Online
Saat ini ada 192 pengunjung tamu dan 2 pengunjung terdaftar online.

Anda bisa log-in atau daftar di sini.
Login




 


 Tidak bisa login?
 Mau daftar? KLIK DI SINI!
Polling

Menurut Anda, Media Konsumen itu...

[ Hasil | Polling ]

Votes: 2012

Rekreasi & Belanja/Tempat Wisata - Keluhan

Pengelola Dufan Tidak Peduli

Selasa, 15 Agustus 2006

Bantuan Artikel
Liburan sekolah memang sudah berakhir, tetapi peristiwa selama masa liburan bukan berarti menjadi basi. Tanggal 11 Juli 2006, saya membawa beberapa keponakan yang khusus datang dari Medan untuk berekreasi bersama di Ancol, Jakarta Utara. Saya mengajak mereka mengunjungi Seaworld dan Dunia Fantasi (Dufan).

Peristiwa tidak mengenakkan justru terjadi ketika memasuki Dufan. Salah seorang keponakan (4 tahun) dengan tinggi badan 1 meter dan 1 inci dilarang melewati pintu masuk oleh petugas dengan alasan sudah melewati batas tinggi badan yang ditoleransi tanpa bayaran.

Akhirnya setelah berdebat panjang dengan petugas yang sangat kaku dan arogan, saya membayar tiket masuk tambahan sebesar Rp 85.000. Hari itu semua pengunjung dikenai tarif masuk yang sama tanpa peduli, apakah orang tua atau anak-anak. Ingin bermain atau hanya menemani. Yang ditolerasnsi hanya anak- anak dengan tinggi badan kurang dari 100 sentimeter dan orang tua berusia 60 tahun ke atas. Dengan demikian, rombongan saya yang jumlahnya delapan orang—tiga dewasa dan lima anak-anak—harus membayar jumlah yang sangat banyak, yaitu Rp 680.000, untuk bisa masuk ke Dufan.

Biaya tersebut belum termasuk tiket masuk Ancol Rp 35.000 per orang. Hari itu memang hari Selasa yang artinya bukan akhir pekan, tetapi boleh dianggap sebagai hari spesial mengingat masih masuk masa liburan sekolah. Dufan buka sampai dengan pukul 20.00 pada hari biasa.

Kejadian tidak mengenakan lainnya terjadi ketika banyak anak yang antre untuk bermain di Wahana Arung Jeram. Saat itu waktu menunjukkan pukul 19.30 WIB dan petugas yang bertugas dengan seenaknya memotong antrean yang panjang di tengah dan menutup wahana dengan alasan sudah waktunya tutup, padahal masih 30 menit lagi menuju pukul 20.00.

Kontan anak-anak yang terhalang niatnya berteriak-teriak, bahkan ada yang mulai menangis karena merasa sangat kesal sudah antre panjang dan lama, tetapi tidak bisa menikmati permainan yang diinginkan. Beberapa di antara mereka adalah keponakan saya.

Sekali lagi petugas yang sangat kaku dan arogan tanpa memedulikan perasaan anak-anak yang dirugikan bersikukuh bahwa wahana sudah tutup dan melarang mereka bermain. Dengan adanya kejadian itu, pihak Dufan Ancol hanya ingin cari untung yang sangat besar dengan mengeksploitasi ego dan fantasi anak-anak dalam bermain, dan akhirnya mengecewakan mereka setelah memperoleh keuntungan.

Rosalin Harsono
Jelambar Kebon Pala RT 001 RW 007,
Pejagalan, Jakarta


Sumber: Harian Kompas


Artikel lain dalam kategori Rekreasi & Belanja/Tempat Wisata :

Komentar Anda ?

Saat ini telah ada 2 komentar


  1. chirpy | Senin, 20 Agustus 2007

    dufan, dah lama gak ke sana, mahal amat yach ampe 85 ribu + 35 ribu, + makan bisa 150 ribu lebih nich, dah gitu buat minuman yang mahal banget jualnya, anak jkt dah malez x yach ke dufan, mending ke mall, lebih adem icon_cool

  2. Rizki | Pesan | Sabtu, 20 Oktober 2007

    Saya dah lama gak ke dufan. Mengetahui harganya segitu mahal, mendingan jalan-jalan ke Bandung deh.

    Naik travel pulang balik Rp. 120,000.

    Sebagaimana perhitungan Sdr. Chirpy, sisa Rp. 30,000 bisa buat beli brownies. hehehe....

Anda harus daftar dan login untuk bisa memberi komentar !


 Pencarian lebih lanjut dengan Google..

Google
 
Web www.mediakonsumen.com



Surat/Artikel Terbaru



Komentar Terbaru