Online
Saat ini ada 195 pengunjung tamu dan 4 pengunjung terdaftar online.
Anda bisa log-in atau daftar di sini.
Anda bisa log-in atau daftar di sini.
Login
Polling
Bisnis & Layanan Finansial/Asuransi & Leasing - Keluhan
Kapok Nyicil Mobil Ke Simas Finance, tidak Transparan
Jumat, 26 September 2008
Bantuan Artikel
Lalu saya datangi pihak Simas untuk pelunasan total, dan saya disodori printout jumlah yang harus dibayar. Dari jumlah pembayaran saya disodori nominal Rp. 38.700.000,- untuk total pelunasan tanpa rincian jumlah bunga, pokok hutang, biaya penalti, dan ada biaya siluman Rp. 248.000 yang nggak jelas biaya apa.
Yang jelas biaya total pelunasan tersebut sangat aneh karena tidak ada potongan bunga sehingga jelas bahwa saya merasa dirugikan akibat tidak transparan dalam rincian printout pelunasan. Isinya begini : Jumlah pembayaran = 16 x Rp.2.400.000= Rp.38.400.000 + biaya nggak jelas Rp.245.000 = Rp 38.645.000 dan ditandatangani oleh sdri Lia Kameria ( yang jelas namanya Lia Karmelia, sengaja diplesetkan menjadi Lia Kameria, biar nggak ketahuan nama aslinya) sebagai Head Office.
Ketika saya tanyakan kenapa nggak ada potongan bunga, dijawab sebagai bunga berjalan...(hahaha...bunga berjalan-jalan kali) lalu dijawab lagi menjadi bunga efektif menurun. Efektif menurun gimana lha wong cicilannya saja tetap setiap bulan, koq efektif menurun. Sepertinya mau membodohi dengan jawaban seperti itu. Terus terang saya dirugikan dengan ketidaktransparanan ini. Bila bunga 16 bulan tersebut tidak dihitung( sebesar (5,25%x2) = 10,5% lalu dibagi 24 dan dikali 16 bulan sisa) maka kemana selisih uang bunga saya?? kalau model seperti ini terus berjalan bahkan sejak dulu, berapa ratus nasabah dirugikan?? Apalagi dengan status polis asuransi kendaraan yang dianggap hangus alias tidak dapat dikembalikan, wah..wah...betapa luarbiasa keuntungan yang didapat, entah masuk ke simas finance entah masuk ke personal intern H.O.
Rudy Tri
Jl.Sokerno-Hatta 798
Bandung
Ketika saya tanyakan kenapa nggak ada potongan bunga, dijawab sebagai bunga berjalan...(hahaha...bunga berjalan-jalan kali) lalu dijawab lagi menjadi bunga efektif menurun. Efektif menurun gimana lha wong cicilannya saja tetap setiap bulan, koq efektif menurun. Sepertinya mau membodohi dengan jawaban seperti itu. Terus terang saya dirugikan dengan ketidaktransparanan ini. Bila bunga 16 bulan tersebut tidak dihitung( sebesar (5,25%x2) = 10,5% lalu dibagi 24 dan dikali 16 bulan sisa) maka kemana selisih uang bunga saya?? kalau model seperti ini terus berjalan bahkan sejak dulu, berapa ratus nasabah dirugikan?? Apalagi dengan status polis asuransi kendaraan yang dianggap hangus alias tidak dapat dikembalikan, wah..wah...betapa luarbiasa keuntungan yang didapat, entah masuk ke simas finance entah masuk ke personal intern H.O.
Rudy Tri
Jl.Sokerno-Hatta 798
Bandung
Komentar Anda ?
Saat ini telah ada 5 komentar
Pencarian lebih lanjut dengan Google..
Surat/Artikel Terbaru
Komentar Terbaru

Halaman Untuk Cetak
Kirim Artikel Ini
Komentar Pembaca
Link Ke Blog Anda
Maaf, saya tidak tahu sistem di Simas, tp di beberapa tempat yg saya tipu sehingga dapat leasing atau pinjaman
perhitungannya jelas kok. Jadi apabila cicilan nya tinggal 16 maka yg hrs bayar bunga adalah 2x (ada juga yg 3x max) dan sisanya yg 14x adalah perkalian pokok hutang.
Jangan salah, saya baru kejadian bulan kemaren, kl nasabah sering dipermainkan, dianggap bodoh dg alasan system nya otomatis, hitungannya sudah begitu dll yg bikin kesel, padahal mereka mau makan uang kita tuh.
bung, minta rinciannya, jgn mau terima nominal segitu aja .. setahu sy pada saat pelunasan, ada juga yg tidak mengenakan bunga untuk sisa pinjaman, tetapi mereka memmberikan penalti yg besarannya variatif ..
harus teliti, harus pintar silat lidah, harus keras dan mau capek aja ngurusin asuransi .. kalo engga', habislah kita ..
Inalillahi...Makin BENGIS aja nih perusahaan2 di Indonesia ngeruk keuntungannya..pantes aja bangsa kita gak maju2,kerjaannya nipu konsumen
Setahu saya sih memang begitu jadi pada awal - awal komposisi bunganya lebih besar dari seluruh cicilan misalnya jika cicilan 1000.000 bisa 600.000 - nya bunga, bulan depan 1.000.000, bunganya 500.000 dst - dst sampe pada cicilan akhir 1000.000 bunga 0.
jadi kalo pinjaman Bapak 10.000.000 bunga 10% jadi 11.000.000, bapak bayar angsuran I. 1.000.000 lalu pingin lunasin seluruhnya bisa jadi:
1. 10.000.000 - (1.000.000 - 400.000) = 9.600.000.
karena dari 1.000.000, pokok yang dibayar 400.000 dan sisanya bunga.
2. 11.000.000 - 1.000.000 = 10.000.000 (jadi kayak belum bayar apa - apa)
3. ada juga perhitungan lain yang lebih gawat lagi seperti Bapak bilang + biaya pinalty dan atau biaya siluman lainnya.
Serem, tapi kayaknya sih memang seperti itu yang wajar terjadi, makanya males banget nyicil barang. Kalau tidak memberikan keuntungan yang lebih besar atau darurat, sebaiknya pikir masak - masak, apalagi kalau ada kenaikan suku bunga atau perubahan kebijakan, wah bisa gawat.
Muangkin uang yang Ro. 248.000 itu emang bunga berjalan pak, mungin saat pelunasan, bapak membayar di tanggal yang salah kali pak. karena yg dimaksud bunga berjalan sebagai contoh. tgl jatuh tempo cicilan bapak tgl 30 setiap bulannya, bapak mau melunasi sisa tagihan di tanggal 15 , otomatis pihak bank akan menghitung bunga berjalan selama 15 hari kedepan.
Setahu saya hitungan bunga berjalan seperti itu. Dan setahu saya kalo mau pelunasan cicilan akan dikenakan biaya pinalty ( besarnya tergantung dari bunga kreditor ).
Saran saya coba tanyakan mendetail uang Rp. 248.000 itu ke kreditor yang bersangkutan. dan minta rincian secara tertulis. otomatis bapak pasti bisa mengkalkulasikan kebenaran dan ketidak benaran uang 248.000 sebenarnya untuk apaan sih.... so ,.. bapak tidak akan susah tidur la
gi....