Online
Saat ini ada 126 pengunjung tamu dan 2 pengunjung terdaftar online.

Anda bisa log-in atau daftar di sini.
Login




 


 Tidak bisa login?
 Mau daftar? KLIK DI SINI!
Polling

Menurut Anda, Media Konsumen itu...

[ Hasil | Polling ]

Votes: 2009

Sketsa - Opini

Mengapa Orang-orang Menulis?

Jumat, 19 September 2008

Bantuan Artikel
Oleh: Sabjan Badio

"Tahu mengapa aku sayangi kau lebih dari siapapun? Karena kau menulis. Suaramu takkan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari...." (Pramoedya Ananta Toer dalam tetralogi Bumi Manusia).

Pernyataan Pram di atas, adalah salah satu alasan seseorang menulis, yaitu sebagai catatan sejarah. Sudah jadi pemahaman umum, jika ingin belajar tentang suatu kebudayaan, dinasti, atau apapun itu, salah satu yang dapat kita lakukan adalah dengan mempelajari tulisan-tulisan yang lahir pada masa itu, misalnya buku dan prasasti. Entah disengaja atau tidak, tulisan-tulisan yang dilahirkan pada suatu masa akan menjadi rujukan sejarah untuk generasi setelahnya.
Berkenaan dengan hal tersebut, kita mengenal Anne Frank dengan "Catatan Harian Anne Frank" yang menjadi sumber sejarah tentang Perang Dunia 1 (atau 2?) Selain itu, kita juga mengenal Wiranto dalam tulisannya "Bersaksi dalam Badai", Amien Rais pun punya buku yang mencatat sejarah perjalanan bangsa Indonesia, dan begitu banyak penulis dan tulisan lain yang pada masa berikutnya dijadikan sebagai catatan sejarah.

Alasan selanjutnya, untuk mendongkrak popularitas. Menulis adalah salah satu cara yang dapat dipergunakan untuk mendongkrak popularitas seseorang. Namun, sebagian orang memanfaatkan jalan pintas untuk itu. Saya punya beberapa teman yang menulis untuk orang lain (penulis hantu). Orang-orang yang minta bantuan mereka biasanya orang-orang terkenal dan para pejabat, misalnya anggota DPRD.

Alasan ketiga adalah demi uang. Sebagian orang-orang ini mencari uang sambil mempopulerkan diri, semakin populer, semakin dicari karya mereka, dan semakin banyak uang yang masuk. Sebagian yang lain, tak peduli apakah mereka populer atau tidak, yang jelas mereka menulis dan dapat duit. Yang terakhir ini biasanya tidak bersedia menyumbangkan tulisannya secara gratis. Para penulis hantu adalah sebagian dari golongan ini. Dengan menjadi penulis hantu, mereka akan mendapatkan uang berlipat, dari media yang memuat dan dari pejabat yang namanya dipublikasikan.

Alasan keempat adalah hobi. Karena alasan ini, seseorang menulis tanpa beban apapun. Karena diikuti rasa senang, banyak yang menjadi terkenal dan kaya karenanya.

Alasan kelima adalah kewajiban. Orang-orang menulis karena alasan ini lebih banyak menghasilkan tulisan-tulisan kaku, tak bermutu, dan asal jadi. Walaupun begitu, sebagian di antaranya, yang kebetulan juga hobi atau berniat mengabdi kepada masyarakat atau apapun, bisa juga menghasilkan tulisan-tulisan berkelas.

Alasan keenam, pelampiasan. Jika anda marah, sedih, senang, menulislah. Dengan begitu, anda tidak akan tampil marah, sedih, senang secara berlebihan di hadapan orang lain karena emosi anda telah terlampiaskan pada tulisan. Karena itulah memiliki buku harian itu penting. Kehadiran mediakonsumen.com salah satunya di antaranya dijadikan pelampiasan bagi sebagian orang. Mungkin karena alasan inilah ada pilihan "Paling tidak perasaan saya sudah sedikit lega" pada poling di halaman depan.

Alasan lain, pengabdian. Yang terakhir ini adalah orang-orang yang serius, bersahaja, tak menjadikan popularitas sebagai tujuan utama, tak menjadikan materi sebagai tujuan utama. Mereka menulis untuk mengabdikan ilmu, pengalaman, pengetahuan, penemuan, dan apapun yang mereka punya. Mereka menulis untuk masyarakat luas, untuk kehidupan yang lebih baik (kayak slogan PLN aja).

Karena alasan terakhir ini, tak jarang kepopuleran mereka justru melambung, pendapatan materi mereka justru berlipat. Mengapa? Karena mereka menulis sepenuh hati, dengan kejujuran, dengan tekad untuk memberikan sesuatu yang bermanfaat. Untuk hal ini, kita mengenal JK Rowling yang menjadi salah satu perempuan terkaya setelah menulis dengan sungguh-sungguh kemudian menerbitkan Harry Potter. Kita juga mengenal Pramoedya Ananta Toer yang berkali-kali dicalonkan sebagai peraih hadiah nobel karena epos-eposnya, kita juga mengenal Imam Gazali, Harun Yahya, dan banyak lagi yang lain.

Sementara, ketika tulisan semata dilahirkan untuk popularitas dan materi, kecil kemungkinan akan menjadikan penulisnya bertahan lama. Kepopuleran mereka takkan abadi, takkan melegenda, akan pudar ditelan zaman, terkikis ditelan usia. Apalagi bagi mereka yang terbukti sebagai plagiat dan penipu.

Lalu, apa lagi yang menjadi alasan seseorang menulis? Banyak, di antaranya (mungkin) alasan anda sendiri.


Artikel lain dalam kategori Sketsa :

Komentar Anda ?

Saat ini telah ada 5 komentar


  1. P.N Jonathan | Pesan | Jumat, 19 September 2008

    Orang menulis karena ada pena dan karena tidak buta huruf icon_lol icon_lol

  2. Nani | Pesan | Minggu, 21 September 2008

    Saya menulis karena saya ingin orang mengerti apa yang saya mengerti.. ;)

  3. Thomas Aquino | Pesan | Minggu, 21 September 2008

    @Opa..kita sekarang tidak menulis..tapi mengetik.. :D

  4. Kanjeng Ragil | Pesan | Senin, 29 September 2008

    menulis = hobby + cari jodoh icon_lol

  5. richardo | Pesan | Jumat, 03 Oktober 2008

    @bung thomas

    saya setuju. kita tidak menulis dengan pena. akan tetapi dengan mengetik.

    UPSSS maksud saya mengetik sms. icon_lol icon_lol icon_lol

Anda harus daftar dan login untuk bisa memberi komentar !


 Pencarian lebih lanjut dengan Google..

Google
 
Web www.mediakonsumen.com



Surat/Artikel Terbaru



Komentar Terbaru