Online
Saat ini ada 121 pengunjung tamu dan 0 pengunjung terdaftar online.

Anda bisa log-in atau daftar di sini.
Login




 


 Tidak bisa login?
 Mau daftar? KLIK DI SINI!
Polling

Menurut Anda, Media Konsumen itu...

[ Hasil | Polling ]

Votes: 2009

Barang Konsumen/Elektronika - Keluhan

Penipuan PT.Ronindo Utama di Medan

Selasa, 16 September 2008

Bantuan Artikel
Ibu saya berumur 70thn pada tgl 12 september 2008 mendapat telepon di rumahnya dari PT.RONINDO UTAMA penelpon mengaku bernama ERNA, diberitahukan kepada ibu saya ibu saya mendapatkan hadiah dan harus diambil ke kantor mereka yang beralamat di JL. PUTRI HIJAU NO.12F MEDAN (RUKO bersebelahan dengan restoran bahari).

Segera dengan senangnya ibu saya ke kantor mereka dan saat berada di kantor PT.RONINDO UTAMA ibu saya di rayu oleh salesman dan salesgirl yang jumlahnya amat banyak untuk membeli barang-barang elektronika mereka dengan harga yang tidak masuk akal berupa kompor listrik seharga Rp3.990.000,- selanjutnya ibu saya diberikan satu buah kupon yang ternyata sebuah voucher senilai Rp1000.000,- sehingga kata mereka ibu saya berhak membeli kompor tersebut seharga Rp2.990.000,-
Untuk lebih membuai ibu saya, mereka menambahkan dengan bonus barang-barang elektronik yang sebenarnya tidak dibutuhkan oleh ibu saya.

Karena ibu saya pada saat itu hanya mempunyai uang Rp100.000,- maka mereka merayu lagi agar ibu saya mau menambahkan pembayarannya, sehingga ibu saya yg sudah termakan bujuk rayu tersebut dgn dikawal oleh 2 orang salesgirl PT.RONINDO UTAMA salah satunya mengaku bernama ERNA menuju rumah ibu saya untuk mengambil buku tabungan Bank BRI yang merupakan rekening pensiun ibu saya dan mengambil uang yang ada ke bank BRI cab. Iskandar Muda Medan sebesar Rp2.000.000,- (padahal uang ini hasil penyisihan uang pensiun selama berbulan-bulan).

Akhirnya Uang ibu saya yg sudah diambil PT.RONINDO UTAMA sebesar Rp.2.100.000,-
setelah saya mengetahui hal tersebut, semua barang elektronik PT.RONINDO UTAMA yang ada dirumah ibu saya, saya kembalikan semuanya. Dan saya ke kantor PT.RONINDO UTAMA di JL. PUTRI HIJAU NO.12F MEDAN untuk meminta pengembalian uang ibu saya, tetapi dengan berbagai alasan mereka tidak mau mengembalikannya (mereka juga menyediakan preman untuk mengusir saya).

Saya berharap INSTITUSI YANG BERWENANG cepat bertindak untuk menuntut dan menutup PT.RONINDO UTAMA dan perusahan-perusahaan sejenisnya di seluruh Indonesia agar korban-korban seperti ibu saya tidak terus berjatuhan(mereka sengaja selalu mengincar orang lanjut usia), Wassalam.

Nur
Jl. Kangkung No. 5
Medan


Artikel lain dalam kategori Barang Konsumen/Elektronika :

Komentar Anda ?

Saat ini telah ada 12 komentar


  1. P.N Jonathan | Pesan | Senin, 15 September 2008

    Laporkan polisi aja bu...itu yang namanya ERNA bener bener maling berbaju sales..masa tega teganya nipu seorang ibu berumur 70 tahun...bagaimana rasanya kalau ibu anda juga dibuat begitu

  2. Thomas Aquino | Pesan | Senin, 15 September 2008

    Opa..permasalahannya tidak semudah melaporkan..bisa2 ibu Nur malah kena pasal perbuatan yang tidak menyenangkan + pasal fitnah karena tidak ada bukti otentik dari pihak ibu Nur yang sudah ditipu oleh perusahaan ini.

    Dan klausa dari surat pembelian pasti akan memberatkan sisi korban.

    Daku hanya berpikir...kok tega yah orang2 disana..tapi daku yakin banget opa..dan juga bu Nur..di hati kecil mereka pasti berteriak kalau mereka sudah bersalah dan berdosa karena menipu ibunya ibu Nur..

  3. Halim | Pesan | Senin, 15 September 2008

    Lho penipuan dgn cara ini msh digunakan? ku pikir dah ketinggalan zaman. Ini juga pernah terjadi ama ibu saya... ya kira2 5 thn lalu...

  4. Tengku Rozar Emdi | Pesan | Senin, 15 September 2008

    Modus seperti ini sudah banyak, sebaiknya lapor ke Polisi saja supaya mereka kapok dan memetik hasil dari perbuatan mereka untuk melakukan penipuan dengan berkedok penjualan barang tetapi disertai dengan surat perjanjian

  5. azzam | Pesan | Senin, 15 September 2008

    saya pernah sehabis belanja di supermarket....krn penasaran diimingi pasti dpt hadiah langsung..akhirnya saya turuti aja diajak ke counternya..dan persis seperti kejadian di atas...ditawari barang2 elektronik yg memang gak dibutuhkan dan harganya lumayan mahal. berbagai cara dilakukan agar saya dpt membeli produk mereka...tapi saya tidak tanggapi...dan saya menanyakan hadiahnya...ternyata disuruh ambil kupon...dan hadiah yg di dpt cuma sebuah asbak rokok. icon_eek icon_eek

  6. lorna | Pesan | Senin, 15 September 2008

    icon_eek , kasihan orang tua ditipu. hai.... PT. RONINDO UTAMA bertobatlah karena masih banyak usaha yang lain bukan cara penipuan begini. icon_redface icon_evil

  7. Deny Rusli | Pesan | Selasa, 16 September 2008

    Ibu Nur bersabar yah... Rupanya hal spt itu tdk hanya terjadi di Jkt saja, tapi sampai menimpa orangtua ibu di Medan. Saya pun hampir mengalami hal yang sama, dengan imng2 yang sama pula.. Karena penasaran maka saya putuskan dtg bersama istri ke alamat yang dimaksud di pertokoan Slipi Jaya Jkt. Tapi sebelum dtg kesana saya sdh mengatur siasat terlebih dulu dengan istri agar mengalihkan pembicaraan bila saya diarahkan/dipaksa utk membeli produk mereka, walau di imingi oleh macam2 hadiah tambahan. Kami tetap pada pendirian kami tdk akan membeli satu pun barang elektronik yang mereka jual dan kamipun segera meninggalkan toko mereka. Juga mengalami hal sama spt orangtua ibu yang dilayani oleh 5 atau 6 orang pegawainya, bak raja sehari saja...

    Mgkn pengalaman kami masih belum seberapa bila dibandingkan dgn orang tua ibu, tapi setidaknya dapat di jadikan pertimbangan bagi teman teman yang lain bila suatu saat mengalami hal serupa...

  8. Tedi Murti W | Pesan | Selasa, 16 September 2008

    Ini memang salah satu trik marketing yang sedang in saat ini.

    Kalau saya melihat bahwa cara seperti ini memang sah, karena terjadi jual beli antara 2 pihak. Pihak penjual pun sebenarnya tidak salah walaupun dikatakan bahwa harga untuk kompor listrik tersebut tidak masuk akal. Karena ini adalah perang psikologis, siapa sih yang nggak girang kalo dapet kupon potongan 1 jt rupiah? Dan sasarannya selalu ibu-ibu yang sudah tua.

  9. Yahya Prastowo | Pesan | Rabu, 17 September 2008

    Kok masih tega ya jamnan sekarang menipu seperti itu

    Untuk semua harap berhati-hati dengan macam hadiah, undian dan lain-lainnya dengan program yang kurang jelas,kita sebagai konsumen harus berani katakan dengan tegas bila tidak yakin dengan program-programnya

    icon_biggrin icon_eek icon_eek

  10. ali akbar | Pesan | Kamis, 18 September 2008

    kalau di medan kayak gitu, maka di jakarta pun lebih parah. setelah lulus kuliah dari UNSRI, aku balik ke jakarta dan alhamdulillah terhindar menjadi model sales elektronik macam itu. walaupun butuh kerja tapi kalau kita pake otak,dak mungkinlah harga elektronik sebesar itu. icon_evil icon_redface icon_smile

  11. ali akbar | Pesan | Kamis, 18 September 2008

    jadi bagi para pencari kerja, sabarlah dan janganlah terlalu cepat tertarik pada agen atau perusahaan seperti itu. karena korban bisa 2 pihak. dan janganlah kebahagiaan kita di atas penderitaan orang lain. icon_smile

  12. Harismal | Pesan | Sabtu, 20 September 2008

    Kalo dilihat secara nurani, memang tega. Tapi apabila dilihat dari segi jual beli, semua itu sah karena pembeli akhirnya menyerahkan uang utk membeli sesuatu, secara hukumpun mrk diatas angin. Yg perlu dilakukan adalah, jgn sekali-kali kita mendengar apalagi menghampiri sales2 macam itu ketika kita jalan kmana saja, dan itu harus ditekankan pada semua anggota keluarga kita. Agak susah utk menutup perusahaan dgn type marketing spt itu, karena meski secara implisit ujung2nya menipu, tp calon pembeli memang membelanjakan uangnya utk membeli produk perusahaan tsb.

Anda harus daftar dan login untuk bisa memberi komentar !


 Pencarian lebih lanjut dengan Google..

Google
 
Web www.mediakonsumen.com



Surat/Artikel Terbaru



Komentar Terbaru