Online
Saat ini ada 58 pengunjung tamu dan 0 pengunjung terdaftar online.

Anda bisa log-in atau daftar di sini.
Login




 


 Tidak bisa login?
 Mau daftar? KLIK DI SINI!
Polling

Menurut Anda, Media Konsumen itu...

[ Hasil | Polling ]

Votes: 2010

Dunia Konsumen - Opini

Hati-Hati dengan Bahaya Plastik! Pelajari sebelum terlambat

Senin, 25 Agustus 2008

Bantuan Artikel
Sudah banyak orang yang memberi peringatan, rumor, gosip bahkan artikel majalah tentang bahaya plastik. Tetapi tetap saja hanya segelintir orang yang menggubris, peduli atau sampai meneliti lebih lanjut.

Plastik adalah salah satu bahan yang dapat kita temui di hampir setiap barang. Mulai dari botol minum, TV, kulkas, pipa pralon, plastik laminating, gigi palsu, compact disk (CD), kutex (pembersih kuku), mobil, mesin, alat-alat militer hingga pestisida. Oleh karena itu kita bisa hampir dipastikan pernah menggunakan dan memiliki barang-barang yang mengandung Bisphenol-A.
Salah satu barang yang memakai plastik dan mengandung Bisphenol A adalah industri makanan dan minuman sebagai tempat penyimpan makanan, plastik penutup makanan, botol air mineral, dan botol bayi walaupun sekarang sudah ada botol bayi dan penyimpan makanan yang tidak mengandung Bisphenol A sehingga aman untuk dipakai makan. Satu tes membuktikan 95% orang pernah memakai barang mengandung Bisphenol-A.

Plastik dipakai karena ringan, tidak mudah pecah, dan murah. Akan tetapi plastik juga beresiko terhadap lingkungan dan kesehatan keluarga kita. Oleh karena itu kita harus mengerti plastik-plastik yang aman untuk kita pakai.

Apakah arti dari simbol-simbol yang kita temui pada berbagai produk plastik?

1. PETE#1 atau PET (polyethylene terephthalate) biasa dipakai untuk botol plastik yang jernih/transparan/tembus pandang seperti botol air mineral, botol jus, dan hampir semua botol minuman lainnya. Boto-botol dengan bahan #1 dan #2 direkomendasikan hanya untuk sekali pakai. Jangan pakai untuk air hangat apalagi panas. Buang botol yang sudah lama atau terlihat baret-baret.

2-HDPE#2. HDPE (high density polyethylene) biasa dipakai untuk botol susu yang berwarna putih susu. Sama seperti #1 PET, #2 juga direkomendasikan hanya untuk sekali pemakaian.

3-V#3. V atau PVC (polyvinyl chloride) adalah plastik yang paling sulit di daur ulang. Plastik ini bisa ditemukan pada plastik pembungkus (cling wrap), dan botol-botol. Kandungan dari PVC yaitu DEHA yang terdapat pada plastik pembungkus dapat bocor dan masuk ke makanan berminyak bila dipanaskan. PVC berpotensi berbahaya untuk ginjal, hati dan berat badan.

4-LDPE#4. LDPE (low density polyethylene) biasa dipakai untuk tempat makanan dan botol-botol yang lembek. Barang-barang dengan kode #4 dapat di daur ulang dan baik untuk barang-barang yang memerlukan fleksibilitas tetapi kuat. Barang dengan #4 bisa dibilang tidak dapat di hancurkan tetapi tetap baik untuk tempat makanan.

5-PP#5. PP (polypropylene) adalah pilihan terbaik untuk bahan plastik terutama untuk yang berhubungan dengan makanan dan minuman seperti tempat menyimpan makanan, botol minum dan terpenting botol minum untuk bayi. Karakteristik adalah biasa botol transparan yang tidak jernih atau berawan. Cari simbol ini bila membeli barang berbahan plastik.

6-PS#6. PS (polystyrene) biasa dipakai sebagai bahan tempat makan styrofoam, tempat minum sekali pakai, dll. Bahan Polystyrene bisa membocorkan bahan styrine ke dalam makanan ketika makanan tersebut bersentuhan. Bahan Styrine berbahaya untuk otak dan sistem syaraf. Selain tempat makanan, styrine juga bisa didapatkan dari asap rokok, asap kendaraan dan bahan konstruksi gedung. Bahan ini harus dihindari dan banyak negara bagian di Amerika sudah melarang pemakaian tempat makanan berbahan styrofoam termasuk negara China.

7-other#7. Other (biasanya polycarbonate) bisa didapatkan di tempat makanan dan minuman seperti botol minum olahraga. Polycarbonate bisa mengeluarkan bahan utamanya yaitu Bisphenol-A ke dalam makanan dan minuman yang berpotensi merusak sistem hormon. Hindari bahan plastik Polycarbonate.

Masih banyak sekali barang plastik yang tidak mencantumkan simbol-simbol ini, terutama barang plastik buatan lokal di Indonesia. Oleh karena itu, kalau anda ragu lebih baik tidak membeli. Kalaupun barang bersimbol lebih mahal, harga tersebut lebih berharga dibandingkan kesehatan keluarga kita.

Pada akhirnya. Hindari penggunaan plastik apapun di Microwave. Gunakan bahan keramik, gelas atau pyrex sebagai gantinya.

Hindari juga membuang sampah plastik terutama yang mengandung Bisphenol-A sembarangan karena bahan tersebut pun bisa mencemari air tanah yang pada akhirnya pun bisa mencemari air minum banyak orang.

Semoga informasi ini bermanfaat.

Endro G
Jakarta


Artikel lain dalam kategori Dunia Konsumen :

Komentar Anda ?

Saat ini telah ada 7 komentar


  1. blue | Pesan | Senin, 25 Agustus 2008

    Beberapa wkt lalu saya jg dpt kiriman email yg isinya persis seperti yg bpk tulis ini...dan emang informasi ini jg udah beredar di bnyk milist,anyway thx mau posting disini krn informasi ini berguna bgt,.

    Setelah dpt info ini via email,saya lgsg rajin deh cek symbol sblm beli barang plastik terutama yg utk makanan,saya jg perikSa barang2 plastik yg ada dirmh,n syukur Alhamdulillah saya bnyk temuin label PP tuh,artinya aman kan....

    Dgn rajin memeriksa symbol di harapkan kita turut menyukseskan program STOP GLOBAL WARMING toh...

    Lebih lanjut mdh2an restoran2 di Indonesia jg memperhatikan hal ini dan tdk menggunakan produk2 styrofoam krn saya lihat masih bnyk resto yg menggunakan kemasan ini utk makanan2 take away...jg utk pemerintah terutama DepKes utk lebih aktif dan tegas utk melarang penggunaan bahan2 plastik yg berbahaya bagi kesehatan n lingkungan...

    Ayo kita jg sama2 waspada,demi kesehatan kita2...

    -regards-

  2. marco | Pesan | Senin, 25 Agustus 2008

    Sebenarnya isu demikian harusnya di ekspose sekitar tahun 90an, tapi it's ok. Better late than never.

    Asal usul plastik dari minyak bumi yang kemudian diolah sedemikian rupa sehingga menjadi jenis-jenis plastik yang disebutkan diatas.

    Apabila produk plastik (end product) di buat dengan plastik yang murni berasalah dari minyak bumi, saya rasa itu tidak akan berbahaya.

    Yang berbahaya dalam penggunaan plastik adalah dalam tahap daur ulang. Banyak pengusaha yang nakal dengan mendaur ulang plastik tsb melebihi ketentuan yang telah ditetapkan.

    Malah menurut saya yang lebih berbahaya adalah daur ulang plastik yang berasal dari limbah di luar negeri. Banyak limbah plastik seperti polybag maupun plastik yang membungkus racun pestisida yang masuk kedalam kategori Berbau, Beracun dan berbahaya diimpor dan kemudian di daur ulang di dalam negeri untuk kemudian diproses kembali menjadi end product. Inilah yang menurut saya berbahaya bagi kesehatan. icon_eek

  3. john pantau | Pesan | Selasa, 26 Agustus 2008

    lalu..... icon_frown icon_frown icon_frown icon_frown

    bagaimana jika produsen mencamtumkan label plasuuu getooo...padahal n02 tapi ditulis no5...setelah tahu artikel seperti ini....apakah tidak lebih kejam jika kita dibohongi seperti itu.???

  4. Edhie Rahardja | Pesan | Rabu, 27 Agustus 2008

    Sebenarnya yang bahaya dari plastik itu bukan bahannya, kan plastik dibuat dari minyak bumi juga kan? berarti alami kan? yang berbahaya adalah jika plastik yang digunakan terbuat dari bahan recycle dan sudah tercampur dengan bahan kimia atau isi dari kemasan plastik tersebut, misalnya plastik kemasan bekas air accu, bekas detergen, bekas obat serangga, dll.

    Dan plastik juga juga membutuhkan waktu lebih dari 500 tahun untuk dapat terurai dalam tanah, untuk itu kalau dibuang sembarangan dan tidak di kelola dengan baik, bisa menimbulkan bencana alam seperti banjir dan longsor.

    Yang saya tau sekarang di Indonesia sudah ada perusahaan yang bisa buat plastik khususnya shopping bag yang dapat terurai dalam tanah dalam waktu 10 minggu.

    Kalo teman-teman ingin tau lebih lanjut atau ingin membuat shopping bag dari bahan tsb, bisa menghubungi saya di rahardja.edhie@yahoo.com

    masalahnya sekarang, apakah perusahaan mau memulainya?untuk peduli lingkungan?

    kalau saya sekarang udah memulainya dengan memakai kantong sampah degradable, memilah sampah dan hemat energi.

  5. Advena Vee | Pesan | Rabu, 27 Agustus 2008

    bahan2 kimia itu cm bereaksi klo kena benda panas kan? berarti kalo plastiknya buat naro benda dingin oke2 aja dunx,,kyk gt gak c?

    Klo shopping bag mending pake tas kanvas aja,,gak usah dibuang,,bisa disimpen,,modelnya lucu2 lagi,,gw biasanya klo ke supermarket (klo direncanain) selalu bawa handbag yg dari kanvas ato yg bahan parasut gitu,,selain bentuknya bagus gak perlu nambah sampah juga,,

  6. Edhie Rahardja | Pesan | Rabu, 27 Agustus 2008

    bahan kimia ini ridak selalu bereaksi dengan panas aja, coba bayangkan kalau misalkan yang dipakai adalah plastik bahan recycle ex pouch pemutih atau detergen yang kemudian dipakai oleh home industry buat bikin sedotan atau gelas plastik? saya pernah liat gelas plastik yang dibuat dari bahan recycle yang tdk jelas bahannya dan dipakai untuk wadah es krim yang dijual di sekolahan? bisa bayangkan kan?

    dan untuk bawa tas ke supermarket memang bener ini bisa mengurangi plastik, cuma kan di Indonesia kalo kita masuk ke supermarket atau mini market aja harus titipin barang dulu? ini untuk menghindari oknum konsumen yang suka mengutil.

    terus kita juga harus mulai untuk memilah sampah dari sampah organik, sampah kaleng, plastik, kertas, dll.

    Demi menjaga lingkungan kita..

  7. Richardt | Pesan | Senin, 22 September 2008

    nice & helpful info bro icon_wink

Anda harus daftar dan login untuk bisa memberi komentar !


 Pencarian lebih lanjut dengan Google..

Google
 
Web www.mediakonsumen.com



Surat/Artikel Terbaru



Komentar Terbaru