Online
Saat ini ada 192 pengunjung tamu dan 4 pengunjung terdaftar online.

Anda bisa log-in atau daftar di sini.
Login




 


 Tidak bisa login?
 Mau daftar? KLIK DI SINI!
Polling

Menurut Anda, Media Konsumen itu...

[ Hasil | Polling ]

Votes: 2012

Transportasi/Penerbangan - Himbauan

Nyaris Celaka Dengan Lion Air

Kamis, 02 Oktober 2008

Bantuan Artikel
Tgl 1 Oct 2008 sy bersama keluarga dgn 2 anak kecil menumpang pesawat lion air no.JT391 rute Batam ke Pekanbaru. Pesawat yg sehrsnya take off jam 13:40 baru landing jam 14:50. Jam 15:20 kami dipersilahkan naik dari ruang tunggu, tetapi Ooops..ada pengumuman dari petugas ternyata pesawt yg datang tidak sesuai dgn yg seharusnya. Susunan kursi penumpang diboarding pass adlah layout Boeing 737, sedangkan pesawt yg datang adalah jenis MD 83. Walhasil no. seat yg ada nggak kepake..dan jadinya free seat…rebutan kayak naik bus.
Setelah berdesak2kan ke pesawat dan dapat tempat duduk kami cukup lega. Sekitar 15:30 pesawat tsb take off dgn mulus walaupun cuaca yg tdk bagus langit dipenuhi awan hitam pekat..tapi setelah 5 menit terbang sy merasakan ada ketidak beresan...terasa pesawat tdk berusaha menambah ketinggian sebagaimana mestinya..malah beberapa kali manuver naik turun yg cukup kuat, sampai anak sy berumur 3 tahun menjerit2 histeris.

Utk bbrp saat Pesawat masih terbang memutar2 tanpa menambah ketinggian dan hingga kemuadian sy dgr suara dr cockpit berbunyi "Prepare for landing"...seketika jantung saya berdegup kencang...apa yg terjadi?? kenapa pilot memutuskan kembali utk mendarat ke Bandara Hang Nadim??...meski masih diselemuti tanda tanya dan rasa cemas..sy suruh keluarga sy utk berdoa..dan bersiap2 mengambil posisi darurat(cuma itu yg bisa sy lakukan).

Tak hentinya sy berdoa dan dan berdzikir smoga pesawat ini benar2 bisa mendarat kembali dgn selamat. Detik demi detik terasa menegangkan bahkan hingga roda pesawat telah menyentuh di landasan pun sy masih was2. Trauma dgn kasus2 sebelumnya begitu byk pesawat yg tidak bisa berhenti/tergelincir di lajur pacu.

Setelah pesawat berhenti sempurna kami disuruh kembali ke boarding lounge menunggu informasi selanjutnya. Dari pramugari dan pertugas sy hanya dapat penjelasan "Gangguan teknis pada pesawat" dan akan segera di check dan diperbaiki. Informasi berikut dr petugas: bahwa spare part pesawat ada yg perlu diganti dan sedang dikirim dgn Garuda air dari Jakarta. Perkiraan pesawat akan bisa take off lagi jam 20:30, kami pun menunggu hingga jam 19:00 ada pengumuman lg yg menyatakan pesawat tidak bisa take off malam itu karena sparepartnya tdk bisa didtgkan hingga esok hari tgl 2.

Secara kebetulan setelah shalat maghrib saya berpapasan dgn 2 org berseragam penerbang, dr ID Cardnya terlihat logo Lion, saya yakin mereka adalah crew pesawat yg saya tumpangi. Setelah mendekat saya menanyakan apa yg sebenarnya terjadi, dengan wajah yg terlihat lelah sang pilot menyatakan bahwa terjadi kebocoran pada Hidrolic system utk Steering (bayangin kalo sempat cairan tsb habis sebelum pesawt sempat mendarat). Alhamdulillah kami masih dilindungi dari sebuah musibah. Walau banyak penumpang yg komplain hingga bersitegang dgn petugas Lion krn kualitas layanan mereka, tapi rasa syukur sy telah menutupi semua itu.

Hal ini kembali menjadi pelajaran bagi dunia penerbangan di Indonesia, bahwa ternyata masalah Safety dan Maintenace pesawat masih merupakan suatu hal yg masih berupa basa basi.. dan embel2 "standard keselamatan no 1" masih sekedar penghias halaman web dan bagian dr produk iklan semata.

Hari ini tgl 2 Oct sy putuskan untuk ganti fligt jam 13:40 (JT391C) ke Pekanbaru, masih dgn Lion tapi pesawat yg berbeda. Karena sy nggak mau ambil resiko menunggu perbaikan pesawat tsb yg menurut estimasi mereka akan take off jam 10:00

Sambil menunggu jam keberangkatan, saya sempatkan menulis tulisan ini dan berbagi pengalaman dgn rekans semua..
Semoga Allah masih melindungi kita semua, dan sy berharap penerbangan siang ini lancar tanpa kendala..

Eri Metria
Citra pendawa asri
Blok A2 no 19
Batu Aji - Batam


Artikel lain dalam kategori Transportasi/Penerbangan :

Komentar Anda ?

Saat ini telah ada 30 komentar


  1. P.N Jonathan | Pesan | Kamis, 02 Oktober 2008

    Dengar cerita ibu/bapak menakutkan sekali,puji Tuhan anda masih dapat melanjutkan perjalanan dengan pesawat yang berinitial sama(?)....lion air selalu bermasalah,selain kejadian ini banyak keluhan di MK ttg koper yang hilang...ada baiknya keluhan keluhan seperti ini ditulis di media MK karena banyak orang Indonesia di LN yang baca juga hingga kami dapat mengkonfirmasikan pada orang orang yang akan berlibur ke Indonesia supaya tidak menggunakan pesawat domestic LION AIR di Indonesia .

  2. ius | Pesan | Kamis, 02 Oktober 2008

    buat ibu/bpk eri, saya turut miris mendengarnya..

    saya aja yang mendengarnya uda serem apalagi saya yang di tempat kejadian..

    mana neh tanggapan dari lionair ?

    kaga pernah ada tanggapan yah ?

    apa ngerasa perusahaan hebat?

    buat saya, LION AIR ngak lebih baik dari metromini.

    apa lion air kasih kompensasi ?

    KALO SAAT ITU LIONAIR KASIH KOMPENSASI, POTONG KUMIS SAYA SEBELAH icon_lol icon_lol icon_lol

    mari kita semua berdoa dan berharap semoga lionair cepat menyusul adamair..

    buat pemerintah khususnya dirjen udara (atau apa deh namanya)

    tolong donk buat prosedur yang benar dan penindakan yang tegas, jangan cuman bisanya konfrensi pers doank kalo ada musibah.

    sepertinya ada atau tidak ada dirjen ini sama aja, mending di bubarin aja kyknya

  3. Kanjeng Ragil | Pesan | Kamis, 02 Oktober 2008

    Pemerintah (cq Departemen Perhubungan) juga kurang tegas dalam melakukan kontrol terhadap keselamatan penerbangan. Kontrol harus dilakukan terus menerus dan harus betul2 diteliti bukan hanya sekedar acc saja tanpa check pesawatnya secara langsung.

  4. Nani | Pesan | Kamis, 02 Oktober 2008

    Jika Saya yang mengalami hal tersebut, bisa trauma seumur hidup saya naik pesawat, sesaat setelah itu, badan gemetaran, muka pucat pasi, jantung berdegup kencang.. kalau sudah gitu, kondisi shock gini, masih gak dapat kompensasi apa2???

  5. ius | Pesan | Kamis, 02 Oktober 2008

    pemerintah kita merasa hebat juga sih...

    maskapai luar ngak bole beroperasi disini, tapi maskapai sendiri seperti itu ?

    kalo ada voting seluruh rakyat, pasti pada pilih maskapai luar semua...

    tapi sayangnya pemerintah kita terlalu sok dan angkuh..

    lebih baik, pesawat kita di buat kargo aja buat angkut ketan, dan semua penumpang makhluk hidup pakai maskapai luar saja yang lebih manusiawi.

    biar maskapai luar mahal, tapi penumpang tau kenapa mahal (jaminan keamanan dan kenyamanan)

    masa naek kapal di darat, turunya di dasar laut ??

  6. P.N Jonathan | Pesan | Jumat, 03 Oktober 2008

    @Nani...dapey kompensasi?...koper ilang aja mereka nggak ganti yang jelas jelas tanggung jawab mereka icon_evil

  7. P.N Jonathan | Pesan | Jumat, 03 Oktober 2008

    @Ius...opa sih udah lama nggak naik pesawat Indonesia,lagian nggak ada satu pesawatpun yang terbang ke UE,juga teman teman yang berlibur ke Indonesia nggak pernah naik Lion Air utk domestic indonesianya...udah aku bilangin duluan icon_lol

  8. Erwin MR | Pesan | Sabtu, 04 Oktober 2008

    Alhamdulillah bpk/ibu eri,4JJ maha besar...Lion Air? HARAM JADDAH maskapai itu,saya pernah kehilangan bagasi di sana,bukannya berusaha mencari,malah adanya saling menyalahkan.tuk ius,bukan seperti metro mini,seperti bajaj lebih tepat!! maskapai2 indonesia memang sampah.saya biasa naik adam,yaa karena ada kawan saya di sana,jadi kadang2 dapat discount,n pemesanan cepat (saya belum mampu membayar untuk naik maskapai asing,atau maskapai yg katanya "terbaik" di indonesia/garuda) tapi menurut saya,adam gak beda dengan lion,sayanya aja yg memang gila diskon..Haha.Wassalam!!

  9. ius | Pesan | Sabtu, 04 Oktober 2008

    hallo...

  10. sutikno120169 | Pesan | Sabtu, 04 Oktober 2008

    Kalau mau enak naik garuda saja Pak, tapi mahal

  11. richardo | Pesan | Sabtu, 04 Oktober 2008

    @sutikno

    bung. sama aja. mau naek garuda atau naek burung camar. sama aja. tidak ada yang jelas

    saya sudah melihat/mendengar sampai mata/kuping saya rasanya mau meleleh. bahwa orang2 yang naik pesawat di indonesia. semuanya mengatakan pernah hampir celaka. jadi mau di bilang apa lagi ya? kalau kita tidak naik pesawat. terus kita naik apa dong? icon_lol icon_lol icon_lol

  12. P.N Jonathan | Pesan | Sabtu, 04 Oktober 2008

    Memang agak betul juga..untuk ukuran Indonesia lebih baik naik Garuda...kalau yang lain icon_biggrin pesawatnya sudah tua atau kalaupun pesawatnya baru pegawai dan servicenya nggak bener

  13. Erwin MR | Pesan | Sabtu, 04 Oktober 2008

    @P.N Jonathan

    garuda? saya kurang setuju pak,garuda jg terkadang ada trouble (walau tak sebanyak maskapai lain).naik pesawat maskapai apapun skrg seperti mau menang undian dag-dig-dug-der-dor.untung2an saja,kalau beruntung,selamat sampai tujuan,kalau sedang apes,bye-bye dunia,and mayat kita bakal susah di carinya,entah krn tu pesawat meledak di udara,hard landing di lokasi antah berantah kmudian meledak,dll.salam kenal!!

  14. Erwin MR | Pesan | Sabtu, 04 Oktober 2008

    @P.N Jonathan

    garuda? saya kurang setuju pak,garuda jg terkadang ada trouble (walau tak sebanyak maskapai lain).naik pesawat maskapai apapun skrg seperti mau menang undian dag-dig-dug-der-dor.untung2an saja,kalau beruntung,selamat sampai tujuan,kalau sedang apes,bye-bye dunia,and mayat kita bakal susah di carinya,entah krn tu pesawat meledak di udara,hard landing di lokasi antah berantah kmudian meledak,dll.salam kenal!!

  15. Erwin MR | Pesan | Sabtu, 04 Oktober 2008

    @P.N Jonathan

    garuda? saya kurang setuju pak,garuda jg terkadang ada trouble (walau tak sebanyak maskapai lain).naik pesawat maskapai apapun skrg seperti mau menang undian dag-dig-dug-der-dor.untung2an saja,kalau beruntung,selamat sampai tujuan,kalau sedang apes,bye-bye dunia,and mayat kita bakal susah di carinya,entah krn tu pesawat meledak di udara,hard landing di lokasi antah berantah kmudian meledak,dll.salam kenal!!

  16. richardo | Pesan | Sabtu, 04 Oktober 2008

    tp kenapa ya??? perusahaan penerbangan di indonesia. kalau ada masalah selalu yang di salahkan cuaca.

    IH.... BERDOSA LOH ITU! icon_frown icon_frown icon_frown

  17. ius | Pesan | Sabtu, 04 Oktober 2008

    @opa

    cek inbox icon_biggrin

  18. P.N Jonathan | Pesan | Minggu, 05 Oktober 2008

    @Erwin...maksud saya untuk ukuran Indonesia lho,untuk ukuran dunia masih dipegang oleh SQ dan Jetair.

    @Bung Ricardo..itu lagi lagi di Indonesia..alasan klasik..dinegara lain kan jarang ada pesawat jatuh,ada tapi nggak sering kayak di Indonesia karena cuaca buruk icon_lol icon_lol @Ius..oke aku lihat nanti,kegereja dulu yah baru siangan aku lihat icon_smile

  19. richardo | Pesan | Minggu, 05 Oktober 2008

    jadi... kalau naik maskapai GARUDA pun bikin saya DAG DIG DUT alias gemetaran. terus saya naik pesawat apa dong?

  20. ius | Pesan | Minggu, 05 Oktober 2008

    @om Richardo

    kalo mau aman naek concorde aja hehe

  21. P.N Jonathan | Pesan | Minggu, 05 Oktober 2008

    @Ius..kau salah besar naik concorde lebih amburadul dari Lion Air...Concorde udah dihapus sama dunia karena waktu itu jatuh kebakar icon_razz

  22. P.N Jonathan | Pesan | Minggu, 05 Oktober 2008

    @Ius cek inbox juga icon_biggrin

  23. The Saint | Pesan | Minggu, 05 Oktober 2008

    Terakhir kali naik pesawat, saya berumur sekitar 10 tahun. Sekarang umur saya hampir 30. Kenapa saya tidak naik pesawat lagi? Bukannya miskin. Tapi saya jadi trauma mengetahui berita2 kecelakaan pesawat di Indonesia! icon_rolleyes

    Saya mendukung larangan Uni Eropa pada maskapai Indonesia. Bukannya tidak nasionalis tapi larangan itu baru panats dicabut setelah SELURUH penduduk Indonesia merasa AMAN dan TERLINDUNGI naik pesawat Indonesia.

    Pertanyaannya: apakah SEMUA penduduk Indonesia yakin mereka akan AMAN naik pesawat maskapai Indonesia?

    Jawabannya Anda semua sudah tahu.... icon_rolleyes

  24. richardo | Pesan | Minggu, 05 Oktober 2008

    @ius

    wah! kalau gak aman juga. mungkin saya rasa sebaiknya saya sewa toya sakti milik sungokong.[maksudnya tongkat sakti milik sungokong 'kera sakti'] aman kan? icon_lol icon_lol

  25. P.N Jonathan | Pesan | Senin, 06 Oktober 2008

    @The saint...two thumb up icon_smile

  26. suriadi | Pesan | Senin, 06 Oktober 2008

    saya yang baca aja deg deg deg deg .... hehe nakutin juga

    gak berani deh naik lion ..

    biasanya sih saya langganan mandala sih , yah alhamdulillah belum pernah mengalamin masalah sih selain itu mandala juga tiketnya murah hehehe

    nyari yang murah murah , kalo gak dapet juga ya naik kapal laut aja ( TIDAR ) hidup tidar hehehe

  27. Anton Purba | Pesan | Selasa, 07 Oktober 2008

    Maskapai di Indonesia memang semuanya bobrok dan menakutkan. Semenjak peristiwa Mandala Air di Medan, Saya semakin trauma naik pesawat, biasanya Saya "paksa" untuk tidur dipesawat.

    Terlepas dari semua keburukan maskapai Indonesia, sebenarnya saat kita check-in dan menerima boarding pass dari maskapai manapun, saat itulah kita menyerahkan keselamatan (hidup/mati) pada tangan manusia (pilot/co-pilot). Setelah itu, kita tidak bisa apa2 lagi. Namun diatas semua itu ada kuasa Tuhan yang lebih besar dari segalanya, yang pasti akan bisa manjamin kita sampai di tujuan.

    icon_biggrin

  28. erimetria | Pesan | Selasa, 07 Oktober 2008

    Dear Alll,

    Thank atas simpati dan perhatian semuanya.

    berikut sy sambung ceria ttg perjalanan sy dgn lion BTH-PKU. Karena kemarin sy masih terburu2

    Sy baru smpt buka internet lg krn stlh kepulangan kmarin hingga saat ini sy masih berada di rumah sakit Yarsi di Bukit tinggi. Sy sekeluara masih sibuk mengurus dan menunggui bapak yg lagi dirawat karena sakit lever dan jantung. Alhamdulillah skr udah rada baikan.Sekarang sy smptkan buka internet disebelah bapak yg masih terbaring di tempat tidur.

    Memang kalau sudah ajal,dimanapun maut akan dtg menjemput. Tak peduli itu di peswt, kapal laut, mobil atau bahkan bagi org yg lg tidur nyenyak sekalipun.

    Tapi walau bagaimanapun tdk ada org yg ingin mati konyol krn kesalahan & kelalaian org lain.

    Kalau perawatan dan skill crew penerbang sudah optimal, masih terjadi kecelakaan..itu memang nasib !

    Tapi siapa yg bisa memastikan kalau setiap pesawat yg kita tumpangi benar2 telah melalui perawatan dan pemeriksaan yg benar ??

    Setiap sidak.selalu sj ada ditmukan pswt brmaslah.

    Sebagian besar kecelakaan angkutan penumpang di Indonesia disebabkan oleh faktor human error dan teknis. Kapal tenggelam krn kelebihan muatan, kapal terbakar krn ada kerusakan yg sebnarnya udah dketahui. Org jatuh darikereta krn kelebiahn muatan, bergelantungan dan duduk diatas gerbong. Kecelakaan mbil krn nyetir+HP dsb..

    Jadi mmang byk sekali yg perlu dibenahi dinegeri sy ini....uhhh

    Soal angkutan udara secara teori dan statistik, maskapai yg tergabung dalam Star Alliance kayaknya memang masih yg terbaik. Dan sy sudah bbrp kali coba terbang dgn SQ dan Thai. Tapi krn sy mmang phobia trbang..tetap aja sy deg2 an mulai dr takeoff-landing. Kalau nggak krn kepepet sy paling ANTI naik pswt. ke LN pake pswt pun krn mmg ada tugas kerja.

    Uhhh jadi ngantuk..

    Mudah2n mimpi malam ini sy dapat jawaban kapan Travelling yg aman di Indonesia nulai terwujud...

    Bosannnnn kalao cuma basa basi...

    Bukit tinggi, 23:35

    7/10/2008

    Tn. Eri

    Terlepas dari rendahnya qualitas penerbangan di Indonesia scara umum, masih ada bbrp

    poin plus dari pelayanan staff lion di Batam yg kami temui, diantaranya:

    1. Disediakanya makanan dan minuman selama menunggu.

    2. Mereka cukup kooperatif dgn bbrp alternatif penawaran, spt: ticket refund, pindah flight

    3. Disediakanya akomodasi penginapan dan trasportasi

    4. Penggantian ongkos taksi utk yg ingin pulang kerumah (sy pilih ini karena "home sweet home" icon_smile

  29. schaat | Pesan | Selasa, 07 Oktober 2008

    hayyy teman2, memang aga susah yah kalo kita mau memilih untuk terbang dengan airlines di indonesia trus mau cari aman .. sepengetahuan saya, biasanya spare parts yg di pergunakan itu bodongan, kaga yang bener2 brand new, dah gitu utk lion air, terlalu banyak excuse dalam menangani kerusakan, yg sudah jelas2 kalo ada yg rusak, pesawat harus di grounded dulu, tapi pada kenyataan nya, mau itu kerusakan kecil ataupun besar, sebisa mungkin pesawat harus tetap jalan, ngejar setoran dong ..

    terkadang ada pilot yg strict dng SOP, tapi biasanya kalo sdh begitu, sang direktur operasi akan turun tangan, menelepon pilot yang bersangkutan dan "minta tolong" utk flight tetap dijalankan ... lagi2 karena ngejar setoran .

    utk pesawat jenis MD milik lion air, namanya juga pesawat tua, jadi mau ga mau soal service harus Lebih dibanding pesawat baru, tapi ternyata, sudah pesawatnya tua, service nya juga berkualitas rendah, jadi yah dipikirin aja gimana kondisinya ... icon_wink

    kasian juga crew nya, amit2 kalo peswata jatuh, pst yg dikambing hitamin crew and cuaca ... yuuuuuuk ...

    padahal pesawatnya yang busuk ..

    kalo kita bicara DSKU? wah ... duit lagi ... duit lagi ...

    itu juga tuh yg perlu di audit sm pemerintah .. terlalu banyak kebijakan penerbangan yg bisa di beli melalui DSKU ... tapi smp skrg kok tidak tersentuh juga yah ... mst berapa banyak korban lagi yg tewas krn kecelakaan pesawa baru DSKU di permak habis2an????

  30. P.N Jonathan | Pesan | Rabu, 08 Oktober 2008

    @Erimetria...4 point positief yang anda tulis mengenail LION AIR pada komentar anda no 28 sebenarnya itu layanan standard dari perusahaan penerbangan...jadi terlalu positif juga tidak pak.Bapak kan pernah naik pesawat dalam Star Alliance(SQ,Thai,Lufthansa,dua lagi lupa namanya)coba deh 4 point itu bapak tanyakan pada mereka,jawaban mereka pasti itu standard service mereka .Menurut saya naik Lion Air tidak ada positifnya,biasa biasa aja...malah negatifnya banyak...baca aja keluhan konsumen di MK ini.Salam saya icon_smile

Anda harus daftar dan login untuk bisa memberi komentar !


 Pencarian lebih lanjut dengan Google..

Google
 
Web www.mediakonsumen.com



Surat/Artikel Terbaru



Komentar Terbaru