Online
Saat ini ada 54 pengunjung tamu dan 0 pengunjung terdaftar online.

Anda bisa log-in atau daftar di sini.
Login




 


 Tidak bisa login?
 Mau daftar? KLIK DI SINI!
Polling

Menurut Anda, Media Konsumen itu...

[ Hasil | Polling ]

Votes: 2010

Media Masa/Internet - Himbauan

Bahaya Narkoba Baru Lyto/RF Indo/PW

Sabtu, 13 September 2008

Bantuan Artikel
Hallo Teman, mungkin kita sudah tidak asing lagi dgn game online seperti Ragnarok / RF Indo / PW dst, tetapi TAHUKAH Anda sudah berapa yg menjadi korbannya ?
Bulan kemarin teman saya hampir mati bunuh diri di Sby hanya karena gamenya error , untung ada yg menendang gelas yg sdh berisi Baygon, sehingga tidak terminum semua, dan terpaksa harus dirawat beberapa hari.

Banyak lagi kasus lainnya :

1. Banyak Anak sekolah harus rela bolos sekolah demi mengejar level game nya, banyak yg tidak Naik Kelas juga.

2. Ada beberapa yg mencuri uang atau Handphone temannya utk dijual sekedar Membeli Voucher game (Merusak Moral)

3. Ada juga yg hampir bunuh diri saat depresi gamenya error atau tidak bisa dimainkan lagi. (Merusak Pikiran)

4. Bahkan ada 3 org yg tewas saat main game di warnet karena sudah bergadang berhari2 lupa makan dan tidak tidur.

Mungkin Anda TIDAK INGIN anak Anda ataupun anak teman2 / family Anda menjadi korban game ini, game ini seperti Narkoba bisa membuat KETAGIHAN. Mohon tanggapan YLKI maupun lembaga hukum lainnya misalnya gugatan class action utk menertibkan maraknya game seperti ini, kalau diteruskan bisa merusak masa depan Bangsa Indonesia. Kalau ada rekan2 wartawan bagusnya info ini dimuat di rubrik media Anda.

JANGAN sampai ANAK ANDA MENJADI KORBAN.

Thanks

Lilis Junaedi
Jl. Tanjung Sadari 21
Surabaya


Artikel lain dalam kategori Media Masa/Internet :

Komentar Anda ?

Saat ini telah ada 19 komentar


  1. Jet Enduro | Pesan | Sabtu, 13 September 2008

    Kalau semua orang memiliki cara pandang seperti anda, makanya semua di dunia ini adalah kejahatan.

    1. Handphone

    - buat orang mencuri buat beli pulsa

    - suka telepon malam-malam = susah bangun pagi = ga konsen belajar

    - pake hp di kelas = ketinggalan pelajaran = tinggal kelas

    2. sepeda motor

    - mengajar anak muda ugal2an.

    - buat orang mati

    3. pisau

    - buat orang bs bunuh orang

    4. senjata

    - sama kek pisau...

    @comment buat point 4: sudah berapa orang terbunuh gara-gara pisau...

    apakah pisau harus di basmi dari dunia?

    1 comment dari saya: game diciptakan sebagai hiburan. segala sesuatu yg digunakan secara over akibatnya pasti buruk. yg bertanggung jawab dalam hal anak maen game adalah ORANG TUA. jadi ORANG TUA lah yg mengajarkan aturan maen game, semua batasan, dan laennya.

  2. P.N Jonathan | Pesan | Sabtu, 13 September 2008

    @bu lilis sebaiknya kita jangan menyalahkan dunia tapi kita harus menghadapi dunia dengan segala kebaikan dan keburukannya,soal game itu tergantung orang tua bagaimana menghadapi anak dengan segala yang ada didunia ini. icon_smile

  3. Thomas Aquino | Pesan | Sabtu, 13 September 2008

    Daku setuju dengan opa Jon dan bro Jet...

    Bagaimana pun juga, sesuatu yang ada pasti akan mempunyai efek positif dan negatif...

    Simplenya..www.mediakonsumen.com ini bisa dikatakan media terburuk bagi sebagian orang / perusahaan karena komentar teman-teman disini begitu tajam dan kadang malah ditambahin joke-joke yang semakin memojokkan orang / perusahaan yang bersangkutan..namun disisi lain media ini menjadi media pembelajaran bagi teman-teman, media untuk mendapatkan relasi, dan juga media untuk menyalurkan keluh kesah mengenai suatu produk..

    Jadi, melihat dunia jangan dari 1 sisi saja, lihat pula sisi lainnya..

  4. Halim | Pesan | Sabtu, 13 September 2008

    Ibu Lilys ini mengada2 ya... koq yg disalahkan itu PT. Lyto? Ini sama aja menyamakan semua org miskin itu d anggap sebagai pencuri/perampok/pelaku kejahatan gara2 melihat org yg hidupnya makmur... Ah ibu Lilys mengada2 aja Anda ini icon_lol icon_lol icon_lol icon_lol

  5. ius | Pesan | Minggu, 14 September 2008

    artikel yang aneh...

    semua contoh kasus yang ibu kasi itu,

    apa semuanya begitu ?

  6. Jet Enduro | Pesan | Minggu, 14 September 2008

    Secara kasar saja: Jika anda adalan seorang ibu, makanya Anda merupakan seorang ibu yg salah dan gagal. Melihat semua hal dari 1 sudut pandang jelas merupakan kegagalan.

    Saya sebagai seorang anak dari seorang ibu, tahu persis gimana ibu saya mengajarin saya tentang melihat semua hal dari sudut positif dan negatif. Buktinya saya adalah seorang gamer berat dari game online, nintendo, sega, super nintendo, playstation, playstation 2, dan playstation 3 merupakan makanan saya sehari2.

    Dan saya juga seorang yg sukses dengan tamatan university of Hertfordshire UK, 2nd Class HONOURS (ingat: saya gamer berat sejati).

    Dan sekarang saya bekerja di singapore dengan salary SANGAT MEMUASKAN, dan tentu saja hobi gaming saya masih hidup sampai sekarang.

    Sebagai contoh kasus saja, saya punya seorang teman SMU, juara 1 umum dari 18 sub-kelas. Bayangin... dan sekarang... tamat kuliah dan hidup terkatung2...

    Sudut pandang saya hanyalah: dia emank pinter, tapi tidak disertai keimbangan hidup. Belajar terus, juara umum 1, dan laen2, tapi kesenangan diri NIL = USELESS.

    Saya bahkan cuman juara 20 besar dan lebih senang dari dia sekarang icon_lol

  7. P.N Jonathan | Pesan | Minggu, 14 September 2008

    Setuju banget dengan komentar jet Enduro yang nomor6,karena saya juga punya contoh buat bu Lilis yang menganggap dunia ini miliknya dan harus sesuai dengan apa yang bu Lilis mau..kedua anak saya lahir di Amsterdam,asal bu Lilis tau saja narkoba di Belanda itu dilegalkan oleh pemerintah(satu satunya didunia)jadi kalau mau menggunakan tidak usah sembunyi sembunyi,dijual bebas di coffe shop...tetapi kami sebagai orang tua tdk bosan bosannya mendidik anak kami mana yang baik dan tidak apalagi hidup dikota seperti Amsterdam,juga kami selalu menjelaskan apa dampaknya bila melakukan sesuatu baik itu positif maupun negatif....asal bu Lilis tahu aja ditengah dunia seperti Amsterdam ini kedua anak saya selesai sekolahnya dan sekarang sdh bekerja dengan posisi yang baik juga sama sekali tidak merokok dan tidak menyentuh minuman keras....what next?semoga ibu Lilis tidak picik memandang dunia yang indah ini icon_smile

  8. Johnny Antonius | Pesan | Minggu, 14 September 2008

    setuju jg dgn bung Jet Enduro....

    semua tergantung orang tua atau pedamping yg bisa mengarahkan sehingga hal yg tidak diinginkan tidak terjadi...kl semua orang berharap terus pada suatu badan/organisasi/pemerintah sekalipun untuk menjaga keluarga...apa kata dunia...dgn kata lain anda belum siap utk menjadi orangtua atau orang dewasa...

    hidup ini penuh dgn tantangan yg harus dipecahkan dan diselesaikan oleh diri kita masing2 bukan berharap selalu mendapat emongan dr pihak luar...

    saya jg jadi bingung sekarang,kl lihat berita di tv tentang kasus mas Kabul alias "tesi" atau kasus kematian 6org yg tenggelam di sungai setelah tawuran... apa itu semua harus menjadi tanggungjawab pemerintah atau orang lain...sepertinya semua itu harus berakar dari keluarga,,,kl dlm keluarga itu sdh terjalin harmony yg baik,mau bagaimanapun kerasnya godaan diluar,tidak akan tergoyahkan bagai batu karang di laut...

    so always open minded n keep positive thinking, so u can see cleary every moment in ur life...not a problem just a moment...

  9. Nani | Pesan | Minggu, 14 September 2008

    Saya heran, kenapa harus Lyto yang disalahkan.. kalo gitu, kenapa gak sekalian aja salahkan PlayStation, Nintendo, sekalian saja salahkan Timezone dll juga??

    Saya juga penggemar Ragnarok, boleh dibilang gamer banget, tp kan tergantung penyingkapan kita masing2, bagaimana mengaturnya.

    Kalau sampai mereka (orang yg ibu ceritakan diatas) mengalami hal begitu, harus dipikirkan kenapa mereka sampai punya pelarian seperti itu?? Bagaimana orang tua mereka mendidiknya? Bagaimana pegawasan dari orang tua mereka???

  10. Jet Enduro | Pesan | Senin, 15 September 2008

    Simplenya: kalau mo disalahkan, napa ga disalahkan sekalian dunia ini ato Tuhan yg menciptakan? Sekalian saja hancurkan dunia ini, jadi tidak ada kejadian apapun lagi.

    Bleh...

  11. The Saint | Pesan | Senin, 06 Oktober 2008

    Semua barang di dunia ini juga punya sisi buruk, tergantung pemakaian. Para orangtua zaman sekarang mudah cuci tangan dan menyalahkan barang.

    Zaman dulu, komik jadi korban kebencian orangtua. Selanjutnya waktu mulai ada tv swasta, giliran acara TV yg kena. Sekarang, zaman komputer, game yg jadi korban. Para orangtua, BANGUN! Jika anak Anda bermasalah, ini SALAH ORANGTUA! Tidak bisa mendidik anak.

    Sikap alasan 'melindungi anak' inilah yg sangat menyebalkan! Denngan alasan 'sayang anak', SmackDown di-ban padahal jelas2 itu tontonan DEWASA. Hal yg sama terjadi pada rokok tapi batal. Baru2 ini, pornografi yg kena. Padahal jelas2 untuk kalangan DEWASA. Tapi dengan alasan melindungi anak, orang dewasa juga kena. Kelak, entah apalagi yg di-ban dengan alasan sayang anak.

    Kalo begini, dunia akan lebih tenang TANPA ANAK2 !!! Ini dunia orang dewasa! Orangtua seharusnya bisa mendidik anak!

    Saya dulu juga pernah jadi anak kecil. Pernah malas. Tapi mama saya tahu cara mendisiplinkan saya sehingga saya secara SADAR ingin belajar tanpa harus dipukul/diomelin. Alhasil saya selalu ranking 10 besar di zaman yg penuh godaan komik dan acara tv.

    Jika anak Anda sulit dikendalikan, taruh saja di panti anak2 nakal SLB. Pasti dijamin anak Anda kapok! icon_evil

  12. Erwin MR | Pesan | Senin, 06 Oktober 2008

    wah,betul itu bu,saya waktu muda gamer sejati,gara2 kelamaan main game d dpn tv/komp,kelas 1 smp mata saya sudah minus 2,75.Tapi saya cuek saja tuh,karena prestasi saya luar biasa waktu sekolah,kuliah,dll.sampe saya sdh bekerja pun sekarang,malam minggu saya kadang2 begadang untuk main game winning eleven.Ya benar kalau di katakan game merusak,tapi mau di apakan lg?di dunia jaman skrg,mana ada anak2 yg tidak mengenal game.

    Resumenya:

    1.Kalau anda merasa anak anda terancam,berarti anda yang gagal mengawasi anak.

    2.Kalau punya anak,ajari dia karakter,kepribadian,jgn d larang,d omongin secara berlebihan.

    3.Kalau anda tidak senang dgn komentar anda,silahkan ikuti kata gus dur:

    "JUAL AJA KOMPUTERNYA,JUAL AJA PLAYSTATIONNYA,GITU AJA KOK REPOT??"

  13. Erwin MR | Pesan | Senin, 06 Oktober 2008

    revisi d poin 3: kalau anda tdk senang dgn komentar saya (bukan anda),maaf

  14. ferry | Pesan | Kamis, 09 Oktober 2008

    emang ada game kyk bgt?mau dong coba,caranya gmn supaya bs?anak sy pintar,tp gak bs main game.jd dia kurang bergaul

  15. wendy | Pesan | Senin, 13 Oktober 2008

    mm mnurut saya game rf memang memuat kita ketagihan, tapi kalo orang tua bisa mendidik anaknya dengan baik, pasti tidak terjadi hal" yg seperti di sampaikan bu Lilis icon_smile

    emm memang banyak yg bunuh diri gra" id nya error/hack/banned.... icon_frown

    tapi mereka semua yg melakukan di atas adalah anak" yang tidak terawasi oleh orang tua atau orang tuanya GAGAL dalam mendidik anak , game di ciptakan juga untuk menghibur bu bukan untuk kecanduan icon_smile

  16. gerry fernanda | Pesan | Jumat, 24 Oktober 2008

    saya hanya ingin menambahkan selain faktor kesalahan dr keluarga juga faktor dari sang anak sendiri...

    Jujur saya seorang mahasiswa kedokteran di salah satu universitas ternama di jakarta... saya juga Gamer berat dari saya SD.. samapai sekarang saya pun main RF-online.. tetapi saya mendapat IP yg memuaskan.. Yg terpenting bagaimana anda dapat memanage waktu anda...

  17. araya | Pesan | Senin, 03 November 2008
    bu daripada menyalahkan anak atau game online,lebih baik kita secara lansung mengadakan pendekatan kepada anak,cari apa yang dia suka dia suka game online sediakan dirumah,bila perlu kita ikut andil dalam game itu,dan dengan perlahan lahan kita alihkan perhatiannya dari sekedar main game jadi mencari duit, $6.00 Welcome Survey After Free Registration!,agak susah dan butuh waktu tergantung amal dan perbuatan. icon_lol tapi gak ssalahkan mencoba,namanya juga usaha icon_biggrin
  18. ven | Pesan | Rabu, 05 November 2008

    icon_biggrin icon_biggrin icon_biggrin icon_biggrin icon_biggrin icon_biggrin icon_biggrin icon_biggrin icon_biggrin icon_biggrin icon_biggrin icon_biggrin icon_biggrin icon_biggrin icon_biggrin icon_biggrin icon_biggrin icon_biggrin icon_biggrin icon_biggrin icon_biggrin icon_biggrin

    icon_biggrin

    icon_biggrin koq game yang disalahin sih aneh apa harus gitu

  19. Marcellinus Ferdinand Suciadi | Pesan | Minggu, 09 November 2008

    Hmm... susahnya jadi orang Indonesia yaitu kita sudah terlatih untuk berpikir... negatif icon_biggrin

    Tapi coba lihat sisi baiknya: andaikan saja kita dukung dengan baik, game dapat menjadi e-sport yang justru banyak manfaatnya. Dulu saya juga tidak pernah main game online, tapi setelah main sekali, saya justru dapat manfaat yang lebih banyak daripada sisi negatifnya:

    1. Dapat teman, walaupun hanya bisa bertemu lewat game (tapi akhir-akhir ini mulai ada yang share nomor HP).

    2. Melatih kerja sama. Ingat, ini game online yang pemainnya banyak (massively multiplayer online). Kita jadi bisa berhadapan dengan orang banyak (walaupun virtual) dan belajar bagaimana menghadapi jenis orang yang berbeda-beda serta membawa diri. Kalau di dunia virtual sukses, mungkin bisa dibawa ke dunia nyata.

    Boleh lah dibilang dulu saya agak antisosial karena agak pemalu, tapi di game online yang terjadi malah sebaliknya: saya sampai harus hapus-hapus daftar teman saking melebihi jumlah maksimum yang bisa disimpan.

    Itu baru pribadi. Belum lagi kalau ada sistem grup/kelompok.

    3. dan lain-lain (bukannya promosi, tapi saya pernah bahas ini di forum saya http://forum.rpgfantasy.web.id/index.php?topic=605.0, walaupun ya tanggapannya masih minim :P)

    Sudah beberapa kali orang Indonesia memenangi juara internasional e-sport. Itu saja dukungannya minim (kecuali dari komunitas game sendiri), coba saja kalau akhirnya didukung Menpora (tapi rasanya ini hanya mimpi icon_biggrin ). Tapi coba lihat beritanya di koran-koran. Nyaris tidak ada. Tapi, begitu ada kasus bunuh diri karena game online, langsung lah game online yang disalahkan.

    Saran saya, coba berpikir lebih luas lagi. Sudah banyak contoh kalau melarang itu justru menimbulkan efek lebih buruk, tapi kenapa ya masih dilakukan juga? Harusnya si anak didekati kalau sudah mulai keasyikan game online. Boleh main, tapi jangan lupa belajar. Saya kira itu lebih arif daripada melarang sama sekali, ujung-ujungnya si anak pasti main diam-diam dengan beribu alasan. Jangan langsung menuduh si anak bersalah, tapi tindakannya hanya kurang tepat.

    Dunia ini sudah terlalu banyak energi negatif, jangan lah menambahinya lagi, maka marilah kita berpikir positif mulai dari sekarang ;)

    PS: Ada yang main RF ga di sini :D

Anda harus daftar dan login untuk bisa memberi komentar !


 Pencarian lebih lanjut dengan Google..

Google
 
Web www.mediakonsumen.com



Surat/Artikel Terbaru



Komentar Terbaru