Online
Saat ini ada 191 pengunjung tamu dan 2 pengunjung terdaftar online.

Anda bisa log-in atau daftar di sini.
Login




 


 Tidak bisa login?
 Mau daftar? KLIK DI SINI!
Polling

Menurut Anda, Media Konsumen itu...

[ Hasil | Polling ]

Votes: 2007

Media Masa/Internet - Kritik & Saran

Situs www.my-indonesia.info Dibuat dengan Biaya 17.5 Milyar?

Rabu, 20 Agustus 2008

Bantuan Artikel
Membaca majalah Concep VOL 04 EDISI 21 ‘2008 saya terkejut, pembuatan situs www.my-indonesia.info menelan biaya 17.5 milyar. Biaya segitu tentu terlalu besar untuk suatu situs, apalagi situs baru. Namun, kalau harus mempertimbangkan royalti atas film, tulisan, dan foto, angka tersebut menjadi sedikit “mungkin”.
Penasaran, hari ini (15/08/08) saya mencoba mengunjungi situs yang digagas oleh Departeman Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia tersebut. Saya memilih versi Inggris, mencoba mengunjungi link Gorontalo dan Bengkulu. Informasi tentang keduanya sangat minim apalagi tidak disertai dengan foto-foto.

Kemudian, saya memilih versi Indonesia. Tampilan awal tidak ada yang istimewa, terkesan norak bahkan (sama dengan versi Inggrisnya). Masuk ke link Bengkulu dan Gorontalo, apa yang saya temukan? Halaman kosong!

Pengelola dapat saja beralasan bahwa situs tersebut dalam pengembangan. Namun, sudah berapa lama dan sampai kapan pengembangannya? Alasan tersebut juga menjadi tidak masuk akal melihat alokasi dana yang begitu besar untuk situs tersebut.

Terlepas dari itu semua, Departeman Kebudayaan dan Pariwisata telah mencoba mengenalkan Indonesia ke Internasional. Terlebih lagi, situs www.my-indonesia.info telah didukung paling tidak tujuh bahasa utama dunia. Lebih jauh lagi, lihat sendiri deh.

Sabjan Badio
Priyan RT 07, Trirenggo
Bantul


Artikel lain dalam kategori Media Masa/Internet :

Komentar Anda ?

Saat ini telah ada 15 komentar


  1. blue | Pesan | Rabu, 20 Agustus 2008

    Mungkin kita hrs minta rincian dana sebesar itu utk sebuah situs buat apa aja? Baru kita bisa menilai...kita tdk bisa menilai sendiri hanya dgn melihat angka2nya saja tnp tau detil2 di gunakan utk bayar apa aja...

    Dan ambil positifnya aja,semoga situs ini cepet selesai dgn dana yg tinggi itu,kan buat kita2 sbg org indonesia jd bangga jg...langkah yg baik krn kita tau kalo budaya n pariwisata kita lg layu di mata dunia... Kalo bukan kita yg bangsa indonesia yg dukung,siapa lg?

    -salam hangat-

  2. hack | Pesan | Rabu, 20 Agustus 2008

    Dirinci bagaimanapun kalau sekedar membuat situs tidak sampai segitu.Kecuali kalau ada biaya makan,hotel, pengadaan laptop+mobil, sewa server dedicated untuk 100 tahun dan biaya-biaya lain diluar pembuatan situsnya.

    Saya biasa buat situs jadi tahu persis masalah biaya-biayanya. Kalau yg seperti itu kebanyakan developer lain di jogja bisa dibawah 100 juta...

  3. blue | Pesan | Kamis, 21 Agustus 2008

    @hack,maksud saya jg kesitu,jd kalo ada biaya makan,nginep di hotel,jajan,uang Rokok,ongkos bensin,biaya liburan,etc,etc...kan jelas tuh uang dgn nominal segitu buat apa aja...makanya saya minta detilnya,jd ketauan kalo memang ada kecurangan,tp kalo ternyata biaya itu ga kepake ke yg lain kec.utk situs itu sendiri kan artinya kita jg sudah salah menilai (justru krn ga mungkin biaya sedahsyat itu utk sebuah website makanya saya minta detil2nya,gt loh) tp saya support dgn dibuatnya situs my-indonesia ini... Mungkin komen saya yg di no.1 agak kurang jelas yah...

    Overall sih,yg beginian lahan basah buat para koruptor

    -salam-

  4. Ayank Haerawan Ary Wardana | Pesan | Kamis, 21 Agustus 2008

    Situs kok, sampe milyaran rupiah.. Weleh2, bkin rumah di dunia maya kok melebihi bkin rumah beneran.. Yg jelas, dana segitu besarnya, paling2 d korupsi doangkk ang ang ang icon_razz

  5. Tommie Draven | Pesan | Kamis, 21 Agustus 2008

    harganya cocok kok, masih dalam taraf wajar kalau segitu, karena biaya yg membengkaknya adalah untuk pos biaya hobby dan kenakalan icon_lol icon_lol icon_lol

  6. Nani | Pesan | Kamis, 21 Agustus 2008

    tambah lagi, biaya perjalanan untuk studi perbandingan di luar negri..

  7. andre | Pesan | Rabu, 27 Agustus 2008

    Biaya = 17.5 M

    Dari kas negara ke Departemen 5 M.

    Dari Departemen ke penerima tender ditilep 5 M lagi.

    Dari boss penerima tender ke pekerjanya ditilep 5 M.

    Ditambah lagi pekerjanya nilep juga, jadinya situsnya pake domain .info (domain murahan)

  8. ius | Pesan | Rabu, 27 Agustus 2008

    buset situs begitu aja 17.5M ?

    domain .info pula

    gimana dengan mediakonsumen.com ??

    bisa 1T ga yah ? icon_rolleyes icon_rolleyes

  9. hellboi | Pesan | Rabu, 03 September 2008

    laporin ke kpk aja..

    mumpung msh jd pejabat kali,sempat2in korupsi

    mentalitas yg bobrok !!

    bikin masyarakat dan negara ga maju2..

  10. schaat | Pesan | Rabu, 03 September 2008

    kebiasaan oknum2 dari pemerintahan, mark-up melulu kerjanya ..biasa nya kl kita dpt tender dari pemerintah, udah jelas 20% dari nominal dah menjadi hak instansi yg mempunyai tender .. lagian pengusaha kita pasti ngasih angka gede masalah nya sdh ada biaya 20%, bemum lagi biaya2 lain, mis; pak itu mau ke jakarta, wah itu sih sdh sinyal, sangu dong ..

    KPK belum bergerak nih ... ato pusing mana yg mesti di usut? icon_razz

  11. xtra | Pesan | Senin, 15 September 2008

    Mungkin juga pembuat portal ini bikin server sendiri dengan spek yg gila2a, lalu gedung bikin sendiri, makanya biayanya membengkak segitu, plus bandwith 1GB.

    Servenya mungkin pake super komputer kali yah?

    Overall webnya jelek gak ada yg istimewa, spt bikinan org baru belajar bikin web aja.

  12. juan | Pesan | Senin, 22 September 2008

    kira2 situs tsb pake jomla, aoftware gretongan, lau di modif template-nya.

  13. Steven Tjahjadi | Pesan | Kamis, 30 Oktober 2008

    ya ampun...

    bener2 kosong, apanya yang 17.5 milyar itu...

    udah norak layout-nya, isinya kopong pula ckckck

    berubah dong... icon_frown

  14. sarah | Pesan | Jumat, 31 Oktober 2008

    ikut sumbang saran,

    dengan biaya 1/100-nya saya kira uda bisa kontrak penerjemah yang bisa bikin kalimat lebih baik dari ini: "In Tana Toraja, dead body is not buried, but it is put in Tongkonan for several times, even can be more than ten years until the family have enough money to held the ceremony."

    kali emang ada orang dept. pariwisata yang baca icon_wink

  15. araya | Pesan | Senin, 03 November 2008
    yah dari pada ngurusin orang yang kaga bener buang buang duit 17,5milyar(duit semua tuCH)mending ikutan saya nyari duit disini $6.00 Welcome Survey After Free Registration! bisa dapet up to $500 dollar kalo kita males cuma dapet $27usd,itu juga gak bisa diambil sebalum mencapai $75usd.dibayarnya pake paypal yang belum punya daftar disini Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly. icon_lol
Anda harus daftar dan login untuk bisa memberi komentar !


 Pencarian lebih lanjut dengan Google..

Google
 
Web www.mediakonsumen.com



Surat/Artikel Terbaru



Komentar Terbaru