-LIKU, TAPI BUKANNYA KITA LARI DARI LIKU-LIKU NAMUN KITA HARUS MENGATASINYA.

    UNTUK PAK AGUS SALIM, MASALAH BAPAK PASTI DAPAT TERSELESAIKAN DENGAN BAIK.

    SALAM : HERI WIBOWO / ID : 00021260 / NO. LISENSI : 11021922. HP. 08128167039

  35. HERI WIBOWO | Kamis, 19 Juli 2007

    Untuk Pak Hendra,

    Wah wah wah, luar biasa ! Saya sangat salut dengan pernyataan anda yang telah berterus terang untuk menunjukkan siapa dan bagaimana sebenarnya anda, sebaiknya dengan melihat kehebatan pak Hendra, allianz bisa memberikan fasilitas khusus yaitu berupa beasiswa untuk mengikuti ujian AAJI.

    Untuk masyarakat dan pak Hendra khususnya saya sarankan untuk membaca majalah : investor dan info bank , untuk mengetahui profile perusahaan-perusahaan asuransi di Indonesia termasuk Prudential dan Allianz. Disitu dapat dilihat prudential adalah best of the best selama 6 (enam) tahun berturut-turut sampai saat ini, penilaian tersebut sangat transparan dan objektif.

    Salam dahsyat !

    Heri wibowo (agent prudential)

    Id : 00021260, no. Lisensi : 11021922, hp. 08128167039

  36. Sandy Hoo | Sabtu, 28 Juli 2007

    Sebagai agen Prudential yang baru mengikuti beberapa training GRATIS, dapat dikatakan bahwa merupakan kewajiban agen untuk menjelaskan isi polis kepada nasabah sewaktu menyerahkan polis ke nasabah. (Kalau ada yang haruskan anda bayar training, training apakah itu? Kecuali untuk mengikuti ujian AAJI, biayanya kalau tidak salah Rp 350 ribu)

    Seandainya betul terjadi nasabah tidak ingin dijelaskan oleh agen, atau agen betul tidak menjelaskan isi polis, maka kesalahan dapat terletak pada agen dan nasabah.

    Dari angka setahun yang Rp 1,4 jt, kesimpulan bukan produk PruLink (produk yang menggabungkan investasi dan proteksi), melainkan hanya murni produk asuransi. Semua produk asuransi tanpa investasi tidak memiliki nilai tunai.

    Sebagai nasabah PruLink sejak Mei 2006 dan menjadi agen baru Prudential, saya yakin jika nasabah jujur mengatakan apa yang dibutuhkan dan agen jujur sewaktu membuat proposal, maka tidak akan terjadi kasus seperti yang disebutkan.

    Bagi semua yang mencintai keluarga, dan ingin anak-anak anda menikmati pendidikan seperti yang anda inginkan, dan memiliki perlindungan untuk sewaktu-waktu anda tiada, segera mungkin memiliki polis. Menunda, atau mengharapkan orang lain untuk membantu kita pada saat mengalami musibah sangat tidak bijaksana. Selebrity sekalipun yang tidak memiliki asuransi akan sulit mengharapkan keluarganya menikmati hidup yang layak. Lakukan yang terbaik buat keluarga anda.

    Pilih asuransi Prudential karena terbaik (menurut majalah Investor, Infobank dan BusinessWeek).

    Salam,

    Sandy Hoo

    ID: 00083067

    Mobile: 0818.143.257

  37. mantan agent pru | Sabtu, 25 Agustus 2007

    ut pk Andy.

    mengenai polis allianz yang nilai tunai nya ketika disurender/ditarik ada potongan, ..

    terjadi juga pada polis prulink-prudential, silahkan buktikan, nilai tunai dr polsi thn ke 2, mis. 5 juta kalo mau di tarik tutup semua , pasti ada potongan, biaya akusisi, dsb,..

    emang aturannya begitu, semua polis unit link..karena polsi yg dicicil bulanan, perusahaan udah nanggung biaya premi setahunya ke reasuransi di dlm dan luar negeri, mis swiss re, munich re

    polis allianz yg bpk bicarakan itu apakah smartlink?, karena comparenya dgn prulink harus sama2 link,

    apple to apple ...

    produk tradisional di pru sama aja dgn tradisional allianz yg mungkin pk andy jual saat masih jadi agen di allianz,

    polis trad pru bahkan musti bayar premi seumur hidup sampe mati,..makanya agent2 pru udah gak jual lagi..

    bandingkan dgn polis trad allianz atau insurance lain, gak musti bayar seumur hidup, bisa di set pemby 10 thn ut cover whole life

    ut semua :

    allianz lama beda dengan allianz baru, namanya buss allianz, didirikan oleh para maestro insurance,

    tahukah masyarakat siapa yang jadi konsultan dibalik kesuksesan prudential selama ini?, 1986 pru masuk indo, belum punya market yg jelas, kerja sama dgn bank bali, lalu konsultan itu digandeng pru hingga pru bisa sebesar sekarang..

    lalu konsultan tsb ada perselisihan dgn management pru, akibatnya prudential dipailitkan, artinya apa, pengadilan memenangkan konsultan tsb, karena kalah, dari pada rush, prudential mengalah, membayar tuntutan konsultan tsb sesuai perjanjian di awal kerjasama mereka,

    konsultan tsb akhirnya pindah ke allianz, dan kini membangun team work yg sangat solid di allianz

    bedakan allianz lama dgn allianz buss,

    why

    - orang2 sukses prudential pindah ke allianz buss

    why

    - allianz bikin produk baru yang jauh lebih MURAH en lebih banyak manfaatnya dari penawaran pru,

    buat para agent pru yang masih terlalu membanggakan prudential :

    - silahkan pelajari skim karirnya, apa yang anda peroleh kalau anda sam, direct agent am, lalu level 3 am juga, bahkan sam..?

    ZERO, royalty 6 % hanya untuk direct am/sam, setelah itu zero

    inikah yg disebut keadilan..?., sekian lama and amembina hingga grup anda sukses jadi leader, lalu anda tdk dapat apa2 lagi,.

    bagi agent2 pru yg belum paham, silahkan tanyakan leadermu, am to am to am, dapat apa..?,

    di allianz buzz, kita dapat dari semua am sampai 5 level kebawah 6 %,

    ingat materi training bop, see system, dsb taukah siapa yg rancang...?, konsultan itu, skrg masih di pake agnet2 pru,

    modelnya di kami udah beda, lebih ditingkatkan,

    pertama kali saya di jelasin oleh teman yg udah duluan pindah ke allianz jujur aja banyak pertentangan dalam bathin, napa,?, karirku udah telanjur di pru, meskipun kedepannya sistem allianz lebih bagus, ..but gunakan logika, kedepannya sebagai agent kita punya planing jadi elader khan, nah kalo leader semua, trus level2 anda jadi leader juga, anda dapat apa..?

    dan melihat dan mengalami kondisi di pru saat ini, semua serba lama, lampiran polis sering tercecer padahal udah jelas2 disubmit ke admin, maka saya pikir emang saya musti pindah, ini bsinis, kita butuh support yang bagus. jangan setia pada perusahaan, setialah sama klien,

    kalo ada produk yang lebih murah, lebih banyak proteksinya, lebih bagus, you must tell ur klien, klien harus tau mau biarkan klien putuskan setelah compare,..

    KALO BICARA PASSIVE INCOME, SISTEM BUSS LAH YANG BISA KASIH ANDA PASSIVE INCOME

    fyi, buss tidak hanya di indonesia, saat ini menggapai malaysia dan 2008 india. luar biasa men, anda jadi financial consultant di buss akan bisa kembangin jaringan hingga ke asia,.

    di insurance lain, boro2 ke asia, di luar pulau aja udah susahnya..

    ini bisnis, kita kerja karena ada reward, kalo sudah tau ada yg jauh lebih baik, kenapa harus setia sama perusahaan..?

    leader2 nomor satu prudential udah hijrah tuh, karena kecewa dgn sistem yang ada di pru en karena produk baru allianz benar2 jauh lebih murah en manfaatnya lebih lengkap,..KALO MAU COMPARE SILAHKAN EMAIL SAYA , DATA PREMI EN MANFAAT DARI POLIS APA SAJA

    rating hanya temporary, tidakkah anda semua tau, tiap hari polis pru di surender/dibatalkan....?, tahun dpn kita liat ratingnya ,...

    mau tau polis baru di pru skrg sampe 3 bulan baru terbit, klaim rumah sakit klienku dibayar 2-3 bln, persyaratan lengkap..

    INIKAH NAMANYA EXCELLENT SERVICE,..?

    rating yg diumumkan juli 2007 di infobank, investo ds adalah data average tahun lalu, thn dpn kita liat aja..

    kepada teman2 yang mau belajar jadi fc, kesempatan terbuka lebar, hitung2 belajar asuransi supaya kalo beli gak dibodoh2i agent..(agent yg gak bener)

    bisa sambil nyambi, part time, caranya referral aja,..

    bagi yg punya polis atau baru akan beli, silahkan email saya akan compare, agar dapat dibuktikan produk siapa yang lebih murah, menguntungkan, di back up perusahaan grup asuransi terbesar di dunia dgn asset 1,3 T USD, bandingkan pru hanya 0,460 T USD,

    kontak me at,

    happy_help_other@yahoo.com

  38. alfa | Pesan | Sabtu, 25 Agustus 2007

    hihihihi...seru sekali yah baca forum ini,gw sbg org awam jd bingung utk milih asuransi yg bnr2 murah trus cover nya paling bnyk,singkat kata best of d best itu asuransi apa nih?trus terang gw ude ditawarin unit link pru yg mulai 300rb/bln tp blm gt tertarik,klo liat nama n pamor trus terang g suka allianz,tp gw sama skali blank,soal nya agen nya jarang bgt tuh...hehehe..yg plg bnyk agen pru,bbrp tmn gw jd agen pru...cm rada males jg sih,jelasin nya ky tipe2 MLM gt kata2 nya,jd ilfil dah...hehehe,no offence utk yg lain ya...

    gw pribadi berpendapat semua asuransi yg ude terkenal pd dasar nya bagus...jd lebih baik klo masing2 agen jgn menjelekkan satu sama lain,melainkan saling membantu utk menyadarkan sebagian besar masy. indonesia yg blm memiliki asuransi(boro-boro mikirin asuransi ya,utk makan pun skrg lg sulit2nya)...

    btw,gw pernah ikut kuliah m.asuransi di kampus gw...dosen gw yg merupakan agen selalu mengatakan,asuransi itu sifat nya protektif dan bukan produk investasi yg baik...jd kita sbg klien jgn terlalu berharap terlalu besar akan hasil investasi kita dlm produk unit link...

    kata dosen gw,beli asuransi utk tanggungan anak istri kita nanti...bila ingin berinvestasi lebih baik lgsg k perusahaan sekuritas2 ternama lain nya...

    sehebat2nya perusahan asuransi,bila terkena bencana/musibah yg luas atau dashyat tentu kondisi keuangan nya bisa kolaps,ketika bnyk sekali klien yg complain...

    akhir kata,semoga forum ini bisa memberikan solusi pilihan asuransi terbaik bg masy. yg butuh info...thx

  39. william | Kamis, 30 Agustus 2007

    wahh seru ya baca forum ini.. saya orang awam jadi sedikit banyak mengerti tentang asuransi. Tetapi setelah saya liat2 kenapa ya agen2 Allianz selalu menjelek-jelekkan Prudential, tetapi agen2 Prudential ngak ada tuh yang jelek2in perusahaan lain.

    WHY????

    Apakah kerjaan seorang agen itu jelek2in perusahaan lain??

  40. gusta | Kamis, 30 Agustus 2007

    Emm saya jujur aja seorang angent prudential, saya pernah bertemu dengan agent allianz & saya banyak bertanya pada teman saya tersebut.. tentang program program diallianz secara seksama.. ternyata hampir ama dengan prudential...yah menurut saya keunggulan prudential adalah pada brand image yang telah ditanamkan terlebih dahulu sedangkan allianz mengekor pada sistem prudential... saya kira sama aja antara prudential dan allianz.. percuma menjelek jelekkan sesama agen karena pada dasarnya prudential memiliki kemiripan sistem dibanding allianz.. hanya saja komisi yang diperoleh agen lebih menguntungkan prudential... buktinya dari penghasilan agent teman saya allianz yang telah lebih dari 2 tahun tidak lebih besar dibanding komisi agen prudential yang baru bergabung 8 bulanan...

  41. Tito | Sabtu, 01 September 2007

    Salam buat semua, SEMANGAT PAGI!!!

    Saya seorang agen di Prudential. Saya rasa saya tidak perlu lagi menambahkan penjelasan atas kasus yang menimpa Saudari Thresna (tidak keberatan kan kalau saya anggap saudara). Beberapa rekan diatas sudah menjelaskan dengan bagus bahwa produk yang diambil Saudari Thresna adalah asuransi tradisional yang bayar hangus.

    Saya hanya mau mengucapkan selamat bahwa Saudari Thresna sudah memilih perusahaan asuransi yang tepat, karena di Indonesia Prudential telah diakui menjadi Asuransi Jiwa Terbaik dari tahun 2002-2007 versi majalah Investor. Saya turut bersedih karena Saudari Thresna ditangani oleh agen yang kurang tepat sehingga Saudari Thresna kurang mendapatkan penjelasan. Coba kalau ambil sama saya (sekalian promosi..haha).

    Kali ini saya memberani Saudari Thresna untuk coba bergabung lagi dengan Prudential. Kenapa?

    Karena pruduk PruLink Assurance Account Plus (PAA+) memiliki konsep yang mirip dengan tabungan di bank. Premi yang Saudari Thresna bayarkan tidak akan hangus begitu saja seperti pruduk asuransi lama, melainkan akan dialokasikan ke investasi. Kita sebut investasi karena kita memang tidak menawarkan bunga, melainkan pembagi hasil keuntungan.

    Prudential terkenal di industri keuangan karena memiliki Fund Manager yang bagus, bernama Prudential Asset Management (PAM). Track record investasi di Indonesia dari tahun 2001-2006 rata-ratanya 28,8% untuk jenis Equity Fund (pasar Saham). Dan untuk kelangsungan operasional PAM, Prudential hanya mengenakan biaya pengelolaan sebesar 1,75% dari dana yg dikelola. Saya rasa angka tersebut sangat wajar. Dihitung bagaimanapun tetap masih untung besar dan jauh lebih tinggi dari bunga tabungan di bank.

    Jadi Saudari Thresna cukup menabung saja di produk PAA+ kita, dan Saudari Thresna akan turut menikmati bagi hasil dari investasi Prudential. Tentu saja di tahun 1-2 Saudari Thresna dituntut komitmennya ber-investasi dan kita namanya dana akuisisi. Tapi Saudari Thresna tidak usah khawatir, untuk jangka panjang (10-15 tahun) tetap saja masih lebih bagus tabung di Prudential daripada di bank. Untuk lebih detail bisa hubungi saya atau beberapa rekan dari Prudential. Saya sendiri beroperasional di Jakarta dan sekitarnya.

    Pendapat dari Saudara Redshox ttg investasi di reksadana ada benarnya juga. Salah satu prinsip utama investasi adalah jangan menaruh semua telur di keranjang yang sama. PAA+ ini juga merupakan salah satu keranjang investasi yang bagus. Di produk ini kita sudah memberikan proteksi sekaligus pembagian hasil investasi. Apalagi dengan ikut produk PAA+, Prudential menawarkan bagi hasil komisi jika nasabah memberikan referensi teman atau saudara untuk ikut berinvestasi di Prudential.

    Mungkin ada yang bertanya, kenapa harus investasi di Prudential bukan di asuransi lain?

    Saya tidak diijinkan untuk menceritakan ttg asuransi lain, karena asuransi lain tidak membayar saya. Tapi saya bisa menceritakan beberapa keuntungan berinvestasi di Prudential.

    * Jumlah setoran dan jangka waktu ditentukan oleh nasabah. Minimal kontrak investasi adalah 2 tahun. Maximal seumur hidup.

    * Dana bisa diambil kapanpun tanpa harus menunggu waktu jatuh tempo.

    * Jika di tahun ke-3 mengalami kesulitan penyetoran, nasabah bisa cuti penyetoran dan tetap mendapatkan proteksi jika dana tabungan yg dialokasi ke proteksi masih mencukupi. (minimal diatas 3 juta gak sulit lah)

    * Jenis proteksi dan investasi bisa diganti-ganti

    * Jaminan thd penyakit kritis. Jika nasabah memenuhi salah satu kriteria sakit kritis, maka nasabah BOLEH berhenti menyetor. Dan sebaliknya Prudential akan memberikan dana sebesar yg disetorkan perbulan/pertahun sesuai kontrak.

    * Memiliki track record hasil investasinya yang jelas. Sudah berpengalaman mengelola unit-link sejak bulan Mei 1999.

    * Tidak menawarkan janji yang berlebihan. Dan ini yang membuat Prudential tetap menjadi MARKET LEADER ASURANSI JENIS UNIT-LINK.

    Jika ada teman atau saudara yang mengatakan asuransi lain berani menawarkan janji yang belebihan. Hal itu patut dipertanyakan, karena kita membicarakan masalah investasi yang hasilnya baru akan terlihat 15-20 tahun kedepan. Prudential dan asuransi lainnya bermain di market yang sama (Indonesia), tapi kenapa dia bisa menawarkan janji yg melebihi ditawarkan oleh MARKET LEADER.

    Saya pribadi bisa percaya dengan janji tersebut kalau dia bukan produk Unit-Link.

    * Terakhir soal pengalihan servis. Biasanya nasabah sering bertanya gini : "Kalau nanti lu tidak di Prudential lagi, gue harus cari siapa?"

    Untuk masalah ini tidak usah bimbang, Prudential memiliki sistem pengalihan agen untuk nasabah yang ditinggalkan agennya. Bahkan Prudential punya unit kerja mandiri bukan agen yang dinamakan Personal Assistant Center yang dibayar mahal untuk menjaga nasabahnya agar tidak kembali ke bank...haha.

    Kira-kira demikian saja garis besar yang bisa saya sharing dengan pembaca sekalian. Jika ingin mengetahui atau butuh bantuan mengenai Prudential, bisa hubungi saya untuk minta janji ketemuan. Sebab saya seorang agen profesional yang bekerja berdasarkan jadwal dan sebagai promosi tambahan saya juga punya loh, lisensi unit-link seperti rekan-rekan lainnya.

    Tito

    =====

    Mobile : 0817 9998777

    Domisili : Jakarta

    Kantor Agency :

    PruVICTORY Agency

    Menara Thamrin Lt. 25

  42. ujang harahap | Selasa, 04 September 2007

    denger2 allianz sejak berdiri di indonesia itu perusahaannya sd sekarang masih merugi ya!?

    wajar deh klo agen nya kayak si hendra semua

    hahahaha..

    kecian deh ma nasabahnya saya baru mau ambil allianz batalin aj deh.. icon_lol

  43. rina anggi susanto | Rabu, 05 September 2007

    Jadi males ikutan prudential either allianz.. Komentar-komentar di atas tidak ada yang menyejukkan hati. Anyway cuma pesen buat agen2 untuk kuasai produk-produk yang dijual supaya bisa bantu nasabahnya. Apalagi disertai service untuk terus update sama nasabahnya kira-kira ada kesulitan ga? Atau ada yang perlu dibantu?? Jangan dah ikutan trus dicuekin.. Konsen kejar target ya? icon_confused

  44. andy | Selasa, 11 September 2007

    kalo diliat dari masalah ini kebanyakan karena factor agennya sendiri.

    kalo gue bilang ya wajar aja, kalo jd agen prudential lets say kita diterminated (karena tidak memenuhi target) masak hak kita juga diterminated. padahal khan itu jerih payah kita menjual tuh polis.

    terminate sih terminate tp jgn hak kita donk.

    jdnya yah wajar aja agen yg diterminate ngga mau lagi melayani nasabah wong kaga ada reward, siapa sih yg mau kerja tanpa di bayar.

  45. carlien garidina | Pesan | Selasa, 30 Oktober 2007

    dear all ...

    saya baca komentar diatas .. kayaknya saling menjatuhkan ... setahu saya ada etika sebagai agen asuransi (ada di peraturan aaji) tidak boleh saling menjelekkan satu sama lain (persaingan harus sportif), dan agent itu harus berkata jujur, dll (baca sendiri).

    untuk para calon nasabah .. jika anda mau mengambil asuransi lebih baik anda baca semua tentang produk yang ditawarkan dan liat kualitas perusahaannya .. RBC, kekuatan financialnya, bagaimana dukungan dari asal perusahaan asuransi tersebut apakah akan menghandle jika perusahaan di indonesia terjadi sesuatu masalah, jangan beli dengan alasan gak enak atau ditawarkan oleh saudara atau keluarga karena teman, keluarga atau saudara anda khan tidak selamanya jadi agen asuransi tersebut ..

    jika anda sudah masuk sebagai nasabah, alangkah baiknya anda baca polis asuransi anda didalamnya khan ada pasal2.. agar pada saat claim anda dan keluarga anda tidak kecewa.

    yang saya tahu pasti .. semua asuransi di Indonesia dibawah naungan depkeu, dan semua agen asuransi harus berlisensi AAJI.

    HIDUP ASURANSI

    thank's

    carlien

  46. Andri Setyo Wacono | Pesan | Rabu, 21 November 2007

    Hidup Asuransi....

    terlepas dari semua yang udah banyak ditulis diatas, saya niii lagi hepi berat...karena sekarang udah ngga pusing lagi mikirin masa depan karyawan-karyawan saya...kalo mereka sakit terutama...secara perusahaan yang saya miliki ini benar-benar sebuah perusahaan kecil dengan dana terbatas.

    Saya sudah mengikutkan semua karyawan saya masuk asuransi tanpa memotong pendapatan bulanan mereka, karena itupulalah saya termotivasi juga untuk nyebur lebih dalam lagi mengingat ada sejumlah rupiah yang saya taruh di perusahaan asuransi tersebut.

    Sekarang saya udah gabung jadi agen dari asuransi tersebut...dan hebatnya lagi kakak saya yang masih tinggal serumah dengan saya, belum beberapa lama ini memasukkan anaknya kedalam asuransi yang lain.

    Walaupun saya tau...ada beberapa "tanya" disana....saya tetap hepi...karena itu berarti kakak saya udah berpikiran jauh kedepan...Point ini yang saya rasa penting. Saya ngga meminta kakak saya untuk menggugurkan polisnya lalu bergabung dengan saya. TIDAK!!

    Itulah mungkin yang sekarang harus sama-sama kita perjuangkan...membukakan mata banyak orang indonesia untuk jangan ber-antipati terhadap asuransi.

    Sebuah keluarga muda yang saya kenal dengan seorang anak perempuannya yang masih duduk dikelas satu SD...tiba-tiba harus kehilangan ayahnya. Meninggal mendadak....hiiiiiiiiiiiiiiiksssss....saya tidak menangisi kepergian ayahnya....karena meninggal adalah cuma masalah waktu....yang saya tangisi adalah masa depan anaknya...

    3 hari kemudian saya main kerumah mereka...dan BETAPA GEMBIRANYA saya...karena waktu saya sampai di depan pagarnya...persis datang pak pos mengantarkan sepucuk surat berlogo sebuah perusahaan asuransi...

    WOW...!!!!

    Saya terharu bercampur bahagia...

    walaupun saya ngga tau isi amplopnya apa...tapi bahwa keluarga itu sudah membuka dirinya untuk "berkencan"

    dengan asuransi...sungguh membuat saya tersenyum bahagia.

    Motivasi saya untuk mengajak banyak orang bergabungpun semakin kuat....

    Ayo teman-teman...kita selamatkan banyak anak-anak kita agar mereka terjamin masa depan pendidikannya agar bisa tetap berkompetisi di masa yang akan datang.

    Ngga jaman lagi Orang tua kebingungan mikir biaya sekolah...biaya rumah sakit dan macem-macem buat anaknya... Mari kita jadikan bangsa ini, lebih hebat lagi dimasa yang akan datang karena generasi mudanya udah kita lindungi dari mereka kecil...dengan asuransi!

    Salam,

    DenBagus.

    (btw...ada yang bisa nebak saya bergabung di asuransi apa??? icon_eek icon_biggrin icon_lol icon_razz heheheeee...ngga pentinglah itu.... icon_redface )

  47. Amelia Damayanti | Pesan | Rabu, 16 Januari 2008

    interesting juga page ini yaa... kalo menurut gw, masuk asuransi itu penting untuk jaminan masa depan kita. masuklah selagi muda, selagi murah. gw bandingin polis gw dan nyokap gw (kita masuk cuma beda bbrp bulan), wahhh, beda jauuuh premi nya... pedahal nilai coverage nya ampir sama.... karena do'i udah jauh lebih tua, lebih rentan sama penyakit, dan udah uzur, makanya mahal masuknya... masuklah selagi muda, toh di covernya seumur hidup... bayarnya cuma 5-10 taon...

    gw bukan agen asuransi apa2.. tapi gw tau exactly pertanyaan2 yang mesti lo tanya ke agen2 asuransi tiap kali lo ditawarin asuransi life + critical illness jenis unit link. gw udah compare beberapa perusahaan asuransi...

    pertanyaannya:

    1. kalo misal lo mesti bayar 5 taun, taun pertama berapa persentase duit lo yg diambil buat premi dan proteksi dan biaya2 admin lainnya, bayar komisi agen lo, trus di taun kedua, taun ketiga, dst dst...

    2. kalo misal jumlah uang pertanggungan lo 500 juta, apakah itu jumlah MAXIMUM yang dibayarkan per polis ketika elo kecelakaan dan cacat minus ketika lo terdiagnosa dengan penyakit kritis minus ketika lo meninggal... ataukah 500 juta itu didapat pas lo mati, ditambah dengan jumlah yg didapat ketika ada penyakit kritis, ditambah lagi extra money bila ada cacat tetap. yang totalnya bisa mencapai 2x lipat uang pertanggungan kematian atau 1 milyar. karena setau gw itulah perbedaan mendasar dari prudential dan allianz... ask your agents and compare for yourselves, be a better buyer.

    3. jangan bedain persentasi profit unit link dari apa yang diajukan dari ilustrasi (selain itu juga bukan kontrak). karena gw yakin semua perusahaan asuransi terkemuka yang main unit link (reksadana) itu punya investment manager yang TOP dan bekerjasama dgn perusahaan sekuritas yang top dan worldwide, jadi semua unit link itu kenaikannya akan sama aja di setiap perusahaan asuransi sesuai dengan keadaan saham di indonesia atau di dunia ini (tergantung di negara mana dia maininnya), dan sesuai dengan tingkat inflasi negara itu. yang mesti lo tanyain ke agen yg nawarin lo adalah kurva HISTORY kenaikan profit unit link di periode sebelumnya (bulan lalu dan taun2 yg lalu), trus baru boleh deh dibandingin dikit antar insurance companies. namanya history, kan udah terjadi, lebih bisa didiagnosis daripada predict the future...

    4. compare berapa puluh penyakit kritis yang di cover perusahaan asuransi tsb...

    intinya... compare compare compare dulu sebelum belii... benar diatas ada yg bilang, jangan beli cuma karena itu temen lo lah, sodara lo, dll..

    cek dikit agen yg nawarin lo, history dia kerja gimana, apa dia suka pindah2 perusahaan? kalo iya, wah bisa gawat kalo nanti 3 taun lagi lo mo claim, agen lo dah gak kerja disitu lagi... siapa yg bantuin? klo dia pindah perusahaan dan ngajak kita pindah perusahaan asuransi yg baru pdhl blom abis masa bayar preminya di perusahaan yg lama, dan itu polis ter-cancel, YANG RUGI KITA. kecuali klo kita gak matiin polis yg lama. trus cek juga klo ini agen kerjanya setengah2 atau nyambilan, itu juga perlu dipikirin lagi... bisa2 nanti cuma bisa jual tapi gak mau bantu disaat claim.

    Buat PRUDENTIAL... apakah ada yg bisa jawab: nyokap gw umur 52 taun. masuk asuransi AIG pas medical cek up lolos, masuk MEGA Life pas medical cek up lolos, masuk Allianz pas medical cek up lolos (dan dia beli semua itu polis unit link), tapi kenapa di Pru gak diterima, pedahal jarak dia beli semua polis itu gak lebih dari 6 bulan... dia sehat2 aja (gak ada diabetes, ga ada darah tinggi, kolestrol normal, jantung ok) dan rajin olahraga. Kayanya Prudential udah mulai mempersulit nasabahnya masuk ya? Obviously, logikanya aja kalo sebuah perusahaan asuransi punya buanyaaak nasabah seperti Prudential (yg emang paling gede di indo), yg claim pun banyak... kalo dia mo pertinggi profit nya (dan jadi perusahaan asuransi paling profitable di indo biar masuk majalah), claim bisa aja dipersulit (krn tiap kali ada yg claim, kan namanya keluar duit)... dan skrg, udah mulai mempersulit nasabah baru masuk yg umurnya udah riskan karena takut di claim kali ya??

    Agen2 Pru diatas, apa ada yang bisa komentar mengenai ditolaknya nyokap gw yg sehat dari Pru? Nyokap gw adalah orang yg ngerti ok nya punya asuransi dan demen berinvestasi.. you guys don't want her money? fine!! we'll bring our business somewhere else...

  48. P.N Jonathan | Pesan | Rabu, 16 Januari 2008

    masalahnya pendapatan di Indonesia tidak merata jadi pemerintah tidak bisa mengwajibkan penduduk untuk mengasuransikan kesehatannya...akhirnya kita kembalikan pada pemerintah juga...bisa tidak meratakan pendapatan penduduk sehingga setiap manusia di Indonesia kesehatannya terasuransi...jawabannya bisa,apalagi Indonesia banyak hasil buminya,cuma pengaturannya..... pemerintah belum bisa...iya kan icon_smile icon_smile

  49. LieV | Pesan | Kamis, 24 Januari 2008

    Utk Pak. Mantan Agen Prudential yg memiliki e-mail happy_help_other@yahoo.com

    Saya bukan menantang tapi mari kita liat majalah investor sapa yg mendapat no. 1 lage ..

    heheheeee...

    di majalah swa aja ...

    mengatakan bahwa cuma prudential yg mendekati sempurna dr semua asuransi jiwa atas ..

    alias dgn aset diatas 5 trilun ...

    oh yaa... ALIAZ ngak termasuk yaa...

    hohohoooooo......

    GBU buat semua Agen Prudential ..

    SUKSES

  50. LieV | Pesan | Kamis, 24 Januari 2008

    Sory maksud diatas bukan GBU buat semua agen Prudential aja

    tp GBU untuk semua Agent-Agent Insurance yang memiliki itikad yang baik dan menjunjung tinggi etika dalam bisnis insurance

    hehe

  51. LieV | Pesan | Kamis, 24 Januari 2008

    oo ya one more, PAK MANTAN AGEN PRUDENTIAL berkata

    "rating yg diumumkan juli 2007 di infobank, investor ds adalah data average tahun lalu, thn dpn kita liat aja.."

    maksudnya PAK MANTAN AGEN PRUDENTIAL

    tahun depan kita liat aja.. PRUDENTIAL PASTI NOMOR SATU LAGIIIII... thx ya PAK

    hihi.. icon_lol

    PRUDENTIAL? WOW DAHSYATTTTT..... icon_wink

    Yesss...Yesss...Yessss.......... icon_cool

  52. T.S. Lim | Pesan | Kamis, 24 Januari 2008

    Buat Amelia Damayanti:

    Ambil saja program PIA (PRUlink investor account) untuk investasi. Mungkin saja asuransi2 yang lain tidak teliti waktu memeriksa calon nasabah karena mereka kan pasti butuh uber setoran. Kalau Prudential lain dong. Prudential kan sudah besar banget. Jadi, lebih teliti dalam menerima nasabah baru.

  53. kafi | Pesan | Senin, 04 Pebruari 2008

    Dear Amelia

    Bravo, atas kesadaran anda berasuransi.

    Knapa ibu anda tidak lulus uji kesehatan di Pru ?

    Mungkin saja pas pemeriksaan kesehatan lewat rujukan dokter ada beberapa item yang tidak lulus uji kesehatan. Dan biasanya tidak diultimatum tidak lulus uji kesehatan, melainkan dianjurkan pemeriksaan lebih lanjut.Akan lebih baik bila anda meminta copy hasil pemeriksaan itu (Gratis dan diperbolehkan), mestinya agen anda memberitahukan ini.

    Sangat jarang ada calon nasabah yg ditolah, tetapi biasanya di golongkan sub standard atau premi yg lebih mahal (Hal ini berlaku pd semua perusahaan asuransi). Bila anda mencari tahu, knapa kok sebelumnya bs lolos uji kesehatan?

    Kesehatan manusia itu naik turun, tergantung pola makan dan life style pra uji kesehatan kita, apalagi usia kita sudah cukup tua.

    Kafi_prudential.multiply.com

    0815.14361312 / 021.70060130

  54. yohanis saputra | Pesan | Senin, 10 Maret 2008

    bisa dibantu, asuransi apa yang paling bnyk direkomendasikan? soal asuransi no wahid di ditaon2 sblmnya, mmg dipegang oleh prudential. begitu juga apa yg dipamerkan oleh agent yg prospek saya, menurut saya blm diupdate. tapi artikel yg saya baca di awl tahun ini, allianz sudah menyodok posi2 prudent. sekali lagi, tdk mendiskriditkan suatu produk tertentu, tapi mmg ga tau, hanya berdasarkan apa yg saya liat. mau tau juga neh komentar dari agent allianz.. tx b4!

  55. ius | Pesan | Senin, 10 Maret 2008

    buat pak Yohanis Saputra

    kalo agen pruden pst bilang pruden nomor 1

    kalo agen allianz pst blg allianza nomor 1.

    kalo mau denger pendapat, jangan dari orang agen tsb pak, liat tanggapan dr orang laen ( pengguna pruden dan allianz )

    kalo denger dr agen perusahaan masing2 sama aja boong, mereka kan jual kecap....

  56. ong siu ing | Pesan | Jumat, 14 Maret 2008

    Alow alow semua, sebelumnya saya pendatang baru di website ini dan forum ini menarik. Tapi yang ingin saya tanyakan adalah bagaimana awalnya agen asuransi disalahkan atas kasus Mba Thresna ? karena kalau baca keluhannya, asuransi prudential bekerja sama dengan kartu kredit yang dimiliki oleh mba thresna dan begitu kartu kredit tersebut tidak diperpanjang maka polis di tutup. Hal seperti sering kali ditawarkan kepada nasabah kartu kredit dan saya sudah beberapa kali ditawarkan tetapi semua balik kepada diri sendiri waktu di tawarkan oleh kartu kredit kita bisa menolak atau menerima. Untuk bapak Andri Setyo Wacono, saya sangat sangat setuju dengan pemikiran bapak, bahwa asuransi itu sangat perlu untuk anak-anak kita generasi penerus bangsa untuk tetap sekolah dan hidup layak dan jangan jadikan asuransi untuk jadi ajang yang merugikan nasabahnya. icon_smile

  57. ius | Pesan | Jumat, 14 Maret 2008

    waduh ada anggota baru MK icon_biggrin

    hati2 nanti di ospek sama Bung P.N Jonathan loh hehehe icon_lol icon_lol

    selamet bergabung aja deh, salam kenal dari saya icon_biggrin

    jangan lupa, kalo ada keluhan sama esia, pasang disini yah..

    icon_lol

  58. H2O | Pesan | Senin, 31 Maret 2008

    Jawab jawab

    yang jelas kenapa buss kesel sama prudential... kan udah tau kasusnya.... tahun 2004... gitu aja gak ngerti... mo ngomong2 asuransi... eh yang namanya konsumen jangan dibohongin... kasian ... gua gak bilang prudential jelek... tapi kalo suruh milih... gua pilih allianz kok... kenapa tau gak... allianz tuh ada 60 kelebihan dibanding prudential... kalo milih asuransi kita mesti cermat... dan buat agent2 prudential... loe baca kontrak gak sama prudential... umurloe cuman 14 hari kerja loe... loe udah gak digaji ... trus koar koar macem2 sama nasabah... n loe gak ada kekuatan buat bela nasabah loe... kasian banget deh loe... boro boro mo bela nasabah... mo bela keagenan loe aja loe kagak bisa.... icon_lol

  59. ius | Pesan | Senin, 31 Maret 2008

    jawab Jawab :

    anda dari allianz ????

    kasus yang alami pruden apa yah ?

    gw bukan dari agen asuransi manapun.

  60. Jeremia | Pesan | Kamis, 03 April 2008

    Kenapa banyak Top Leader Pru pindah ke Allianz ya??? gw juga bingung. Pindah ke BUSS kalo ga salah ya. Ada leader yg bisa jawab gw ttg BUSS ?

    Kalo terbaik kan hanya "versi" majalah saja. Asuransi lain spt AIG, Bumi Putera dll mereka juga punya data mereka terbaik di majalah ini "versi" majalah ini. Itu mah ga bisa bikin patokan. Gw ga percaya gt deh. Lihat yg di dunia dia kuat ga?

  61. Abdul Basit | Pesan | Jumat, 09 Mei 2008

    HENTIKAN !!!

    Menurut saya tidak dewasa dalam menjual produk saling menjelekan yang lain.

    Kita semua bukankah sudah dewasa, bersikaplah seperti orang dewasa.

    Saya sudah pernah di prospek oleh asuransi a dan asuransi b. Bahkan mengikuti presentasi bisnis kedua asuransi tersebut. Kalo menurut saya keduanya sama saja, sama-sama baik. Tapi pasti ada yang lebih baik dunk.

    Menurut saya para agen asuransi a jangan langsung tersulut jika merasa dijelekan oleh agen asuransi b. Apalagi asuransi a adalah asuransi yang terbaik di negeri ini. Apa arti terbaik?

    Arti terbaik boleh dikatakan nomer satu lebih unggul dalam memberikan manfaat dari produk2 yang sejenis. Jadi wajar, kalo nomer satu akan dijadikan acuan bagi produk yang lain dalam menjual jenis yang serupa. Tentu produk yang lain ingin menjelaskan pada client bahwa manfaat yang diberikan asuransi no 1 begini-begitu, trus bagaimana agar produk b yang menurut mereka mempunyai kualitas yang lebih dari produk a agar diterima di pasar?

    Tentunya dengan menyampaikan keunggulan2nya dibandingkan produk asuransi a, karena orang beli asuransi kan yang dicari manfaatnya. Trus bagaimana dengan pruduk asuransi a? bagaimana agar bisa mencegah meluasnya pengaruh produk b? Inovasi tentunya… karena client kan tidak akan mendapatkan apa-apa dari ratusan award yang di terima produk a. Kalo memang produk a bisa memberi manfaat lebih, pasar akan merespon positif, indikasinya penjualan premi meningkat.

    Kalo saya baca, sebenernya produk b juga tidak menjelekan produk a. Justru malah produk b ‘mengagumi’ system produk a. Terbukti dari saya mengikuti presntasi, polanya 99% sama. Tapi biasanya produk yang melakukan inovasi tentunya telah mempelajari kelemahan produk competitor.

    Jadi jagan ribut lagi ya…

    Kita ilustrasikan aja penjualan motor Honda dengan Yamaha dan Suzuki khusunya di Indonesia. Bertahun2 honda menguasai pasar sepeda motor, tapi apakah mungkin produk lain menggeser dominasi Honda? Sangat mungkin. Itu karena inovasi. Mana yang memberikan kelebihan pada produknya, yang memberikan manfaat lebih atas uang yang dikeluarkan konsumen. Apakah yang penjualan nomer dua dan tiga berarti produknya lebih jelek? Bisa iya, bisa juga tidak. Contohnya Suzuki beberapa kali menang balapan di arena balap local, terbukti meski produk nomer tiga, bukan berarti Suzuki jelek2 amat.

  62. Indry Tandyono | Pesan | Jumat, 16 Mei 2008

    Dear, Ibu Amelia

    Saya ikut berempati dgn ibu anda yg ditolak Prudential.

    Bisnis asuransi memang unik, dimana kadang2 org yg tidak minat suka dikejar2 untuk ikut (jd nasabah) sedangkan ada yg dengan kesadaran mau ikut tp ditolak (kemungkinan besar alasan ksehatan).

    Poinnya adalah mulai berfikir utk join asuransi sebanyak2nya ketika:

    1. masih mampu bayar premi (ingat 5 perkara sebelum 5 perkara)

    2. masih sehat wal afiat (jgn tunggu sakit baru sadar)

    3. masih punya waktu mengurus (ikut medical chek up, ketemu agen, dll)

    Mari kita sedari dini ikut asuransi sesuai kebutuhan kita (kesehatan, kecelakaan, jiwa, pendidikan anak).

    Membandingkan dengan negara tetangga Singapura yg tingkat penduduk fully-insured (terinsuransi dgn uang pertanggungan sesuai & bukan asuransi dr kantor) mencapai 70%. Jepang sudah 300% (tiap penduduk punya 3 polis atau lebih) Indonesia baru 3% (dr 200 jt penduduk baru 6juta yg terasuransi)

    salam

  63. Yohanes Hermawan, B.BA | Pesan | Rabu, 04 Juni 2008

    Waduh, seru juga comment2nya, sampai bikin saya tertawa. hehehe. Sebelum berkomentar, saya ingin memperkenalkan diri dulu. Saya juga seorang agent Prudential, dan kebetulan saya adalah Top Agent Prudential tahun 2006.

    Melalui tulisan saya ini, saya ingin memberikan sedikit saran, komentar, dan klarifikasi kepada semua pembaca.

    SARAN UNTUK PARA CALON NASABAH:

    1. Telitilah dahulu produk yg akan anda beli. Jangan membeli sebelum anda mengerti benar produk yg ditawarkan oleh seorang agent. Agent yg BAIK akan merancang produk sesuai kebutuhan & kemampuan calon nasabahnya serta memberikan penjelasan selengkap2nya, sementara agent yg BURUK hanya menjual asal2an & tdk memberi penjelasan yg memadai.

    2. Kenali agent anda dengan baik. Agent yg berkualitas adalah agent yg MELAYANI nasabahnya, dalam arti mampu menjawab semua keberatan/pertanyaan nasabah serta bersedia mengurus semua transaksi top-up/withdrawal dan claim yg dibutuhkan oleh nasabahnya.

    3. Jangan sekali-sekali anda menyalahkan perusahaan asuransi, karena SEMUA perusahaan asuransi TIDAK ADA yg melanggar kontrak atau ketentuan polis. Yang membuat image asuransi jelek di Indonesia itu adalah tingkah laku AGENT atau NASABAH nya sendiri, BUKAN perusahaannya.

    SARAN UNTUK PARA AGEN ASURANSI:

    1. Jangan menjelek2an asuransi lain, karena tingkah laku anda itu mencerminkan kualitas anda sendiri sebagai agent. Agent yg baik tidak perlu menjelek2an asuransi yg lain utk mendapatkan nasabah. Apabila produk atau perusahaan anda memang lebih baik dibanding yg lain, JELASKAN kepada nasabah dan BUKTIKAN! Jangan hanya ngomong doang tanpa bukti dan penjelasan rasional. Tunjukkan kualitas anda sebagai Agent yg professional, karena memang itulah tugas anda!

    2. Jangan pernah menjelek2an perusahaan lama anda! Bila anda tidak berhasil di perusahaan lama anda, kesalahannya terletak di dalam diri anda sendiri. Ada kalimat "Emas ditaruh dimanapun tetaplah emas". Artinya: seorang agent yg berkualitas akan selalu menjadi agent yg berprestasi dimanapun dia bekerja, sementara agent yg BURUK akan selalu BURUK dimanapun dia bekerja.

    KOMENTAR PRIBADI SAYA:

    Bagi anda yg membangga2kan Allianz BUSS dan menjelek2an Prudential, sebaiknya introspeksi dulu sebelum mengeluarkan statement. Sekedar informasi saja, ada satu perusahaan asuransi asing di Indonesia yg ditindak tegas (alias diblack-list) oleh Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI). Mau tau perusahaan mana? Anda tahu sendiri jawabannya.

    Bukti lainnya adalah berita yg tertera di website AAJI:

    "Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia menindak tegas sebuah asuransi jiwa patungan dan 35 agen karena melanggar kode etik. Lima agen di antaranya masuk daftar hitam industri asuransi jiwa di Indonesia............"

    Tidak heran mengapa Allianz/BUSS adalah satu2nya perusahaan asuransi asing yg tidak menghadiri acara Top Agent Awards AAJI pada tahun 2007. Kenapa saya tahu? karena saya sendiri menghadiri acara tersebut dan saya memenangkan 3 kategori.

    SEMUA Perusahaan asuransi jiwa (baik lokal maupun asing) di Indonesia haruslah tergabung ke dalam Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI). Perusahaan raksasa dunia seperti Prudential, AIG, AXA, Sun Life dan Manulife semuanya tergabung dlm AAJI. Kok Allianz/Buss tidak termasuk ya? Pasti ada yg tidak beres :D Dan lagi, SEMUA agent BARU di Prudential HARUS lulus ujian intern perusahaan & ujian AAJI utk mendapatkan sertifikasi nya. Artinya apa? Artinya kualitas agent BARU di prudential sudah setingkat lebih tinggi dibandingkan agent2 lain.

    Sekedar informasi tambahan, Top Agent Allianz Buss 2 tahun terakhir 2006-2007 (initialnya C A S) adalah mantan teman sekantor saya di Prudential. Dan perilaku dia di lapangan AMAT SANGAT BURUK! Selain berhutang sejumlah uang kpd Prudential & pemalsuan tanda tangan dll, dia juga SELALU miss-presentasi kepada nasabah. Tak heran 90% nasabah2 dia merasa tertipu dan nama dia di Bandung sudah amat buruk. Lucunya, begitu dia dikeluarkan oleh Prudential (bukan pindah seperti yg dia beritakan) & diblack-list AAJI, TIDAK ADA SATUPUN anak buahnya yg ikut bersama dia ke BUSS. Bila anda tidak percaya, silakan anda tanya sendiri kepada leader utama di Allianz Buss, sebagai org beragama seharusnya dia berkata sejujurnya.

    Terakhir, bukannya saya membanggakan Prudential sebagai yg terbaik 6 tahun berturut2, tp memang begitulah kenyataannya. BUKAN SAYA lho yg menyatakan Prudential sebagai perusahaan asuransi jiwa TERBAIK di Indonesia. Melainkan Investor Magazine, Business Indonesia, Infobank, Proteksi, Karim Consulting dll dll yg bilang begitu (buka aja www.prudential.co.id kalo mo liat semua penghargaannya). Masih gak percaya juga? Silakan telpon redaksi majalah nya masing2 :)

    Info terakhir: Meskipun baru 3 bulan meluncurkan produk Prulink Syariah (Sept 2007), produk Syariah Prudential sudah dinyatakan sebagai yg TERBAIK tahun 2007 di Indonesia --> Lihat Kompas 22 Mei 2008.

    Salam Sukses,

    Yohanes Hermawan

    - 081.910.22.33.55 / (022) 9191-9595

    - yohanes.hermawan@gmail.com

    - President's Club 2007-2008

    - MDRT Court of the Table (COT) 2007-2008

  64. yusmin | Pesan | Kamis, 07 Agustus 2008

    halo..

    ternyata banyak juga ya yang memperdebatkan tentang asuransi, setiap perusahaan asuransi pasti ada plus dan minus nya.. tergantung kepda nasabah yang lebih mempercayai perusahaan yang mana yang di yakini dapat melayani hingga jangka panjang..

    oya, perkenalkan saya, Yusmin, manager di Prudential..

    jika teman2 ingin menjadi nasabah (membuka rekening tabungan) , mengajukan pertanyaan dan keberatan serta mengetahui lebih lanjut mengenai Prudential

    teman-teman dapat menghubungi saya di:

    021-9858 3738 atau 081808611818

    email: yusmin_joe@hotmail.com

    trims..

  65. zok | Pesan | Selasa, 26 Agustus 2008

    Prudential?? heheheheh. ternyata agen2 hebat seperti pak Yohanes Hermawan itu cuma omong kosong belaka. nyatanya setelah menjadi agen prudential saya baru tahu, ternyata agen2 prudential kita di ajarin bagaimana caranya mendapat komisi yang sebesar-besarnya dengan memasukan uang premi nasabah ke premi proteksi. Padahal biasa/premi proteksi yang kita bayar tidak sebanding dengan uang pertanggungan yang kita dapat....

    saya adalah salah satu orang yang dibohongin mengenai hal tersebut. dan saya percaya masih ada banyak yang lain yang tertipu/terbohongin dengan agen2 prudential.

    saran saya :

    1.teliti sebelum mengambil asuransi.

    2.apakah biasa/premi asuransi yang kita bayar sesuai dengan uang pertanggungan/manfaat yang kita dapat (karena agen asuransi mendapatkan komisi dari premi/biaya proteksi yang kita byr)

    3.sebaiknya tolak agen2 asuransi yang menjual kata2 manis masalah investasi, (investasi itu "tidak pasti", yang PASTI itu proteksinya, dan asuransi=proteksi, BUKAN investasi).

    4. sebaiknya bapak/ibu renungkan sebelum mengambil suatu produk asuransi, karena hidup kita yang tidak pasti (bisa karena sakit, kecelakaan, meninggal) makanya kita mengambil asuransi (asuransi=pasti). bukan karena diiming2in investasi yang tidak pasti. Kalo memang investasi dari produk asuransi bisa sebaik/setinggi yang di gembar-gemborkan agen asuransi, para agen2 tidak perlu lagi mencari nasabah2 biasa, cari aja bank besar seperti bca, mandiri, lippo dll untuk menjadi nasabahnya.

    Sekali lagi kepada "Yohanes Hermawan", jangan menganggap komisi yang kamu dapat itu adalah uang, sedangkan uang hasil jerih payah nasabah itu bukan uang , yang bisa kamu korbankan untuk mengejar komisi yang besar icon_redface

  66. P.N Jonathan | Pesan | Selasa, 26 Agustus 2008

    Dimana mana Investasi di Asuransi itu tidak pasti...Ingat Palm Invest di Dubai?itu juga kan nggak pasti....jadi sebaiknya agent asuransi harus jelas apa "PLUS" tapi juga apa "MINUS" invest di Insurance

  67. zok | Pesan | Selasa, 26 Agustus 2008

    Setuju, tapi masih banyak agen2 asuransi yang mempromosikan produk "investasinya" padahal kan mereka itu agen asuransi (bukan agen investasi icon_lol ).

  68. Yohanes Hermawan, B.BA | Pesan | Minggu, 07 September 2008

    Aduh, kasian deh Zok ... mungkin leader yg merekrut Anda adalah leader yg tidak berkualitas, yg tidak bisa mendidik Anda bagaimana caranya merancang produk yg menguntungkan client. Yang jelas itu bukan kesalahan Prudential, dan bukan kesalahan saya tentunya :D

    Sejak pertama kali saya join sebagai Agent di Prudential, saya selalu dididik oleh leader saya untuk menjadi seorang financial consultant yg baik (bukan salesman yg hanya menjual produk). Consultant dan salesman JELAS BERBEDA. Seorang Consultant tidak hanya sekedar menjual, tetapi juga merancang produk yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan nasabah tersebut. Dan saya rasa saya sudah melakukan itu dengan baik. Jadi maaf saja ya, sampai detik ini tidak ada satupun client saya yg kecewa, namun sebaliknya, mereka semua SANGAT PUAS terhadap saya sbg Agent dan SANGAT PUAS terhadap Prudential sbg insurer mereka. Mereka semua SANGAT mengerti produk Prudential, bagaimana alokasi premi asuransi & investasi, dimana dana mereka diinvestasikan, dll.

    Dari segi investasi, walaupun saat ini perkembangan investasi tidak sebaik tahun-tahun sebelumnya, TIDAK ADA satupun client saya yg kecewa atau complaint. Mengapa? Karena mereka semua MENGERTI bahwa yg namanya investasi itu tidak ada yg fixed atau pasti, dan mereka juga mengerti bahwa investasi jangka panjang itu akan lebih baik hasilnya.

    Jadi tidak ada dalam kamus saya seorang client membeli asuransi melalui saya karena iming2 sesuatu. Mereka membeli asuransi dgn premi besar karena mereka MENGERTI & MEMBUTUHKAN proteksi asuransi jiwa & kesehatan yg besar untuk keluarga mereka. Bagaimana saya bisa menyadarkan mereka hingga mereka bisa membeli dgn jumlah besar? Tentunya itu tidak akan saya tuliskan disini, karena itu adalah rahasia saya pribadi. Hanya org bodoh yg membocorkan rahasia nya kepada para saingan nya.

    Semua Top Agent di perusahaan asuransi manapun pasti income nya besar. Dan itu sangat wajar, karena mereka telah bekerja keras. Dalam kasus saya, saya sangat bersyukur sekali karena itu semua saya dapatkan karena service baik yg saya berikan kepada client2 saya. Mereka PUAS dengan proteksi asuransi Prudential, mereka PUAS dengan hasil investasi Prudential, dan mereka PUAS dengan pelayanan yang saya berikan terhadap mereka. Jadi tidak ada aneh kan bila saya menjadi Top Agent (yg menurut Anda komisi nya besar)?

  69. zok | Pesan | Kamis, 18 September 2008

    Setuju, leader Yohanes Hermawan itu leader yang baik jadi yang kamu dapatkan juga baik (menurut kamu icon_biggrin , bukan nasabah kamu). Setuju juga tidak ada satupun client kamu yang kecewa dengan apa yang kamu tawarkan icon_lol (itu pikiran loe, bukan nasabah kamu). setuju juga semua client kamu puasa dengan service yang kamu berikan (menurut kamu, bukan nasabah kamu icon_cool ) Lebih setuju lagi semua itu berdasarkan "kamus" kamu icon_razz . Selamat bermimpi, berpikir dan buka2 kamus deh icon_eek . Selamat beriklan dan bergombal deh para agen2 asuransi. (khususnya bukan kamu, Yohanes Hermawan icon_razz )

  70. P.N Jonathan | Pesan | Kamis, 18 September 2008

    Prinsipnya satu aja... investasi seperti itu tidak pernah ada yang pasti diDUNIA manapun..Dubai Palm Invest,Carribean Invest,Robeco etc..etc di LN aja nggak pasti apalagi di Indonesia yang nilai rupiahnya aja kacau...ngawur aja tuh agent asuransi di Indonesia yang muluk muluk janji ini dan itu kalau invest dimereka icon_lol

  71. Winata | Pesan | Kamis, 18 September 2008

    Wukakak...... @ Agen Para Agent Prudential...

    Saya Bukan Antipati dengan produk prudential tapi saya kecewa dengan prudential karena tanpa sepengetahuan saya istri ikut prudential dan dia mau surrender dirahun ke 2 tapi hasil investasinya menjadi - 2 kurang lebih juta an.

    Alias tidak dapat apa apa. Mendingan engga usahlah... ikut itu prudential perusahaan apaan tuh yang menipu nasabahnya... Biar aja diambil duitnya toh tidak biklin saya miskin icon_redface icon_redface icon_redface icon_redface

  72. Yohanes Hermawan, B.BA | Pesan | Selasa, 23 September 2008

    Whahaha, ya terserah situ aja deh, pak Zok. Yang pasti saya bekerja di jalan yang benar, tidak menipu apalagi sampai merugikan nasabah, karena sampai hari ini saya masih takut sama Sang Pencipta. Tapi saya mo tegasin beberapa hal:

    1. Kalau client-client saya kecewa dengan saya sebagai Agent mereka, tentunya sangat mudah sekali bagi mereka untuk menjelek2an nama saya. Apalagi 90% client-client saya kelas kakap & org-org berpengaruh. Tinggal adukan saya saja ke Prudential, atau complaint melalui "surat pembaca" di koran-koran. Gitu aja kok repot :p

    2. Kalau client-client saya kecewa dengan produk Prudential, tidak mungkin mereka terus-menerus membeli polis baru untuk anggota keluarga mereka, dan tidak mungkin juga mereka mereferensikan teman-teman dan kerabat mereka kepada saya. Bodoh sekali bukan kalo mereka kecewa namun mereferensikan teman-teman nya kepada saya :p

    Saya bermimpi? Oh mungkin Anda benar sekali saya sedang bermimpi, karena saya menjalani hidup yg benar-benar indah, yg mungkin hanya segelintir org saja yg bisa mendapatkan nya. Melalui pekerjaan saya sebagai Agent asuransi, hidup saya menjadi lebih bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga dan orang lain.

    @ Zok.

    Mungkin Anda tidak mengerti, atau mungkin tidak akan pernah bisa mengerti, karena Anda hanyalah orang yang banyak omong. Bisanya hanya menulis sesuatu yg basi dan tidak bermutu. Saya sarankan bila Anda mau menulis sesuatu di tempat publik seperti ini, sebaiknya Anda belajar menulis secara rasional, bukan menulis sesuatu yg "meaningless" berdasarkan opini probadi yg tidak jelas. Mungkin Anda yang seharusnya berpikir & buka2 kamus, bukan saya :p

    @ Client2 yg merasa kecewa

    Coba introspeksi diri dulu. Apakah Anda BENAR-BENAR mengerti produk unit-link? SEBELUM Anda membeli produk unit-link (entah itu unitlink Allianz, Pru, AIG, whatever), PASTIKAN Anda memahaminya SEMUANYA dengan baik! Amat sangat lucu sekali (bagi saya) bila ada nasabah yg "kecewa" karena hasil investasi nya negatif, karena itu tandanya mereka TIDAK MENGERTI produk unit-link. Kok lucu ya, tidak ngerti tapi beli produk. Ya beginilah hasilnya, komplain2 tidak bermutu.

    @ Pak Winata

    Prudential ataupun perusahaan lain nya TIDAK ADA yg menipu. Yang mungkin menipu adalah si Agent atau nasabah nya sendiri. Saya yakin istri Anda tidak mengerti unit-link ketika memutuskan untuk membeli. Kalo istri atau Anda mengerti, tidak mungkin merasa kecewa seperti itu. Saya sarankan sebaiknya next time pak Winata (dan istri) pelajari dulu produk nya baik-baik, baru membeli.

    @ All

    Di perusahaan manapun, di bidang apa pun, dan sampai kapan pun ... pasti ada 2 jenis manusia: pekerja yg baik dan pekerja yang buruk. Jadi jangan menjelek-jelekan satu profesi hanya karena Anda pernah kecewa dengan seseorang dari profesi tersebut.

    Tidak semua Agent asuransi itu baik, dan begitu juga sebaliknya, tidak semua Agent asuransi itu buruk. Begitu pun dengan profesi-profesi lain nya. Jadi, sebelum mengkritik orang lain, tolong introspeksi diri sendiri dulu: Apakah Anda merasa sudah menjadi orang baik dan melakukan pekerjaan Anda dengan baik?

    Saran saya yg terakhir:

    Bila disini ada Client yg merasa kecewa atau ingin bertanya2, harap panggil Agent anda tersebut atau hubungi langsung perusahaan nya. Karena percuma saja bila kita komplain di forum ini, tidak akan ada penyelesaian. Yang ada malah problem Anda tersebut akan dibumbu-bumbui oleh orang2 sok tahu yang JELAS-JELAS tidak akan memberi solusi untuk Anda.

    Salam

  73. P.N Jonathan | Pesan | Selasa, 23 September 2008

    Untuk hidup yang indah dan bermanfaat tidak selalu harus jadi agent insurance...aku bukan agent insurance tapi hidupku juga indah...indahnya hidup itu bisa bermacam macam penjabaraanya icon_smile anyway salam dari Amsterdam icon_wink

  74. Richardt | Pesan | Selasa, 23 September 2008

    jadi pengen ngambil paket asuransi abis baca komen2 anda.biarin mumpung masih muda, 32thn masih muda ga yah??? yg jelas this is my golden age.....kirim donk ilustrasi ke emailku... mumpung lg punya duit nih..hehehehe (barusan abis bayar THR ama gajian pegawai)

  75. Yohanes Hermawan, B.BA | Pesan | Selasa, 23 September 2008

    Setuju sekali, pak Jonathan icon_smile

    Maaf bila saya ada salah kata, tapi saya tidak bermaksud mengatakan "Untuk hidup yang indah dan bermanfaat harus jadi agent asuransi" ... tidak harus begitu kok, hehe icon_smile

    Salam juga dari Bandung icon_wink

Anda harus daftar dan login untuk bisa memberi komentar !



Tulisan ini tampil di situs www.MediaKonsumen.com

Pengutipan di tempat lain mohon mencantumkan Media Konsumen sebagai sumbernya