Online
Saat ini ada 22 pengunjung tamu dan 0 pengunjung terdaftar online.
Anda bisa log-in atau daftar di sini.
Anda bisa log-in atau daftar di sini.
Login
Polling
Bisnis & Layanan Finansial/Bank & Kartu Kredit - Keluhan
Bank Niaga Bermuka Dua dalam Melayani Nasabahnya
Rabu, 05 November 2008
Bantuan Artikel
Tapi sekarang, semua itu sirna, karena kelakuan para pegawainya di bagian collection kartu kredit. Saya menjadi pemegang kartu kredit Niaga Gold Visa sejak 2005 dan pemegang Niaga Mini Visa sejak 2006.
Di bulan Oktober, saya tidak melakukan pembayaran minimum (Gold Visa sekitar 1,5 jutaan dan Mini Visa sekitar 550 ribuan) karena saya berkesempatan melunasi kartu kredit dari bank lain dengan memperoleh keringanan, sehingga dana yang biasanya saya alokasikan untuk pembayaran beberapa kartu kredit saya korbankan untuk melakukan pelunasan kartu kredit itu. Walaupun begitu, saya tetap membayar Gold Visa sebesar 500ribu dan Mini Visa 100 ribu.
Bisa ditebak, saya mulai menerima telepon dari Niaga Card Center yang menanyakan pembayaran penuh. Saya katakan alasannya, dan untuk sisanya baru dapat saya bayarkan setelah saya menerima gaji saya di bulan berikutnya.
Perlu diketahui, gaji saya ditransfer dari head office yang ada di negara lain, dan saya selalu menerimanya antara tanggal 10-14 setiap bulan. Ini salah satu faktor saya terlambat beberapa kali dalam melakukan pembayaran minimum setiap bulan. Saya juga punya sejumlah kartu kredit lain yang saat ini sedang dalam usaha pelunasan karena saya jera hidup dalam hutang kartu kredit.
Di dua minggu terakhir ini, petugas collection benar-benar mengganggu sekali! Jawaban yang saya berikan sama, dan saya tidak mau meminjam sana sini (kepada teman atau anggota keluarga) hanya demi kepentingan bank.
Kalau saya tidak bisa menjawab ponsel saya, mereka akan telepon ke kantor. Pernah saya ditelepon oleh dua orang yang berbeda (siang dan sore). Saya bilang, saya tadi siang sudah ditelepon, kenapa saya ditelepon lagi oleh orang yang beda. Katanya dia baru lihat data saya sore ini. Ah, alasan saja. Saya bingung, apa mereka tidak mengupdate database mereka sehingga saya mesti ditelepon dua kali dalam satu hari. Hari Jumat (31 Oktober 2008), saya ditelepon juga dua kali oleh orang yang berbeda dalam jeda 30 menit! Saya benar-benar emosi, karena saya sudah mengerti kewajiban saya dan meminta pengertian dari mereka mengenai kondisi saya, tapi saya masih tetap ditelepon.
Saya diberikan tenggat waktu oleh salah satu pegawai untuk membayar sisa pembayaran minimum tgl. 3 November ini kalau tidak mereka akan datang ke rumah untuk mengambil uangnya (lucu, sudah saya bilang saya baru ada dana dari gaji di minggu kedua November, tapi masih saja memaksa).
Apa bank-bank sudah tidak punya uang lagi ya karena krismon global ini, sehingga nasabah diperlakukan seperti itu, didesak-desak, ditelepon beberapa kali dalam satu hari?
Saya merasa kasihan kepada mereka yang bekerja sebagai collection staf di bank ataupun debt collector agensi. Kok mau jadi kaki tangan? Jadi pemeras? Carilah pekerjaan lain yang halal, berpahala, bermanfaat bagi orang banyak.
Jadi beginilah aslinya Bank Niaga. Di front office penuh senyuman, di back office mereka membentak-bentak dan memaksa nasabah tanpa etika.
Mirna Sakina
Komp. Kodam, Jl. Mawar No. 179, Kebon Jeruk
Jakarta Barat
Di bulan Oktober, saya tidak melakukan pembayaran minimum (Gold Visa sekitar 1,5 jutaan dan Mini Visa sekitar 550 ribuan) karena saya berkesempatan melunasi kartu kredit dari bank lain dengan memperoleh keringanan, sehingga dana yang biasanya saya alokasikan untuk pembayaran beberapa kartu kredit saya korbankan untuk melakukan pelunasan kartu kredit itu. Walaupun begitu, saya tetap membayar Gold Visa sebesar 500ribu dan Mini Visa 100 ribu.
Bisa ditebak, saya mulai menerima telepon dari Niaga Card Center yang menanyakan pembayaran penuh. Saya katakan alasannya, dan untuk sisanya baru dapat saya bayarkan setelah saya menerima gaji saya di bulan berikutnya.
Perlu diketahui, gaji saya ditransfer dari head office yang ada di negara lain, dan saya selalu menerimanya antara tanggal 10-14 setiap bulan. Ini salah satu faktor saya terlambat beberapa kali dalam melakukan pembayaran minimum setiap bulan. Saya juga punya sejumlah kartu kredit lain yang saat ini sedang dalam usaha pelunasan karena saya jera hidup dalam hutang kartu kredit.
Di dua minggu terakhir ini, petugas collection benar-benar mengganggu sekali! Jawaban yang saya berikan sama, dan saya tidak mau meminjam sana sini (kepada teman atau anggota keluarga) hanya demi kepentingan bank.
Kalau saya tidak bisa menjawab ponsel saya, mereka akan telepon ke kantor. Pernah saya ditelepon oleh dua orang yang berbeda (siang dan sore). Saya bilang, saya tadi siang sudah ditelepon, kenapa saya ditelepon lagi oleh orang yang beda. Katanya dia baru lihat data saya sore ini. Ah, alasan saja. Saya bingung, apa mereka tidak mengupdate database mereka sehingga saya mesti ditelepon dua kali dalam satu hari. Hari Jumat (31 Oktober 2008), saya ditelepon juga dua kali oleh orang yang berbeda dalam jeda 30 menit! Saya benar-benar emosi, karena saya sudah mengerti kewajiban saya dan meminta pengertian dari mereka mengenai kondisi saya, tapi saya masih tetap ditelepon.
Saya diberikan tenggat waktu oleh salah satu pegawai untuk membayar sisa pembayaran minimum tgl. 3 November ini kalau tidak mereka akan datang ke rumah untuk mengambil uangnya (lucu, sudah saya bilang saya baru ada dana dari gaji di minggu kedua November, tapi masih saja memaksa).
Apa bank-bank sudah tidak punya uang lagi ya karena krismon global ini, sehingga nasabah diperlakukan seperti itu, didesak-desak, ditelepon beberapa kali dalam satu hari?
Saya merasa kasihan kepada mereka yang bekerja sebagai collection staf di bank ataupun debt collector agensi. Kok mau jadi kaki tangan? Jadi pemeras? Carilah pekerjaan lain yang halal, berpahala, bermanfaat bagi orang banyak.
Jadi beginilah aslinya Bank Niaga. Di front office penuh senyuman, di back office mereka membentak-bentak dan memaksa nasabah tanpa etika.
Mirna Sakina
Komp. Kodam, Jl. Mawar No. 179, Kebon Jeruk
Jakarta Barat
Komentar Anda ?
Saat ini telah ada 22 komentar
Pencarian lebih lanjut dengan Google..
Surat/Artikel Terbaru
Komentar Terbaru

Halaman Untuk Cetak
Kirim Artikel Ini
Komentar Pembaca
Link Ke Blog Anda
Yah wajar saja, memang begitulah tugasnya mereka kalau ada penunggakan, mau gimana lagi.. lagian dari awal, yg salah kan kamu
itulah makanya saya tidak mau punya kartu kredit lebih dari satu. merepotkan dan buang-buang duit saja. dan saya saat ini hanya punya satu kartu saja. di karenakan kalau satu aja. saya lebih konsentrasi dalam membayarnya.lagi pula tidak ada niatan punya kartu kredit banyak2 dan saya pun sudah merasa puas dengan keadaan saya sekarang.
salam hangat buat teman2 sekalian
saya satu pun ga punya, ga pernah punya dan ga akan pernah punya, dan ga minat, dan ga mau ada hubungannya ma yang namanya kartu kredit. Dan mestinya semua orang begitu
o ya! perlu saya tambahkan sedikit lagi. komentar nomor 3
saya menghargai pendapat anda. akan tetapi perlu saya tekankan di sini. berhutang menggunakan kartu kredit itu sah2 saja. asalkan haruslah bijak dalam penggunaannya. dan kita pun tidak usah malu dalam berhutang.
cobalah anda banyangkan. di dunia ini tidak ada satu pun perusahaan yang bisa berdiri tampa memimjam dana dari pihak lain. karena mereka membutuhkan modal untuk membuka usaha mereka sendiri.
seperti contoh: ukm. mereka sangat membutuhkan modal untuk usaha mereka. jangankan ukm yang berhutang. perusahaan sekelas/sebesar indosat. juga berhutang. jadi di mana2 berhutang itu di sah kan. asal harus bijak dalam penggunaannya.
salam
@Richardo...two tumb up
PENYELESAIAN HUTANG KARTU KREDIT & KTA
KAMI BANTU SELESAIKAN PERMASALAHAN HUTANG KARTU KREDIT & KTA ANDA SECARA LEGAL (HUKUM).
Keringanan pembayaran sesuai dengan kemampuan ekonomi keuangan anda, melalui pembebasan hingga bunga 0%;
Membayar cicilan sesuai kemampuan anda
Pelunasan dengan discount hingga 50%
SERAHKAN PENYELESAIAN PERMASALAHAN HUTANG KARTU KREDIT & KTA ANDA PADA KAMI !!
HUBUNGI:
YASMINE
(021) 991 34 150
HP: 0813 831 33 554
yah wajar aja mbak kalo mereka segitunya masalahnya itu sudah tugas mereka,lagian biasanya juga kan yang kasih pinjeman yang khawatir duitnya ngga balik, jadi tau sama tau lah mbak... dan sayangnya mungkin di bank niaga juga ga punya data pembayaran gaji tiap nasabahnya...kartu kredit ga salah...penggunaannya aja kali yang kurang tepat...saya tidak menutup kemungkinan untuk berhutang, tapi bagi saya tidak melalui kartu kredit...
apa sekarang media konsumen jadi media iklan gratis ??
Well, emang akhir2 ini bank lagi pada kena masalah finansial. Temen saya ambil duit dari bank, tidak bisa karena tidak ada uangnya
Padahal jumlah yang diambil hanya beberapa ratus juta saja...
Be careful ajah jaman sekarang, bank lagi menggunakan uang ketat jadi keterlambatan pembayaran utang 1 hari saja bisa jadi brabe... Bahkan plafon hutang juga banyak yang dipotong secara sepihak oleh bank
Heran kok MK nggak ngliat atau mengambil tindakan untuk yang pasang iklan gratis...atau mereka dibayar oleh sipemasang iklan tersebut...soalnya udah berkali kali...sama sekali tidak ada tindakan
sebenarnya yang salah emang ibu sakinah sendiri, harusnya bu sakinah mampu mengarranges keuangan ibu, tagihan dari bank lain di lunasi semua, tagihan niaga terbelengkalai.
wajar debt collector seperti itu, karena itu tugas mereka, tapi sepengalaman saya debt collector baru akan datang klo tagihan tidak terbayarkan 3 bulan lebih, klo cuma nunggak 1 bulan biasanya mah cuma by phone doank oleh field collector nya.
karena pengalaman saya juga di bank niaga saya gak mau bayar selama 2 bulan aja tagihan 5 jt debt collector aja tidak pernah datang ke rumah saya, emang sih terus menerus setiap hari nelpon saya tapi saya gak pernah angkat bicara, saya bilang aja saya lagi di luar kota ( alasannya ).
ok, moga saran masukan dari saya berguna bagi bu sakinah, segeralah membayar minimum payment sebelum tagihan bunganya makin bertambah parah.
MK. tolong dong. kalau memang ini tempat iklan beri tahu dong!
buat para tukang promosi. saya cuma kepengen bilang.di sini bukan tempat promosi jasa. terlebih di tengah2 orang yang lagi bener2 kesusahan. alias[MENGAMBIL KESEMPATAN DALAM KESEMPITAN] tempat ini hanya di rancang untuk tempat curhat-curhatan saja.
bukan tempatnya promosi yang bikin hidup tambah makin dongkol
Ga pa apa kok iklan.. jadi hiburanlah disela2 komentar2..
@ richardo komentar no 4
saya ga lagi ngomongin utang dalam rangka modal bisnis, yang nantinya ada harapan bisnis itu berkembang, lebih ada perencanaan dan strategi, sampe pinjaman modal itu bisa dibayar kembali.
yang saya maksud itu utang oleh perorangan, yang untuk konsumsi, jadi akan habis begitu aja. Baik dengan alasan kebutuhan sehari-hari, maupun yang lebih buruk lagi yaitu untuk beli hal-hal yang sifatnya sekunder, bukan kebutuhan, tapi keinginan
Kenapa kita ga kaya zaman dulu aja? Kebutuhan sehari-hari dibuat pas aja tanpa berutang (semoga kita semua bisa begitu) dan kalo ada keinginan beli barang ekstra, tunggu dulu hingga ada uang di tangan? Saya rasa dengan begitu hidup lebih tenang.
apa pun alasannya, utang untuk konsumsi, bagi saya, bukan tindakan yang pintar. Karena boleh aja saat kita berutang itu kita masih mengharap akan menutupinya dengan gaji bulan depan, dll. Tapi kenapa mesti mengkonsumsi uang yang belum kita pegang di tangan?? Sementara kita belum tau di masa depan, apa uang yang rencananya untuk bayar itu akan benar-benar kita terima? Ini kan yang sering kita dengar, orang punya kartu-kartu kredit, dengan anggapan saat itu akan mampu bayar, tapi terus orang tuanya sakit, kehilangan pekerjaan, dll..
saya hanya merasa kita ini sangat kental budaya berutangnya. Entah kenapa banyak sekali yang ga rasional begitu sampe urusan keuangan. Saya sedikit merasa mungkin itu ada hubungannya sama budaya kekeluargaan di indonesia? Karena sampe usia tertentu banyak sekali orang masih sama keluarga, sedikit banyak bergantung pada mereka, jadinya rasa tanggung jawab langsung thd diri sendiri itu kadang keliatannya kurang sekali. Bawaannya ngerasa, ortu, saudara, teman yang berduit itu layaknya juga menanggung hidup dia. Banyak lah orang seperti itu. Jadi waktu bertahun-tahun lalu muncul kartu kredit, ini sangat memfasilitasi mental "minta ditanggung oleh orang lain tersebut." Saya cuma ngerasa kartu kredit itu bagi mayoritas orang sangat tidak cocok.
Juga cuma opini saya pribadi :) Salam!!
Saya sudah 5 tahun ini punya 3 kartu kredit tapi tidak pernah ada masalah, karena saya hafal dengan pemakaina saya...dan saya rajin cek lewat call center tagihan saya sudah sampai berapa...
Yang paling penting adalah saya tidak pernah hanya membayar minimum payment saja, tapi selalu bayar full payment.
jadi sebetulnya kartu kredit buat saya hanya untuk menunda pembayaran saja sampai gaji saya masuk ke rekening, dan untuk emergency kalau tiba2 saya sedang di luar kota atau diluar negeri dan tiba2 harus masuk rumah sakit atau beli tiket karena force major...
@Sarah : gak apa2 kok punya kartu kredit asal anda bisa mengontrol tagihan anda tidak lebih dari gaji anda sebulan...
sebenernya anda bukan punya masalah dgn DC tapi dengan diri anda sendiri, DC hanya menjalankan TUGAS ... boleh juga tuk teman teman yg mau tukar fikiran mengenai seputar DC dan kartu kredit tertunggal .. YM gue : sampoernamild70.. smoga bisa saling memberikan pencerahan seputar kartu kredit tertunggak ..
salam
coment no6 >orang kere numpang iklan gratis!!!
Justru iklan itu dibuat supaya orang yang kesulitan itu bisa dibantu... kan masalahnya kartu kredit? dari pada jatuh ke tangan LBH yang ngaku kerjain padahal tidak? Lebih baik ke tempat yang benar2 di proses kan?
Saya hanya menyarankan, kalau berminat, silahkan, kalau tidak... ya silahkan urus sendiri kartu kreditnya.
@Mary...bukan itu masalahnya,segala sesuatu itu ada aturan mainnya bahkan dalam hidup juga ada aturan mainnya dan TEMPATnya....anda pasang iklan di media konsumen itu sudah jelas SALAH TEMPAT,ada tempat dan sarana lain untuk pasang iklan....jika anda menganggap anda benar karena pasang iklan disini sedangkan banyak pembaca(bahkan hampir semua)yang tidak menyetujuinya.....orang justru akan tidak tertarik akan saran anda
Bu Marry saya perhatikan pada setiap artikel yang ada hubungannya dengan KK dan KTA Ibu anda selalu numpang iklan. Dan banyak pembaca MK yang komplain karena memang Ibu salah tempat. Perusahaan Ibu apa namanya, kalau tidak salah TRIMUDA AND PARTNERS yah? Saya pernah googling dengan maksud ingin tahu seperti apa profilenya. Dan hasilnya ditemukan kalimat yang pesis sama dengan iklan yang Ibu kirim melalui MK. Dan semuanya dimuat di media yang gratisan juga, seperti depok-jawabarat.olx.co.id dan indonetwork.co.id. Udah deh Bu, tidak usah dilanjutkan lagi beriklan di sini dengan dalih ingin membantu... Kalau membantu tanpa pambrih Bu, misalnya Ibu bayarin tuh KK atau KTA orang itu baru namnya membantu.. tapi kalau ternyata setelah itu Ibu juga minta imbalan (fee), itu namanya jualan Bu...
hahahhaha
ternyata kantor yang marketingnya gratisan semua, bahaya deh kalo berurusan sama kantor yang kaya gini,
ada yang uda cek kantornya belom ?
jangan jangan.....
kkkk....buat ibu mirna sakinah kalo gak bisa pake credit card jgn pake bu,kan ujung2nya nyusahin sendiri.....kkkk/dan lg buat mary kok doyan banget sieh iklan begituan emang cara penyelesaian kamu dalam kasus ini bagaimana caranya??sorry kebetulan gw juga advokat,cuman gw gak terbiasa ngurus yang kayak ginian....kkkkkk,