Online
Saat ini ada 69 pengunjung tamu dan 1 pengunjung terdaftar online.

Anda bisa log-in atau daftar di sini.
Login




 


 Tidak bisa login?
 Mau daftar? KLIK DI SINI!
Polling

Menurut Anda, Media Konsumen itu...

[ Hasil | Polling ]

Votes: 1559

Transportasi/Kereta Api - Keluhan

Penipuan Rekanan PT.KAI

Kamis, 24 Mei 2007

Bantuan Artikel
Setiap bulan saya menggunakan jasa KA Fajar Utama, Jakarta-Jogja. Bulan lalu saya membeli air mineral 600ml dengan harga Rp.2500,- dengan petugas restorasi (yang saya tau dari CV..... (maaf saya lupa namanya CV nya)). Saya merasa harganya kok lebih mahal Rp.500,- dari pedangang asongan. Saya pikir OK lah tidak masalah mungkin memang udah dari sananya harga itu ditetapkan.

Hari ini, saya kembali menggunakan KA Fajar Utama untuk pulang ke Jogja, saya memesan kopi kapal api 1 gelas, dengan harga di kertas iklan yang dibagikan kepada penumpang seharga Rp.2500,- dan saya mendapat kembalian Rp.2000,- dari uang saya Rp.5000,- (sudah selisih Rp.500,-) dari harga iklan...dan ternyata harga air mineral di iklan tersebut Rp.2000,-. Artinya bulan lalu pun saya mendapat kerugian Rp.500,-. Cukup kecil, namun akan besar apabila dijumlah dengan penumpang lainnya. Apabila dihitung pajak, biasa kan cuman 10%, artinya tidak sampai Rp.500,-

Jadi, apakah ini bisa dikatakan penipuan?

(Maaf saya tidak bisa membawa barang buktinya, tetapi rekan-rekan yang kebetulan menggunakan jasa Fajar Utama Jakarta-Jogja bisa mendapatkan pengalaman seperti saya)

Nama & alamat ada pada redaksi


Artikel lain dalam kategori Transportasi/Kereta Api :

Komentar Anda ?

Saat ini telah ada 3 komentar


  1. edy | Jumat, 25 Mei 2007

    Ya... gitu deh watak orang indonesia gak punya malu...... icon_redface

  2. P.N Jonathan(Amsterdam) | Sabtu, 26 Mei 2007

    Memang segala sesuatu yang mendatangkan uang di indonesia walaupun dinamakan haram tokh...dihalalkan juga,kasihan sebetulnya kok pada nggak ada rasa malu

  3. moose_xing | Pesan | Kamis, 12 Juli 2007

    to Mr. Jonathan,

    gmn mau punya malu, mereka aja ga ngerti artinya malu, apalagi halal, yg mereka ngerti hanyalah "perut kenyang".

Anda harus daftar dan login untuk bisa memberi komentar !


 Pencarian lebih lanjut dengan Google..

Google
 
Web www.mediakonsumen.com



Surat/Artikel Terbaru



Komentar Terbaru