Online
Saat ini ada 224 pengunjung tamu dan 7 pengunjung terdaftar online.

Anda bisa log-in atau daftar di sini.
Login




 


 Tidak bisa login?
 Mau daftar? KLIK DI SINI!
Polling

Menurut Anda, Media Konsumen itu...

[ Hasil | Polling ]

Votes: 2005

Media Masa/Media Elektronik - Opini

"Inspiring Woman" di Metro TV Bisa Menyesatkan

Sabtu, 23 Desember 2006

Bantuan Artikel
Akhir-akhir ini banyak kritik kepada Siaran TV yang banyak mempertontonkan kekerasan dan pornography. Namun menurut saya siaran TV juga harus mencerdaskan, bahkan jangan menjerumuskan pemirsanya dengan melakukan sedikit riset kecil sebelum menayangkan acaranya.
Belum lama ini, kira-kira 3 minggu yang lalu atau awal bulan Desember 2006 ini, Metro TV menayang-ulangkan sebuah acara tentang profile (Inspiring Woman) seorang perempuan bernama Anne Ahira. Sayangnya perempuan itu pada bulan Agustus 2005 lalu di Internet sudah terbukti sebagai orang yang digunakan untuk menipu di Internet melalui program MLM. Jika anda search di Internet, banyak sekali tulisan yang membuktikan bahwa orang atau kelompok yang menamakan dirinya Anne Ahira ini memang banyak merugikan orang yang terjebak masuk ke dalam program MLMnya, termasuk para netter yang terganggu oleh kegiatan spamming-nya. Tetapi setelah lebih dari setahun terbukti menipu, informasi ini tidak menyentuh Metro TV, Anne Ahira tetap ditayang-ulangkan.

Siapa Anne Ahira? Pada bulan Agustus 2005 lalu kegiatan Anne Ahira di Internet ditutup dengan alasan yang kurang masuk akal, terutama bagi netter yang terbiasa dengan e-commerce di Internet. Padahal Anne Ahira telah mengeruk ”keuntungan” yang demikian besar dibanding dari anggota MLM-nya yang buntung sejumlah lebih dari 1000 orang di Indonesia. MLM ini ditutup setelah beroperasi hampir 2 tahun. Namun menurut banyak pengamat di Internet, MLM ini ditutup karena sebagaimana kebanyakan kegiatan MLM, apalagi di Internet, ada masa jenuh, yaitu masa untuk menutup bisnis, di mana bau busuk semakin tercium oleh masyarakat dan tidak ada lagi orang yang bisa diajak bergabung, dan terutama pengelola MLM sudah memperoleh untung dan kebanyakan anggotanya buntung….

Banyak Media yang berhasil “ditunggangi” oleh Anne Ahira ini seperti Metro TV, koran Kompas dan beberapa radio swasta untuk dijadikan tempat berpromosi. Maksud saya ditunggangi adalah beriklan tetapi disamarkan.... Akibat ditungganginya media-media ini oleh Anne Ahira, muncul kritikan pedas dari beberapa Blog dan milis untuk misalnya Kompas sebagai menyajikan wawancara tanpa daya kritis. Sayangnya respon Kompas justru menambah hilangnya kredibilitas Kompas dengan membuat tulisan yang amat dangkal dengan mengatakan bahwa penulis di Internet (di milis atau Blog dan mungkin juga di MediaKonsumen ini) sebagai monyet nakal yang seenaknya mempermainkan orang (baca tulisan Benny Chandra di http://bennychandra.com/2005/05/03/cara-kompas-menghadapi-kritik atau tulisan Priyadi di http://priyadi.net/archives/2005/05/03/satria-kepencet-whistleblower-anonimitas-dan-kompas ).

Dalam tulisan Kompas yang berjudul “Tendangan Milis”, disebutkan milis sebagai sebuah media di Internet (termasuk Blog) sebagai media yang tidak kredibel dalam menganalisis persoalan yang sedang dihadapi. Padahal Milis dan Blog terbukti kredibel dalam menganalisis masalah Anne Ahira pada bulan Agustus 2005. Mestinya Kompas tidak membiarkan ada wartawannya yang tidak bisa atau tidak mampu analitis dalam melihat media baru (milis dan Blog) di Internet. Bukankah tidak semua media cetak juga bisa disebut kredibel atau tidak semua media elektronik bisa disebut kredibel. Tetapi ada yang kredibel, bukan?

Kompas menyebut sebab tidak kredibelnya media Internet sebagai ditulis oleh orang yang anonim. Padahal media cetak pun sering anonim. Lihat contoh skandal WaterGate di Amerika yang memanfaatkan sumber yang anonim. Jadi tentu bukan anonim atau tidaknya sebuah media menjadi kredibel, tetapi isinya….

Kembali ke Metro TV lagi. Acara Inspiring Woman di Metro TV ini mungkin acara yang dibuat berdasarkan pesanan. Ini nampak dari beberapa wanita yang tampil di acara ini, terutama Anne Ahira. Jadi bagi pemirsa yang pinter atau memiliki akses terhadap informasi yang luas tidak akan terjerumus oleh tayangan inspiring woman (yang mengenai Anne Ahira), namun bagi yang tidak?

Rahardjo
Bintara Loka Indah
Jakarta


Artikel lain dalam kategori Media Masa/Media Elektronik :

Komentar Anda ?

Saat ini telah ada 5 komentar


  1. Agus | Minggu, 31 Desember 2006

    Saya juga (kebetulan) nonton acara yang dimaksud di MetroTV. Saya kaget dan berpikir, lho, orang ini sudah tidak punya kredibilitas lagi kok profilnya masih bisa muncul di stasiun TV favorit saya?

    Tidak, saya sama sekali tidak anti internet marketing. Malah saya 100% cari nasi lewat internet. Tapi yang dilakukan AA dan tim-nya tahun 2005 dulu adalah menjual keanggotaan, bukan produk. Dan ini tidak pantas disebut internet marketing (IM). Secanggih2nya teknologi internet, IM tetap tidak lepas dari norma2 yang berlaku di dunia offline, yaitu jualan barang atau jasa sungguhan.

  2. eko | Rabu, 03 Januari 2007

    Sepanjang tidak ada penjelasan dari Metro TV, maka memang kaidah - kaidah jurnalistik tidak digunakan secara benar. Dan pengasuh acara ini seharusnya malu, menyesal karena memberitakan berita yang menyesatkan penonton dengan menampilkan bisnis-mlm anne ahira yang jelas-jelas akhirnya bangkrut. Kepada Metro TV segeralah memberikan ralat atau klarifikasi atau menjelaskan dengan terbuka tentang policy pemberitaan acara "insipiring woman" khususnya menyangkut pemberitaan yang menyesatkan seperti Anne Ahira ini. Kalaupun tidak dilakukan oleh Metro TV, ya memang akhirnya metro TV tidak bekerja secara profesional toh, dan memanfaatkan situasi pemirsanya yang cenderung cepat lupa dengan adanya berita / peristiwa yang baru lagi.

  3. indra | Kamis, 03 Mei 2007

    beruntung saya belum bergabung dengan aa atau global komputindo terima kasih atas artikelnya semoga bisa membantu kami para pengangguran btw... jadi apa dong usaha dari internet yang bisa menghasilkan uang tanpa icon_frown ditipu dan menipu

  4. Pariamin | Jumat, 31 Agustus 2007

    Dulu saya termasuk orang yang tidak suka kepada Anne Ahira, karena membaca berita-berita tentang dia di internet yang buruk tentang dia. Satu hari saya diajak istri saya untuk datang ke seminar Anne Ahira yang kebetulan tidak begitu jauh dari rumah saya. Saya datang, dan memperhatikan setiap penerangan dia. Lalu saya bisa menyimpulkan bahwa apa yang selama ini digosipkan di internet itu ternyata FITNAH kepada Anne Ahira. Saya kira sebaiknya pak Rahardjo tidak langsung setuju dengan tulisan-tulisan buruk yang ada di internet. Coba perhatikan lebih dekat. Setahu saya Anne Ahira ini belakangan malah dapat penghargaan dari pemerintah, dan di support kegiatannya langsung oleh Mentri UKM kalau tidak salah? Bahkan minggu yang lalu saya mendengar dia diminta langsung oleh pemerintah RI sebagai delegasi dan pembicara di APEC meeting untuk mewakili Indonesia. Jika dia memang seorang penipu, coba pikirkan, bagaimana bisa dia bisa dapat penghargaan dari pemerintah, dan 'murid' nya di AsianBrain.com mencapai hingga RIBUAN. Nah lho! icon_rolleyes

  5. Putera | Pesan | Selasa, 18 September 2007

    Terlepas pro atau kontra tentang Anne Ahira, saya belajar dan ambil yang positifnya saja.

    Sistem belajar yang ditawarkan Anne Ahira melalui internet : Saya ambil dan belajar ilmunya. Pengembangannya kembali kepada saya. Untuk belajar pun tidak ada yang gratis (tentu saja kocek harus saya rogoh selama itu masih masuk akal buat saya pribadi dan saya mampu untuk membayarnya).

    Mindset Anne Ahira : di manapun, saya kira adalah harus mempunyai mindset positif. Bagi orang yang mempunyai success mindset dan strong determination, mencapai cita-cita tersebut hanya tinggal masalah waktu. Tidak ada kekayaan dan kesuksesan yang datang begitu saja seperti uang tiba-tiba tumbuh di pohon. Tentu saja kita harus menanam terlebih dahulu, kita harus menyirami, memberi pupuk, membersihkan dari rumput liar, kemudian baru tiba saatnya panen (itupun tidak selalu berhasil panen – ada waktu jeda). Tapi begitulah hukum alam bekerja!

    Apa yang ada dalam pikiran kita : entah “bisa” atau “tidak bisa” kedua-duanya adalah benar! Jika kita berpikir kita bisa maka pasti kita bisa! Sebaliknya, jika kita berpikir kita tidak bisa maka pasti kita tidak bisa! Fair enough… Kita yang memutuskan!

    Tetapi sekali lagi, apa yang telah saya pelajari kembali lagi kepada saya untuk sukses atau gagal. Begitu banyak pengetahuan yang saya dapatkan tetapi jika tidak saya praktekkan maka itu sama saja dengan bohong. Jangan pernah mengharapkan keberuntungan datang jika kita tidak pernah mengambil tindakan!

    Salam Sukses untuk Anda,

    Putera

    putera@smuc.co.id (alamat pada redaksi)

Anda harus daftar dan login untuk bisa memberi komentar !


 Pencarian lebih lanjut dengan Google..

Google
 
Web www.mediakonsumen.com



Surat/Artikel Terbaru



Komentar Terbaru