Online
Saat ini ada 119 pengunjung tamu dan 0 pengunjung terdaftar online.

Anda bisa log-in atau daftar di sini.
Login




 


 Tidak bisa login?
 Mau daftar? KLIK DI SINI!
Polling

Menurut Anda, Media Konsumen itu...

[ Hasil | Polling ]

Votes: 2009

Pelayanan Umum/Air Bersih - Keluhan

Air 'Bersih' versi PDAM Tirta Martha Jogjakarta

Jumat, 19 September 2008

Bantuan Artikel
"Tlg pdam tirta martha ditegur,kok airnya sering hitam legam, termasuk sekarang. konsumen merasa dirugikan krn dipaksa pake air jelek.kalo gatal2 gimana! suharto".

Demikian ungkap Suharto pada UPIK Jogjakarta. Hari ini pukul 11.00 WIB sampai pukul 14.00 WIB tanggal 17 September 2008, kami yang berlangganan setia dengan PDAM Tirta Martha juga mengeluh hal yang sama.

Hitam, legam, kadang campur lumpur, inikah air bersih yang harus dibayar mahal itu ?
Dalam pandangan agama saya, Islam, sumber daya alam yang termasuk milik umum seperti air, api, padang rumput, hutan dan barang tambang harus dikelola hanya oleh negara yang hasilnya harus dikembalikan kepada rakyat dalam bentuk barang yang murah atau subsidi untuk kebutuhan primer semisal, pangan, pendidikan, kesehatan, dan fasilitas umum.

Pandangan di atas didasarkan pada sebuah hadits Nabi SAW, "Kaum Muslim berserikat dalam tiga hal: air, padang rumput gembalaan, dan api. Harga (menjual-belikannya) adalah haram". (HR. Ibn Majah)

Pandangan bahwa sumber daya alam milik umum harus dikelola oleh negara yang hasilnya diberikan kepada rakyat, juga dikemukakan oleh An-Nabhani dalam buku An-Nizham al-Iqtisad Al-Islami. Hal ini berdasarkan pada hadits riwayat Imam At-Turmudzi dari Abyadh bin Hamal.

Akan tetapi dalam prakteknya, PDAM Tirta Martha kurang baik dalam melayani pelanggannya, meskipun harus membayar sejumlah tertentu. Semakin banyak debit air yang kita pakai, semakin mahal kita membayarnya.

Tarifnya berbeda apabila kita memakai di bawah 30 kubik, dengan di atas 60 kubik per bulan.

Tapi apa yang kita dapatkan, baik bagi pelanggan yang membayar mahal, maupun pelanggan yang membayar 'murah' hanya membayar abonemen saja, akan mendapati waktu-waktu tertentu, air nan jernih menyehatkan. Yakni air coklat rasa lumpur kopiko.

Apabila kita pertanyakan pada pihak PDAM Tirta Martha, jawabannya selalu politis, kita akan memperbaiki fasilitas, kita akan menambah genset, sehingga bila listrik/PLN mati, air tidak keruh, hitam, berlumpur dan jelas TIDAK SEHAT.

Maka dengan tulisan ini, kami mengingatkan lagi, sebenarnya air itu semestinya gratis, kedua kalaulah harus bayar, ya mestinya profesionalitas dikedepankan, artinya ada pertanggung-jawaban PDAM ketika tidak melayani dengan baik.

Dengan demikian, ibadah puasa kita terjaga, ibadah kita diterima Allah Ta'ala di bulan suci ini, tidak marah-marah lantaran jatah untuk masak dalam ta'jilan malam harus mengangkut air bersih dari sumber non PDAM.

Mohon ditanggapi dengan reaksi nyata. Terima kasih.

Rachmi Kurniati
Popongan Sinduadi Mlati
Sleman


Artikel lain dalam kategori Pelayanan Umum/Air Bersih :

Komentar Anda ?

Jadikan komentar anda yang pertama !

Anda harus daftar dan login untuk bisa memberi komentar !


 Pencarian lebih lanjut dengan Google..

Google
 
Web www.mediakonsumen.com



Surat/Artikel Terbaru



Komentar Terbaru