Online
Saat ini ada 52 pengunjung tamu dan 0 pengunjung terdaftar online.

Anda bisa log-in atau daftar di sini.
Login




 


 Tidak bisa login?
 Mau daftar? KLIK DI SINI!
Polling

Menurut Anda, Media Konsumen itu...

[ Hasil | Polling ]

Votes: 2010

Media Masa/Media Cetak - Keluhan

Berita Bohong di Kompas

Kamis, 28 Agustus 2008

Bantuan Artikel
Dear editorial tv.kompas.com

Saya sedikit terkejut dengan berita yang di muat pada halaman http://tv.kompas.com/content/view/4943/46 ini, informasi yang di muat sangat berlebihan dan jauh dari fakta yang sebenar nya.

Berikut Cuplikan berita yang ditulis plus fatka yang sebenar nya :

Tradisi kekerasan di kampus kembali memakan korban (tidak ada korban), Firdus Josua mahasiswa baru Politeknik



Caltex Riau (PCR), jurusan Tehknik Informasi Industri, harus berjalan tertatih-tatih karena tempurung lutut kakinya retak (hasil pemeriksaan dokter hanya keram). Korban mengaku didorong seniornya saat mengikuti ospek di kampus tersebut (tidak ada proses dorong mendorong, bahkan kegiatan masih berupa materi pengenalan kampus).

Firdus warga jalan Dahlia gang Irian nomor 6, merupakan alumni SMU 7 Kota Pekanbaru dan baru masuk sebagai mahasiswa baru di kampus PCR, bahkan korban belum melunasi uang kuliahnya. Kakak korban, Ruskida Gurning mengatakan sampai saat ini belum satupun pihak kampus PCR yang datang bertanggung jawab (belum dia datang kita sudah lansung bertanggung jawab dan lansung membawa nya ke dokter).

Sayangnya korban menolak diambil gambarnya oleh para wartawan (tidak diperbolehkan oleh kakak nya sendiri), karena korban takut diintimidasi oleh seniornya maupun pihak kampus. Korban juga tidak berencana melaporkan kasus ini ke pihak berwajib, walaupun harus absen kuliah buat beberapa bulan (dia sudah mau masuk ke kampus dilarang oleh kk nya)

Video Kiriman: Idham Firmantara-Riau
VO:Maya l Editor Video: Ita

Saya adalah alumni dari kegiatan tersebut sekaligus pengawas, yang nota bene nya saya selalu berada tempat acara tersebut, saya tidak melihat kekerasan yang diberitakan, mungkin kita perlu medefenisikan kekerasan yang dimaksud dengan baik.

Kegiatan ospek memang sudah tidak diperbolehkan lagi, namun masih banyak kampus yang masih melaksanakan kegiatan ini dengan alasan dan perubahan nama yang beraneka ragam. Tapi menurut saya sangat bermanfaat karena mendidik kami jadi orang yang saling mengenal kampus dan segala isi nya. Buka orang apatis dan sok pintar en cuek kayak kutu buku.

Kegiatan ini kita berinama ISO, yang isi dari kegiatan ini adalah pembekalan bagi mahasiswa sebelum memasuki dunia kampus.
Kampus PCR berbasis Politeknik bukan Universitas, kebiasaan dalam kegiatan belajar mengajar disini jauh lebih ketat ketimbang universitas, mahasiswa di didik secara ketat untuk bisa beradaptasi dengan linkungan kerja yang sebenar nya, ingat politeknik bukan universitas. Kegiatan yang orientasi yang kita bikin baik itu ospek namanya atau apapun jauh dari hal kekerasan fisik. Yang ada materi teori, test fisik dan mental. Karena kita mencari dan mendidik mahasiswa yang siap untuk bersaing dalam dunia kerja yang sesungguhnya, bahasa kasar nya "kuli", bukan profesor.

Kalau mau jadi profesor mengapa kuliah di politeknik, ada Universitas.

Informasi yang disebarkan oleh media anda adalah informasi yang sangat-sangat bohong, bagi siapapun yang ingin mengetahui
kejadian yang sebenar nya silahkan datang lansung ke kampus kami, silahkan tonton sendiri kegiata ISO yang ada.

Maaf kampus kami bukan untuk anak anak manja dan bermental lemah.
Hati hati dengan pemberitaan media masa, koran majalah atau apapun namanya. Kebanyakan lebih senang membesar-besarkan berita tanpa data yang valid, dan cendrung berat sebelah

Terimakasih telah memberitakan dan mempromosikan kampus kami dengan gratis :)

Andre Rexi
Umbansari No.1
Pekanbaru


Artikel lain dalam kategori Media Masa/Media Cetak :

Komentar Anda ?

Saat ini telah ada 16 komentar


  1. P.N Jonathan | Pesan | Kamis, 28 Agustus 2008

    Saya pernah mengkritik kompas.com dengan persoalan yang sama icon_mad

  2. Jet Enduro | Pesan | Kamis, 28 Agustus 2008

    Disuruh guling2 di lumpur = test mental?

    Yg bener aja. Pantesan lulusan indo pada brutal.

    Pikir latihan militer?

  3. Citra Florenca EP | Pesan | Jumat, 29 Agustus 2008

    Saya mau komentar dikit dengan apa yang anda tulis.

    Yang ada materi teori, test fisik dan mental. Karena kita mencari dan mendidik mahasiswa yang siap untuk bersaing dalam dunia kerja yang sesungguhnya, bahasa kasar nya "kuli", bukan profesor.

    Tanggapan saya: maaf, saya tidak bisa setuju dengan alasan anda ini. Lulusan politeknik adalah mahasiswa terdidik. Mohon digarisbawahi, terdidik, bukan terlatih. Saya bukan alumni politeknik, tapi sebagai mantan mahasiswa, saya terhina sekali dengan pernyataan anda.

    Lulusan politeknik tidak pantas jadi kuli! Atau istilah apa pun anda menyebutnya. Mohon itu dihapus dari pola pikir anda. Setiap warganegara yang berpendidikan, berhak mendapatkan pekerjaan yang layak. Bagaimana masyarakat akan menghargai anda, sementara anda sendiri tidak menghargai perjuangan anda mengenyam pendidikan selama ini.

    Mohon diperhatikan juga, kata siapa alumni politeknik tidak bisa jadi profesor? Kapan Indonesia akan maju seandainya semua mahasiswa politeknik mempunyai pola pikir seperti anda?

    Maaf kampus kami bukan untuk anak anak manja dan bermental lemah.

    Tanggapan saya: mau mahasiswa baru itu manja/bermental lemah atau tidak, itu bukan porsi senior untuk "memperbaiki" nya. Toh dosen kerjanya cuma mengajar, kenapa para senior malah mau sok mendidik?

    Di lingkungan kerja sebenarnya juga tidak seburuk itu kok. Nggak perlu lah mau sok lebih ketat daripada universitas. Toh standar pengenalan kampus itu kan sudah ada? kenapa harus berlebihan?

    Soal test fisik? Ini juga. Kasus IPDN kemarin juga karena pembinaan fisik. Tapi apa jadinya, malah banyak sekali yang berjatuhan korban. kedoknya apa, ya itu pembinaan fisik. Tapi sekarang semua orang sudah tahu, yang disebut pembinaan fisik itu semata-mata pemukulan massal.

    seharusnya dalam kasus seperti ini "si korban" diayomi, walaupun berita masih simpang siur. Bukannya malah disudutkan. Tanyakan apa yang sebenarnya terjadi. Apa yang tidak kita lihat bukan berarti itu tidak terjadi.

    Sekian dari saya

  4. alex | Pesan | Jumat, 29 Agustus 2008

    asal tau aj.. test fisik yang kami laksanakan tidak mengijinkan para senior untuk melakukan sentuhan..

    apabila terjadi dorongan,sejauh saia melihat tidak pernah ada dorongan dengan niat untuk menjatuhkan junior..

    apabila yang disorot hanya masalah test fisik nya saja,berarti pemebritaan tersebut hanya bermaksud untuk memojokan saja. kegiatan selama ISO tsb,banyak manfaat nya..

    silahkan datang untuk mengecek.. jangan cuma menyoroti pada saat ada kegiataan fisik..

  5. dian yulianto | Pesan | Jumat, 29 Agustus 2008

    saya tidak mau mengomentari masalah berita kompas.com, karena saya sendiri tidak tahu kebenarannya.

    tapi satu hal yang saya mau komentari mengenai tulisan anda diatas "Karena kita mencari dan mendidik mahasiswa yang siap untuk bersaing dalam dunia kerja yang sesungguhnya, bahasa kasar nya "kuli", bukan profesor."

    Bung, jika lulusan politeknik anda hanya untuk kerja jadi kuli, buat apa capek-capek buang uang ortu anda? toh pada akhirnya hanya sebagai kuli yang penghasilan perharinya hanya rp 60.000.

    tanpa kuliah pun anda sudah bisa jadi kuli!!!!! jika hanya sebatas itu yang anda inginkan buat masa depan anda.

  6. P.N Jonathan | Pesan | Jumat, 29 Agustus 2008

    Kalau mau jadi profesor mengapa kuliah di politeknik kan ada Universitas...tulisan satu lagi,"Maaf kampus kami bukan untuk anak anak manja dan bermental lemah.

    Dari tulisan anda ini sudah terlihat bahwa anda sebagai senior sudah AGRESIF dan terus terang tidak profesional.

    Bisa saja Kompas.com mengeluarkan berita yang tidak benar,karena sayapun pernah mengkritik mereka dengan berita yang asal tulis saja...tetapi kita jangan ikut ikutan seperti mereka,tidak proffesional. icon_smile

  7. ius | Pesan | Jumat, 29 Agustus 2008

    @Alex :

    dunia kerja yang bagaimana yang anda maksud ?

    persaingan di dunia kerja sebagai debt collector ?

    atau sebagai pekerja professional ?

    lantas politeknik itu apa ?

  8. Citra Florenca EP | Pesan | Jumat, 29 Agustus 2008

    Saya juga heran, apa benar ini tulisan dari seorang mahasiswa, yang notabene pemuda yang terpelajar. Bukannya tulisan mahasiswa itu biasanya diplomatis, bukan bukannya provokatif seperti ini.

    Di kampus saya dulu, untuk jurusan Kepabeanan dan Cukai juga ada test fisik. Tapi test fisik seperti apa? test kesehatan paru-paru, bebas narkoba, lalu mereka juga harus bisa berenang. Itu baru test fisik. Bukannya dipukul, ditendang atau ditampar.

    Kalau sekedar jadi kuli mah nggak perlu sekolah. orang buta huruf juga bisa kok ngaduk semen atau bersihihkan selokan, tho?

    Pesan saya, hargailah perjuangan anda menuntut ilmu selama ini. Bersyukurlah anda bisa menjadi mahasiswa politekni, sementara diluar sana begitu banyak adik-adik kita yang putus sekolah. Tanamkan dalam pikiran : "saya harus punya masa depan yang lebih baik".

  9. Jet Enduro | Pesan | Jumat, 29 Agustus 2008
    Hilangkan ospek di indo yg terkenal busuk. Tiru lah makna ospek sebenarnya. Yaitu dengan kegiatan bersama antara senior dan junior. Bukan dengan kekerasan atau penyiksaan. Lihat saja USU sampai sekarang. Ospek barusan disuruh guling lumpur, junior di marahin, BBQ si junior harus bayar penuh, ikut atau ga ikut tetap harus bayar, ga bayar bakal di hajar ma senior <-- Ospek gitu toh =.=
  10. Jet Enduro | Pesan | Jumat, 29 Agustus 2008

    USU = Universitas Sumatra Utara

  11. Citra Florenca EP | Pesan | Jumat, 29 Agustus 2008

    @Jet Enduro: nggak semua ospek kayak gitu. Kampus saya nggak, kami cuma disuruh nyanyi2 aja. Adik saya juga nggak, cuma pengenalan kampus aja.

    Tapi waktu prajabatan kami juga pernah disuruh guling dilumpur. Tapi cuma sekedar lucu2an, bahkan bentakan pun tidak ada. Yang melatih kami waktu di prajabatan malah tim Psikolog, jadi guling-guling dilumpurnya murni mind games, bukan kekerasan.

    Senior itu nggak sepenuhnya "seram dan jahat" kok (kalau menurut pengalaman saya, ya). Pernah kami disirih ngumpul jam 6 pagi, memang berhubung kami di Indonesia Barat, jam 6 pagi itu masih gelap. Tapi mereka para senior, itu jam 5 pagi udah stand by nungguin kami, para junior. Bukankah mereka lebih capek?

    Pas jam makan siang juga. Mereka bagiin semua nasi bungkus ke kami, kami pun makan dengan lahap. tapi para seniornya cuma nonton kami makan aja. Duh kasian... Paginya beli roti, seniornya juga nonton aja...

    wah jadi kangen masa kuliah dulu....

  12. Tommie Draven | Pesan | Jumat, 29 Agustus 2008

    Jadi pengen ketawa, waktu saya pelantikan jadi anggota salah satu club (bukan genk) motor, disana cuma ada 3 materi, Fisik, Mental dan Pengetahuan ttg Motor. Fisik nya, disuruh dorong motor dan push up kl bikin salah. Mentalnya, dimake up, pake helm, buka kaos, trus belanja di supermarket, dan semua itu ada alasannya, merasakan capenya klo motor mogok di dorong,belajar nahan malu sama orang2 kl muka belepotan tp hrs minta tolong, tp gak boleh ada bentakan senior dr jarak kurang dr satu meter, atau di sebelah telinga (krn faktor kesehatan), bahkan di kami dilarang adanya scout jump krn faktor kesehatan juga, nah kl club motor aja ngerti, kok mahasiswa nggak ya ??

    apalagi kl liat IPDN, katanya biar kuat fisik dan mental tp pas jd aparat, banyak yg kena razia karena keluyuran pd jam kerja, banyak yg korupsi (walau gak smua), gimana dong ya?

    tp terlepas dr itu semua, saya mohon maaf atas sgl khilaf, bentar lg mo puasa icon_biggrin

  13. P.N Jonathan | Pesan | Sabtu, 30 Agustus 2008

    Kalian masyarakat Indonesia pada umumnya merendahkan yang namanya KULI,tanpa kuli tidak ada bangunan mewah,tanpa kuli sapa yang mau bersiin selokan,tanpa kuli sapa yg mau angkat barang dipelabuhan,Belajarlah menghargai orang seperti apa adanya dan terutama saling hormat,apa salahnya duduk sama sama KULI dan makan bersama,apa salahnya kalau mereka kita sebut juga pekerja.Kalau yang simpel simpel aja kalian nggak bisa menghadapi apalagi yang sulit icon_smile

  14. Citra Florenca EP | Pesan | Sabtu, 30 Agustus 2008

    @mas Tommie: kalo praja IPDN mah waktu masuk anak baik baik, begitu keluar dari situ pada jadi ontohod. Kebanyakan ditabok sih kepalanya...

  15. ius | Pesan | Minggu, 31 Agustus 2008

    setuju opaaaaaaaaa

    saya paling respek dengan orang kecil yang mau berusaha cari nafkah dengan jujur...

    seperti kuli,

    pedagang asongan

    dan penjual makanan kecil kecilan

  16. Ilman | Pesan | Kamis, 20 November 2008

    saya setuju dengan Dian Y. icon_lol

Anda harus daftar dan login untuk bisa memberi komentar !


 Pencarian lebih lanjut dengan Google..

Google
 
Web www.mediakonsumen.com



Surat/Artikel Terbaru



Komentar Terbaru