Online
Saat ini ada 232 pengunjung tamu dan 3 pengunjung terdaftar online.
Anda bisa log-in atau daftar di sini.
Anda bisa log-in atau daftar di sini.
Login
Polling
Transportasi/Penerbangan - Keluhan
Dengan Batavia Air, Jogja ke Pekanbaru = 13,5 jam
Sabtu, 06 September 2008
Bantuan Artikel
Assalaamu'alaikum wr. wb.
Adik perempuan saya berangkat dari jogja ke pekanbaru dengan Batavia Air hari Rabu tanggal 27 Agustus 2008. Tiket yang sudah kami beli adalah tiket terusan, yaitu Jogja ke Jakarta dengan Batavia Air pukul 08.45 dan Jakarta ke Pekanbaru dengan Batavia Air juga pukul 10.35. Saat membeli tiket, kami memang sudah diberitahu bahwa toleransi waktu transit adalah 50 menit dan untuk kasus kami, itu memang masih masuk toleransi. Lagipula, Batavia Air dengan pertimbangan marketing tentu sudah sengaja menjadwal penerbangan sedemikian rupa agar penumpang dari Jogja bisa terbang langsung dengan Batavia Air ke Pekanbaru transit Jakarta.
Saat masih bandara Adisucipto Jogja terjadi reschedule jadwal keberangkatan oleh pihak Batavia Air menjadi pukul 09.15. Adik saya lalu menelpon saya karena khawatir tidak bisa ngejar pesawat yang sudah dijadwalkan berangkat pukul 10.35 dari Jakarta ke Pekanbaru. Saya meyakinkan adik saya kalau waktunya masih bisa terkejar karena perjalanan jogja-jakarta hanya makan waktu 45 menit. Kemudian terjadi reschedule lagi menjadi pukul 10.15. Saya lalu meyakinkan adik saya bahwa pihak Batavia Air tidak mungkin meninggalkan pelanggannya karena mereka tahu kalau tiket yang kami beli adalah tiket terusan (transit Jakarta) dan sama-sama Batavia Air pula. Lagipula kalaupun mereka "berencana" meninggalkan adik saya, mereka pasti beritahu sejak awal agar dia siap dan bisa antisipasi.
Dan ternyata, kekhawatiran adik saya terbukti. Sesampainya di Jakarta, pesawat Batavia Air jurusan Jakarta ke Pekanbarunya sudah berangkat. Adik saya dan beberapa penumpang lain yang bernasib serupa terkaget-kaget. Sebelumnya tidak ada pemberitahuan sama sekali.
Kemudian pihak Batavia Air mengaku sedang berusaha mencari penerbangan lain untuk adik saya. Lalu mereka menemukan Mandala pukul 15.00 tapi juga belum bisa mereka pastikan. Kemudian menjelang jam 13.00 ternyata direschedule lagi menjadi pukul 16.20 dengan ikut pesawat Batavia Air yang memang sudah terjadwal reguler dari Jakarta ke Pekanbaru.
Selama di Bandara Jakarta, adik saya dan beberapa penumpang lain yang bernasib serupa mendapat pelayanan yang tidak ramah dari pihak Batavia Air. Mereka juga tidak menunjukkan penyesalan atas kesalahan mereka. Diberi minum juga tidak, apalagi makan. Padahal kalau adik saya beli makan di bandara pasti mahal sekali.
Saya lalu menelpon pihak Batavia Air Jogja untuk minta bantuan. Saya juga sampaikan kalau pelayanan mereka di Jakarta tidak ramah. Pihak jogja yang saya telpon menyampaikan bahwa kalau ditinggal seperti itu biasanya dicarikan penerbangan lain. Biasanya? Berarti ditinggal begini sudah biasa to? Ck ck. Dan pelayanan Batavia Air setelah "meninggalkan" penumpangnya juga sudah biasa seperti ini?
Saya lalu jadi berfikir ... kalau mereka memang benar-benar tulus cari penerbangan lain, apa memang pilihannya sangat sedikit? Maskapai lain kan banyak? Kenapa tidak coba Garuda misalnya? Apa memang pilihannya menjadi sedikit mengingat harga tiket yang harus mereka subsidi? Kalau memang sejak di jogja adik saya sudah diberitahu akan "ditinggal", kami pasti akan minta uang kami kembali dan terbang dengan penerbangan lain walaupun harus membayar lebih mahal. Ini karena adik saya sudah punya jadwal pekerjaan di pekanbaru pukul 12.00 siangnya.
Kemudian terjadi reschedule lagi menjadi jam 18.00. Masih belum dikasih makan.
Kemudian terjadi reschedule lagi menjadi paling cepat jam 19.30 menunggu pesawat yang bisa dipakai. Setelah menyampaikan kabar itu, barulah adik saya diberi makan. Tapi sebetulnya yang diberi makan bukan hanya adik saya tapi juga penumpang satu pesawat Batavia Air yang memang dijadwalkan berangkat pukul 16.20. Artinya, perlakuan terhadap penumpang2 lain yang menunggu sejak 16.20 sama dengan perlakuan terhadap adik saya dan beberapa penumpang lain (sekitar 3 orang) yang sudah menunggu pesawat Batavia Air sejak 08.40. Padahal penumpang pukul 16.20 tentu sebagian besar homestay-nya di Jakarta dan bisa lebih nyaman kalau pulang sebentar atau minta kerabatnya datang ke bandara. Tapi adik saya dan penumpang lain yang "ditinggalkan" tadi yang notabene homestay-nya tidak di Jakarta pasti akan lebih kesulitan terkatung-katung selama berjam-jam di bandara.
Kemudian terjadi reschedule lagi menjadi jam 20.00. Dan bla-bla-bla.
Akhirnya adik perempuan saya baru berhasil tiba di bandara Pekanbaru pukul 22.11 dalam kondisi lelah, sakit perut, pusing, merasa tidak dihargai.
Jujur, kami tentu akan berfikir dua kali sebelum beli tiket Batavia Air lagi.
Saya ingin dengan kritik ini bisa memperbaiki kinerja dan pelayanan Batavia Air.
Wassalaamu'alaikum wr. wb.
Marhaban Yaa Romadhon ...
Rafinal Rafik
Jl. Solo Km. 7, Gg. Mangga 1, No.1
Yogyakarta
Dan ternyata, kekhawatiran adik saya terbukti. Sesampainya di Jakarta, pesawat Batavia Air jurusan Jakarta ke Pekanbarunya sudah berangkat. Adik saya dan beberapa penumpang lain yang bernasib serupa terkaget-kaget. Sebelumnya tidak ada pemberitahuan sama sekali.
Kemudian pihak Batavia Air mengaku sedang berusaha mencari penerbangan lain untuk adik saya. Lalu mereka menemukan Mandala pukul 15.00 tapi juga belum bisa mereka pastikan. Kemudian menjelang jam 13.00 ternyata direschedule lagi menjadi pukul 16.20 dengan ikut pesawat Batavia Air yang memang sudah terjadwal reguler dari Jakarta ke Pekanbaru.
Selama di Bandara Jakarta, adik saya dan beberapa penumpang lain yang bernasib serupa mendapat pelayanan yang tidak ramah dari pihak Batavia Air. Mereka juga tidak menunjukkan penyesalan atas kesalahan mereka. Diberi minum juga tidak, apalagi makan. Padahal kalau adik saya beli makan di bandara pasti mahal sekali.
Saya lalu menelpon pihak Batavia Air Jogja untuk minta bantuan. Saya juga sampaikan kalau pelayanan mereka di Jakarta tidak ramah. Pihak jogja yang saya telpon menyampaikan bahwa kalau ditinggal seperti itu biasanya dicarikan penerbangan lain. Biasanya? Berarti ditinggal begini sudah biasa to? Ck ck. Dan pelayanan Batavia Air setelah "meninggalkan" penumpangnya juga sudah biasa seperti ini?
Saya lalu jadi berfikir ... kalau mereka memang benar-benar tulus cari penerbangan lain, apa memang pilihannya sangat sedikit? Maskapai lain kan banyak? Kenapa tidak coba Garuda misalnya? Apa memang pilihannya menjadi sedikit mengingat harga tiket yang harus mereka subsidi? Kalau memang sejak di jogja adik saya sudah diberitahu akan "ditinggal", kami pasti akan minta uang kami kembali dan terbang dengan penerbangan lain walaupun harus membayar lebih mahal. Ini karena adik saya sudah punya jadwal pekerjaan di pekanbaru pukul 12.00 siangnya.
Kemudian terjadi reschedule lagi menjadi jam 18.00. Masih belum dikasih makan.
Kemudian terjadi reschedule lagi menjadi paling cepat jam 19.30 menunggu pesawat yang bisa dipakai. Setelah menyampaikan kabar itu, barulah adik saya diberi makan. Tapi sebetulnya yang diberi makan bukan hanya adik saya tapi juga penumpang satu pesawat Batavia Air yang memang dijadwalkan berangkat pukul 16.20. Artinya, perlakuan terhadap penumpang2 lain yang menunggu sejak 16.20 sama dengan perlakuan terhadap adik saya dan beberapa penumpang lain (sekitar 3 orang) yang sudah menunggu pesawat Batavia Air sejak 08.40. Padahal penumpang pukul 16.20 tentu sebagian besar homestay-nya di Jakarta dan bisa lebih nyaman kalau pulang sebentar atau minta kerabatnya datang ke bandara. Tapi adik saya dan penumpang lain yang "ditinggalkan" tadi yang notabene homestay-nya tidak di Jakarta pasti akan lebih kesulitan terkatung-katung selama berjam-jam di bandara.
Kemudian terjadi reschedule lagi menjadi jam 20.00. Dan bla-bla-bla.
Akhirnya adik perempuan saya baru berhasil tiba di bandara Pekanbaru pukul 22.11 dalam kondisi lelah, sakit perut, pusing, merasa tidak dihargai.
Jujur, kami tentu akan berfikir dua kali sebelum beli tiket Batavia Air lagi.
Saya ingin dengan kritik ini bisa memperbaiki kinerja dan pelayanan Batavia Air.
Wassalaamu'alaikum wr. wb.
Marhaban Yaa Romadhon ...
Rafinal Rafik
Jl. Solo Km. 7, Gg. Mangga 1, No.1
Yogyakarta
Komentar Anda ?
Saat ini telah ada 7 komentar
Pencarian lebih lanjut dengan Google..
Surat/Artikel Terbaru
Komentar Terbaru

Halaman Untuk Cetak
Kirim Artikel Ini
Komentar Pembaca
Link Ke Blog Anda
ga usa pikira 2x buat beli tiket ini, tapi ga usa beli lagi
Itulah alasan saya selalu memakai airline Garuda Indonesia! Garuda asekarang beda dengan yang dulu. Semenjak management Garuda berbenah, naik Garuda jauh lebih menyenangkan, ramah dan professional.
SEMUA AIRLINES PERNAH MENGAMAMI DELAY , TIDAK ADA HAL SEMPURNA..
Benar,gak ada yg sempurna,mau garuda kek,apa kek!!
saya sudah mencoba beberapa maskapai dari lionair, mandala, adamair (dah kolaps), wingsair, garuda, sriwijayaair, airasia alhamdullilah belum ada kejadian yang kurang mengenakan kalo bording pass juga normal maupun pada saat cek in malah pernah kejadian saya cek in harusnya jam 6.50 am dengan maskapai adamair tapi lucunya saya baru datang bording pass jam 6.45 am rute pesawat JKT - SBY syukurnya saya masih di terima untuk cek in padahal aturannya seharusnya saya sudah di cancel. namun memang benar juga kalo masalah delay saya pernah mengalaminya JKT - Makasar itupun factor alam yang membuat penerbangan di delay waktu itu saya pakai maskapai lionair pesawat MD82 sedangkan kalo airasia tiket gak pake nomor seat dan pada saat cek in di dahulukan manula dan anak-anak dan para wanita dulu baru dah yang sisanya bebas. saran saya sieh mungkin sriwijayaair lebih baik hanya saja rutenya gak banyak :) sori juga kalo saya salah namun sering juga saya naik sriwijayaair aman-aman saja komplain juga jarang. maaf saya tidak bermaksud promosi.
Dalamhal delay pesawat apaun bisa terjadi...cuma kalau pesawat luar(nggak semuanya) kita masih diberi kompensasi,contohnya saya pernah delay 8 jam dengan KLM untuk tujuan Curacao,mereka memberikan saya nginap gratis di Hilton Hotel lengkap dengan makan malam juga kami memperbolehkan menghubungi rumah dan orang ditempat tujuan sebanyak 2 kali,gratis juga.....juga pernah saya naik Delta Air dari Atlanta tujuan Las Vegas(domestic) delay 2 jam,kami diberi kupon utk makan siang..yang terakhir delay dengan Eva air dari taipeh ke jakarta,krn delay terlalu lama(6jam) kami diberi hotel utk beristirahat dan makan siang.....intinya delay bisa terjadi dengan perusahaan penerbangan apapun,hanya service selama delay,apakah diberikan juga oleh perusahaan penerbangan Indonesia....mudah mudahan
Waduh2...
@Sheila :Betul-Betul-betul
@Rafinal Rafik:Marhaban Yaa Ramadhan!!Waah,,telat brapa bulan yaa??Btul nieh!Psawat Indonesia g ada yang bener.tak ada yang SEMPURNA...Semoga bisa makin maju.Hiiiyy batavia Serem Juga ya?!!